Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Terlelap di bahu mu


__ADS_3

Mereka pun memutuskan pulang ke penginapan karena waktu sudah menunjukan pukul 07:45 wib, Sementara Naila sudah pulang duluan bersama pengasuh nya.


" Mas gendong", rengek Dina Manja. Dengan senang hati Dion melakukan nya.


Dion mulai berjongkok, menyuruh Dina segera naik ke bokong nya.


" Mas kuat enggak, aku kan berat".


" Tenang aja kalau cuman menggendong istri mas masih kuat, kalau istri tetangga mas enggak sanggup", canda Dion.


" HHhhhh. Mas ada² aja", ucap Dina tepat di telinga suaminya.


" Kamu enggak mau turun, kita udah sampai loh", ujar Dion ketika mereka sudah sampai di kamar.


" Udah sampai ya Mas, kok cepat amat nya", ucap Dina santai sambil nyengir.


" Mau mandi duluan apa mandi bareng", goda Dion tersenyum jail.


" Mau mandi duluan aja lah".


" Jangan lama ya sayang, Nanti kita mau nyari makan".


" Iya mas", Dina pun langsung mengambil handuk dan menghilang di balik pintu kamar mandi.


Tidak butuh lama Dina pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lilitan handuk. " Mas ayo cepetan mandi", ucap Dina menyadarkan Dion sedang memandang nya tanpa berkedip.


" Ah iya sayang", ucap Dion kikuk langsung menuju kamar mandi.


" Harap bersabar mas, aku belum yakin dengan perasaan kamu", Batin Dina yang menyadari Dion menelan saliva melihat dia hanya memakai lilitan handuk.


Dina pun segera mungkin memakai pakaian nya, takut Dion keburu selesai mandi.


Klek..


Pintu kamar mandi di buka, menampilkan Dion yang bertelanjang dada..


Glek.. Dian menjadi gugup melihat bentuk tubuh suami nya yang sangat sempurna.


" Sayang baju mas yang warna abu² dimana ya", kata Dion membuat lamunan Dina buyar seketika.


" Itu... anu, masih di dalam koper mas", ucap Dina gugup karena malu.


Setelah selesai mereka keluar mencari makan. " Mas. Naila sama mbak Lala udah makan belum, sekalian aja", ucap Dina.


" Mereka udah makan kok, tadi sudah Mas pesan dari aplikasi".


" Lah kenapa enggak sekalian pesan juga buat kita", protes Dina cemberut.


" Sengaja biar kita bisa dinner romantis gitu", ucap Dion tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


Mau tidak mau Dina menurut, karena dia juga sangat lapar sejak tadi belum sarapan.


Dion menarik pinggang ramping Istrinya dan perjalan bersama, layak nya pasangan yang sedang di mabuk cinta.


ada yang tau enggak thor rasa di mabuk cinta gimana hhhe.


" Silahkan duduk istri mas tersayang", ucap Dion sambil menarik kursi untuk Dina.


" Mas malu ih di lihatin orang".


" Biarin Kamu kan istri mas yang paling tersayang".


Dina pun duduk sambil manyun, tetapi di sisi lain Dina merasa sangat senang mendapat perlakuan Dion yang manis.


" Selamat malam Mbak, Mas, Mau pesan apa?" ucap pelayan dan memberikan menu. sambil sesekali tersenyum melihat kemesraan pasangan ini.


" Sayang kamu apa".


" Samain dengan mas saja", ucap Dina manja.


" steak dua sama jus leci dua", ucap Dion ramah.


" Baiklah harap tunggu sebentar, saya permisi dulu mbak ,mas", ucap pelayan sopan dan pergi meninggal kan sepasang manusia itu.


" Mas berapa hari kita di sini?"


" Satu minggu emang kenapa sayang".


" Mas sengaja ambil cuti seminggu biar kamu sama Naila puas di sini", ucap Dion mengusap kepala Dina lembut.


" Makasih Mas", Dina pun memberi senyum termanis nya.


" Mas kita poto dulu yuk, biar jadi kenang - kenangan", pinta Dina dan Dion pun menyetujui.


