Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Kedatangan Tina Merusak Suasana


__ADS_3

Ketika mereka tiba di pantai. Naila langsung turun dari gendongan Lala, dan berlari² kecil ke pinggir laut.


" Mbak jagain Naila dulu ya, saya sama nyonya mau jalan ke sana dulu", tunjuk Dion ke arah depan mereka.


" Iya Tuan, Tuan sama nyonya pergi saja, saya akan menjaga Nona Naila", ucap Lala mengerti bahwa majikan nya ingin berdua saja.


" Kenapa Naila di tinggal Mas", ucap Dina bingung.


" Enggak apa² sayang, lagian ada Mbak Lala kok yang jagain putri kita, Mas mau berduaan dulu sama Istri Mas", ucap Dion santai.


Dion pun langsung menarik tangan Dina untuk berjalan di sebelah nya.


Dina begitu berbinar melihat pandangan laut, karena pesona alam yang pantai pasir putih yang menawan bisa membuat siapa saja berkunjung ke sini akan di sambut hamparan pasir putih yang terbentang luas di ujung bibir pantai.


Dina dan Dion pun duduk di atas hamparan pasir putih sambil memandang para perahu nelayan yang ada di tengah laut.


" Mas pantai ini sayang bagus ya, Aku sangat menyukai nya, terima kasih Mas udah nganjak kami kesini", ucap Dina sambil memeluk Dion dari damping menyandar kan kepalanya di bahu Dion.


" Sama² sayang Mas seneng kalau kamu dengan putri kita senang", ucap Dion mengusap pucuk kepala istrinya.


Tiba² saja mereka di kejutkan dengan kedatangan Tina yang mendekat ke arah mereka.


" Hay sayang, Kamu di sini juga", ucap Tina tidak tahu malu dan langsung duduk di sebelah Dion sambil bersandar juga di bahu Dion.


" Jaga sikap kamu Tina, menjauh lah dari sini", ucap Dion langsung mendorong tubuh Tina supaya menjauh.


" Hey, Jaga sikap kamu ya, main bersandar aja sama punya orang", ucap Dina kepada Tina.


" Lalu kenapa kalau Dion suami kamu, apa masalah Tante Tika aja enggak sudi nerima kamu", ucap Tina sinis.


Mendengar ucapan Tina yang memang benar fakta nya, Dina pun langsung diam.


" Kamu jangan kurang ajar ya Tina, Dina istri ku aku mencintainya dan sengat² mencintainya lebih dari apa pun dan tidak perduli mama menerima atau belum kehadiran nya, dan perlu kamu tau akan ku pastikan cepat atau lambat mama akan tau siapa sebenarnya kamu", ucap Dion panjang lebar dengan menatap Tina tajam.

__ADS_1


" Apa hebat nya istri mu ini Dion, Tidak ada apa² nya di banding dengan ku, dari segi pendidikan saja dia bukan tandingan ku", ucap Tina menyombongkan diri.


" Dia memang tidak berpendidikan seperti mu, tapi setidak nya dia tidak semurahan kamu", ucap Dion tegas.


Tina pun menatap nyalang Dina. " Akan aku pastikan merebut Dion dari mu karena kami sangat cocok", ucap Tina ke pada Dina dengan sinis.


" Silahkan kamu pergi dari sini Tina sebelum saya melakukan hal yang di luar kendali saya", tekan Dion kepada Tina dengan rahang yang sudah mengeras karena emosi.


Melihat Dion yang sudah seperti itu Tina pun meninggal kan mereka.


" Kamu tidak apa² sayang, jangan kamu dengarkan ucapan Tina", ucap Dion lembut sambil memeluk Dina memberi ketenangan.


" Aku enggak kenapa² Mas", ucap Dina yang sedari tadi menahan agar air matanya tidak keluar.


" Kamu istri mas, dan mas akan selalu melindungi kamu", ucap Dion mengecup pucuk kepala istrinya.


" Terima kasih Mas selalu ada untuk ku", ucap Dina mendongak memandang wajah suami nya.


Seketika netra mereka bertemu, Dina bisa melihat ketulusan dari tatapan suami nya.


