Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
prov Tina


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Dina langsung ke dapur tanpa menghiraukan ekspresi Dion yang kusut, Membayangkan besok akan membawa kerupuk sebanyak ini, apa kata karyawan nya bisa - bisa di bilang bos mereka sekarang pindah profesi.


" Mas sini kok bengong sih", Dina menunjuk tempat yang kosong di sebelah nya.


Mau tidak mau Dion ke sana, Dion merasakan tidak enak atas sikap Dina yang mendadak sangat manja, Dion bukan nya tidak senang menuruti keinginan ngidam istrinya, hanya saja Dion frustasi ngidam Dina aneh - aneh.


" Mas coba cicip deh enak loh seger gitu rasa nya".


kan kan kan. Benar firasat Dion barusan.


" Eh iya sangat tapi mas enggak suka rujak asem", ucap Dion sambil meringis melihat rujak itu yang sudah di pastikan sangat asem.


" Enggak kok Mas, Enak malahan", ucap Dina sambil lahap memakan rujak itu, sana sekali tidak merasa kepedasan atau pun meringis karena asem.


Dina menyodorkan sepotong rujak mangga muda nya, dan mau tidak mau Dion memakan nya kalau tidak, Dina pasti akan menangis. Dengan perlahan Dion membuka mulutnya sekuat tenaga Dion menahan rasa asem itu dan mulai menelan nya.


" Enak kan Mas", ucap Dina berbinar senang.


" Enak sayang", ucap Dion pura - pura Dion senang melihat binar bahagia istrinya walaupun Dia harus merasakan asem nya rujak mangga ini.


Dina terus memasukan potongan rujak itu ke mulut Dion, dan pada akhirnya Dion menyerah tidak kuat lagi.


Melihat itu Dina langsung saja menghabiskan nya, dan tidak lupa Dina juga memakan kerupuk yang di beli nya tadi. Dion tercengang melihat betapa semangat nya Dina dan seolah - olah tidak merasa kenyang.


" Ayo Mas, udah kenyang aku, kita istirahat udah malam", ucap Dina santai langsung berjalan mendahului Dion.


Melihat istrinya sudah berjalan duluan Dion langsung mengejar dan menggandeng pinggang istrinya dengan agresif.


############


Mereka membaringkan tubuh di kasur empuk, Dion duduk menghadap sang istri yang selonjoran menurunkan makanan yang di makan barusan.


" Sayang baik - baik ya di perut Mama, jangan nakal", ucap Dion mengucap perut Dina yang masih rata, Dion mendekatkan wajah nya di perut Dina dan cup cup cup ciuman pun Dion layangkan di perut istrinya.

__ADS_1


" Mas geli tau", ucap Dina berusaha menjauhkan tubuhnya.


Hoa! Tiba - tiba saya Dina bersendawa karena saking kenyang nya.


Hahahaha, Dion langsung tertawa melihat istrinya baru bersendawa karena kekenyangan. " Kamu sangat lucu sayang, apakah bayi kita juga yang bersendawa", goda Dion.


Dina langsung memukul pelan lengan Dion, dan seketika muka nya merah merona karena malu.


" Iya Mas sepertinya bayi kita sangat senang".


" Ada - ada saja kamu sayang", Dion mengacak - acak rambut Dina saking gemasnya.


" Ayo tidur, udah malam besok Mas harus berangkat pagi ke kantor", lanjut Dion lagi.


*************


Mereka tidur saling memeluk satu sama lain.


" Dion kamu jahat Dion, hahahahaha Dion kita akan nikah kan kita sudah lama dekat", Racau Tina sambil kadang tertawa kadang menangis.


" Aku harus secepatnya menghancurkan hidup Dion", Batin Edgar meronta - ronta.


" Pa gimana ini putri kita sudah seperti orang gila dan tadi siang dia hendak melompat dari jendela", ucap Yesi kepada suaminya sambil menangisi nasib buruk yang menimpa Tina.


Prov Tina


Aku Tina, Dulu aku bersama kak Bunga dan Dion saling menyayangi, kami selalu bersama kemana saja, hingga suatu saat melihat Dion selalu bersikap manis ya walaupun bukan kepada ku saja, itu Dia lakukan juga ke pada kak Bunga.