Mereka berphoto sambil berpose sebanyak mungkin.


" Silahkan Mas, Mbak", ucap pelayan ketika sudah menghidangkan pesanan mereka.


" Iya terima kasih", balas Dina. Mereka pun menyudahi acara selfi nya dan menyantap pesanan mereka.


" Wow ini sangat enak Mas", ujar Dina berbinar.


" Kamu suka sayang?"


" Iya Mas aku sangat menyukai nya rasanya begitu unik di lidah".


" Habiskan saja, nanti kalau mau nambah pesan lagi", ucap Dion lembut.


Dina pun mengangguk dan melanjutkan makan nya.

__ADS_1


Selesai makan mereka memutus kan pulang karena sudah larut.


" Mas aku mau cuci muka sama gosok gigi dulu ya", pamit Dina ketika mereka sudah berada di kamar.


" Iya sayang, mas juga mau ngecek email masuk dulu", kata Dion lalu berjalan menuju sofa.


" Manis nya suami ku, ternyata menikah sebelum saling mencintai tidak terlalu buruk", monolog Dina tersenyum membayangkan sikap Dion.


" Cuci muka sendiri gosong gigi sendiri, eh ya iyalah masa nyuruh suami", ucap Dina sendiri seperti orang gila.


" Kamu tidur duluan aja sayang, mas masih ada sedikit pekerjaan", ucap Dion ketika melihat Istri nya keluar dari kamar mandi.


" Enggak mau, Aku mau nungguin mas sampai selesai. Mas mau di buatin kopi?" ucap Dina lembut.


" Iya boleh sayang ,terima kasih", kata Dion menoleh sebentar ke arah Dina lalu kembali fokus dengan layar laptop nya.


Dina membuatkan kopi untuk suami tercintanya. " Ini kopi nya di minum mas", ucap Dina lalu duduk di samping Dion.


" Iya saya makasih", ucap Dion sambil meminum sedikit kopi nya.


" Kalau kamu ngantuk tidur duluan aja, mas masih lama soal nya".


" Aku belum terlalu ngantuk mas, entar aja tidur nya bareng mas", Dina pun meletakan kepalanya di bahu Dion sambil melihat ke arah laptop juga.


Dion sesekali mengusap kepala Dina, dan fokus dengan pekerjaan nya. Dion sangat senang di temani Dina.


Tidak lama terdengar dengkuran halus dari Dina, melihat istrinya yang sudah tertidur Dion meletakan kepala Dina di paha nya, supaya Dina nyaman.


Dion pun kembali mengerjakan pekerjaan nya yang sudah hampir selesai, Dion pun mematikan laptop nya dan pelang² menggendong Dina supaya tidak membangun kan nya.


" Selamat tidur istriku", ucap Dion lalu mengecup kening Dina. Dion pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Dina, dan tertidur.


Tidak ada yang sadar sekarang kalau posisi mereka sudah saling memeluk.


" Halo tante, tadi sore aku ketemu Dion sama istrinya di pantai, kok tante enggak kasih tau aku kalau mereka liburan", adu Tina kepada Tika.


" Mana tante tau mereka liburan, kemaren tante berangkat ke jakarta mereka enggak bilang apa² sama tante", ucap Tika di seberang sana.


" Apa mungkin mereka sengaja ya Tan enggak ngasih tau?"


" Terus gimana kamu nyamperin mereka kan".


" Iya Tan aku nyamperin mereka, Tapi Dion malah marah dan ngusir aku", adu Tina lagi.


" Emang keterlaluan Dion sama kamu, Kamu terus ikutin mereka dan buat hancur liburannya", ucap Tika kesal dan sekaligus geram.


" Iya Tan besok akan aku samperin lagi mereka, Aku juga kesal Liat Dina meluk² Dion", ucap Tina. Telpon pun akhirnya terputus.


" Pa, Dion sama Dina liburan ya", tanya Tika ke pada suaminya.

__ADS_1


" Iya kemaren Dion chat papa waktu di mobil, emang kenapa sih ma", ucap Abraham bingung melihat sikap istrinya.


__ADS_2