Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Naila dan Dina


__ADS_3

Tak lama dari itu Dion melihat tempat tidur rapi pikir Dion langsung tertuju pada Dina."Memang istri idaman",gumam Dion tersenyum,lalu mengambil pakaian yang sudah disiapkan Dina dan memakainya.


"Tapi kemana ayang aku ya",ucap Dion sambil tertawa geli merasa lucu dengan panggilan Ayang.


Melihat Dina yang baru masuk ke Dion pun bertanya.


"Ayang abis dari mana",tanya Dion sambil mengulum Senyum.


"Ih.. Bapak apaan sih enggak lucu tau,manggil nya gitu",cemberut Dina.


"Terus manggil nya apa dong",kata Dion sambil menaikan sebelah alisnya menggoda Dina.


Dina yang terus di goda Dion pun wajah nya memerah malu.


"Udah buruan pak,nanti telat berangkat nya", Kata Dina kesal.


"Kok manggil nya Bapak lagi sih,enggak mau ah,entar saya Dikira Bapak kamu sama orang",protes Dion.


"Terus apa,jangan ayang sih geli tau dengernya",dengus Dina. Dan membuat Dion tertawa berbahak².


"Sudah² ayo turun,nanti dipikirin lagi nama panggilan yang cocok",usul Dion lalu menggandeng istrinya keluar menuju meja makan.


Mereka berjalan mesra menuruni tangga dengan Din yang tidak memberi jarak di antara mereka,tapi Dina sebisa mungkin menepis pikiran nya kalau Dion seperti itu cuma mau meyakinkan Mama Tika saja.


Sedangkan mereka yang ada di meja makan hanya mampu tersenyum melihat kelakuan Dion.Tapi tidak dengan Tika,ketika melihat Dina diperlakukan manis oleh Dion mama Tika pun langsung pura² tidak melihat dan fokus ke makanan nya.


"Mama duduk sini dekat Naila",ucap Naila yang ketika Dina dan Dion sudah di dekat mereka sambil menepuk kursi di sebelah nya.


"Iya sayang",balas Dina lembut dan tersenyum manis lalu duduk di kursi yang Di tunjuk putrinya.


Sedangkan Abraham yang melihat betapa sayang nya Naila kepada Dina begitupun sebaliknya,Abraham tak henti² nya mengucap syukur dan merasa bahagia melihat kebahagiaan baru Naila setelah kepergian Mama nya.


#Flash Back


"Naila sayang sini nak sama kakek,kakek bawa mainan loh buat Naila", kata Abraham sepulang dari kerja melihat Naila hanya duduk di ayunan sambil melamun.


Naila tidak menjawab tetapi masih mendekat menghampiri sang kakek.


"Ini sayang kakek ada boneka untuk cucu kakek yang ini",ucap Abraham sambil menyerahkan boneka.


"Naila enggak mau boneka kek,Naila mau ketemu mama Naila kangen sama mama", ucap Naila sambil menangis.

__ADS_1


"Ssssttt.Jangan nangis sayang,mama Naila udah bahagia di atas langit,Naila doain terus mamanya biar mama seneng liat putrinya memberi doa",ucap Abram lembut dan memeluk cucu kesayangan nya tanpa terasa Abraham pun menangis melihat cucunya yang masih kecil sudah di tinggal ibu.


"Naila mau ikut mama kek",ucap Naila terisak pilu.


"Kalau Naila ikut sama Mama terus yang jagain Papa Naila siapa",ucap Abraham lembut.


"Kalau Naila belum mau boneka ini Kakek simpan aja dulu ya,entar kalau Naila sudah mau baru kakek kasih lagi",ucap Abraham pura² sedih karena Naila tidak menerima pemberian nya.


"Naila mau kok kek",ucap Naila yang melihat wajah sedih kakeknya,Naila lalu mengambil boneka itu dari tangan Abraham.


" Gitu dong sayang jangan sedih lagi ya,Naila harus menjadi anak yang baik dan nurut sama orang tua biar Mama Naila Di surga bahagia".


"Iya kek Naila janji enggak akan sedih² lagi biar mama enggak nangis di surga",ucap Naila tersenyum.


