Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
lamaran


__ADS_3

Tok..tok...tok." Masuk",kata Dion dan masuk lh Tina dengan membawa berkas untuk di tanda tangani.


Tina berjalan mendekati meja Dion,Tina yang berdandan menor sengaja ingin menggoda Dion.Tapi sayang nya Dion sama sekali tidak tertarik dan malah risih.


"Mana laporan nya tinggal aja disini", usir Dion halus karena Dion sangat tidak nyaman dengan Tina.Tapi Dion harus tetap konsisten.


"Baiklah Yon ini berkasnya", kata Tina genit sambil mengedipkan matanya.Sungguh Tina tidak punya malu.


"Yon apakah benar kamu minggu ini akan menikah dengan siapa kenapa kamu enggak cerita",tanya beruntun Tina ke pada Dion.


"Iya benar dan apa harus segala urusan ku wajib kamu ketahui",ucap Dion santai dan ingat kamu bukan siapa² walaupun kamu sudah di anggap cucu oleh kakek ku",kata nya sinis.


"Kamu kenapa sih Yon susah banget nerima kehadiran ku apa kurang aku Yon aku sampai rela nunggu kamu dari dulu,dan tidak adakah sedikit perasaan kamu sama aku",ucap Tina menangis.


"Maaf kan aku Tin aku enggak bisa membalas perasaan kamu karena aku hanya menganggap kamu keluarga dan tidak ada perasaan lebih.


"Duku sebelum aku tau perasaan kamu ke aku kita masih dekat,tapi ketika aku tau perasaan kamu yang lebih dari sekedar keluarga dan aku memutuskan untuk menjaga jarak",dan ku harap kamu bisa menerima keputusan ku dan perlahan menghapus perasaan mu. Supaya kita bisa dekat layak nya keluarga seperti dulu.


"Baiklah aku akan mencoba nya",ucap Tina pura² setuju supaya rencana nya bisa berhasil.


"Kalau boleh tau siapa nama calon istri kamu Yon",kata Tidak mengalihkan topik.


"Nanti kamu akan tau dengan sendirinya Tin,Dia perempuan cantik mandiri dan kuat",ucap Dion yang tanpa sadar tersenyum ketika menceritakan tentang sosok Dina yang sudah menguasai hati nya.


"Baiklah aku keruangan ku dulu".


"Iya silahkan,dan ku harap kamu tidak pernah melakukan hal yang bisa membuatku membenci mu",peringatan Dion ketika Tina sudah berjalan agak jauh. Dan tanpa membalas ucapan Dion Tina berjalan keluar sambil tersenyum sinis.


Di ruangan Tina,Tina menelpon pak Edgar.


"Pa, Dion akan menikah dengan perempuan lain,pokok nya Papa harus menyingkirkan perempuan itu",pinta Tina ke pak Edgar

__ADS_1


"Bagaimana bisa Dion menikah dengan Wanita lain bukan nya papa nyuruh kamu deketin Dion,Makanya Papa minta supaya kamu di tempatkan satu kantor dengan Dion",ucap Edgar frustasi.


"Mana bisa cepat pa,papa tau sendiri gimana susahnya Dion di dekati",protes Tina tak terima.


"Nanti biar Papa suruh mata² Papa buat menyelidiki keluarga perempuan itu.


"Pokok nya Tina enggak mau tau,Papa harus segera mungkin membatalkan pernikahan itu.


"Iya tenang aja,pokoknya cepat atau lambat kita harus bisa menguasai harta keluarga Wijaya", ucap Edgar jahat.


" Tina matiin dulu telpon nya pa.Panggilan pun berakhir.


Hari demi hari pun berlalu, tiba lah waktu nya acara lamaran.Dina yang sudah pulang duluan kemaren untuk membantu paman dan bibinya menyiapkan segala keperluan untuk menerima kedatangan keluarga Wijaya hari ini.


Dina yang hanya memakai kebaya sederhana yang sama dengan Tasya dan Bibi Mirna,Mereka sangat cantik apa lagi Dina yang setiap hari nya tanpa polesan make up pun sudah cantik.Di tambah sekarang memakai.make up tipis dan lipstik warna natural rambut di biarkan terurai dengan sedikit bergelombang.


