Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
kaget


__ADS_3

#Flash off


"Terus gimana dengan Tina pa,Papa tau sendiri kan,dari dulu Tina sudah suka sama Dion dan sampai ngejar².


"Nanti kita kasih pengertian ke Tina,Dia pasti paham kok", kata Abraham.


"Enggak akan aku beri ijin Dion menikahi perempuan kampung itu",batin Tika sinis.Dan pura² setuju dengan pendapat Abraham.


Abraham pun keluar memberi kan waktu supaya istrinya bisa menentukan sikap dan bisa menerima Dina dengan baik.


Setelah kepergian Abraham,Tika langsung menghubungi Tina yang kebetulan saat itu sedang santai di rumah nya.


"Halo Tina ini Tante,Kamu sibuk enggak? "


Tante mau kasih tau kamu kalau minggu depan Dion mau menikahi Dina perempuan kampung yang tante sama sekali enggak setuju".


"Ucapan Tante Tika barusan membuat Tina kaget,dan diam beberapa saat.


"Tin.. Tina kamu dengar Tante kan, Pokoknya kamu harus bantu tante buat menggagalkan acara itu.


"Iya Tan,Tina denger kok, Pokoknya Tina enggak akan biarin siapa pun deketin Dion apalagi sampai Nikah,ucap Tina emosi.


"Pokok nya besok kamu ke rumah Tante ya,Tante tunggu.


Akhirnya telpon pun berakhir.dan dari pintu masuk lah Abraham mendekati Tika untuk mengajak nya makan malam.


"Ma ke bawah yuk sarapan udah ditunggu bawah",,ajak Abraham.


"Papa duluan aja,Mama lagi malas makan",ucap Tika beralasan.Yang sebenarnya enggak suka dengan sosok Dina.


"Ya sudah kalau gitu,Papa kebawah ya enggak enak udah di tungguin. Abraham pun keluar kamar menuju meja makan.


"Awas aja kamu Dina,akan saya pastikan kamu tidak akan betah berapa di rumah ini",gumam nya tersenyum sinis.


Di lantai satu di meja makan mereka makan dengan tenang, hanya celotehan Naila yang terdengar.

__ADS_1


"Oh ya Yon.Jadi kapan keluarga kita bisa datang ke keluarga Naila untuk melamar", tanya Abraham memulai bicara.


"Secepatnya lebih baik Pa,kita ke baturaja tempat paman nya Dina soal nya orang tua Dina sudah tidak ada",kata Dion memberi tahu.


"Kalau begitu 2 hari lagi kita ke baturaja buat melamar Dina,bagaimana menurut kalian?"


"Baik Pa Besok Dion suruh Doni untuk menyiapkan segala keperluan buat lamaran",ucap dion.


Dina dari tadi hanya diam tanpa mau bicara,karena bingung mau ngomong apa.Apalagi Dina masih tidak percaya dengan semua ini,Dina takut kalau Dion menikahinya karena tidak mau dengan pilihan Mama Tika,Atau bisa jadi karena Dion kasian dengan Dina.


Setelah acara makan selesai Dina membantu Bik Sumi membereskan bekas piring kotor ke wastafel dan mencucinya, sedangkan Bik Sumi mengelap meja makan.


Selesai mencuci piring Dina membawa puding ke teras dimana,di sana ada pak Abraham dan Dion yang sedang bersantai.Setelah itu Dina pun pamit ke istirahat.


Di kamar Dina duduk di tempat tidur nya sambil termenung, apakah pilihan nya kali ini benar,Apa lagi Dina yang Tidak pernah berpacaran.Dan ketika bertemu Dion dengan sikap perhatian dan tatapan Dion yang selalu mampu membuat detak jantung Dian serasa mau copot.


Ya Dion adalah orang yang pertama berhasil membuat Dina jatuh cinta,walaupun Dion yang sudah duda dan memiliki satu anak.Tapi tidak mengurangi kadar ketampanan nya.


"Apakah pak Dion beneran ya mau Nikah sama aku, tapi kenapa kenal aja belum lama.Pokoknya aku harus membentengi hati supaya Tidak suka kepadanya.Yang mana nanti akan sakit hati melihat dia bersama perempuan lain",monolog Dina.


