Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
pelajaran berharga


__ADS_3

" Sayang Mama kenapa keluar dari dapur kayak kesel", tanya Dion ketika mereka sudah berbaring di tempat tidur.


" Enggak ada apa - apa kok Mas, mungkin Mama kecapean aja", ucap Dina yang belum mau mengakui sikap mertua nya, karena jika suaminya tau sudah pasti suaminya akan ribut dengan mertua nya.


Sedangkan Dion yang merasa ada hal tidak beres pun, keluar ke ruang kerja nya.


" Mau kemana Mas".


" Mas mau keruang kerja duku sayang, ada pekerjaan sedikit, Kamu tidur aja duluan kalau sudah ngantuk enggak usah tungguin mas", ucap Dion lembut sambil tersenyum, lalu berlalu dari hadapan istrinya.


Sedangkan Dina yang tidak curiga dengan gelagat suaminya tidak ambil pusing, Dina pun memutuskan berselancar Di dunia maya dulu, karena belum mengantuk.


Dion langsung mengecek cctv yang terhubung ke handphone nya ketika sudah berada di ruang kerja.


" Kamu sangat pintar sayang, mas senang kamu bisa membela diri, dan tidak membiarkan siapa pun merendahkan mu termasuk mertua mu", gumam Dion sambil tersenyum tidak menyangka istrinya yang selama ini tidak di harapkan sang Mama kini bisa membalas perilaku nya, supaya sang Mama sadar.


" Saya ingin kamu terus mengikuti kemana pun Tina, dan beri tahu setiap apa saja tindakan nya".


" Siap tuan akan saya lakukan, dan sekarang Nona Tina lagi di rumah Kakek tua dia ingin menghasut mereka untuk membenci Nyonya Dina".


" Enak saja Dia ingin menjelekan istriku, berikan Dia sedikit pelajaran, supaya Dia menyesal telah mengganggu istriku".


" Baik Tuan". Telpon pun terputus.


" Lihat saja Kamu Tina, kamu sudah membuat kesabaran ku habis, kamu kira selama ini aku tidak tau jika kau ingin membalas dendam atas peristiwa yang sama sekali tidak aku lakukan".


Dion pun melangkah ke kamar setelah emosi nya mereda, dia tidak ingin Dina tau seperti apa Dia ketika emosi.


Klekkk... pintu pun di buka Dion.


" Sayang kamu belum tidur".


" Iya Mas, belum.ngantuk jadi nunggu mas aja", Manja Dina memeluk lengan suaminya.


Tiba - tiba saja Dion memiliki ide licik untuk sang istri, karena Dion tidak tahan untuk menunggu memiliki Dina seutuhnya.


Dion mulai mencium istrinya perlahan, dan melihat ke arah Dina yang tidak menolak atau pun membalas karena terkejut, tapi lama kelamaan Dina mengimbangi dan terjadilah penyatuan mereka malam ini. hhhhiii Maaf author hanya bisa menggambarkan seperti itu kejadian nya karena lagi puasa enggak baik.


" Terima kasih sayang". Dina hanya membalas senyuman dan terlelap dalam dekapan suaminya.


Dina yang merasakan matahari sudah memasuki celah jendela pun menyerengitkan kening karena silau, Dia mulai bergerak melepaskan tangan suaminya yang masih melingkar indah di perut ramping nya.

__ADS_1


" Mau kemana sayang", ucap Dion yang menyadari pergerakan istrinya.


" Mas lepas dulu, Aku mau mandi lengket bener rasanya tubuh ku", rengek Dina karena Dion sama sekali tidak menyingkirkan tangan nya dari Dina.


Dion hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. " Baiklah sayang Mas akan lepaskan, tapu dengan satu syarat".


" Syarat apa sih Mas", cemberut Dina.


Mmm Dion langsung menunjuk pipinya sebagai kode, Dina yang mengerti pun langsung memerah.


" Apaan sih mas aku mau mandi tau".


