
Dina yang awal nya menolak tapi di paksa Dion ikut, dengan sudah siang mau tida mau ia pun ikut,karena Dia enggak mau telat lagi kalau sampai telat dia akan kehilangan pekerjaan satu² nya. Akhirnya Dina pun masuk kedalam mobil Dion,Dia yang kaget karena tiba² Dion mendekat sangat dekat dengan nya,reflek Dina menutup mata.Menyadari kebodohan nya yang berpikir kalau Dion akan melakukan hal² aneh,tapi Dion malah memasang sabuk pengaman, dan ketika selesai Dion pun langsung menjauh kan tubuhnya dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Dion yang melihat tingkah Dina tadi sukses membuat nya mengulum senyum.Dina yang malu pun pura² melihat ke arah luar,haning tidak ada yang memulai obrolan. " Gimana tidurnya semalam", tanya Dion mencari topik mencairkan suasana canggung di antara mereka.
"Masih seperti biasa", kata Dina canggung dan tersenyum kikuk.
Tidak terasa sampailah mereka di depan toko tempat Dina bekerja.Buru² Dina membuka pintu mobil dan keluar mendahului Dion yang ingin membukakan pintu mobil untuk nya,Dina pun merasa tidak enak dengan perlakuan Dion yang menurut nya sangat manis dan perhatian,Ia takut salah mengartikan kebaikan Dion.
Setelah keluar Dina tidak lupa mengucapkan terima kasih dan tersenyum sangat manis, mobil yang di kendarai Dion sudah berjalan menjauh baru lah Dina masuk ke toko tempat nya berkerja,untung hari ini Ia tidak telat lagi dan segara lah ia membersihkan dan merapikan barang² untuk jualan.
Setelah selesai kerjaan nya Dina duduk sebentar sambil menunggu pengunjung datang,tidak lama dari itu pengunjung pun sudah mulai ada yang datang.
"Dek kursi kecil ini berapa?" tanya ibu² itu ramah.
"Oh yang itu murah kok buk, cuma 50 ribu aja satuan nya", jawab Dina sopan dan ramah serta tidak lupa dengan senyum memikat nya.
"Ok sayang mau yang warna biru lima ya dek", kata ibu itu dan pergi ke kasir untuk membayar belanjaan nya.
"Alhamdulillah lumayan ramai pengunjung hari ini", ucap Dina dalam hati.
Ketika sudah sore Dina pun memutuskan untuk pulang,sampai di rumah Dina sudah di sambut dengan pekerjaan yang menumpuk. Dina mulai mengerjakan pekerjaan nya dari menyapu ngepel cuci piring dan terakhir memasak untuk makan malam nanti.Dina melakukan dengan ikhlas.Seperti biasa bibi Puspa dan Piyan makan dengan lahap tanpa memikirkan Dina yang belum makan,Mereka hanya menyisakan sisa nya saja,sungguh miris hidup Dina,Ia yang mencari uang dan Dia hanya di beri makanan sisa.
__ADS_1
Setelah Dina selesai makan malam,Ia pun mencuci bekas makan malam dan langsung ke kamar untuk mandi,setelah selesai mandi Dina memakai baju tidur yang berlengan pendek.Dan Dina pun membaringkan tubuh nya di kasur yang sudah lapuk,seketika Dia teringat dengan kejadian di mobil siang tadi,dimana Ia sudah berpikir yabg tidak² dengan Dion padahal Dion hanya memasang sabuk pengaman saja,pipi Dina pun langsung merona membayang kan nya. Lelah dengan pikiran nya Dina pun langsung tertidur dengan pulas.
Hari sudah pagi,Dina langsung bergegas bangun lalu menyiapkan sarapan,lama berkutat di dapur akhirnya masakan Dina sudah siap,kali ini Ia memasak sup iga sayur bayam dan sambal terasi.
