
Selesai dengan pekerjaan kantor Dion langsung pulang,waktu sudah menunjukkan pukuk 22:23 wib.Karena seharian ini banyak berkas yang harus di tanda tangani nya,dan dia enggak mau membawa pekerjaan kantor ke rumah nya bagi nya,ketika di rumah waktu nya penuh untuk sang putri dan tanpa ada gangguan apa pun.
sebelum pulang,Dion meminta kepada supir untuk mampir ke supermarket membeli pesanan Naila. "Pak kita mampir ke supermarket dulu ya",pinta Dion.
"Baik pak",jawab supir dengan sopan dan ramah.
Tidak butuh lama mobil pun sampai di depan supermarket,Dion masuk dan membeli pesanan Naila, ketika sudah selesai membayar pas di depan pintu supermarket Dion menabrak seseorang yang tak lain adalah Dina. " Maaf pak, saya enggak sengaja", jawab Dina gugup.
"Dina..,ternyata kita ketemu lagi,dunia memang sempit nya dan anehnya kita ketemu selalu bertabrakan",ucap Dion dengan ramah dan tersenyum.
Seketika Dion diam sesat memandangi Dina yang menurut nya sangat cantik,karena Dina saat ini memakai daster kuning tua dilapisi kardigan rambut yang di cepol asal dan menampakan leher jenjang nya yang mulut.Detik berikutnya Dion ter sadar dari lamunan nya, "mau belanja apa Din", tegur Dion basa basi.
"Eh iya pak,dunia memang sempit kita ditemukan lagi dengan cara sama, saya mau belanja alat dapur pak",jawab Dina dengan ramah.
"Oh ya sudah kalau begitu,saya duluan ya Din,udah malam takut di tungguin Naila,saya permisi nya,oh iya besok ada acara enggak kalau enggak besok aku sama Naila mau ngajak kamu makan entar saya jemput di tempat kerja kamu",kata Dion lagi.
"Enggak ada sih pak,besok juga kerja nya cuma setengah hari karena hari jum'at", jawab Dina
"Jadi besok saya jemput di tempat kerja kamu nya soal nya dari kemaren ketemu Naila kayak nya udah akrab aja sama kamu padahal ia itu anak nya kurang terlalu mudah akrab sih sama orang baru,Saya duluan ya Din",kata Dion yang di balas anggukan dan senyum oleh Dina.
__ADS_1
Dina yang sudah selesai belanja ia pun memutuskan pulang,sampai di rumah dia melihat rumah sudah sepi mungkin bibi Puspa dan Vita sudah tidur pikirnya.Dina yang enggak ambil pusing pun menaruh semua belanjaan di kulkas. Dina sengaja belanja malam soalnya siang enggak akan sempat,karena siang dia harus menyiapkan sarapan dan bekerja,pulang nya juga Dina di sibuk kan dengan pekerjaan beres² rumah dan nyuci pakaian serta menyiapkan makan malam.Dina yang sudah kelelahan bangun kesiangan dan dia baru ingat belum membuat sarapan untuk keluarga bibi nya.
Sampai di depan Bibi nya melontarkan hinaan dan cacian untuk Dina karena enggak menyiapkan sarapan dan bangun kesiangan."Enak bener kamu ya santai² sampai bangun siang dan mana sarapan pagi enggak ada,gimana sih kamu hidup udah numpang lagi dasar tidak becus jadi manusia",ucap Puspa kasar kepada Dina.
"Maaf Bi, Dina kesiangan soalnya semalam belanja udah kemalaman dan capek banget kerja seharian",ucap Dina takut² dan sedih.
"Oh sudah pintar ngejawab kamu ya,masih untung kamu saya tampung di rumah ini dan itu semua enggak gratis", ucap bibi Puspa dengan emosi yang memuncak.Dan dia pun langsung pergi meninggal kan Dina yang sudah menangis sedari tadi mendengar hinaan dan cacian bibi Puspa.
