Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
salah paham


__ADS_3

Ketika dalam perjalanan pulang tiba - tiba Naila mengajak Dina ke restoran cepat saji, Dina pun menyetujui permintaan putrinya karena Dina juga merasa lapar.


" Pak tolong antar kami ke restoran cepat saji".


" Baik Nyonya", ucap Supir sopan.


Tapi siapa sangka ketika mereka turun dari mobil melangkah masuk ke restoran, Dina di kaget kan dengan keberadaan Dion yang sedang duduk dan yang paling membuat Dian tidak bisa berpikir jernih, Dimana ada sosok wanita yang berpakaian seksi sedang bergelayut manja di lengan suaminya, Dina yang sudah terbakar cemburu pun langsung mengajak Naila pulang tanpa niat memesan makanan.


" Ma kok pulang", ucap Naila bingung pasalnya mereka belum sempat masuk dan seketika Mama nya mengajak pulang.


" Kita makan di restoran lain saja sayang, di sini tidak terlalu banyak pilihan menu", ucap Dina bohong sambil menahan air mata yang akan menetes.


Sedangkan Naila yang tidak tau apa - apa menurut saja perkataan Mamanya karena tidak ingin membuat sang Mama sedih.


" Pak kita ke restoran lain saja yang dekat sini", pinta Dina.


Mau tidak mau sopir pun menjalan kan mobil menuju tempat yang di perintahkan sang majikan, sopir yang awal nya penasaran melihat keadaan Nyonya nya yang tidak sedang bahagia memutuskan Diam tidak berani bertanya karena menurutnya bukan urusannya.


" Kita sudah sampai Nyonya", ucap Sopir yang melihat Dina melamun tidak menyadari kalau sudah sampai.


" Terima kasih pak, ayo sayang kita masuk".


Naila pun menurut dan turun ke restoran karena perutnya yang sudah sangat lapar.


Dina yang melihat Naila makan dengan lahap merasa bersalah karena mengajak nya menunda barusan.


" Mama kok enggak makan sih", ucap Naila yang melihat Dina menatapnya.


" Mama enggak lapar sayang, kamu aja yang makan nya mama nungguin kamu aja", ucap Dina lembut sambil tersenyum.


Bagaimana bisa Dina makan, ketika melihat pemandangan suaminya yang di gelayutin perempuan dengan sangat manja dan yang lebih membuat Dina kecewa Tidak ada penolakan dari suaminya.

__ADS_1


" Kamu tega Mas, kamu bila ada urusan penting dan urusan itu bertemu dengan wanita mu, kamu sungguh laki - laki biadab Mas", batin Dina sakit ketika teringat kejadian barusan.


Dina berusaha sekuat mungkin agar tidak menangis di depan Naila, walau bagaimana pun ketika Dion pulang Dina harus menuntut penjelasan. Dan jika benar Dion seperti itu Dina tidak akan memaafkan Dion dan akan pergi jauh dari kehidupan nya.


" Sudah sayang, Mama bayar dulu ya baru kita pulang".


" Iya Ma", Naila pun mengangguk patuh.


Ketika di mobil Dina terus ngelamun sambil pandangan lurus ke depan, sang supir yang melihat itu jadi kasihan sekali lagi dia tidak berani bertanya, takut di bilang lancang.


" Mama kok Diam aja, apa Mama sakit".


" Enggak sayang, Mama cuma sedikit enggak enak badan aja entar juga di bawah istirahat udah baikan", Dina yang melihat raut cemas sang putri sambung pun langsung memeluk nya sangat erat.


Ketika sampai di rumah Dian langsung menyerahkan Naila kepada pengasuhnya, karena Dina ingin menenangkan diri saat ini.


Dina terus termenung di atas tempat tidur tanpa berniat untuk melakukan hal lain, karena begitu sakit hatinya air mata yang sejak tadi di tahan pun akhirnya mengalir deras tanpa bisa di cegah, bagaimana tidka sakit Dina yang saat ini sudah mulai membuka hati untuk Dion dan menyerahkan segala nya, dan seketika melihat itu bagai di tikam ribuan tombak ke hatinya.


