Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Pertemuan Dina dan Tina


__ADS_3

Ketika mobil yang di kendarai Dion baru sampai di depan rumah, ada mobil yang baru datang yaitu mobil Tina.Melihat Dion yang baru keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu tanpa memperdulikan Tina yang di belakang nya,Tina yang kesal dengan kelakuan Dion langsung segera berlari menghampirinya dan tidak lupa langsung menggandeng lengan kok Dion.


"Kamu kenapa sih di panggil²,enggak noleh",jawab Tina dengan manja,sambil bergelayut.Dan segera mungkin menyamai langkah Dion.


"Maaf aku enggak denger",sahut Dion dengan wajah datar yang seperti tembok rumah.


Sampai di dalam rumah,ada Naila yang lagi main kereta,Dion pun langsung menghampiri putrinya dan mencium pipi gembul Naila,ketika Tina akan melakukan hal yang sama ke pada Naila.Akan tetapi sang bocah pun menolak mentah².


"Sini sayang ikut Tante",bujuk Tina sok perhatian.


"Enggak mau sama Tante",ucap Naila cemberut.akhirnya Tina pun mengalah dan menjauh,tapi dalam hatinya dia begitu kesal dengan sikap Naila,dan ia berjanji,suatu saat nanti ketika rencana nya sudah perjalan sesuai keinginan Naila akan di singkirkan nya," batin Tina dengan sinis.


Dion pun pergi menuju meja makan untuk sarapan,tiba²Tina pun ikut juga duduk di samping Dion.Tanpa memperdulikan Tina,Dion pun mengambil nasi lauk dan memulai makan dengan tenang.


"Tina sesekali mencuri pandang dan mencari perhatian dengan pura² kepedesan dan Dion pun cuek kayak enggak ada siapa² di sana kecuali dia sendiri.


"Kamu kenapa sih dari tadi cuek aja",protes Tina cemberut.Dion tidak menanggapi omongan Tina, karena malas meladeni nya kalau di ladeni tambah jadi.


"Kamu mau pulang enggak,aku buru² mau ke kantor lagi",kata Dion kepada Tina dengan muka datar.


"Iya aku langsung pulang, kalau om sama tante masih lama pulang",jawab Tina manja.


Dion hanya mengangguk,dan menghampiri Naila."Sayang papa balik lagi ke kantor ya jangan nakal,baik² di rumah", pesan Dion lalu mencium pipi Naila dan mengusap kepala nya. Yang hanya di balas anggukan oleh Naila.


Akhirnya Dion pun menaiki mobilnya melintas dengan cepat membelah jalanan.

__ADS_1


#Di rumah Bibi Puspa


Dina yang baru selesai mencuci pakaian, dan baru ingat kalau bahan untuk memasak sudah habis,akhirnya Dina pun memutuskan untuk ke supermarket, sambil memilih² barang Dina membeli sayur daging buah telur dan bumbu² dapur.


Ketika semua nya sudah cukup Dina pun menuju kasir untuk membayar,tapi belum sampai Dina di depan kasir,Si Tina lun langsung nyelonong antrian membayar.Dina yang tidak terima pun menegur Tina.


"Eh emba antri dulu saya duluan tadi",kata Dina


"Emang lo siapa nyuruh² gue dasar miskin,dan lo enggak berhak ya ngatur² gue",timbal Tina meremehkan.Dn langsung pergi setelah membayar,Dina pun hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan Tina.


Akhirnya Dina pun memutuskan pulang setelah membayar belanjaan nya, tiba di pinggir jalan angkut pun lewat Dina langsung naik dan tidak lama angkut pun berhenti tepat di depan pagar rumah.


Dina pun langsung membereskan belanjaan dan langsung mengambil bahan² untuk memasak.Kali ini Dina akan membuat telor balada sayur capcay dan tempe mendoan,itu adalah makanan kesukaan bibi Puspa,dengan lincah nya tangan Dina memotong sayur dan menumis nya hingga harum semerbak masuk ke indra penciuman.Setelah setengah jam berkutat di dapur barulah semua matang dan Dina pun langsung menatanya di meja makan untuk makan siang.


