Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
pencarian


__ADS_3

Mengintip dari lubang yang teramat kecil, Dina melihat seseorang tapi tidak terlalu jelas mendekat, buru - buru saja Dina sembunyi di balik karung, entah karung apa itu Dina pun tidak memperhatikan nya.


" Dia sudah kami ikat Bos, perempuan itu tidak akan bisa lari", ucap laki yang Dina ingat itu salah satu dari yang kemarin.


" Bagus, aku ingin melihat nya", ucap perempuan itu yang Dina yakin suara Tina.


" Kok suara nya mirip Tina ya, apakah benar dia yang terlibat penculikan ku", gumam Dina yang terus mendengar ucapan mereka.


Klek. Pintu pun di buka.


Dina sekuat tenaga menahan supaya Dina tidak bersuara, Dina sangat takut saat ini, air mata nya pun telah lolos begitu saja.


" Kemana perempuan sialan itu, kalian bilang ada di sini, ha dasar tidak berguna", teriak Tina marah saat tidak mendapati Dina di kursi yang hanya ada tali saja.


" Maaf Nona, kemaren ada di sini, kami sangat yakin", takut pria itu.


" Aku tidak mau tau, kalian harus cari perempuan itu dan bunuh saja, aku tidak ingin perempuan itu menggagalkan rencana ku dan melapor kepada Dion".


" Ayo kita cari perempuan itu, aku yakin dia belum jauh dari sini pintu saja masih terkunci".


Mereka mulai melempar semua barang yang di gudang, mereka yakin kalau Dina masih di dalam gudang ini.


Sedangkan Dina yang melihat tidak ada orang yang menjaga pintu, karena semua sibuk mencari di balik - balik barang. Dina pun langsung berlari sekuat tenaga.


" Hey itu dia, cepat kejar", ucap salah satu dari mereka.


Dina terus berlari ke tengah hutan, karena di belakang sudah ada Tina dan orang suruhan nya.


" Ya Allah, aku harus gimana ini, mereka semakin dekat". Dina terus berlari ke arah Timur dan sembunyi di dalam gua itu.


" Sssttt. Sialan kemana perempuan itu, kita kehilangan jejak". umpat mereka.


" Biarkan saja Dia di sini, biar di makan hewan buas sekalian", sinis Tina yang menyadari kalau di sini tempat binatang buas berada.


Sedangkan Dina yang melihat kepergian mereka, bisa sedikit merasa tenang, Dina tidak ingin mati konyol di tangan mereka.

__ADS_1


" Mas, tolong aku mas, hiks hiks", tangis pilu Dina karena ketakutan.


Sedangkan orang - orang Dion yang berhasil mengikuti Tina barusan, langsung menyerang mereka.


" Dimana nyonya Dina", Ucap Doni kepada kelompok Tina.


" Mana kami tau", acuh mereka.


Sedangkan Tina yang menyadari rencana sudah di ketahui, tidak perduli lagi, yang jelas sekarang Tina ingin melenyapkan nyawa Dina serta keluarga Dion.


" Amankan Nona Tina", perintah Doni kepada rekan nya, takut Tina akan kabur.


Terjadilah perkelahian di antara mereka, bruk, bruk, para suruhan Tina pun tumbang dengan kondisi yang mengenaskan.


" Lapor tuan, di balik penculikan Nona Dina, adalah Nona Tina tuan, kami berhasil mengikuti nya, tetapi Nona Dina tidak ada bersama mereka Tuan, dan kami sedang berada di hutan", papar Doni di telpon.


" Baiklah saya akan segera ke sana, dan jangan biarkan dia lolos, dia harus menerima pembalasan ku", ucap Dion yang sudah tersulut emosi.


Siapa sangka Dion yang lembut dan penyayang akan beringas, ketika milik nya di usik, dan tidak ada yang tau soal itu kecuali Doni.


" Cepat katakan di mana istriku".


" Aku tidak tau".


" Jangan bohong, kamu kira saya tidak berani membunuh mu".


