Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Belum siap


__ADS_3

Setelah semua nya selesai,mereka segera berangkat. Kali ini Dion menyetir sendiri, Karena Asisten nya di suruh Dion untuk menghandle pekerjaan kantor selama Dion liburan.


Sedangkan Naila yang berada di kursi penumpang belang sibuk memakan ciki bersama pengasuh nya.


" Mbak mau", ucap Naila menawari.


" Non aja yang makan", ucap pengasuh Naila ramah.


Dio yang fokus menyetir, sesekali melirik istrinya sambil tersenyum lembut.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mereka sampai di tujuan.


" Wow pantai nya sangat indah Mas", ucap Dina berbinar bahagia melihat penampakan pantai dari kejauhan.


" Iya Ma, pantai nya sangat bagus", timbal Naila dengan antusias.


" Apakah kalian suka?", Hem.


" Iya Mas kami sangat suka", ucap Dina.


"Kita cari penginapan dulu ya, kita istirahat dulu Nanti sore kita akan ke pantai", ucap Dion langsung menjalankan mobil menuju tempat penginapan.


Mereka pun menyetujui ucapan Dion. Setelah sampai di penginapan, Dion memesan dua kamar, satu kamar mereka dan satu kamar putri mereka bersama pengasuh nya.


Setelah mendapat kunci kamar mereka langsung di tuntun penjaga menuju kamar mereka.


" Sudah sampai Tuan", ucap penjaga ramah.


" Terima kasih", ucap Dion tak kalah ramah. Penjaga pun mengangguk lalu pergi.


" Aku sangat senang Mas bawah ke sini, pemandangan nya sangat bagus", ucap Dina ketika sudah memasuki kamar mereka.


" Ini semua enggak gratis loh sayang", ucap Dion mengedip kan sebelah mata.


Dina yang paham langsung merona seperti tomat matang.


Dion yang melihat istrinya merona pun tertawa terbahak². " Kamu sangat menggemaskan kalau sedang merona seperti itu", ucap Dion menggoda.


" Iiiihhh. Mas apa - apaan sih", ucap Dina cemberut dan memukul pelan lengan Dion.


" Jangan cemberut dong sayang, nanti enggak mas ajak lihat pantai mau", ucap Dion.


" Abisnya Mas suka usil deh", Dina kembali cemberut.


" Iya² Mas minta maaf, janji enggak akan usil lagi. Tapi"....

__ADS_1


" Tapi apa mas?" kata Dina penasaran.


" Tapi kalau Mas enggak Khilaf", ucap Dion sambil mengacak - acak lembut rambut Dina.


Dina hanya menggeleng melihat tingkah Suaminya.


" Ayo istirahat Dulu, nanti sore kita akan ke pantai biar enggak panas kalau sore", ajak Dion pada istrinya.


" Iya Mas ku sayang", ucap Dina patuh.


" Ulangi sekali lagi", pinta Dion.


" Yang mana Mas", ucap Dina pura² tidak mengerti.


" Yang tadi iya Mas apa", ucap Dion merengek.


" Ayo ah kata nya tadi ngajak tidur", ucap Dina tidak ingin mengulang kata² yang memanggil Mas sayang.


Dion pun mendengus kesal dan mengikuti istrinya menuju tempat tidur untuk istirahat.


Melihat Dion yang kesal, Dina hanya mengulum senyum merasa lucu dengan tingkah suaminya yang seperti anak kecil.


" Sayang, lihat mas kenapa tidur nya, ini malah belakangin mas", ucap Dion sambil memutar tubuh Dina supaya menghadap ke arah nya.


Tanpa memperdulikan Dina yang jengkel, Dion menarik lengan Dina dan memeluk nya erat. " gini kan enak, enggak kaya orang lagi musuhan aja", ucap Dion.


Dina tidak membalas ucapan Dion, karena Dina masih jengkel sekaligus nyaman di dalam dekapan sang Suami. Akhirnya Dina terlelap.


Dion yang merasakan nafas istrinya yang beraturan menandakan kalau Dina sudah tidur, memutuskan untuk ikut menyusul Dina ke alam mimpi. Jadilah mereka tidur saling berpelukan.


" Non Naila istirahat dulu, nanti sore kita akan ke pantai", ucap Pengasuh Naila.


