
Pagi hari Dina sudah rapi dengan baju berwarna merah dan rok selutut,ketika Dina sampai di ruang tengah Dina tidak menemukan siapa pun,mungkin lagi pergi meraka ucap Dina yang tidak mau ambil pusing.
Dina pun luar pagar menunggu angkot lewat,tidak lama menunggu datang lah satu angkot yang hampir penuh untung masih ada satu tempat duduk lagi yang kosong,Dina pun langsung masuk walaupun sempit tapi Dina tidak mengeluh karena sudah terbiasa.
"Pak komplek perumahan melati pa",ucap Dina kepada supir angkot.
Tidak lama angkot yang di naik i Dina pun berhenti di depan rumah yang tidak terlalu besar tapi sangat mewah,Dina pun turun dan memberikan uang 100rb kepada supir.
"Kembalian nya Neng",kata supir hendak memberikan kembalian.
"Buat bapak aja kembalian nya",ucap Dina tersenyum lembut.
"Yang bener neng? makasih ya neng", ucap supir senang.
"Iya sama² pak", ucap Dina dan langsung berjalan menuju gerbang rumah yang di tuju.
Dina pun bertanya ke pada satpam yang menjaga gerbang. " Maaf pa mau nanya, apa benar ini rumah nya bapak Dion", ucap Dina.
"Iya bener, mbak ada perlu apa ya? kebetulan pak Dion nya ada di dalam belum berangkat ke kantor", ucap satpam sopan.
"Saya Dina pak,kemaren pak Dion nyuruh saya dateng ke sini", ucap Dina.
"Oh ya sudah silahkan masuk mbak,saya antar", ucap satpam itu segera membuka gerbang dan mengajak Dina menemui Dion.
Satpam pun langsung ke dalam duluan memberi tau Dion kalau di luar ada orang yang mau bertemu dengan nya. " Maaf pak di luar ada perempuan ingin bertemu bapak,kata nya sudah ada janji dengan bapak",lapor satpam itu dengan sopan.
"Iya terima kasih nanti saya ke sana", jawab Dion. Dan satpam pun pamit undur diri.
Dion pun keluar menemui Dina yang sedang duduk di kursi teras. "silahkan masuk Din", ucap Dion yang baru menghampiri Dina.
"Iya pak, Dina pun mengikuti langkah Dion ke ruang tamu.
__ADS_1
Naila yang sedang berjalan keluar dari kamarnya sambil membawa boneka seketika berteriak ketika melihat Dina sedang di rumah nya. "Tante cantik", teriak Naila sedang dan langsung berlari menghampiri Dina.
"Naila kangen sama tante,ucap Naila sambil duduk di pangkuan Dina.Tante kemana aja sih kok enggak nengokin Naila.
"Maaf sayang,soalnya Tante kerja. Tapi tenang sekarang Tante akan nemenin Naila setiap hari,karena sekarang tante akan jadi pengasuh Naila", ucap Dina mantap.
"Iya sayang, mulai sekarang Tante Dina akan jadi pengasuh Naila biar Naila ada temen kamu seneng kan sayang",ucap Dion sambil mengucap pucuk kepala Naila.
"Hore.. Berarti Naila sekarang ada temen main dong", ucap Naila senang,abisnya nenek pergi terus sih jadi Naila enggak ada temen kalau nenek pergi, tapi sekarang udah ada Tante cantik.
"Ya sudah Papa mau berangkat kerja dulu ya baik² di rumah jangan nakal", pamit Dion ke putrinya langsung mencium pipi gembul dan mengacak rambut Naila dengan gemas, Dion pun pergi.
Setelah kepergian Dion Naila pun mengajak Dina bermain boneka di taman sambil naik ayunan. Dina pun mulai mengayunkan pelan Naila, dan mereka pun tertawa senang.
Hari pun sudah siang Dina pun mengajak Naila masuk dan memandikan Naila, setelah selesai mandi Dina memberi Naila sarapan dan selesai sarapan siang Dina menidurkan Naila.
"Tante tungguin Naila ya jangan pergi", ucap Naila dengan tatapan menggemaskan.
