
Mobil yang Di kendari Dion bersama Dina telah memasuki area parkir Apartemen.Dion keluar duluan dan membukakan pintu untuk Dina.Dina yang mendapat Perlakuan manis Dion hanya memberi senyum terbaik nya.
Mereka pun masuk bersama memasuki lift yang akan membawa mereka menuju lantai empat.Setelah sampai Dion membuka pintu Apartemen nya dan mengajak Dina masuk.
"Ayo masuk ini sekarang yang akan kamu tinggali",ucap Dion.
Dina yang sedari tadi memandang takjub Apartemen yang akan dia tinggali tidak menghiraukan perkataan Dion.
"Bapak enggak salah kan,ini tempatnya terlalu mewah",ucap Dina tak enak hati.
"Enggak ada yang salah kamu calon istriku",ucap Dion memandang Dina dengan lembut.
Dina yang di pandang lekat Dion langung mengalihkan tatapan nya,karena setiap tatapan mereka bertemu dengan intens membuat gemuruh di hati Dina.
"Kamu boleh istirahat dulu besok saya kesini lagi menjemput kamu,kita akan memilih baju yang akan kita kenakan", ucap Dion yang kemudian langsung pergi meninggalkan Apartemen.
Sedangkan di kediaman Wijaya,Tika dengan Tina sedang menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan Dion.
"Pokoknya kita harus secepat mungkin bertindak supaya pernikahan Dion gagal,kalau pun harus jadi kita harus berusaha menyingkirkan Dina dari kehidupan Dion",ucap Tika kepada Tina.
"Tina dukung semua rencana tante dan akan membantu tante menyingkirkan calon istrinya Dion.Apa lagi dia bukan siapa² dan dari kampung sangat tidak cocok menjadi menantu keluarga Wijaya",ucap Tina mengompori.
"Iya lagi pula kalau temen arisan tante tau kalau menantu tante dari kampung,mau taruh dimana muka tante",kesal Tika.
"Bener kata tante,bisa² nama baik keluarga wijaya turun melambung,dan jadi bahan omongan ibu² sosialita.
Seketika mereka pun diam dan pura² membahas hal lain ketika mendengar mobil Dion sudah memasuki perkarangan rumah.
"Assalamualaikum ma",ucap Dion lalu menyalimi Tika.Papa sama Naila mana Ma?.
"Wa'alaikumsalam,Papa kamu ada di ruang kerja kalau Naila lagi di taman ",ucap Tika.
Dion ke taman dulu ya Ma,mau nyamperin Naila",pamit Dion langsung menuju tempat Naila berada.
__ADS_1
"Lagi ngapain sayang",ucap Dion yang sudah berdiri di dekat putrinya.
"Papa.. Papa kapan dateng nya",ucap Naila gemes,dan langsung minta di gendong.
"Barusan,dan Papa langsung nyamperin putri kesayangan papa ini",kata Dion dan langsung menggendong Naila.
",Naila ngapain disini sendirian.
",Naila bosen pa di rumah, enggak ada temen Nenek sibuk dengan Tante Tina dari tadi.Makanya Naila ke sini aja,Tante cantik kapan sih pa ke sini Naila kangen sama Tante cantik",ucap Naila sedih.
"Tante cantik nya lagi di Apartemen sayang ,sebentar lagi Tante cantik bakal tinggal bersama kita kok.
"Naila mau ketemu tante Cantik pa",ucap Naila memaksa.
"Iya² besok kita ketemu tante Cantik ya,sekarang kita masuk bentar lagi turun hujan",bujuk Dion.
Dion dan Naila pun masuk ke rumah. " Hay sayang mau mau kemana", Tanya Tina sok baik.
"Mau main sama Papa Tan",ucap Naila datar. Ayo Pa kita pergi ucapnya lagi.
"Papa,,. Papa tau enggak Tante Tina itu jelek", bisik Naila cekikikan.
"Eh enggak boleh ngomong gitu sayang",kata Dion menasehati Naila.Padahal Dion sendiri di dalam hatinya tertawa terbahak- bahak.