" Iya Mas", ucap Dina lalu mengecup sekilas pipi Suaminya.


Yang mana membuat Dion terpaku tidak percaya dengan tidak kan istrinya. " Ini beneran istri mas kan", goda Dion.


Wajah Dina pun langsung memerah menyadari tindakan nya barusan. Melihat istrinya menunduk malu, Dion yang gemes langsung mengacak - acak rambut istrinya.


" Sudah ada kemajuan", ucap Dion menggoda.


" Apaan sih mas, enggak sengaja tau barusan", cemberut Dina menutupi malu.


" Sengaja juga enggak apa² sayang, udah halal", ucap Dion sambil menaik turunkan alisnya.


Dina pun langsung Diam dan melihat ke arah laut tidak ingin meladeni ucapan suaminya.

__ADS_1


Seketika Dina teringat dengan poto yang di kirimkan seseorang lewat wa nya saat itu, Dina pun memutuskan untuk bertanya supaya tidak berpikir macam² kepada suaminya. Apa lagi Dina sudah lihat sendiri barusan kalau perempuan itulah yang mengejar - ngejar suaminya.


" Mas, Aku boleh nanya sesuatu enggak, Tapi jawab jujur", pinta Dina.


" Kamu boleh bertanya apa aja sama Mas, mas kan suami kamu", ucap Dion lembut memandang lekat Istrinya.


" Apakah mas mencintai Tina", ucap Dina pertama kali ingin memastikan perasaan suaminya dulu.


" menurut kamu gimana", ucap Dion yang bukan nya menjawab pertanyaan Dina tapi malah balik bertanya.


" Ya mana aku tau perasaan Mas gimana sama perempuan itu, apa lagi yang aku dengar Mas sama dia saudara angkat karne kakek yang mengangkat nya jadi cucu", ucap Dina.


" Mas enggak ada perasaan apa² dengan Tina, ya memang Mas dengan Tina saudara angkat karena kakek yang mengangkat nya. dan Mas tau kalau Tina menyukai mas dari pertama bertemu makanya mas mengindari Dia karena mas enggak mencintainya", ucap Dion tanpa mengungkit masa lalu nya dengan kakak nya Tina.


Karena bagi Dion biarlah seperti itu, karena semua hanya lah masa lalu mereka tanpa Dina harus tahu.


" Tapi aku lihat poto Mas yang lagi memeluk Tina sangat erat di kantor, seolah² mas sangat mencintainya", ucap Dina yang tidak lagi bisa menahan penasaran nya.


Dion pun kaget mendengar ucapan Dina.


" Kapan mas meluk Tina", ucap Dion yang tidak merasa memeluk Tina.


" Mas enggak ingat waktu itu mas pulang dari kantor cepat dan masuk ke kamar Naila dan aku membuat kan mas kopi", ucap Dina mengingat kan tenang hari itu.


" Oh itu bukan mas meluk Tina, waktu itu Tina keruangan mas mau ngucapin selamat atas pernikahan kita, karena waktu di pernikahan kita Tina belum sempat ngucapin. terus tidak lama dari itu Tina merasa pusing dan seperti mau pingsan maka nya mas tolong karena kasian, emas enggak meluk² kok cuma bantu Tina supaya enggak jatuh", ucap Dion panjang lebar menjelaskan ke pada istrinya supaya tidak berpikir macam² tentang nya.


Dina pun percaya bahwa apa yang di jelaskan suami nya benar, dan Dina menyimpulkan bahwa seseorang yang mengirim poto itu sengaja agar membuat mereka ribut.


" Kamu lihat poto nya di mana sayang", ucap Dion yang penasaran.


" Dapat kiriman dari nomor enggak ada nama nya, di Wa Mas", ucap jujur Dina.


" Mas boleh lihat", pinta Dion.

__ADS_1


Dina pun memberikan handphone nya kepada Dion.


Saat handphone Dina sudah di tangan Dion. Dion pun langsung membuka wa nomor yang mengirim poto yang di sebut Dina barusan. " Wajar saja Dina berpikir tidak² karena di dalam poto itu seperti Dion memeluk Tina dengan erat, padahal bukan sama sekali seperti itu kejadian nya.


__ADS_2