
Lama Dion memperhatikan Dina,tiba² ponsel Dion berdering.
Drrrt..drrttt....drrtt.
Dion pun melihat ponsel nya ternyata Mama Tika yang menelpon,Dion pun langsung mengangkat panggilan itu.
Sedangkan Dina yang baru sadar ada Dion di dapur sekaligus bingung kapan datang nya Dion tak ingin ambil pusing Dina terus melanjutkan pekerjaan nya.
" Halo Dion Kamu sama Naila dimana,udah malam gini belum pulang",ucap Tika tanpa mengucap salam dulu ketika panggilan terhubung.
"Dion sama Naila enggak pulang malam ini Ma,kami tidur di apartemen saja besok pagi baru pulang",ucap Dion.
"Ya sudah kalau gitu Naila baik² saja kan", kata Tika yang sama sekali tidak tau kalau Dina tinggal di apartemen Dion.
"Naila baik² aja Ma,sudah tidur kecapean dari jalan² tadi",ucap Dion yang tidak memberi tau kalau Ada Dina juga.
"Ya sudah kalau gitu Mama matiin ya telpon nya,kamu juga istirahat sudah malam",ucap Tika.
"Iya ini Dion juga mau Istirahat,Mama istirahat ya jangan malam² tidurnya",kata Dion.Dan panggilan pun berakhir.
Dina keluar dari dapur membawa dua gelas hot cappucino ke meja sofa tempat Dion sekarang berada.
"Di minum pak cappucino nya", kata Dina.Dion pun mengambil cappucino itu dan meminum nya sedikit karena panas.
"Dua hari lagi acara pernikahan kita,saya harap kamu jangan terlalu capek dan menjaga kesehatan",kata Dion.
Dina pun mengangguk mengerti tanpa tersenyum.
"Kamu kenapa sepertinya tidak senang dengan pernikahan kita", kata Dion.
"Bagaimana saya bisa senang pak dengan pernikahan kita sedangkan saya belum tau dengan perasaan bapak",ucap Dina jujur.
"Kamu tidak perlu tau perasaan saya,kita akan tetap menikah ada atau tidak nya rasa di antara kita",ucap Dion tegas.
Dion belum mau mengakui perasaan nya ke pada Dina,karena Dion berpikir kalau Dina belum mencintainya,buka tidak mencintai ya,Catat! belum mencintai.hhhe.hhe.
"Dina jadi kesal dengan jawaban Dion,dan memilih Diam saja".
"Terserah bapak saja", ucap Dina yang langsung pergi ke kamar.
Dion yang melihat tingkah Dina pun tersenyum dan melanjutkan minum cappucino.
Dina yang sejak tadi menahan tangis karena merasa seperti mainan Dion pun menangis segugukan di kamar.
__ADS_1
"kenapa ya tuhan hidup ku selalu tidak bahagia,dulu aku selalu di perlakukan tidak adil di keluarga Bibi Puspa dan sekarang Hati ku di permainkan Dion. Apakah tidak pantas aku mendapat kan kebahagian sedikit saja",gumam Dina di selah isak tangis.
Lelah terlalu lama menangis Dina pun tertidur tanpa membersihkan diri.
Dion yang tidak menyadari kalau Dina sakit hati dengan ucapan nya.Memutuskan untuk pergi ke kamar yang di tempati putrinya,Dion pergi menuju kamar mandi membersihkan Diri untung Disini baju nya ada,jadi Dion bisa mengganti pakaian.
Selesai mandi, Dion merebah kan nya di samping Naila. Karena terlalu lelah seharian berjalan tidak butuh lama Dion pun berkelana ke alam Mimpi.
Pagi hari Dina terbangun lebih dulu,bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan Diri,setelah itu Dina memakai pakaian santai dan keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat sarapan pagi.
Pagi ini Dina memutuskan membuat nasi goreng dan tiga telur mata sapi,sedangkan minum nya Dina membuat dua teh manis hangat dan satu susu hangat untuk Naila.
Di kamar Dion yang merasakan Naila menggoyang² kan sambil menyuruh Dion bangun.Akhirnya mau tidak mau Dion membuka mata padahal Dion masih sangat mengantuk.