"Abis nya Naila enggak suka sama Tante Tina",ucap polos Naila.
Dion yang penasaran kenapa Naila sampai bilang enggak suka pada Tina,pasal nya Dion tau Kalau Naila orang nya gampang akrab dengan seseorang kalau memang orang itu tulus.
"Kenapa Naila enggak suka sama Tante Tina Sayang",pancing Dion.
"Enggak suka aja,soal nya Tante Tina suka genit² sama Papa",bisik Naila lagi.Dion hanya mengangguk membenarkan perkataan putrinya.
Di Apartemen Dina yang baru selesai merapikan pakaian nya di lemari.Dina pun memutuskan ke dapur untuk membuat sarapan karena dari tadi cacing di perutnya sudah demo.
__ADS_1
Sampai di dapur Dina tidak menemukan bahan apa pun cuma ada telur dan mie instan.Dina yang sudah sangat kelaparan pun akhirnya memutuskan untuk memasak mie saja.
"Besok pulang dari memilih baju sekalian beli bahan deh udah kosong semua,mana pak Dion enggak bilang lagi tadi",monolog Dina.
Akhirnya mie pun masak,mie yang di rebus dengan campuran telur",sangat menggugah selera,dengan lahap Dina memakan nya sampai habis tak tersisa,Dina pun mengambil air di lemari pendingin meminum nya hingga tandas.
"Kenyang juga akhirnya,ucap Dina sambil bersendawa.
Setelah membereskan bekas makan Dina menuju kamar dan segera ke kamar mandi membersihkan Diri. selesai mandi Dina duduk di pinggir ranjang sambil berselancar di dunia maya.
Banyak pesan yang masuk dari Gilang,karena beberapa hari ini Dina tidak mempunyai waktu untuk memegang hp.
"Din jadi kapan kamu ada waktu untuk ketemu.
"Din kamu kemana sih ngilang aja,dan masih banyak lagi pesan yang di kirim Gilang.
"Aku lagi sibuk sekarang dan enggak bisa di tinggalin",balas Dina.Dina pun langsung iseng mencari akun Dion Anugrah Wijaya. "Ganteng tanpa sadar pujian itu lolos dari bibir Dina.
Dina terus melihat akun Dion membuka koleksi poto di sana ada poto Dion bersama wanita cantik ketika mereka sedang Duduk di kursi Taman dengan memakai seragam SMA, dan Dion yang sedang menggandeng Wanita itu memakai Baju kuliah.
Dari poto yang Dina lihat,Dina bisa menebak kalau perempuan itu adalah almarhumah istrinya Dion.Orang yang ada di poto itu tersenyum dan tertawa sambil berpegangan tangan bisa dilihat kalau Dion sangat mencintai wanita itu.
"Ada rasa cemburu Di hati Dina saat melihat Poto itu,tapi seketika Dina sadar kalau Dion tidak mencintai nya.Mereka akan menikah karena Dion hanya menganggap Dina pelarian supaya tidak dijodohkan dengan wanita pilihan mamanya.
"Kamu harus sadar diri Dina,kamu tidak ada pantas² nya buat Dion.Dion itu terlalu sempurna untuk kamu miliki mana mungkin Dion akan menyukaimu yang hanya wanita kampung",monolog Dina.
Saat Dina asik melihat poto² Dion.Tiba² saja orang nya menelpon Dina langsung gelagapan."kenapa ini orang nelpon ya apa dia tau kalau aku ngepoin dia".Akhirnya Dina pun mengangkat telpon itu.
"Ya ada apa pak",ucap Dina.
"Saya lupa bilang,di dapur enggak ada apa² kalau mau makan pesan aja dulu. Besok baru belanja semua keperluan kamu di sana",ucap Dion memberi tau.
"Ya elah udah tau kali pak dari tadi juga udah makan mie,yang hanya di ucapkan Dina dalam hati.
__ADS_1
"Iya pak enggak apa² kok", ucap Dina padahal Tadi nya Dina dongkol.