Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
kedatangan mertua


__ADS_3

Dina membantu mendorong kursi roda suami nya untuk berjemur di pagi hari, karena matahari pagi sangat cocok untuk kesehatan tubuh.


" Apa mas enggak ngerepotin kamu sayang, dari kemaren kamu selalu mendorong kursi mas, Mas merasa orang yang paling enggak bergu!.....


" Ssttttt, Mas enggak boleh ngomong gitu, ini, ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri dan aku senang melakukan nya", potong Dina cepat ucapan Dion.


Dion pun hanya bisa diam dan menatap lurus ke depan, dengan raut yang sedih. Kerena setiap Dion melihat Dina mendorong kursinya Dion merasa Manusia yang hanya menyusahkan istrinya saja, walaupun Dina tidak berpikiran seperti itu.


" Mas senyum dong, Mas enggak boleh sedih karena aku akan selalu ada untuk mas, dan menerima semua yang ada pada diri mas", ucap Dina lembut dan mencium pipi suaminya.


" Mas sangat beruntung memiliki istri seperti kamu, dan.mas enggak akan membuat kamu nangis lagi dan mengalami penderitaan mu duku", ucap Dion sambil menatap mata istrinya.


Seketika ke dua pandangan itu mengunci, mereka dapat merasakan saling menyayangi satu sama lain, dan yang sangat menyayangi bisa di lihat di mata Dina.


Dina memeluk suaminya dari belakang memberi kekuatan bahwa Dia akan selalu ada untuk suaminya dalam kondisi apapun. Lama mereka berpelukan Akhirnya Dina merenggangkan tubuh nya.


" Biarkan seperti ini dulu sayang", pinta Dion yang langsung menarik kembali tangan Dina dan melingkarkan nya di leher. Dengan senang hati Dina melakukan nya.


" Apakah mas menemukan kenyamanan ketika seperti ini, sama sepertiku", bisik Dina tepat di telinga suaminya dengan suara yang begitu lembut.


" Iya Mas sayang merasa nyaman sayang", Ucap Dion serak merasa gejolak yang begitu dahsyat mendengar bisikan lembut istrinya.


Dina mencium pipi suaminya begitu lembut dan lama, seketika membuat Dion memejamkan matanya merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya.


" Mas sangat menyayangimu sayang", ucap Dion ketika Dina sudah menyudahi aksinya dan Dion pun sudah membuka mata.


" Aku juga sangat mencintai mas".


Setelah di rasa cukup untuk berjemur, Dina membawa suaminya menuju kamar mereka.


" Mas tunggu di sini dulu ya, aku mau mandi gerah juga berjemur", yang di balas anggukan oleh Dion, karena Dion sudah mandi tadi pagi di bantu oleh Dina.

__ADS_1


Dion mendorong kursi roda nya menuju jendela yang menghadap taman, Dion merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Dina, tidak hanya cantik Dina juga memiliki hati malaikat, diam - diam Dion tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi.


Dina yang selesai mandi hanya menggunakan handuk untuk menutup tubuhnya, dengan santainya Dina mengambil pakaian yang ada di lemari sambil berjinjit, saking fokus nya Dina tidak menyadari kalau Dion sejak tadi memandang intens lekuk tubuh nya dari atas sampai bawah, hingga membuat Dion menelan ludah dengan susah payah.


" Sayang kamu sengaja ya menggoda mas hemm", ucap Dion ketika sudah di dekat Dina dan memeluk dari belakang.


Yang mana berhasil membuat Dina mematung karena pelukan suaminya, ketika Ia hanya menggunakan handuk saja.


" Biar kan seperti ini, Mas ingin memandang ku dulu", Dion terus mengeratkan pelukan nya dengan tangan sebelah karena sebelah tangan nya masih proses penyembuhan, Dion menghirup dalam aroma sabun yang melekat di tubuh istrinya.


" Mas aku mau ganti pakaian, entar handuk nya jatuh gimana", protes Dina dengan cemberut. Yang mana membuat Dion sangat gemes kepada istrinya.