"Iya sayang Tante enggak akan pergi kok, kata Dina lembut tersenyum manis.Tidak lama pun terdengar dengkuran halus yang menandakan kalau Naila sudah tidur.
"Din kamu sibuk enggak, kalau ada waktu kita ketemuan yuk", isi pesan Gilang.
"Maaf Gil sekarang aku lagi kerja, enggak bisa kemana²", balas Dina.
"Kapan² ya kita ketemuan kalau kamu enggak sibuk", balas Gilang
"Iya entar di kabarin lagi kalau ada waktu", balas Dina.
"Oke di tunggu kabarnya", balas Gilang. tetapi hanya di lihat saja oleh Dina tanpa membalas nya.
Puas berselancar di Dunia maya Dina pun menyimpan hp nya di tas dan tertidur di sopa kamar Naila.
__ADS_1
Dion yang baru pulang kerja pun berniat menghampiri Naila,dan Dion pun melihat Dina yang tertidur pulas di sopa,setelah mengecup sayang pucuk kepala putrinya Dion pun menghampiri Dina yang terlihat nyenyak sekali tidur.
Dion berjongkok di hadapan Dina dan merapikan anak rambu yang keluar dari ikat rambut Dina dan menyelip kan nya di telinga Dina", Cantik, gumam Dion memandang lekat Dina yang tidur.
Setelah puas memandang wajah teduh Dina,Dion pun membuka pintu kamar Naila lalu menutup nya kembali dan menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri,lama Dion mandi di bawah guyuran shower,setelah 20 menit Dion pun selesai dengan ritual mandinya.
Dion memakai celana pendek dan baju kaos dimana menampilkan tubuh six pick menambah kadar ketampanan nya.Dion yang sudah terlalu lelah seharian kerja memutuskan untuk tidur,tidak butuh lama Dion pun sudah di alam mimpi.
Pagi hari Dina bangun dan langsung mencuci muka di wastafel. Dia pun membangunkan Naila dan memandikan nya,selesai mandi Dina langsung membantu Naila berpakaian.
"Yuk sayang kita sarapan dulu",ajak Dina sambil menggandeng tangan Naila.
"Ayok Tante",ucap Naila semangat. Mereka pun berjalan menuju meja makan.
Sampai di meja makan sudah ada Dion yang rapi dengan setelan kerjanya,mereka berjalan santai dan duduk di kursi kosong.
"Ayo sarapan dulu ", ucap Dion kepada Naila dan Dina.
"Iya Pa,kata Naila dengan sedang karena pagi ini mereka sarapan bersama.
""Ayo Din sarapan",ucap Dion dengan lembut dan tersenyum.
"Iya Pak", kata Dina tersenyum manis.
"Entar antar Naila sekolah sekalian tunggu Din,nanti siang saya jemput pulang nya, Oh ya kamu enggak usah pulang lagi ke rumah kamu nginep aja kesini soalnya Naila enggak ada temen,Nenek sama kakek nya lagi ke jakarta,ngurus perusahaan di sana", jelas Dion.
"Iya pak,nanti setelah Naila pulang dari sekolah,saya ijin pulang ngambil pakaian pak", ucap Dina.
"Iya nanti sekalian saya antar",kata Dion dengan tatapan lembut.
Tidak terasa mereka pun selesai sarapan dan Dion pamit berangkat ke kantor menaiki mobil sendiri sedangkan Naila dan Dina di antar supir.
__ADS_1
Di perjalanan Dion selalu membayang kan wajah teduh Dina yang sedang tidur, sungguh cantik walau tanpa polesan make up sekali pun,Apakah Dion sudah jatuh cinta dengan Dina,entah lah hanya Dion yang tau.
Sampai di kantor seperti biasa Dion yang berjalan tegap pandangan lurus ke depan dan senyum menawan pun buat seluruh staf banyak yang berbisik tentang ketampanan nya dan yang bilang", pak Dion tambah ganteng aja sekarang,aku mau kok jadi istri siri nya,aku mau kok.jadi pacar gelap nya, begitulah bisik² karyawan dan masih banyak lagi.Dion pun tida ambil pusing terus berjalan sampai di lift dia menekan tombol 3 ruangan pemilik perusahaan.