"Kamu sangat cantik Din",puji bibi Mirna tulus.


"Iya mbak,bener apa kata Bibi Mirna mbak sangat cantik",ucap Tasya membenarkan perkataan bIbi Marni.


Mereka pun berpelukan."Nak kalau kamu sudah menikah menurut lah apa perkataan Suamimu dan jangan membantah selagi itu di jalan yang benar,dan terimalah suami mu apa adanya", pesan Bibi Mirna kepada Dina dengan lembut.


"Iya Bi Dina akan ingat terus pesan Dina,Terima kasih sudah menjadi Bibi sekaligus Orang tua buat Dina dan Tasya",ucap Dina menahan tangis.


"Sudah²,jangan nangis nanti make up nya luntur ayo kita keluar sebentar lagi keluarga Dion",ucap Bibi Marni yang tak ingin merusak suasana bahagia ini.


"Mbak enggak boleh sedih,inikan hari bahagianya mbak,senyum dong",timbal Tasya.


Tanpa mereka tau bahwa Dina saat ini bingung apakah harus bahagia atau bagaimana.Pasalnya yang Dina tau bahwa Dion menikahi nya untuk menghindari perjodohan dengan wanita pilihan Mama nya,Dina pun memaksakan tersenyum tak ingin menambah pikiran keluarganya.


Akhirnya keluarga Dion pun sudah datang,bertepatan dengan Dina yang baru keluar.Mereka pun menyambut keluarga Dion dengan hangat.

__ADS_1


"Silahkan masuk pak di rumah kami yang sederhana ini",Ucap Broto menjabat tangan calon besan nya.


Mereka pun saling Bersalaman,setelah itu mereka duduk di atas Tikar berhadapan.


"Sebelum nya saya ucapkan terima kasih telah di sambut dengan baik keluarga pak broto", ucap pak Abraham membuka omongan.


"Sama² pak Abraham sudah menjadi tugas kami sebagai tuan rumah",ucap Broto sopan.


"Seperti yang sudah Bapak tau maksud kedatangan kami ingin melamar Dina keponakan pak Broto untuk anak Kami Dion",kata pak Abraham mengutarakan niatnya.


"Baiklah pak Abraham saya sebagai paman dari Dina,saya berikan keputusan kepada Dina karne saya sebagai keluarga Dina akan mendukung setiap keputusan Dina",kata Broto.


"Bagaimana Nak Dina apakah kamu terima lamaran kami",ucap Abraham bertanya kepada Dina.


"Iya Om Dina terima",ucap Dina kemudian.


Alhamdulillah,ucap mereka bersama,Dion pun memakai kan cincin di jadi manis Dina begitu juga sebaiklah.Ada pancaran kebahagian di mata Dion ketika mereka bertatap muka.Dina bisa melihat kesungguhan dari sorot mata Dion.


"Baiklah kita tentukan hari pernikahan nya bagai mana kalau minggu depan semakin cepat semakin bagus",ucap Abraham.


"Saya setuju saja pak, yang penting mereka bahagia",ucap Broto menimpali.


Acara lamaran pun selesai keluarga Pak Abraham pun pamit undur diri.


"Kami sekeluarga pamit pulang dulu pak Broto, sekali lagi saya mengucap kan terima kasih sudah disambut baik oleh Bapak sekeluarga",ucap Abraham


"Sama² pak kami senang menerima bapak sekeluarga ",kata Broto tersenyum hangat.


Keluarga Wijaya pun akhirnya pulang.Di dalam mobil Tika yang tadi nya hanya diam langsung bicara.


"Apa kamu yakin Dion dengan keputusan mu, apa bagus nya Dina masih jauh dari Tuna kemana² ", ucap Tika tanpa memperdulikan tatapan suaminya yang memberi isyarat Diam.

__ADS_1


"Kenapa sih Ma,Mama enggak setuju dengan Dina,Dina itu cantik mandiri dan satu hal yang Mama harus tau Dion sangat mencintai Dina", tegas Dion yang sudah malas berdebat.


"Cekkk, terserah kamu saja pokok nya Mama tidak akan sudi menerima Dia sebagai mantu mama",ucap Tika.Dan suasana di mobil t hening tidak ada lagi yang bersuara.


__ADS_2