Buru² Dina menghapus air matanya dan bergegas menunggu angkut untuk berangkat kerja karena hari sudah siang,tidak butuh lama angkutan pun datang Dina pun naik,setelah sampai di tempat kerja Dina turun dan membayar angkut,setelah itu ia berjalan ter buru² karena sudah telat 10 menit.
"Kesiangan lagi kamu Din",ucap ibu Mila pemilik toko.
"Ya sudah kali ink saya maafkan,besok² kalau telat lagi terpaksa kamu saya berhentikan,karena bukan hari ini aja kamu telat dan hampir setiap hari",kata ibu Mila dengan penekanan di setiap kalimat nya.
Setelah kepergian ibu Mila,Dina bergegas menyelesaikan tugas nya membersihkan barang² dari debu, dan merapikan nya.Terdengar dari saku celana nya bunyi nada panggilan masuk di hp nya,Dina pun langsung mengambil hp itu melihat nama Ibu nya di kampung yang menelpon,Dina pun mengangkat nya.
"Assalamualaikum buk",.ucap Dina memberi salam.
"Wa'alaikumsalam nak, nak kamu ada uang enggak nak,adik mu butuh uang nak besok mau bayar semesteran udah nunggak 5 bulan, dan kalau besok enggak di bayar adik mu akan di keluarin nak dari sekolahan",kata ibu dengan sedih dan sambil nangis.
__ADS_1
"Dina belum ada uang bu dan gajian masih lama,entar Dina cariin dulu pinjaman bu", ucap dini sedih dan nangis.Dina tau untuk biaya sehari² aja uang yang Dina kasih sangat tidak cukup,karena gaji nya di ambil bibi Puspa 70 persen dan sisa nya di beri kepada Dina dengan alsan uang untuk Dina yang tinggal di rumah nya.
"Iya nak,maaf ibu cuma bisa nyusahin kamu aja",ucap ibu Dina nangis ter sendu² di seberang telpon sana.
"Ibu ngomong apaan sih,enggak ada ya ibu nyusahin Dina ini udah jadi kewajiban Dina sebagai anak,nanti Dina kabarin kalau udah dapat ibu enggak usah banyak pikiran ntar darah tinggi ibu kumat lagi",ucap Dina perhatian.
"Ya sudah Dina tutup dulu ya bu telpon nya Dina masih ad kerjaan soalnya entar Dina kabarin lagi,Assalamualaikum bu", katanya.
"Wa'alaikumsalam", telpon pun di matikan.
Kemana harus cari uang buat biaya sekolah adik di kampung ya,Dina yang sedang asik dengan pikiran nya tanpa sadar ada yang memanggil nya. "Din.., Dina hello",ucap Dion sambil melambai- lambaikan tangan nya di depan muka Dina,tali sang empu pun tidak menyadari kedatangan Dion.Cukup lama Dion memanggil Dina barulah Dina sadar kalau sedari tadi dia ngelamun.
"Eh..iya pak ada apa",katanya kaget dan tersenyum canggung.
"Mikirin apaan sih, dari tadi saya panggil² enggak sadar",ucap Dion lembut dan tersenyum manis.
Dion tau kalau Dina sedari tadi ngelamun,entah memikirkan apa." kalau ada masalah cerita saya siapa tau saya bisa bantu",Ucap Dion tulus.
"Enggak ada apa²kok pak ",jawab Dina canggung dan tersenyum di buat semanis mungkin untuk menutupi masalah nya. Karena bagi Dina enggak etis ngomongin masalah pribadi dengan orang yang baru di kenal.
__ADS_1
"Udah selesai kan kerja nya,yuk udah di tunggu Naila di mobik dari tadi dia senang benar ketika tau kamu mau makan siang dengan nya", ucap Dion.padahal dalan hatinya bukan cuma Naila senang tapi dia yang ter amat senang.