
Hari ini tibalah kepulangan Dina dari rumah sakit. Dion melajukan mobil nya perlahan supaya tidak terjadi apa - apa dengan bayi mereka.
" Sayang kalau mau tidur, tidur aja nanti mas bangunin kalau udah nyampe rumah".
" Iya Mas, entah kenapa aku ngantuk banget, aku tidur sebentar ya mas", ucap Dina langsung memejamkan mata nya.
Dor.. Dor.. Dor..
Tiba - Tiba saja ada mobil hitam yang menembak ke arah mobil mereka, Dion panik siapa itu.
Dina langsung terbangun mendengar tembakan ke arah mereka.
" Mas ada apa siapa mereka", Dina sangat ketakutan saat ini melihat orang itu terus menembakan pestol ke arah mereka.
" Entah lah sayang mas juga enggak tau, kamu tenang aja mas akan jagain kamu". Dion terus melajukan mobil nya mencari tempat ramai.
Tapi mobil hitam itu sudah dekat dengan mobilnya dan menabrak menghalangi mobil Dion.
Dion yang tidak ingin terjadi apa pun dengan anak dan istrinya memberhentikan mobil dan hendak turun.
" Mas jangan keluar aku takut, mereka membawa senjata", ucap Dina menahan tangan Dion.
" Kamu tunggu di sini jangan keluar apa pun terjadi", Dion ke luar setelah menelpon Doni untuk minta bantuan karena tidak ada pilihan lain.
Dor.. Dor... dor..
Tembakan terus mengenai mobil Dion. Sedangkan Dina saat ini menangis histeris Dina benar - benar takut saat ini, apa lagi melihat orang itu yang membawa senjata semua.
Bruk.. Bruk..
Perkelahian tidak dapat di hindari, Dion langsung memukul mereka dengan membabi buta.
Dion menerjang mereka satu persatu, semua kalah tapi ketika satu daru arah mereka bangun dan Dor... Dion langsung tak sadarkan diri karena tertembak.
" Mas....!" teriak Dina histeris melihat suaminya tertembak.
" Ayo keluar kamu ikut kami", Dina di paksa keluar oleh orang - orang tidak di kenal itu.
" Lepaskan aku, Siapa kalian kenapa kalian mencelakai kami", Dina terus memberontak melepaskan diri. Namun nihil kekuatan mereka sangat besar dan mereka banyak.
Dina di bawah masuk ke dalam mobil hitam itu yang di apit pria hitam menakutkan.
" Lepaskan aku, lepas, brengsek kalian kalian sudah mencelakai suami ku, apa mau kalian ha", bentak Dina.
__ADS_1
" Hey kau wanita keparat berani kau membentak, lihat saja kau setelah kami bersenang- senang dengan mu kau akan menyusul suami tidak berguna mu itu", ucap Salah satu dari mereka.
bagaimana pun cara nya aku harus kabur dari ini, Mas semoga Aldi cepat datang menyelamatkan aku takut mas, mas semoga kamu baik - baik saja.
Saat semua sedang lengah dan tidak memegangi tangan Dina lagi, karena laki yang satu sedang keluar entah kemana.
Dina Diam - diam membuka pintu dan kabur. Dina berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri dari semua pria itu.
" Kejar di wanita sialan, awas kau sampai dapat menyusahkan saja", mereka langsung berlari mengejar Dina yang berlari ke dalam hutan.
Dina terus berlari tidak tau tujuan, yang jelas ia harus sembunyi dari kejaran mereka.
" Hey berhenti kau atau kami tembak kau".
Tapi Dina tidak menghiraukan ancaman mereka, Dina terus berlari ia tidak ingin terjadi apa pun dengan bayi nya.
" Aku harus kemana ini, ya tuhan tolong hamba, mereka sudah semakin dekat".
" Hhahha, Mau kemana lagi nona manis, cepat kemari kita akan bersenang - senang. Kau pasti akan menyukainya".
" Pergi kalian atau aku akan lompat sekarang juga", ancam Dina yang ada di pinggir jurang.