Dina yang belum tidur pura - pura memejamkan mata nya, Dina belum Siap bicara dengan suaminya.


Dion yang belum menyadari situasi, langsung menaruh tas kerja nya dan mengambil handuk lalu berlalu ke kamar mandi, karena lelah seharian ini bekerja.


Ketika air hangat mengguyur tubuh Dion di bawa shower, membuat otot Dion sedikit rileks Dion mulai menyabuni tubuhnya, sekitar tiga puluh menit Dion keluar hanya mengenakan lilitan handuk dan rambut yang masih sedikit basah.


Setelah selesai Dion mulai naik ke tempat tidur menarik Dina ke pelukan nya, dan mulai memejamkan mata karena sangat lelah dengan pekerjaan hari ini.


Sedangkan Dina yang sempat terkejut dengan perlakuan Dion, tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pura² tidur.


" Apakah seperti ini cara mu Mas, kamu sama sekali tidak merasa bersalah dan Tidak berniat untuk bicara, kamu sungguh keterlaluan Mas, ku kira kamu lelaki yang sangat mencintai ku nyata nya cinta mu sesaat setelah kamu mengambil kehormatan ku kamu pun berubah", omel Dina dalam hati asal karena kesal Dion tidak berniat membangunkan nya dan bercerita.


" Sayang kamu kenapa", ucap Dion yang melihat Dina cemberut sedari tadi mereka bangun.

__ADS_1


" Enggak apa - apa, emang nya aku kenapa". judes Dina dingin.


Sedangkan Dion yang mulai merasa ada yang tidak beres pun berpikir apakah Dina melihat monika yang terus menggoda nya kemaren dan Dina salah paham, tapi Dion tidak ingin menduga - duga.


" Sayang Mas ada salah apa sama kamu, hem bilang sama mas", ucap Dion langsung membekap tubuh istrinya.


Dina terus memberontak minta di lepaskan namun Dion semakin mengeratkan pelukan nya. Dan akhirnya Dina menangis segugukan di pelukan Dion.


" Kamu jahat mas, kamu selingkuhi aku dengan wanita seksi itu", ucap Dina sambil terus memukul dada suaminya sambil terisak.


" Dengerin Mas, jadi kamu ke restoran juga kemaren hem", bukan nya menjawab Dion malah balik bertanya.


Dimana hal itu semakin membuat Dina kesal. " Kenapa apakah kamu kaget aku mengetahui kelakuan bejat kamu", emosi Dina tidak terbendung lagi.


" kamu salah pahan sayang ,Dia Monika anak nya rekan Bisnis Mas, dia di suruh menggantikan pak sino karena beliau ada urusan lain, dan Dia terus menggoda mas sampai - sampai bergelayut dengan mas, karena Mas tidak suka dengan sikapnya dan Mas pun memutuskan untuk membatalkan kerja sama dengan perusahaan mereka", jelas Dion.


Dina yang melihat bahwa tidak ada kebohongan dari ucapan Dion pun percaya.


" Maaf kan aku Mas sudah salah paham".


" Enggak Apa - apa sayang Mas senang kamu cemburu itu artinya kamu sudah mencintai Mas", ucap Dion dengan tawa renyah.


" Terus gimana Mas, apakah Mas tidak merasa rugi telah memutuskan kerja sama dengan perusahaan itu".


" Mas enggak akan bangkrut hanya karena batal kerja sama dengan mereka, dari pada Mas kehilangan keluarga gara - gara anak nya yang seperti ******", tekan Dion.


" Aku sayang sama Mas, maaf kan aku yang awal nya sempat marah sama mas kerena melihat mas di peluk wanita itu tapi sepertinya mas tidak berniat untuk menolak", cibir Dina.


" Hhhhhh sayang kamu enggak tau aja, gimana marah nya dia ketika mas bentak - bentak di restoran tadi siang karena terlalu kesal dengan sikap nya seperti wanita murahan", kini Dion yang kesal mengingat kerasnya Monika menolak melepaskan pelukan nya dari Dion.


Dion tidak menceritakan ancaman Monika yang akan menghancurkan perusahaan nya karena tidak ingin sang istri cemas, dan Dion yakin bisa membereskan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2