Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
provokasi Tina


__ADS_3

" Ini semua gara - gara perempuan itu Tan, coba saja kalau dia tidak hadir di kehidupan Dion mungkin tidak akan seperti ini", ucap Tina mengompori.


" Kamu benar Tin, ini semua karena Dina, dan aku semakin membencinya, dan sekarang nasib rumah tangga ku di pertaruhkan", ucap Mama Tika nyalang.


" Kita harus menyingkirkan Dina dari Dion secepatnya, Atau kita kasih dia uang yang banyak dan menyuruh Dia pergi daru Dion", usul Tina yang berpikir Dina akan mau karena Dina berasal dari keluarga miskin.


" Iya jika pun Dina tidak mau, kita harus memaksa nya", yakin Tika tersenyum mengerikan.


Sedangkan saat ini Dion dengan Dina masih tidur, Dion yang terbangun tadi memutuskan untuk tidur lagi karena tidak ingin kehilangan momen seperti ini.


" Hoooammm. Apakah aku ketiduran", gumam Dina menoleh ke samping. Kamu sangat tampan Mas, aku tidak rela kamu sampai di miliki perempuan lain Nanar Dina mulai mendekatkan wajah ke wajah Dion yang terlelap, Cup satu kecupan mendarat di bibir Dion.


Namun ketika Dina ingin menjauhkan tubuhnya, Dion malah menarik tekuk Dina dan memperdalam ciuman mereka, sesaat Dina kaget dan kemudian Ia mulai menikmati permainan suaminya.


Melihat Dina yang hampir kehabisan nafas barulah Dion melepaskan nya. " Iihhhh kamu nakal mas, aku kan jadi susah nafas nya", protes Dina cemberut menutupi rasa malunya yang telah berani mencium suaminya diam².


Dion hanya tersenyum mendengar ucapan Dina, " Maaf kan mas sayang, habisnya kamu sebentar banget ngelakuin nya", ucap Dion menggoda.


Pipi Dina sekarang tidak bisa di ucap kan dengan kata² bagaimana sangat merah nya. " lagian kenapa juga kamu harus nunggu mas tidur, kenapa enggak sekarang aja gitu", Dion mulai menaik turunkan alis nya menggoda.


" Udah ah mas, aku mau mandi dulu", ucap Dina langsung berlari untuk menghilangkan malunya.


" Hhhhhhhhh, kamu sangat lucu sayang, mencium suami saja harus sembunyi kayak maling aja", teriak Dion tapi tidak di tanggapi oleh Dina yang sedang di kamar mandi.


" Lagian kenapa juga sih, aku main nyosor aja", gumam Dina gemes dengan dirinya sendiri sambil meraba bibirnya lalu tersenyum seperti orang gila. Ya begitulah kalau lagi kasmaran ya enggak thor, hhhohhi.


Sedangkan Dion melakukan hal yang sama Dia tidak habis pikir dengan dirinya yang selalu suka dengan sikap Dina mencuri ciuman nya, dan aneh nya Dion malah memperdalam nya. " Aes apakah aku gila mencium istriku saja gugup nya minta ampun, kayak cium istri orang aja", gemes Dion dengan Dirinya sendiri.


Klekk.


Pintu pun terbuka, nampak lah Naila masuk ke kamar Dion, karena pintu sejak tadi tidak di kunci.

__ADS_1


" Ada apa sayang", tanya Dion lembut melihat Naila ke kamarnya.


" Naila pengen ngeliat keadaan Papa aja", polos Naila.


" Sini sayang dekat Papa", pinta nya.


Naila pun mendekat dan duduk di samping papa nya yang sedang bersandar di tempat tidur.


" Mama mana pa". sambil mengedarkan pandangan di segala arah.


" Mama lagi mandi, baru bangun tidur sayang", jelas Dion langsung teringat kejadian tadi.


" Mas bukan nya tadi aku dengar suara Naila ya di kamar kita", ucap Dina ketika keluar dari kamar mandi dan tidak melihat Naila lagi.