Masakan sudah terhidang, Dina pun bergegas ke kamar untuk mandi,selesai mandi Dina memakai baju kemeja biru dan celana dasar hitam rambut di kuncir satu tanpa memakai make up dan hanya memakai lip tin sedikit dan buru² berangkat kerja tanpa sarapan dahulu.
Ketika sampai di tempat kerja,Dina langsung di panggil oleh ibu Mila pemilik toko tempat Dina bekerja.Ibu Mila yang saat itu sudah menerima laporan kalau Dina mencuri uang teman Kerja nya pun langsung di panggil.
"Maaf sebelum nya Dina,saya baru saja mendapat laporan kalau kemarin kamu mengambil uang milik Tanti di dalam tas nya dan sekarang kamu saya pecat, saya enggak mau mempekerjakan karyawan yang berprilaku tidak baik,ini uang gaji kamu bulan ini dan sekarang kamu boleh langsung meninggalkan toko ini", ucap Ibu Mila tanpa mau mendengar penjelasan Dina dahulu.
Dina pun langsung keluar dan sambil menahan tangis,kenapa hidup nya begitu kejam Ia di pecat tanpa melakukan kesalahan yang ia perbuat,dan lebih parah nya Ibu Mila tanpa mau mendengar penjelasan nya, akhirnya Ia keluar dari toko tersebut dan berjalan tanpa arah.
#Flashback
Tanti yang sudah lama mengintai Dina lengah akhirnya melakukan aksi nya ketika Dina mau ke WC, tas Dina yang tertinggal di meja karyawan, Tanti pun bergegas menaruh dompet di nya di tas Dina, dan pura² mencari sesuatu dan kebetulan ada karyawan lain yang bertanya kepada Tanti.
"Sedang mencari apa kamu Tanti",kata Ilhan.
"Dompet aku hilang kemana ya, tanti pun langsung mencari² ke seluruh tas,mungkin di curi kali ya",kata Tanti.
Mereka pun menggeledah tas karyawan satu² dan ternyata ada di dalam tas Dina, langsung aja mereka melapor dan untung nya Ibu Mila langsung percaya kepada Tanti.
__ADS_1
#Flash off
Dina yang bingung mau kemana,Akhirnya memutuskan untuk pulang saja.Sampai di rumah,Bibi Puspa yang heran kenapa Dina sudah pulang sekarang,Ia pun bertanya.
"Loh kok Din udah pulang aja kamu",tanya Bibi Puspa bingung.
"Dina udah enggak kerja lagi Bi",jawab Dina dengan sedih.Dan langsung pergi ke dapur untuk mengerjakan tugas nya,biasanya Ia akan mengerjakan nya sore ketika pulang dari kerja.
Di kediaman Wijaya,Naila yang sedang asik main boneka di taman sambil duduk di ayunan merasa kesepian tidak ada teman,Nenek nya sudah pergi arisan Kakek dan Papa nya lagi kerja, Ia pun masuk ke dalam bermain kereta api dan sesekali sarapan sambil di suapi pengasuh nya.
Di kantor,Dion yang tidak fokus bekerja karena selalu ter ingat dengan kejadian kemarin pun, memutus kan untuk pulang ke rumah untuk mengecek Naila.
Di perjalanan pulang tiba² hp Dion berbunyi tanda ada panggilan masuk,segera Dion melihat dan nama Tina yang ter tera di layar,Dion pun menggeser layar hijau telpon pun terhubung.
"Halo Yon aku udah sampai di lampung barusan sebentar lagi mau ke rumah ketemu tante dan om", kata Tina dengan dengan manja memberi tau Dion.
"Ok baik kan aku juga lagi di perjalanan pulang ini,tapi Papa sama Mama lagi enggak adak di rumah", jawab Dion malas.
"Enggak kenapa² aku tetep mau ke rumah kan ada Naila",ucap Tina kerena dia sebenar nya memang mau bertemu dengan Dion.
" Terserah kamu saja".Telpon pun di matikan Dion sepihak.
__ADS_1