Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
belanja bersama


__ADS_3

"Ini Dina silahkan kamu coba dulu di ruang ganti",pinta Tante Salma.


"Iya Tante",Dina pun mengambil baju itu dan mencobanya di ruang ganti.


" Em yang ini enggak cocok deh terlalu terbuka di bagian dadanya",kata Tante Salma, kalau menurut kamu gimana Yo?.


"Aku juga sependapat dengan Tante", ucap Dion sambil melihat ke arah Dina.


"Coba yang ini kayak nya cocok buat kamu,Tante Dina pun memberi kebaya ke pada Dina.Dina pun mengambil kebaya itu dan mengganti nya di ruang ganti.


"Ini bagaimana Tan", Tanya Dina ketika keluar.Bukanya Tante Salma yang menjawab tetapi Dion.


"Wow kamu sangat cantik Din memakai yang ini",Puji Dion tanpa sadar.


Tante Salma yang melihat kelakuan Dion hanya bisa tersenyum. " Bagus kok Dina yang ini tidak terlalu ribet tetapi mewah,memang ya kalau udah cantik dari sana nya memakai apa aja akan sangat cocok",kata Tante Salma.


Dina yang mendapat pujian pun langsung bersemu mera, " Tante terlalu berlebihan", kata Dina malu.


"Enggak kok Din, apa yang di omongin Tante Salma memang benar",ucap Dion mencela ketika Tante Salma ingin bicara.


Pandangan Dion tidak pernah lepas dari Dina yang begitu cantik di balut kebaya putih mewah itu.


"Liat Din,Dion sampai seperti itu melihat kamu",goda Tante Salma.


Dina pun hanya tersenyum melihat,Dion yang di goda Tante Salma pun menjadi salah tingkah dan wajah nya seketika merona.


Sedangkan Dion sudah mencoba Jasnya,sangat pas di tubuh atlet Dion dan menambah kadar ketampanan nya.


"Papa Sama Tante Cocok banget." ucap Naila dengan gemas.


" Iya dong sayang Naila memang pintar", ucap Tante Salma sambil tersenyum lembut.


Hari sudah sore,akhirnya mereka pamit pulang." Kami pulang dulu Tan, jangan lupa dateng di pernikahan kami,ucap Dion .


" Iya Tante pasti dateng kok ke pernikahan


ponakan Tante yang tampan ini,Hati² dijalan ya", goda Salma sekaligus berpesan.


Mereka memasuki mobil mewah dan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan Butik.


"Papa jangan lupa ya kita ke tempat permainan",ucap Naila mengingat kan.


"Iya sayang Papa enggak lupa kok,ini kita akan ke sana",ucap Dion.

__ADS_1


Setelah 15 menit menempuh perjalanan sampailah mereka di wahana permainan,mereka berjalan bersama dengan Naila digendong Dion,tidak lupa Dion mengambil sedikit kesempatan menggandeng Dina.Jadilah mereka layak nya keluarga yang harmonis.


Dina yang terkejut Dion menggandeng nya ia berusaha melepaskan.Tapi Dion terus mengeratkan pegangannya ke pada tangan Dina.


Dion hanya tersenyum melihat Dina yang kesal.


Setelah mereka sudah sampai Naila langsung bermain pasir²,mandi bola yang ditemani Dina.sedangkan Dion duduk di kursi tunggu sambil menerima telpon.


" Tante Ayo sini kita mandi bola",ajak Naila.


Dina yang tidak bisa menolak pun masuk kedalam permainan itu,melihat Naila tertawa,ada kebahagian tersendiri bagi Dina.


tap... tap... tap..


Terdengar suara langkah Dion mendekati mereka." Papa ayo ikut main", ucap Naila melihat Dion mendekat.


" Kalian aja yang main,Papa lihat dari sini", ucap Dion yang membuat Naila cemberut.


Melihat Naila cemberut Dion pun akhirnya mengalah dan masuk juga ke permainan itu.


" Ya sudah Papa ikut,jangan cemberut lagi dong nanti putri Papa jadi jelek", bujuk Dion.