" Silahkan saja", tantang Tina berani walau sebenar nya dia sangat takut saat ini melihat kemarahan Dion, tidak pernah Tina melihat Dion semarah ini.


" Kau meragukan ku sialan, aku tidak tidak perduli keluarga mu yang sudah di anggap keluarga oleh keluarga ku, jika sesuatu terjadi ke pada istri nya akan ku pastikan keluarga mu akan menangis darah", ancam Dion sambil memegang kasar rahang Tina.


" Ini semua gara - gara kamu Yon, kamu tau kamu sudah menolak ku padahal kita sudah di jodohkan, dan ingat jika aku tidak bisa memiliki kamu, Dina pun tidak akan bisa", sinis Tina sambil menangis.


Dion yang tidak ingin buang - buang waktu untuk mencari Dina memutuskan untuk pergi. " Ikat dan kurung dia, 3 orang menjaga di sini dan jangan pernah kasih dia makanan apa pun", ucap Dingin Dion langsung pergi meninggalkan gudang itu.


Sedangkan di Jakarta, Edgar tertawa puas karena rencana nya berhasil, dia tidak tau saja kalau anak nya yang telah menjadi sandera oleh Dion, Edgar merayakan keberhasilan nya dengan mabuk - mabukan, dan bermain perempuan. Sampai pada Akhirnya telpon di saku celana nya berbunyi.

__ADS_1


" Halo bos, rencana kita gagal dan Nona Tina di sandera oleh Dion dan anak buah nya".


" Keparat! Bagaimana bisa Dion menemukan meraka". Edgar langsung mematikan telpon nya, dengan muka yang merah padam menahan amarah.


Ya yang mengabari Edgar barusan orang suruhan nya, untuk mengecek apakah orang suruhan nya dan Tina berhasil melenyapkan Dina, Tapi malahan Edgar mendapat kabar Rencana mereka gagal.


Sedangkan di dalam hutan, Dion dan pasukan nya masih mencari keberadaan Dina, pasal nya hari sudah mulai gelap dan hutan ini sangat berbahaya, Dion tidak ingin sesuatu terjadi kepada istrinya.


" Hari sebentar lagi gelap, kita harus cepat menemukan istri ku, aku tidak ingin hal buruk terjadi".


" Siap tuan kita bagi kelompok saja, kita bagi tiga kelompok, kelompok satu bagian barat, kelompok dua bagian Timur dan kelompok tiga bagian utara".


Mereka pun terus menyusuri hutan, karena sudah di bagi kelompok.


" Kemana kamu sayang, Mas enggak akan pernah maafin diri mas sendiri jika terjadi sesuatu dengan mu", batin Dion yang tidak terasa meneteskan air mata.


" Nyonya, nyonya di mana, nyonya Dina", teriak kelompok utara serempak.


" Nyonya Dina dimana kamu", teriak kelompok Timur serempak.


" Dina, nyonya Dina", teriak Dion dan kelompok nya yang bagian barat.


Sedangkan Dina saat ini sedang duduk sambil memeluk lututnya, Dina sangat takut sekarang, di dalam gua sendirian gelap dan di dalam hutan.


" Sayang kamu dimana sayang, ini mas", teriak Dion yang sudah mulai putus asa, karena hari sudah sangat gelap, tapi Dion tidak ingin pulang sebelum menemukan istrinya.


Dina yang samar - samar mendengar seseorang memanggilnya pun, langsung keluar dari gua dengan cara meraba karena gua saat ini sangat gelap gulita, dan di luar hanya ada cahaya rembulan yang tidak terlalu terang.


" Tolong, Tolong, tolong. Siapa pun di sana tolong bantu aku", teriak Dina.


" Tuan bukan kah itu suara Nyonya", ucap salah satu dari mereka yang mendengar.


Dan yang lain pun dapat mendengar karena teriakan Dina yang berulang kali.


" Ayo kita cepat cari, kita harus menemukan istriku", ucap Dion semangat karena sudah menemukan titik terang.

__ADS_1


__ADS_2