
" Mama kapan datangnya", ucap Dion ketika mereka sudah berada di ruang tamu.
" Barusa, belum lama, gimana kabar kamu", ucap Tika.
"Seperti yang Mama lihat aku baik² saja", dan Dion langsung menatap Sinis Tina.
Sedangkan Tina yang menyadari tatapan Dion hanya bisa menunduk, takut kesal cemas membuat Tina tidak bisa berkata² karena dialah yang menyebab kan Dion jadi seperti ini, walau pun dengan bantuan Mama Tika.
" Apakah Mama puas melihat keadaan Dion seperti ini, atau ama merasa kesal karena rencana mama dengan Tina gagal", sinis Dion yang sudah mengetahui akal mereka.
" Apa - apaan kamu Dion, nuduh Mama yang enggak²", ucap Tika gugup membela diri.
" Jangan kira Dion tidak tau ya dengan rencana mama sama perempuan ini, yang Dion tidak habis pikir setega itu mama dengan Anak sendiri, dan jangan pernah temui Dion lagi kalau enggak mau ke busukan kalian Dion laporkan ke papa", ancam Dion langsung pergi meninggalkan kedua perempuan itu.
Dion sangat kecewa dengan sikap Mama nya yang tidak menyukai Dina, hingga melakukan segala hal untuk menghancurkan rumah tangga nya, Dion benar² tidak habis pikir.
" Kamu akan menyesal Dion sudah bersikap kurang ajar dengan orang tua", ucap Tika yang masih di dengar Dion, Ia dan Tina pun langsung pergi meninggalkan rumah itu. Sedangkan Tina sedari tadi menahan tawa bahagia dengan konflik antara orang tua dan anak itu, ya walaupun Dia tidak mendapatkan Dion setidak nya usaha nya untuk menghancurkan keluarga Wijaya akan berhasil.
Sedangkan Dina yang tidak mendengar keributan tadi tidak tau apa², yang ada di pikiran Dina saat ini ketika melihat Mama Tika Dan Tina datang untuk menjenguk suaminya, Dina berpikir jika Dion akan berubah pikiran dan menerima perjodohan Mama nya dengan Tina.
" Apakah aku terlalu egois, yang tidak mau menyerahkan tubuh ku kepada suamiku sendiri, dan tidak rela ketika suatu saat suamiku memilih perempuan lain", gumam Dina menangis meratapi hidupnya.
Sedangkan Dion pergi ke kamarnya untuk menenangkan Diri, Dion benar² tidak menyangka dengan orang tua nya, yang selalu memaksakan kehendak, walaupun Dion di satu sisi kesal sekaligus kecewa dengan penolakan Dina tapi Dion mencintai Dina, dan Dion akan bersabar menanti Dina sendiri yang akan memberikan nya dengan suka rela.
Untuk menghilangkan rasa yang mengganggu pikiran nya, Dion pun memutuskan untuk berbaring di tempat tidur dengan susah payah.
" Kemana Dina, sejak kedatangan Mama tadi enggak melihat Dina", gumam Dion yang baru menyadari.
Sedangkan Dina yang sudah puas menangis, dan mulai merasa tenang, Akhirnya Dina memutuskan untuk turun menemui Naila.
__ADS_1
" Sayang Nenek sama Tante Tina sudah pulang ya, kok cepat sekali", Tanya Dina kepada Naila yang sedang mengerjakan tugas sekolah.
" Udah pulang Ma dari tadi, Nenek juga enggak pamit lagi sama Naila", ucap Naila yang kembali fokus dengan tugas nya.
" Ada yang tidak beres, kok cepat banget Mama sama Tina jenguk mas Dion", gumam Dina dan langsung keluar setelah pamit dengan Naila.
Klleeek...
Pintu pun terbuka, Dina masuk dan mendapati suaminya sedang berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong, sehingga tidak menyadari kehadiran Dina yang sudah berada di samping Suaminya.
" Mas kamu kenapa", Tanya Dina khawatir.
" Sejak kapan kamu masuk sayang", ucap Dion terkejut pasalnya Dion tidak mendengar pintu di buka.