Dina yang melihat muka terpaksa Dion hanya mengulum senyum.


Setelah puas bermain mereka akhirnya memutuskan untuk mencari restoran sebelum pulang.


Seorang pelayan pun datang mendekati mereka." Permisi mbak mas silahkan mau pesan apa", pelayan bertanya dan memberikan daftar menu.


"udang goreng tepung satu Lobster bakar satu minum nya coco oreo satu sama greentea satu", ucap Dion.


"Kalau Mbak nya pesan apa?"


"Kerang asam manis satu sama minum nya macca",ucap Dina.


" Baiklah pesanan nya sudah saya catat harap menunggu sebentar,permisi," ucap pelayan ramah.


"Setelah ini kita mampir ke supermarket dulu ya beli bahan buat di Apartemen", kata Dion mengingatkan Dina.


"Iya pak",jawab Dina menunduk tidak berani memandang Dion.Takut detak jantung nya tak beraturan.


"Kamu kenapa sih Din dari tadi nunduk aja enggak pegel leher nya",ucap Dion menggoda.


"Enggak kok pak",ucap Dina sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,karena merasa malu.

__ADS_1


Naila yang tidak men nogerti dengan kedua orang dewasa itu hanya sibuk sendiri.


Pelayan datang membawakan pesanan mereka dan menghidangkan nya." silahkan di nikmati mbak mas", ucap pelayan sopan ketika semua pesanan sudah terhidang.


"Terima kasih",ucap Dina ramah dan tersenyum ke arah pelayan.


"Yei sudah datang",ucap Naila senang melihat seporsi udang kesukaan nya.


Dion dan Dina hanya tersenyum melihat kelucuan Naila.Mereka pun mulai menyantap pesanan mereka sesekali tertawa melihat kelakuan Naila.


Setelah selesai makan mereka memutuskan pulang dan mampir dulu di supermarket.


Dion mulai mendorong troli yang berjalan mengikuti Naila dan Dina yang asik mengambil bahan².


"telur sudah ayam sudah daging sudah bumbu dapur sudah sayur sudah apa lagi ya",Dina pun mulai berpikir.


"Tante Naila mau es krim",ucap Naila sambil menunjuk tempat es krim.


"Ok kita ke sana",kata Dina membuat Naila berbinar senang.


Dion masih setia mengikuti mereka sambil mendorong troli.Di rasa sudah cukup semua Dion pun membayar belanjaan mereka di kasir.


"Total nya Rp.2.800.000 Pak",ucap kasir ramah.


Dion pun memberikan kartu black card nya ke kasir untuk membayar setelah itu memasukkan nya lagi di dompet.


Dion membawa belanjaan mereka ke mobil.Setelah itu barulah mereka pulang mengantar Dina ke Apartemen.


Naila yang sudah kelelahan tertidur pulas di kursi penumpang.Melihat Naila yang tertidur Dina menjadi kasian.


"Sebaik nya kalian menginap Saja di apartemen kasian Naila kecapean",ucap Dina.


"Kasian sama Naila Apa pengen lama² deket saya",goda Dion sambil mengedip kan sebelah mata.


"Enggak gitu kok,saya kasian liat Naila yang tidur nya sangat pulas masak di bangunin dia kan capek",kata Dina beralasan.


Mobil pun sampai di parkiran Apartemen.


Dion meminta tolong petugas apartemen untuk membawa belanjaan sedangkan Dion menggendong Naila,sampai di depan Pintu Dina pun membukanya.Dion langsung membawa Naila di kamar yang lain dan menidurkan nya.


"Kami permisi mbak barang² nya sudah di letak kan di dapur semua",ucap petugas itu sopan.


"terima kasih pak bantuan nya",ucap Dina tulus dan tersenyum.

__ADS_1


"Sama² mbak sudah menjadi tugas kami",ucap petugas itu sopan dan melangkah pergi.


Dion yang baru keluar dari menidurkan Naila mencari ke dapur keberadaan Dina.Dina yang sibuk menyimpan belanjaan tidak menyadari kedatangan Dion yang sedari tadi terus memperhatikan nya.


__ADS_2