" Iya mbak, Naila udah enggak sabar nunggu nanti sore", ucap Naila antusias.


Naila pun naik ke tempat tidur nya dan tidur bersama pengasuhnya, Naila sudah menganggap pengasuh nya itu seperti keluarga. Makanya Naila mau tidur bersama.


Dina yang sudah terbangun lebih dulu melihat ke arah suaminya yang belum membuka mata, " Terima kasih Mas sudah bersikap hangat kepada ku dan selalu ada untuk ku", gumam Dina yang tanpa sadar tangan nya ter ulur menyentuh wajah Dion.


Tanpa menunggu lama, Dion langsung menahan tangan Dina yang ada di wajah nya dan mencium tangan itu dengan sayang.


" Mas kapan bangun", ucap Dina terkejut sekaligus malu.


" Hemmm. Mas kebangun karena kamu mengelus wajah Mas, ya sekalian aja kan", ucap Dion santai dan terus menciumi tangan istrinya.


" Udah ih Mas, aku mau mandi dulu tau takut nya Naila udah nunggu kita", ucap Dina sambil melepaskan tangan nya dari genggaman suaminya.

__ADS_1


Dion pun akhirnya mau tidak mau melepas kan tangan Dina. " Jangan lama ya Mas mau mandi juga", kata Dion.


Dina pun mengangguk dan turun daru tempat tidur berjalan menuju kamar mandi.


Dion berjalan ke arah tempat pakaian mereka dan menyiapkan pakaian untuk istrinya. " Gantian dulu, sekarang aku mau nyiapin pakaian untuk istriku masa dia terus menyiapkan pakaian ku", monolog Dion sambil tersenyum.


Selesai menyiapkan pakaian mereka, Dion ke luar menuju kamar Naila untuk melihat putrinya.


Tok.... tok ..tok.


Klek.. Bunyi pintu Di buka. " Ada perlu apa Tuan", ucap pengasuh Naila sopan.


" Naila sudah bangun Mbak", Tanya Dion.


" Iya Tuan, Non Naila sudah bangun dan sudah mandi juga", ucap pengasuh Naila lagi.


" Iya sudah saya tinggal dulu, kalian siap² ya sebentar lagi kita akan ke pantai".


" Baik Tuan", ucap Lala sopan.


Dion pun langsung pergi meninggalkan kamar Naila menuju kamar Nya, karena Dion belum mandi.


Dina yang melihat Dion baru masuk pun bertanya. " Dari mana Mas", ucap Dina sambil mengambil pakaian yang sudah di siapkan suaminya.


" Habis dari kamar Naila, mau memastikan kalau Naila sudah siap dan tinggal menunggu kita", ucap Dion tersenyum lalu mendekat ke arah Dina.


Dina yang gugup Dion mendekat. " Mas mau ngapain", ucap Dina panik pasalnya Dina belum sempat memakai pakaian nya.


Dion terus mendekat tanpa menghiraukan kepanikan Dina,dan langsung mengambil handuk yang terletak di samping pakaian mereka.


" Mas cuma mau ngambil ini kok", tunjuk Dion ke arah handuk.


Mendengar ucapan Dion seketika Dina merona merasa malu sendiri, dengan pikiran nya yang tidak².


Dion yang melihat Dina merona karena malu pun tertawa." Tenang aja sayang Mas enggak akan macam² kok kalau istri mas belum mau", ucap Dion lalu berjalan ke kamar mandi meninggal kan Dina yang mematung.


Deg.


" Apakah itu sindiran untuk ku", ucap Dina sendiri.


Dina pun langsung memakai pakaian nya ketika Dion sudah memasuki kamar mandi. " Maaf kan aku Mas, aku belum siap memberikan hak mu, karena aku belum yakin jika kamu akan mencintai ku, walau pun sikap yang kamu tunjukan sangat manis", batin Dina.


Tidak butuh lama, Dion sudah keluar daru kamar mandi dengan lilitan handuk dan berjalan ke arah pakaiannya di atas tempat tidur.


Dina yang sempat melihat tubuh suami nya pura² sibuk menyisir rambut dan memakai sedikit lip stik berwarna natural.

__ADS_1


__ADS_2