Mereka terus mendekat tidak menghiraukan ancaman Dina dan saat tangan mereka akan menangkap Dina.
Bruk.
" Aaakkk, Ya tuhan tolong selamat kan kami", ucap Dina melihat para orang itu sudah pergi Dina masih berpegangan dengan ranting saat ini.
Saat semua tenaga Dina sudah habis pelan - pelan pegangan itu terlepas.
Dina langsung tidak sadarkan diri dan darah segar sudah mengalir di selah paha nya.
Sedangkan Dion saat ini sedang terbaring di rumah sakit dengan kondisi yang belum sadarkan diri.
Doni terus mondar mandir bagaimana cara menjelaskan dengan bos nya bahwa Dina saat ini belum mereka temukan.
" Bagaimana keadaan Dion, Kenapa bisa seperti ini", ucap Abraham kepada Doni ketika sampai di rumah sakit.
" Maaf Tuan, Tuan Dion belum sadarkan diri, tuan Dion di serang oleh orang suruhan yang tidak terima di pecat secara sepihak karena berkhianat di kantor Tuan".
" Sialan siapa yang sudah berani nya bermain dengan keluarga ku, Lalu Dina bagaimana di mana dia bukan nya dia pulang bersama Dion tadi".
" Maaf taun nyonya Dina di bawa oleh mereka, orang - orang tuan Dion sedang mencari keberadaan nyonya tapi belum menemukan apa pun, Mohon izin tuan Nyonya, saya ingin mencari nyonya Dina dulu".
__ADS_1
" Baiklah kabari saya, jika sudah menemukan nya".
" Bagaimana ini pa putra kita belum sadarkan diri, ini semua gara - gara perempuan pembawa sial itu, semenjak Dia bersama Dion, Dion selalu saja dapat masalah".
" Mama berhentilah menyalahkan Dina, Dia itu mantu kita istrinya Dion dan sedang mengandung cucu kita, dia juga korban di sini, kenapa mama selalu menyalahkan nya", ucap Abraham yang kesal dengan tingkah istrinya.
" Nak bangun nak hiks hiks", Tangis Mama Tika pecah melihat ke adaan Dion saat ini.
Sedangkan Kondisi Dina saat ini sedang krisis di rumah sakit. Tadi ada seseorang yang sedang kehutan melihat Dina yang tergeletak Dia pun menyelamatkan Dina dan membawanya ke rumah sakit.
" Bagaimana keadaan nya Dokter", ucap perempuan itu.
" Janin nya tidak bisa di selamatkan dan beliau masih dalam keadaan krisis, beliau membutuhkan donor darah Ab".
" Ambil saja darah anak buah saya dokter, darahnya Ab juga".
" Baiklah kita akan melakukan pemeriksaan kepada pendonor".
Dina mulai membuka mata setelah empat hari lama nya tidak sadarkan diri.
" Kau sudah bangun".
" Anda siapa, kenapa saya bisa ada di sini".
" Aku yang menolong mu dan membawa kamu ke rumah sakit".
" Terima kasih atas bantuan nya, aku ingin pulang menemui suami ku", Dina mencoba bangkit dan saat meraba perut nya ternyata sudah sangat rata.
" Kau keguguran", ucap nya melihat Dina yang kebingungan memegang perut nya.
" Ini tidak mungkin hiks hiks hiks, anak ku masih ada kan kamu bohong kan", ucap Dina histeris.
" Aku tidak berbohong dokter sendiri yang memberi tahu".
Mas maafin aku mas, aku enggak bisa jagain anak kita, mas kamu gimana keadaan sekarang hiks hiks.
" Jangan terus menangis cepat istirahat lah ketika kau sudah pulih kau akan ikut dengan ku".
" Aku ingin pulang, tolong antar aku suami ku sekarang pasti sedang mencari ku".
" Tidak bisa, enak saja kau. Kau akan ikut dengan ku dan kau harus membayar semua ini paham kau".
" Pengawal jaga Dia jangan sampai kabur aku ingin pulang dulu".
__ADS_1
Siapa Dia kenapa Dia memaksa ku ikut dengan nya, dan apa tujuan nya.