" Ya sayang Tadi Naila memang kesini mau liat Mas katanya, tapi sekarang sudah pergi mau main boneka", Jelas Dion sambil memandang Dina yang montok.. Asek thor Dina montok tau masak Thor enggak, canda thor..


" Mas kok liatin aku gitu", protes Dina, yang tidak sadar dengan keadaan nya saat ini, bagaimana tidak membuat Dion menelan ludah.


Dina hanya menggeleng kepala melihat tingkah suaminya, karena Dina sama sekali tidak sadar bahwa keadaan nya seperti itu memancing jiwa lelaki Dion.


Dina mulai memakai pakaian nya satu persatu, dia tidak perduli dengan Dion yang diam² melirik nya.


Dion jadi gugup ketika Dina mulai mendekatinya. " Aes kok aku gugup sih", batin Dion meronta².


" Mas enggak mau mandi", bisik Dina lembut di telinga Dion sambil meniup nya sedikit", Ya Dina ingin membalas godaan Dion tadi.


" I...iiya sayang, mas mau mandi", ucap Dion sangat gugup saat ini, ketika Dina menggoda nya.


Sedangkan di dalam hati Dina, tertawa puas melihat reaksi Suaminya yang jahil ini memerah dan jangan di tanya suara jantung nya seperti gendangan beduk saur saja....


" Biar aku bantu mas", ucap Dina memegang lengan Suaminya untuk membantu berdiri ke kamar mandi.

__ADS_1


Dion hanya menurut karena memang untuk saat ini, dia belum bisa melakukan aktivitas sendiri.


" Aku tunggu di luar ya mas, panggil aja kalau sudah selesai", yang di balas anggukan oleh Dion.


Dina duduk di tempat tidurnya sambil memainkan ponsel, Dina mulai memposting poto nya berdua dengan Dion ke aplikasi biru, dengan caption Suami ganteng ku.


" Aku kok jadi alay banget sih", gumam nya menyadari caption nya, tak apa lah bucin dengan suami sendiri enggak dosa.


Tidak lama setelah itu banyak sekali orang yang komen, mengagumi kecantikan dan ketampanan mereka, dan masih banyak lagi. Sampai ada satu pesan yang mengalihkan perhatian Dina dari komen² itu.


" Ternyata kamu sudah punya suami ya Din, wajar saja kamu enggak pernah mau aku ajak ketemuan", isi pesan Gilang, ya yang mengirim pesan barusan Gilang ketika melihat postingan Dina.


" Emm iya sih dan bukan itu aja, dulu memang aku lagi sibuk kerja jadi enggak bisa ketemu kamu", balas Dina tidak enak hati. Tapi pesan itu tidak lagi di balas oelh Gilang mungkin Gilang marah pikir Dina.


Dina pun meletakan handphone nya dan berjalan ke kamar mandi karena suaminya sudah memanggil.


Dion duduk di tempat tidur, ketika Dina sedang mengambilkan pakaian untuk nya.


" Mau aku bantu mas", ucap Dina yang melihat Dion kesusahan.


" Apakah tidak merepotkan".


" Tidak mas, ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai istrinya mas", Dina tersenyum dan mulai membantu suaminya.


Ketika sudah selesai Dina menyisir rambut suaminya yang sebelumnya sudah di beri minyak rambut, Dina dengan telaten mengurus suaminya, dimana sikap Dina ini lagi² membuat Dion sangat bersyukur, Di saat dia sedang sakit Dina tidak sekali pun meninggalkan nya.


Dion mendongak dan cup, satu kecupan berhasil mendarat di pipi mulus istrinya. " Terima kasih sudah mengurus mas sangat baik", lagi² Dion mengucapkan terima kasih, dan di balas Dina senyuman dan tatapan penuh cinta.


" Sudah selesai, Mas sudah tampan, ayo kita keluar Mas nemuin Putri kita dulu, sejak dari tadi aku belum ketemu Naila", ucap Dina manja.


Mereka pun keluar dengan Dina mendorong kursi roda Dion dan menuju tempat di mana putri mereka berada.

__ADS_1


__ADS_2