" Belum lama Mas, dan ketika aku buka pintu melihat mas ngelamun, emang nya mas lagi mikirin apa sih", tanya Dina lembut sambil menyandarkan kepada di bahu suaminya.
" Mas maafin aku ya, atas kejadian tadi", kata Dina lembut dan memeluk erat suaminya.
" Iya sayang, maafin Mas juga yang tidak sabaran, Mas janji tidak akan memaksa kamu lagi, mas akan nunggu kesiapan kamu", ucap Dion lembut dan mengecup kepala istrinya.
Dina sangat bersyukur sekaligus merasa sangat bersalah kepada suaminya yang selalu sabar menghadapi pola pikirnya yang rumit.
Tanpa di sadar Dina pun mencium bibir suaminya. Cup Hanya sekali kecupan dan Dina langsung menjauhkan wajah nya karena malu.
Sedangkan Dion yang mematung karena tidak menyangka Dina akan melakukan nya, tidak mampu berkata apa pun saking terkejut nya.
" Apakah barusan Mas enggak salah merasa kan", ucap Dion yang masih belum percaya.
" Apaan sih mas, Aku enggak sengaja", ucap Dina malu² dan menenggelamkan wajah nya di dada suaminya.
__ADS_1
" Hhhhhhhhh, kamu memang unik sayang", ucap Dion yang merasa lucu dengan tingkah istrinya.
" Apakah Mas sudah minum obat", Dina pun mengalihkan pembicaraan.
" Hmm, belum sayang Mas belum sempat".
Dina pun langsung mengambil obat di laci dan air minum, lalu memberikan nya kepada suaminya.
Dion mengambil nya dan langsung meminum obat yang di berikan istrinya. " Terima kasih sayang".
" Sama² mas, sekarang mas istirahat ya, biar cepat sembuh dan Mas enggak boleh banyak pikiran", ucap Dina, pasal nya Dina tau kalau Dion sedang memikirkan sesuatu entah apa itu Dina pun tidak ingin memaksa jika Dion belum mau berbicara.
" Bolehkah Mas meluk kamu sambil tidur", pinta Dion, dan Dina pun setuju.
Dina mulai mengambil posisi di sebelah suaminya, membiarkan tangan itu melingkar indah di pinggang nya, Dion tersenyum dan menempelkan wajah nya di tekuk Istrinya, Dina yang merasa merinding karena merasakan nafas Suami nya yang menandakan pemilik nafas itu sudah tidur begitu nyenyak.
Ingin sekali Dina memejamkan matanya tetapi tidak bisa, Karena merasakan hal aneh ketika seperti ini, bahkan degup jantung nya saja serasa ingin keluar, Dina sangat gugup dengan situasi saat ini.
Sedangkan Dion yang sudah nyenyak tidak menyadari kalau tangan nya menyentuh gundukan Dina, Dina pun reflek terkejut dan menyingkirkan perlahan lengan kokoh suaminya supaya tidak terbangun.
Puas dengan pikiran nya Dina pun terlelap, dan menghadap ke arah Dion, akhirnya mereka pun tidur sambil berpelukan. Sedangkan Dion yang sudah terbangun terlebih dahulu tidak melepaskan pelukan mereka tapi malahan mengeratkan nya.
Sambil tersenyum Dion memandangi wajah teduh istrinya, "Apapun yang akan terjadi Mas enggak akan biarin satu orang pun memisahkan kita", gumam Dion mencium kening Dina cukup lama, tapi sang empu pun tidak menyadari.
" Dari mana Dion tau kalau Tante juga terlibat", selidik Tika ke pada Tina.
" Aku enggak tau Tan, yang jelas aku enggak ngomong ya sama Dion kalau tante Juga ikut andil dalam rencana menjebak Dion", ucap Tina tidak terima di tuduh Tika.
"Sialan kita harus cari tau siapa yang sudah memberi tahu Dion, bagaimana kalau anak itu mengadu sama Abraham Bisa mampus aku, bisa² aku akan di cerai", ucap Tika frustasi dengan keadaan ini. Apa lagi nasib rumah tangga nya di pertaruhkan.
__ADS_1