Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
panggilan romantis


__ADS_3

"Kita sudah sampai Tuan",ucap Doni sopan.


Dion pun turun terlebih dahulu untuk membukakan Dina Pintu.Dion tidak akan pernah membiarkan siapa pun mencuri kesempatan untuk memandang istrinya.


"Terima kasih",ucap Dina yang tidak ingin berdebat dengan Dion.


Dion pun tersenyum dan menggandeng Dina memasuki rumah.


"Assalamualaikum",ucap Dion dan Dina ketika memasuki rumah dan mendekati Abraham,Tika dan Naila yang sedang menonton televisi.


"Waalaikumsalam",ucap mereka bertiga serempak.


Dion dan Dina pun menyalami Abraham dan Tika lalu mencium Naila bergantian.


"Mama, Naila mau di gendong",ucap nya manja dan langsung menghampiri Dina.Dengan senang hati Dina menggendong Naila.


Mereka yang melihat Naila begitu dekat dengan Dina membuat mereka senang sekaligus bersyukur.Tapi tidak dengan Tika yang masih dingin kepada Dina.


Tika langsung pergi meninggal kan mereka begitu saja,sangat jelas kalau Tika masih belum mau menerima kehadiran Dina.


Dina yang melihat sikap Tika,hanya bisa berusaha supaya tidak menangis.


Sedangakan Dion yang melihat perubahan wajah Dina pun mengambil tangan Dina dan menggenggam nya erat, mengatakan bahwa ada dia di samping Dina.


"Pa.Dion sama Dina ke kamar dulu ya",ucap Dion.


Sedangkan Abraham yang menyadari kelakuan istrinya pasti menyinggung Dina,Abraham pun mengangguk." Mama hanya butuh istirahat karena terlalu capek kemaren,kamu enggak usah ambil hati ya Din Sama Mama",ucap Abraham memberi pengertian.


"Iya Pa,enggak kenapa² kok.Dina enggak ambil hati",ucap Dina mencoba tersenyum.


"Sayang,Naila sama mbak Lala dulu ya,Mama Dina mau istirahat dulu",ucap Dion kepada putrinya.


Naila pun menurut dan turun dari gendongan dina.


Setelah Naila turun Dion pun mengajak Dina ke kamar Dion yang juga sekarang menjadi kamar Dina juga.


"Kamu enggak usah ambil hati sikap Mama,lambat laun mama akan nerima kamu dengan baik",ucap Dion lembut dan menatap netra mata Dina ketika mereka sudah berada di kamar.

__ADS_1


"Iya pak,aku juga akan berusaha membuat mama menerima aku dengan baik",ucap Dina pura² kuat.


"Maaf kan aku yang telah melibat kan kamu dalam masalah ini",ucap Dion merasa bersalah.


"Enggak Apa² pak semua sudah terjadi,mau di sesali juga percuma",ucap Dina.


Dion yang melihat Dina ingin menangis langsung menarik tubuh langsing Dina dan memeluk nya."Menangis lah jika ingin menangis aku akan selalu ada di samping mu,karena sekarang kamu adalah istriku dan tanggung jawab ku,Apalagi kamu menangis karena kesalahan ku", ucap Dion penuh penyesalan.


"Tidak apa² pak,aku akan bertahan dengan pernikahan ini,karena pernikahan adalah janji kita di depan Allah swt dan di saksi kan oleh orang² banyak",


Ketika Dina yang menyadari Dion memeluknya,Dina pun langsung menjauhkan tubuh nya dan memalingkan wajah nya yang merona karena malu Merasa nyaman di pelukan Dion.


Dion yang mengira kalau Dina marah di peluk nya langsung meminta maaf."Maaf kan aku telah lancang",ucap Dion.


"Sekarang kamu istirahatlah,aku akan keluar",ucap Dion tersenyum kearah Dina.


Dina pun mengangguk dan tersenyum tipis.


"Bagaimana keadaan Dina",tanya Abraham ketika melihat Dion sudah di dekatnya.


"Dina baik² saja pa,hanya saja dia sedih melihat sikap Mama,dan sekarang Dina lagi istirahat",balas Dion dan duduk di samping Abraham.