"Weh gini dong masak nya yang enak gitu", ucap Piyan ke pada Dina dan langsung duduk di meja makan lalu mengambil nasi dan lauk. Piyan pun makan dengan lahap,tiba² datang bibi Puspa menghampiri.


Mereka pun makan dengan lahap sampai tidak tersisa,yang tersisa cuma kuah,dan sambal saja.Selesai makan mereka pun langsung pergi ke depan,giliran Dina yang makan, selesai makan Dina membereskan bekas piring kotor dan mencucinya,Setelah selesai Dina menuju kamar untuk mandi siang, karena gerak habis dari luar.


Selesai mandi Dina melakukan solat,selesai solat ia pun memutuskan untuk menelpon ibunya du kampung.


Dertt.dertt. telpon pun terhubung.


"Assalam muallaikm bu", kata Dina kepada ibunya.


"Wa'allaikumsalam Nak,bagaimana kabar kamu di sana"", tanya ibu Marni di seberang sana.

__ADS_1


"Dina sehat bu,bagaimana keadaan ibu dan tasya",kata Dina.Lama mereka ngobrol karena hari sudah mau magrib Dina pun mengakhiri telpon nya.


Sekarang pukul 7:00 wib.Dina bergegas ke dapur untuk memasak makan malam.Sedangkan di rumah Wijaya Dion dan kelurga sedang makan malam bersama tidak lupa Tina pun ikut di sana.Mereka pun makan dengan tenang dan sesekali bercerita.


"Tin besok kamu udah mulai bekerja ya di perusahaan", ucap pak Lusi memberi tahu Tina.


"Iya Om besok Tina udah bisa mulai kerja",ucap Tina tersenyum manis.


"Gimana kabar orang tua kamu di jakarta,kapan² suruh mereka ke sini sudah lama tidak ketemu",kata pak Lusi.


"Papa sama Mama sehat Om, hanya saja mereka lagi sibuk, Papa lagi sibuk ngurusin perusahaan Kakek di sana,Sedangkan Mama sibuk ngurus rumah Om", jawab Tina dengan lembut.


Setelah pertanyaan itu mereka pun makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang menandakan meraka sudah selesai acara makan nya.


"Naila kemana ma? kok enggak kelihatan dari tadi", tanya Dion kepada Mama nya.


"Oh Naila sudah tidur tadi soal nya daru siang enggak tidur² sibuk sama mainan nya sampai lupa tidur siang.Tapi dia sudah makan kok tadi", ucap Mama Tika yang melihat raut wajah cemas Dion. Akhirnya Dion pun bisa bernafas lega setelah mendengan kata Mama nya.


Bagaimana tidak cemas Dion,Dia merasa bersalah karena enggak ada waktu untuk putri kesayangan nya karena sibuk dengan urusan kerjaan.


"Tan Tina pulang dulu ya udah malam soalnya", pamit Tina kepada Tante Tika,oya Om di mana Tan mau sekalian pamot pulang,lanjut Tina.


"Oh Om ada di ruang kerja, entar Tante bilangin sama Om. Hati² di jalan ya", balas Tante Tika kepada Tina dan memeluk Tina sebentar lalu tersenyum lembut.


Tika memang senang dengan Tina,Tina sudah di anggap nya kayak putrinya sendiri.Dan malahan niat nya ingin menjodohkan Tina kepada Dion karena menurutnya Tina wania cantik mandiri dan berpendidikan, sangat cocok dengan yang namanya menantu idaman. Tanpa Ia tau bahwa Tina lah yang mencelakai dewi dulu.

__ADS_1


Sangat bagus bukan Tina menyimpan kebusukan nya tanpa ada yang tau bahwa dia lah yang telah membunuh istri Dion.Ya ibarat pepatah pandai² menyimpan bangkai akhirnya akan ketahuan juga begitu lha kebusukan Tina suatu hari nanti.


__ADS_2