"Anak pintar", ucap Abraham dan mengucap rambut Naila dengan sayang.


#Flash off


Naila terus berceloteh riang di meja makan,mereka kadang tertawa dengan celotehan Naila kadang sesekali fokus makan.


Setelah selesai acara makan Dion dan Abraham pamit ke kantor sedang kan Din hari ini memutuskan untuk mengantar Naila sekolah sesuai permintaan putri sambungnya.


"Yei...,Makasih Ma ma, Naila senang banget di tungguin mama kayak teman² Naila",ucap Naila senang.


Dina yang mendengar Naila bicara seperti itu berjanji di dalam hatinya akan selalu menyayangi Naila seperti dia menyayangi putrinya sendiri.


"Mama janji akan Anter dan nungguin Naila sekolah",ucap Dina.


"Naila masuk dulu Ma",ucap Naila ketika mereka sudah turun daru mobil.


"Iya sayang belajar yang rajin ya,Mama tunggu di situ",ucap Dina menunjuk kursi panjang.


" Iya,Ma Naila masuk dulu, Da...",kata Naila sambil melambaikan tangan dan masuk ke kelas.


"Lagi nungguin anak juga mbak",Tanya seorang ibu² kepada Dina,boleh duduk Disini?".


"Iya bu,lagi nungguin putri saya,o..ya silahkan duduk buk",ucap Dina sopan dan tersenyum.


"Terima kasih Mbak",ucap ibu itu tersenyum dan duduk di sebelah Dina.


"Sama² bu",ucap Dina tersenyum.

__ADS_1


Mereka pun mengobrol dengan akrab walaupun baru kenal." Oh ya ternyata mbak Dina mama sambung nya Naila teman putri saya jessi",ucap bu Sari setelah Dina memberi tau.


"Iya bu,jadi teman Naila yang selalu di ceritain itu jessi anak nya ibu", kata Dina.


"Iya Naila dulu sering Di ikut jessi ke rumah kalau belum ada jemputan dari Papanya",ucap ibu Sari memberi tahu.


"Terima kasih bu sudah menjaga Naila ketika belum di jemput",kata Dina tulus.


"Enggak apa² saya seneng kok,Naila itu anak baik Walaupun enggak terlalu mau bicara semenjak ibu nya meninggal,dan saya juga sudah menganggap Naila seperti putri saya sendiri",ucap Sari.


Dina pun hanya mengangguk dan tersenyum.


Tidak terasa lama mereka mengobrol dan akhirnya tibalah jam pulang sekolah.Naila dan Jessi pun menghampiri orang tua mereka.


"Jessi kenalin itu Mama aku,Mama Dina yang sering aku ceritain",ucap Naila yang memperkenal kan kepada Jessi.


"Jessi tante",ucap Jessi memperkenalkan diri.


"Tante Mama nya Naila",ucap Dina tersenyum.


"Mama kamu cantik ya Nai,aku mau juga Mama kayak Mama kamu",ucap polos Jessi.


"Jessiii.Jadi kamu mau punya Mama dua gitu", ucap Sari kepada anak nya.


"Kan enak ma punya Banyak Mama",ucap Jesi lagi.


Sari hanya mendengus mendengar ucapan Jessi mau marah juga Jessi belum mengerti,Akhirnya Sari pun hanya bisa menahan rasa kesal terhadap putrinya yang belum tau tentang itu.


"Sudah bu,namanya juga anak kecil mereka belum.mengerti begituan",ucap Dina memberi pengertian.


"Iya mba,Ayo kita bulang udah siang",ucap Sari mengalihkan suasana.


"Kami duluan Ya bu supir nya udah nunggu",Pamit Dina.


"Iya mbak duluan aja bentar lagi supir kami juga dateng",balas Sari.


Dina dan Naila pun pergi ke mobil.mereka setelah berpamitan.


"Jessi teman kamu anak nya lucu juga ya sayang,Mama nya juga baik",ucap Dina.


"Iya ma.Tapi suka usil",bisik Naila cekikikan.

__ADS_1


__ADS_2