"Papa ayo bangun, Papa.... bangun",kata Naila.
"Iya sayang ini Papa udah Bangun",Ucap Dion dan menciumi pipi putri nya berkali².
"Naila mandi dulu aja,Nanti baru Papa",ucap Dion lembut.
" Iya Pa", kata Naila, lalu menuju kamar mandi. Naila sudah bisa mandi sendiri Di usia nya yang sekarang Naila usah belajar mandiri.
Setelah Dion dan Naila sudah rapi.Mereka pun keluar menuju meja makan seperti biasa Naila Di gendong Dion.
Dina masih sakit hati dengan perkataan Dion semalam.
Dion yang tidak menyadari perkataan nya semalam menyakiti perasaan Dina, menjadi bingung dengan sikap dingin Dina di pagi ini.
Dion yang tidak terlalu mengambil hati pun duduk dan memakan sarapan nya.
"Oya Din pagi ini kami pulang ke rumah",ucap Dion basa basi.
"Iya pak",ucap Dina datar.
Melihat sikap Dina Dion pun menaikan sebelah alis nya tanda bingung.
"Naila sayang mau nambah lagi enggak sarapan nya", tanya Dina lembut.
"Enggak usah Tan,Naila udah kenyang",ucap Naila.
Setelah selesai sarapan Dion pun pamit pulang."Saya sama Naila pulang dulu Din,ingat pesan saya jaga diri dan jaga kesehatan saya enggak mau di hari pernikahan kita lusa kamu sampai drop",kata Dion,memperingati.
"Iya pak",jawab Dina masih dengan mode datar.
__ADS_1
"Tante cantik,Naila pulang dulu ya kapan² Naila kesini lagi kita main bareng",ucap Naila manja.
"Iya sayang,Naila jangan nakal ya hati² pulang nya",kata Dina lembut bersejajar dengan Naila lalu mencium pipi Naila gemes.
Akhirnya Dion dan Naila pun memasuki mobil menuju rumah.
"Lapor Tuan pak Dion dengan putrinya semalam menginap Di apartemen bersama calon istrinya",ucap seseorang suruhan pak Edgar.
"Pantau terus pergerakan pergerakan mereka,"ucap Edgar pada suruhan nya.
Edgar pun langsung mematikan telponnya."Lihat saja Kamu Dion apa yang bisa saya lakukan untuk menghancurkan keluarga Wijaya terutama dengan mu",monolog Edgar sinis.
" Nenek...,teriak Naila sambil berlari menghampiri Tika Yang sedang santai.
"Eh cucu Nenek udah pulang", ucap Tika Lembut dan mencium gemas Naila,lalu mendudukkan Naila di pangkuan nya.
Dion pun mendekati Tika dan mencium tangan nya.",Papa dimana Ma",tanya Dion yang tidak melihat keberadaan Abraham.
"Papa kamu lagi di kantor ada urusan yang tidak bisa di wakilkan",ucap Tika.
"Bik tolong ambilkan minum untuk tuan Dion",Teriak Tika kepada Bik Sumi yang ada di belakang.
Tidak lama setah itu Bik Sumi membawa nampan berisi dua gelas es jeruk dan juga cemilan.
"Ini tuan minuman nya silahkan di minum,Bibi permisi dulu ke belakang masih ad kerjaan",ucap Bik Sumi sopan.
"Iya,terima kasih Bik",ucap Dion lalu tersenyum.
"Oh ya Yon sudah berapa persen persiapan untuk acara kalian",ucap Tika sok peduli.
"Sudah berjalan hampir 80% Ma, nanti Dion juga mau ngecek ke sana".
"minuman nya di minum dulu",kata Tika mengalihkan obrolan.
"Iya Ma",oh ya Dion harap Mama bisa menerima Dina dengan Baik setelah kami menikah.
"Mama akan mencoba",jawab Tika yang tidak ingin berdebat dulu.
"Dion mau berangkat dulu mau ngecek sudah seperti apa hasilnya Ma",pamit Dion
"Iya hati² pulangnya jangan malam² ",ucap Tika.
Dion pun mengangguk dan keluar.
__ADS_1