
Setelah seminggu lama nya keadaan Dion pun sudah pulih, Dion mecari keberadaan Dina dan anak nya. Semua orang suruhan nya tidak dapat melacak keberadaan Dina yang seperti di telan bumi.
" Aaarkkk. Aku tidak mau tau kalian harus menemukan istri ku", Dion langsung menghajar anak buah nya dan melempar barang - barang mahal yang ada di rumah itu.
Dion sekarang menjadi sangat beringasan sejak tidak di temukan nya Dina.
Dion seperti seorang monster yang kejam dan tak kenal ampun. Sedangkan orang yang di balik penembakan waktu itu sudah Dion dan orang - orang nya bunuh.
Sekarang Dion tidak peduli lagi tentang hukum yang dia ingin kan sekarang hanya Dina dan anak di perut istrinya.
Dion hanya tinggal seorang di rumah sebesar ini karena Naila sudah Dion titipkan kepada kedua orang tua nya, saat ini Dion hanya ingin Fokus mencari di mana Dina berada.
***********
Dina saat ini meringkuk di tempat tidur meratapi nasib nya yang selalu malang. Dina di paksa bekerja menjadi wanita malam oleh Madam Marti. Ya yang menyelamatkan Dina saat itu seorang mucikari.
" Kau selalu saja merepotkan ku, Sudah seminggu kau ikut dengan ku dan sama sekali kau belum memberi ku keuntungan", kesal nya.
" Aku ingin pulang tante, aku ingin bertemu suami dan anak ku hiks hiks".
" Enak saja kau ingin pulang, kau tau kau adalah ladang uang ku dan jika kau menolak melakukan perintah ku siap - siap saja anak dan suami mu akan ku celakai".
" Dan satu lagi berhentilah memanggil ku tante aku bukan tante mu paham kau!"
" Persiapkan diri mu malam ini kau akan menemani tamu ku". Mucikari itu pergi meninggalkan kamar Dina.
Ya Allah kenapa hidup ku selalu menderita tidak bisa kah aku sedikit mendapat kebahagiaan, aku lelah ya Allah aku sangat lelah hiks hiks.
" Bagaimana aku harus kabur di sini saja banyak penjaga nya, Mas tolong aku Mas, aku takut di sini", gumam nya.
" Dina kemana kamu sayang, Mas sudah cari kemana - mana kamu bagai di telan bumi".
prang...
Satu cermin telah pecah di hantam Dion. Dion terus seperti orang kesurupan melempar barang dan tidak jarang menyakiti diri nya sendiri.
" Tuan sadar lah tuan, anda tidak boleh seperti ini Jika nyonya Dina tau nyonya Dina pasti sangat sedih", ucap Doni berusaha mendekat.
__ADS_1
Bruk. bruk.
Doni langsung di hajar Dion habis - habisan. Tapi Doni tidak melawan karena Doni dapat merasakan kesedihan yang di alami Tuan nya ini.
" Aku pria bodoh Don, aku tidak bisa menjaga istri dan anak ku hiks hiks", Dion langsung luruh ke lantai sambil membenturkan kepalanya sendiri ke tembok.
Doni yang melihat keadaan Tuan nya sangat prihatin. Tuan nya sekarang sangat kurus dan tidak terurus dan apalagi Doni tau kalau Tuan nya tidak tidur sama sekali seminggu ini padahal baru sehat dari koma nya.
" Antar aku ke klub Don aku ingin menenangkan pikiran ku".
" Baik tuan saya akan menemani tuan".
Dion yang frustasi tidak lagi memikirkan hidup nya Dion minum dengan banyak sampai satu jam kemudian oleng.
Dengan sigap Doni membantu. Dan membawa Tuan nya pulang begitulah kebiasaan Doni sejak hilang nya Dina selalu menemani Dion kemana pun pergi dan tidak jarang Doni pun menginap di rumah Dion.
"Tuan saya baru dapat kabar dari anak buah kita nyonya Dina sedang bersama seorang mucikari dan malam ini nyonya Dina akan melayani tamu nya".
Brak.
Dion langsung mengebrak meja mendengar kabar istrinya bersama mucikari dan akan di jadikan ******.
Mereka yang baru setengah jalan menuju pulang, akhirnya putar balik ke klub yang mereka datangi tadi.
" Kita jangan bertindak gegabah tuan, kita liat dulu apakah itu benar nyonya atau tidak".
Dion menuruti saja ucapan Doni, karena hati Dion cukup senang mendengar kabar bahwa Dina masih hidup. Walau pun belum jelas apakah benar Dia atau bukan.
Tiba lah saat nya seorang mucikari membawa para wanita penghibur dengan telaten Dion mengedarkan pandangan nya tapi tidak mendapati istrinya Di sana.
" Dimana Istri ku kenapa tidak ada".
" Sabar tuan anak buah kita sedang menyelinap ke dalam dan semoga saja mereka menemukan nya".
Seorang mucikari itu masuk dan membawa seseorang.
Dion langsung berjalan dan plak wajah mucikari itu di tampar Dion.
__ADS_1
" Mas", Dina langsung berlari mencari perlindungan di suami nya.
" Tenanglah sayang, kamu aman", Dion berucap lembut.
" Dan kau berani nya kau menjadi kan istri ku seorang wanita penghibur ha", bentak Dion yang tidak terima apa lagi sekarang melihat Pakaian Dina yang seksi Dion langsung menutupi nya dengan jas.
" Hey kau, berani nya mengambil primadona ku, dia harus membayar semua ganti rugi yang ku keluarkan menolong nya", sinis wanita itu.
" Doni cepat kemari dan bereskan wanita hina ini", ucap Dion Dingin.
" Hey mau kau bawa kemana dia kau harus mengganti rugi".
" Pengawal cepat kejar Pria yang bersama wanita itu, dan rebut kembali", teriak nya murka.
" Tenanglah bung Tuan akan mengganti rugi semua nya dan akan mengembalikan biaya pengobatan nyonya Dina".
Seketika Mucikari itu baru sadar kalau itu adalah Dion pemilik perusahaan wijaya group yang telah mala melintang di dunia bisnis.
Aku tidak boleh menyia - nyiakan kesempatan ini, dia oranga kaya dan aku akan menjadi kaya. batin Mucikari itu meronta - ronta saking senang nya.
" Sebutkan total semua pengobatan nyonya Dina dan sekarang juga akan di transfer tuan Dion", ucap Doni datar sedatar tembok rumah.
" Seratus milyar untuk seluruh pengobatan dan tenaga ku yang telah membantu nya", ucap nya senang.
" Baiklah", Doni langsung memberi pesan kepada sang bos dan tidak lama nominal uang pun sudah di transfer ke rekening mucikari itu.
" Sekarang boleh kau cek rekening kau dan aku ingin segera pergi dari sini".
Mucikari itu langsung mengecek rekening dan benar saja sudah masuk sungguh rezeki nomplok senang nya.
" Terima kasih tuan".
Dion menyetir mobil nya sendiri bersama Dina. Dion senang bisa bertemu istrinya lagi bagi nya uang segitu tidak ada arti nya setidak nya istrinya baik - baik saja.
Dan yang membuat Dion semakin merasa bersalah ketika mengetahui bayi mereka tidak selamat lantaran kejadian beberapa minggu yang lalu.
" Kamu yang sabar yang mungkin Allah belum mengizinkan kita", ucap Dion yang menenangkan Dina yang merasa bersalah tidak bisa menjaga anak mereka.
__ADS_1
Dina hanya Diam dengan tatapan kosong, hati nya sangat sakit dan belum bisa menerima atas kehilangan bayi yang di dalam perut nya.