Dion yang baru mau istirahat pun menyempatkan melihat putri kecil nya dulu untuk mencium dan ngecek keadaan Naila.Dirasa cukup Dion melangkah keluar menuju kamarnya.


Ketika sampai di kamar Dion pergi ke kamar mandi untuk membersihkan Diri,setelah itu barulah Dion membaringkan tubuh nya di pembaringan dan tidak butuh lama Dion pun sudah masuk ke alam mimpi.


Sementara Tina yang saat ini dalam keadaan mabuk baru keluar dari bar,Tina berjalanan sempoyongan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.Ketika sampai di kediamannya Tina langsung menuju kamar nya sambil ngomong sendiri tidak jelas.


"Sialan kama Dion,kamu tidak pernah membalas perasaan ku padahal kamu sudah tau",racau Tina tidak keruan.


Lama Tina meracau tidak jelas,akhirnya Tina tertidur dengan keadaan yang mengenaskan.


Hari sudah pagi Dina yang baru membuka mata,lalu mengumpul kan nyawa, setelah nyawa terkumpul barulah Dina mencuci muka dan menuju dapur untuk membantu bik Sumi membuat sarapan pagi.


"Eh mbak Dina sudah bangun ngapain ke dapur,biar bibi saja,Mbak bangunin Naila aja",kata bik Sumi.


"Oh iya sampai lupa Naila belum bangun",kata Dina sambil menepuk jidat nya sendiri.

__ADS_1


"Iya mending mbak ke atas aja bangunin Naila,yang masak biar Bibi Aja",


"Iya² Dina ke atas dulu ya bi",pamit Dina dan langsung menuju kamar Naila.


"Naila sayang bangun sayang,sudah pagi entar telat loh ke sekolah nya",bujuk Dina dengan lembut sambil membangunkan Naila.


Naila yang merasa terusik tidurnya pun,membuka mata dengan malas.


"Hoam... sekarang jam berapa Tan",tanya Naila sambil menguap.Dan Dina yang melihat kelakuan Naila menjadi gemas.


"Sekarang sudah jam 6 sayang yuk buruan turun Tante bantu mandi setelah itu kita sarapan,dan berangkat ke sekolah",kata Dina lalu menggendong Naila menuju kamar mandi.


Setelah selesai memandikan Naila dan mendandani nya baru lah giliran Dina yang mandi.Setelah itu mereka berjalan menuju meja makan.


"Pagi Naila sayang,cantik bener cucu nenek, ayo kita sarapan dulu",sambut Tika melihat cucu nya datang.


"Pagi nenek,kakek Papa, sapa Naila sambil tersenyum manis dan Mereka pun memulai sarapan.


"Ma kami berangkat dulu ya ,pamit Dion ketika selesai sarapan,dan menyalami Tika,Ayo sayang pamit sama nenek.


"Nek naila berangkat ke sekolah dulu ya,pamit Naila sambil menyalami Tika.


"Iya sayang belajar yang rajin ya",jawab Tika dan langsung mencium cucunya dengan sayang.


"Tan kita berangkat dulu ya",kata Dina dan melakukan hal yang sama. yang di balas dengan anggukan.


"Ma, Papa berangkat kerja dulu ya",pamit Abraham kepada sang istri.


"Iya pa Hati².",Tika pun menyalami suaminya.Dan.mengantar mereka sampai di depan rumah.


Dina pun sampai di sekolahan Naila,Naila masuk ke kelas dan Dina menunggu di kursi tunggu para Orang tua.


Di rumah Wijaya, Tika langsung menelpon Tina dan tidak ada jawaban. "Kemana sih enggak diangkat,gumam Tika.


Tina yang baru bangun pun melihat jam sudah siang,sukses membuat Tina panik pasal nya hari ini, Tina harus menyerahkan laporan keuangan kepada Dion.Tina pun langsung bergegas mandi dan segera memakai pakaian tidak lupa memakai make up tebal dan bibir merah merona,Tina pun berjalan keluar dengan terburu² tanpa sarapan dahulu.

__ADS_1


__ADS_2