
Dion yang baru pulang dari bekerja, segera menuju lantai dua kamar mereka karena ingin bertemu Dina.Seharian tidak ketemu membuat Dion sangat rindu.
Saat melewati kamar Naila,Dion sama sekali tidak masuk dan langsung melangkah ke kamarnya.Tetapi tidak mendapati sosok Dina di sana."Dina kemana ya",gumam Dion.
Dion yang kecewa tidak mendapati sosok Dina pun akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri dulu sebelum mencari keberadaan Dina.
Selesai mandi dan memakai pakaian santai Dion pun keluar dan mencari Dina di kamar putrinya,ketika Dion membuka pintu Dion langsung tersenyum mendapati istrinya yang tertidur sambil memeluk Naila.Dion pun mendekati mereka dan memandangi lekat wajah istrinya yang sembab.
"Apakah Dia habis menangis,kenapa",batin Dion bertanya melihat mata Dina yang sembab.
Dina yang menyadari keberadaan Dion di sini pun perlahan membuka mata. "Sudah pulang pak",ucap Dina dengan suara khas bangun tidur.
"Hem.Iya barusan saja",ucap Dion tanpa mengakui bahwa Dia barusan mencari Dina.
"Apa Bapak mau di buat kan minuman",tanya Dina pada suaminya.
"Boleh kopi saja",ucap Dion.Dina pun mengangguk dan berjalan ke dapur untuk membuatkan suaminya kopi.
Dion yang merasa aneh dengan sikap Dina dan mendapati mata sembab istirnya pun merasa ada hal yang tidak beres. "Apakah aku telah menyakitinya,ah pertanyaan macam apa itu sudah jelas aku menyakitinya dengan membawa dia ke dalam keluarga ini",monolog Dion tidak jelas.
Ketika Dina berada di dapur sedang membuat kopi tiba² saja di kaget kan dengan suara Tika. "Begitu dong jadi istri jangan suka nya santai aja enggak ada kerjaan",ucap Tika menyindir.
Seketika Dina merasa sedih dengan ucapan yang di lontarkan Tika.Yang seolah² mengatakan kalau Dina hanya menumpang di sini dan bukan bagian dari keluarga mereka.
"Iya Mama,Mama mau Dina bikinin minum juga enggak",balas Dina lembut.
"Saya tidak sudi meminum buatan kamu",sinis Tika dan langsung meninggalkan Dina.
"Yang sabar mbak menghadapi sikap Nyonya Tika",ucap Bik Sumi yang melihat Dina menahan tangis.
"Enggak apa² Bi saya baik² saja kok",ucap Dina tersenyum.
"Saya Tinggal Memasak Dulu ya mbak,kalau perlu apa² jangan sungkan ngomong sama Bibi",ucap Bibi Sumi dan segera Memasak.
Dina pun langsung membawa kopi yang dibuat nya ke kamar Naila,karena Dion masih Di Sana.
"Kamu kenapa sayang",ucap Dion yang melihat Dina sedih ketika memasuki kamar Naila.
__ADS_1
"Enggak apa² kok pak",Ini kopi nya diminum",ucap Dina setelah kopi nya di hidangkan di meja.
"Kok Bapak lagi sih manggil nya",protes Dion.
"hehe,Abis nya bingung pak mau panggil apa",ucap Dina.
"Panggil mas aja ya",pinta Dion serius.
"Baiklah mas",ucap Dina akhirnya.
"Mas mau nanya sama kamu,Kamu ada lagi ada masalah pa",ucap Dion sambil menatap lekat Dina.
"Emang nya masalah aku ada masalaj apa mas",bukan nya menjawab Dina malahan balik bertanya.
"Ya mana mas tau,kalau mas tau mas enggak akan nanya sayang",ucap Dion geregetan dengan tingkah Dina.
Dina yang mencoba untuk tidak mengungkit masalah poto yang di kirimkan seseorang tadi siang,karena Dina tidak ingin ada pertengkaran Di antara mereka apa lagi pernikahan mereka masih terbilang baru.