Tapi aku sangat menyayanginya, dan karena lama bersama dan sering bertemu, Aku merasakan hal yang aneh yaitu perasaan ingin memiliki Dion sebagai pasangan hidup bukan sebagai kakak.


Hingga saat itu, Kak Bunga bercerita kepada ku bahwa Kak Bunga juga mencintai nya, Melihat kakak ku yang berbinar saat bercerita aku memutuskan untuk mengalah dan mengubur perasaan ku dalam - dalam.


Aku selalu mendukung jalan kedekatan Kak Bunga dengan Dion, Tapi sayang saat itu Dion datang ke rumah kami sambil membawa seorang wanita sebagai pacarnya, Dion sangat bahagia bersama wanita itu dapat di lihat dari cara nya memandang dengan cinta dan penuh sayang.

__ADS_1


Sedangkan Kak Bunga, Aku bisa melihat kesedihan di wajah nya, Saat wanita itu memperkenalkan dirinya kami sambut dengan baik, berharap apa yang di ucapkan Dion hanya untuk ngeprank kami.


Nyata nya semua benar selama Dion membawa Dewi ke rumah saat itu suasana menjadi canggung, Setelah beberapa jam Akhirnya Dion pamit pulang kepada ku dan Kak Bunga.


Nah titik puncak nya, Saat Dion sudah pulang kak Bunga langsung menangis sejadinya, Aku sangat kasihan dan ku coba untuk menenangkan nya dan bilang kalau mereka masih pacaran dan masih bisa untuk putus baru lah Kak Bunga sedikit mulai tenang.


Kak Bunga terus memberi perhatian kepada Dion, Tapi sayang Dion sepertinya menganggap perhatian Kak Bunga sebagai perhatian Adik ke Kakak nya.


Hingga seminggu lama nya Dion tidak pernah lagi datang ke rumah dan tidak pernah lagi memberi kami kabar, dan ternyata malam nya orang Tua kami mendapat kabar dari Om Abraham bahwa Dion akan melaksanakan pernikahan dengan Dewi minggu depan.


Hal itu di dengar oleh Kak Bunga, Papa sempat bingung melihat kak Bunga menangis mendengar kabar Dion menikah, Papa pun bertanya ke pada ku, dan ku jelaskan semuanya.


Papa memberi nasehat entah apa kepada kak Bunga karena aku tidak mendengar nya jelas aku sedang sibuk dengan ponsel ku, hingga beberapa lama terdengar jeritan tangis kakak ku yang memilukan.


Sejak saat itu Kakak ku tidak pernah keluar kamar dan tidak mau makan minum, kedua orang tua ki sampai bingung di buat nya, Papa ku Akhirnya menghubungi Dion untuk meminta nya ke rumah untuk menjelaskan kepada Kak Bunga dan membujuk nya, nyata nya apa Dion tidak bisa karena tidak boleh keluar dengan alasan tertentu.


Papa ku sangat kecewa, dan tibalah hari pernikahan Dion seluruh keluarga datang ke sana, kami ingin mengajak kak Bunga, tapi Dia bilang dia ingin di rumah saja, kondisi nya saat ini sudah lumayan baik.


Akhirnya kami pun pergi ke sana karena tidak enak dengan kakek dan Om Abraham, setelah selesai acara sekitar setengah hari, aku memutuskan untuk pulang duluan karena perasaan ku tiba - tiba saja tidak enak dan Papa pun mengizinkan ku.


Aku mengendarai mobil ku dengan sangat cepat, ketika sampai di pekarangan rumah ku, aku memutuskan untuk mengganti baju dulu karena gerah memakai baju seperti ini, ketika turun dari tangga aku bertemu Bibi Nisa.


" Bi Kak Bunga ada keluar enggak hari ini".


" Belum Non, Biasa juga Sudah keluar".


Aku pun mengambil nasi berencana mengantarkan Kakak ku sarapan pagi sekaligus siang.


Tok Tok tok.


Tidak ada jawaban dari dalam, alu pun memutuskan langsung masuk saja toh pintu nya selalu tidak di kunci kak Bunga.


Betapa terkejut nya aku melihat tubuh kak Bunga, sudah tergantung di dekat tempat tidur, ya kak Bunga bunuh diri.

__ADS_1


__ADS_2