Mau tidak mau Dion melepaskan pelukan nya, "Apakah mas tidak ada hak atas dirimu", ucap Dion lirih merasa kalau Dina menolak nya lagi.


" Maafkan aku Mas aku belum siap", Lirih Dina merasa sangat bersalah.


Dion pun pergi menuju ruang tamu, Tanpa memperdulikan Dina.


" Apakah sedikit pun kamu tidak percaya dengan kesungguhan ku, sehingga kamu terus menolak, dan apakah hanya aku yang mencintai mu sedangkan kamu tidak", batin Dion berbicara pilu.


" Papa", teriak Naila menghampiri Dion, dan memeluk Papa nya.


" Anak papa sudah pulang, gimana belajarnya tadi".


" Lancar dong pa, Naila kan mau jadi pinter kaya papa".


Dion hanya tersenyum mendengar ucapan putrinya. " Sekarang Naila ganti baju dulu ya, nanti kita sarapan bersama", pinta Dion yang langsung di turuti Naila.


" Mama mana pa, kok enggak sama Papa", tanya Naila yang baru menyadari keberadaan mama nya.


" Mama lagi di kamar sayang, Baru habis mandi", ucap Dion tersenyum kepada putrinya, dan seketika ingat dengan penolakan Dina tadi membuat raut wajah nya sedih, untung Naila sudah pergi ke kamarnya Jadi dia tidak melihat kesedihan Papanya.

__ADS_1


" Kita sarapan sayang", ucap Dion yang melihat Naila sudah mandi dan berjalan ke arahnya bersama Dina, tetapi Dion sama sekali tidak melihat ke arah istrinya.


Sedangkan Dina yang menyadari kalau suaminya masih marah, memutuskan untuk Diam kerena merasa tidak enak sebagai istri dia tidak berguna untuk suaminya, dan Dina sangat merasa bersalah tapi mau bagai mana lagi Dina belum siap.


Ketika Dina ingin mengambilkan nasi untuk suaminya. " Biar aku sendiri, aku bisa melalukan nya", ucap Dion datar tanpa melihat ke arah Dina.


Mau tidak mau Dina mengalah karena tidak ingin di lihat Naila bahwa mereka sedang tidak baik² saja.


Mereka makan dengan tenang, hanya Naila yang mengoceh riang.


" Papa duluan sayang mau istirahat", Pamit Dion pada Naila tanpa menoleh ke arah Dina.


" Iya pa", balas Naila yang sama sekali tidak mengerti dengan suasana antara Papa dan Mama nya.


Sedangkan Dina yang menyadari sikap Dion langsung menangis, tapi sesegera mungkin Ia menghapusnya tidak ingin di lihat Naila dan membuat Naila sedih.


" Mama kenapa kok nangis".


" Mama enggak Nangis kok, ini kepiting nya kepedesan jadi mata mama berair", dusta Dina yang masuk akal.


" Nenek", ucap Naila melihat Mama tika datang bersama Tina.


" Hai sayang cucu Nenek cantik", Ucap Tika menciumi cucunya dengan penuh sayang.


" Hai sayang", Sapa Tina. Dan tidak di perduli kan Naila.


" Papa kamu dimana sayang, nenek mau jenguk kalian".


" Papa lagi di kamar nek istirahat!" Mau Naila panggilkan.


" Iya sayang, tolong panggilkan papa ya, bilang ada nenek sama tante Tina datang", ucap Tika tanpa memperdulikan kehadiran Dina yang sejak tadi ada di antara mereka.

__ADS_1


Tina tersenyum sinis melihat Dina yang di di anggap kehadiran nya sama Mama Tika.


Sambil menunggu Dion dan Naila, Mama Tika dan Tina melangkah menuju sofa. Sedangkan Dina pergi ke kamar atas tempat kamar mereka dulu sebelum Dion kecelakaan untuk menenangkan hati.


__ADS_2