"Enggak ada masalah kok mas, cuma capek aja",dusta Dina sambil merenggang kan lehernya.
Dina yang merasakan perhatian Dion kepadanya membuat Dina tidak mau berpikir yang tidak² dengan poto yang di lihat nya tadi.
"Mas harap ketika kamu ada maslah kamu mau bercerita,biar kita bisa menyelesaikan nya dan tidak membuat pernikahan kita berakhir begitu saja.Kita memang menikah atas dasar belum mencintai satu sama lain tapi mas akan mencoba",ucap Dion menatap lekat istrinya.
"Iya Mas,kita akan sama² berusaha mempertahankan pernikahan kita",ucap Dina mantap.
"Mas jadi tambah sayang sama Kamu",ucap Dion tanpa sadar.
Deg..
"Apakah sebenarnya Dion sudah ada perasan dengan ku",batin Dina seketika merona.
"Ah lupakan apa yang Mas bilang barusan",Dion kikuk,malu mengakui perasaan nya.
"Papa kok ada di sini",ucap Naila yang baru bangun mendapati Papanya ada di kamar.
Tidak mungkin kan Dion bilang kalau mencari Dina karena kangen."Papa mau ngeliat putri papa yang lagi tidur",ucap Dion.
__ADS_1
Naila pun mengangguk saja,karena nyawa nya yang habis bangun tidur belum terkumpul sempurna.
"Naila mandi dulu sayang,sekalian Ini Mama nya juga mandi,sebentar lagi kita sarapan bersama",ucap Dion kepada ke dua wanita nya.
Naila dan Dina pun menurut mengangguk kompak.
Setelah kedua wanita nya sudah rapi dan wangi tentu nya.Mereka pun berjalan menuruni tangga menuju meja makan.
"Hai sayang",sapa Abraham ke pada cucu kesayangan nya.
"Hai juga Kakek",balas Naila genit mengedip kan sebelah matanya.
Mereka pun tertawa melihat tingkah Naila."Udah bisa genit ya Cucu Kakek Sekarang",ucap Abraham.
"hehehe.Belajar dari papa Kek,Naila sering Liat Papa gitu sama Mama",ucap polos Naila.
Dion dan Dina yang mendengar itu hanya bisa menahan malu.
"Kamu ini Yon kalau mau genit² sama istri jangan di lihat anak kecil enggak baik tau",ucap Abrahan.
"Iya² pa Maaf, enggak lagi kok",ucap Dion.
"Sudah² ayo kita makan",ucap Tika yang sedari tadi menahan kesal.
Akhirnya mereka pun makan dengan tenang.Dina yang mendengar ucapan Tika barusan hanya bisa menahan sedih.Sedang kan Dion yang menyadari istri nya sedih langsung menggenggam erat jari² Dina memberi kekuatan Dina pun hanya bisa tersenyum paksa.
Selesai acara makan mereka memutuskan untuk istirahat karena besok rencana nya Abraham dan Tika akan pulang ke Jakarta untuk mengawasi perusahaan Di Sana.
"Kamu enggak usah masukin hati ya sikap Mama,kamu pasti bisa membuat mama menerima kamu.Ada mas yang akan selalu berada di samping kamu",ucap Dion menenangkan Dina ketika mereka sudah berada di tempat tidur.
"Iya mas aku akan selalu berusaha untuk tidak mengambil hati dengan sikap Mama",ucap Dina meyakinkan suaminya.
Dion pun menarik Dina ke dalam pelukan ternyaman nya.
"Sekarang kita istirahat ya sayang,besok Mas ada pertemuan dengan klein pagi²",kata Dion lembut.
Dina mengangguk setuju dan mereka tidur,lebih tepatnya Dion yang tidur.Karena Dina tidak bisa memejamkan matanya teringat dengan sikap Mama Tika yang tidak pernah mau menerima nya karena status derajat. Ketika sudah Jam 2 dini hari barulah Dina bisa memejamkan mata nya kerena lelah beban pikiran.
__ADS_1