"Dion harap secepatnya Mama bisa menerima Dina.


"Kita tidak bisa memaksa mama kamu untuk menyukai Dina kalau bukan memang dari hatinya,kamu tau sendiri gimana kerasnya mama kamu",ucap Abraham,dan Papa harap Dina bisa sabar menghadapi sikap mama mu.


"Iya pa Dion akan memberi tau Dina",terima kasih Papa sudah mau menerima Dina",ucap Dion dengan bersungguh.


"Papa tidak akan pernah lagi mengulangi hak bodoh yang lalu",ucap Abraham lalu berdiri menepuk bahu Dion dan melenggang pergi.


"Apakah aku harus membeli rumah dan mengajak Dina Tinggal di sana",batin Dion.


Tidak terasa sudah lama Dion duduk di teras karena memikirkan nasib rumah tangga nya.Akhirnya Dion memutuskan untuk melihat ke adaan istrinya.


Dion mendekati istrinya yang tertidur dan melihat sisa air mata di pipinya,Dion bisa menebak kalau Dina setelah kepergian nya menangis hingga tertidur.


"Maaf kan aku sudah membawa mu dalam masalahku, yang karena tidak ingin di jodohkan dengan Tina dan memilih kamu",ucap Dion pelan sambil memandangi wajah polos istrinya ketika tidur.

__ADS_1


Karena merasa lelah Dion pun membaringkan tubuh nya di samping Dina,Dion mulai memeluk Dina dan akhirnya terlelap.


Dina yang merasakan sesuatu yang berat berasa di perut nya pun perlahan membuka mata,dan mendapati Dion yang tertidur pulas sambil memeluk nya.


Dina yang sudah tidak ingin tidur pun memandang Dion yang terlelap,wajah Dion yang tampan dengan alis tebal bulu mata panjang rahang tegas dan bibir yang tebal membuat Dion berkali² tampan walau pun Diusia nya yang sudah matang.


"Apakah kita akan selalu bersama,walaupun kita belum saling mencintai",monolog Dina pelan.


Dina yang melihat ada pergerakan dari Dion,memutuskan untuk pura² masih tertidur.


"Kamu sudah bangun Din jangan pura² tidur aku tau", ucap Dion tersenyum tanpa membuka mata.


Dina yang tertangkap basah pun jadi gugup dan merona.Dion langsung mengeratkan pelukan nya."Biarkan seperti ini dulu Din", ucap Dion dan kembali tidur.


"Hei apakah dia bermimpi,kalau tidak bermimpi kenapa dia sudah tertidur kembali", batin Dina merasa bingung sekaligus lega,ia berpikir kalau Dion cuma mimpi.


Tidak terasa mereka pun melewatkan makan malam,karena pagi sudah menyapa.


"pak bangun udah siang,mau ke kantor enggak", ucap Dina sambil membangunkan Dion.


"Hoam, jam berapa ini",tanya Dion.


"sekarang sudah jam 6 pak",ucap Dina.


Dion pura² enggak denger karena Dina masih memanggil nya pak walaupun umur Dion jauh dari nya tapi sekarang mereka sudah suami istri dan Dion merasa kaya jadi bapak nya Dina bukan suami nya.


"Ih.. nyebelin banget sih",ucap Dina cemberut melihat Dion pura² enggak denger.


"Sayang..,Bisa enggak sekarang jangan panggil bapak udah berasa jadi bapak² aja saya",cemberut Dion.


Dina langsung tertawa melihat protes Dion kepadanya.


"terus manggil nya apa dong,akang abang mas atau ayang",goda Dina.


"ya Ayang juga boleh biar romantis",ucap Dion santai.dan Dina pun melongo dibuat nya.


"Ayang mandi dulu ya",goda Dion dan berjalan ke kamar mandi sambil tertawa terbahak².

__ADS_1


"Dasar orang edan",kesal Dina.


Dina pun langsung membereskan tempat tidur,dan menyiapkan pakaian Dion untuk dia kenakan ke kantor.Dina hanya tersenyum merasa bersyukur.


__ADS_2