" Ya sudah enggak akan Mas lepasin, kalau enggak mau".


" Iya² deh mas nyebelin amat sih", dan cup Dina langsung mencium pipi suaminya dan langsung berlari karena malu.


Sedangkan Dion langsung terbahak² merasa lucu dengan istrinya, dan sekaligus tidak percaya kalau Dina akan benar melakukan nya.


Sedangkan Dina yang sedang melihat wajah nya di cermin kamar mandi langsung memerah, malu teringat kejadian tadi malam dimana mereka sama menikmati. Dina langsung menutup muka nya yang terasa panas, dan memutuskan mengguyur tubuhnya di bawah shower.


Tok.. tok ..tok.


" Sayang kok lama bener mandinya", ucap Dion yang merasa khawatir karena Dina tidak kunjung keluar dari tadi.


" Kamu enggak apa² kan sayang", tanya Dion cemas ketika melihat pintu sudah di buka".


Dina yang malu sekaligus merasa bersalah karena membuat suaminya cemas hanya bisa Diam.


" Mas mandi dulu ya, nanti mas yang antar kamu sama Naila ke sekolah nya".


" Iya Mas". Dina langsung mengambil pakaian nya ketika Dion sudah menghilang di balik pintu.


Ketika semua sudah siap, mereka pun menaiki Mobil hitam kesayangan Dion.


" Mama kenapa kok Diem aja, apa Mama sakit", Ucap Naila yang sedari tadi melihat Dina Diam.


" Mama enggak apa² kok sayang", ucap Dina sambil menoleh ke arah Naila sebentar lalu kembali fokus ke jalanan.


Bukan tanpa sebab Dina diam, karena Dina masih malu dengan suaminya, sedangkan Dion yang menyadari istrinya masih malu pun tersenyum lembut.


" Sialan kalian, siapa yang menyuruh Kalian", ucap Tina kesal kepada dua pria hitam yang menyekap nya.

__ADS_1


" Jangan pernah mengganggu ketenangan Tuan kami kalau Nona masih sayang dengan nyawa Nona".


" Keparat kalian berani nya kalian mengancam ku, kalian tidak tau siapa keluarga ku, dan ku pastikan setelah ini kalian menyesal".


" Kami tidak akan pernah takut dengan keluarga anda".


Plakkk. Satu tamparan mendarat di pipi mulus Tina.


" Arkkk. Sialan kalian bajingan beraninya kepada perempuan", sinis Tina.


" Plakkk. P,lakkk . tamparan di wajah Tina bertubi - tubi dan membuat Tina menangis menahan sakit teramat.


" Tinggalkan Dia biarkan saja Dia di sini dan tidak adak seorang pun bisa membebaskan nya".


" Arkkk. Dasar Dion sialan awas kau, aku akan membalas semua ini". Umpat Tina yang menyadari kalau ini ulah Dion.


" Halo Tuan, Nona Tina sudah kami beri sedikit pelajaran, dan kami meninggalkan nya di gudang tua pinggir hutan".


" Bagus, aku suka kerja kalian, dan biarkan saja, biar dia tau sedang berurusan dengan siapa".


Dion yang baru selesai dengan tumpukan bekas di meja nya pun tersenyum puas, ya Dion biasa berubah seperti apa saja tergantung orang itu memperlakukan nya.


Tok... Tok.. tok. Suara ketukan pintu.


" Masuk", perintah Dion.


" Maaf pak, saya ingin mengingatkan jam 12 siang nanti bapak ada pertemuan dengan rekan bisnis bapak dari Ms Group", ucap nya sopan.


" Baik terima kasih, silahkan keluar".


" Halo sayang, Kalian nanti minta di jemput supir aja ya, Mas enggak bisa jemput, ada urusan penting".


" Iya mas, enggak apa² kok", ucap Dina lembut.


" Kamu lagi apa sayang".


" Lagi nungguin Naila bareng Mama nya temen Naila Mas".


" Ya sudah mas matiin dulu ya telponnya, jangan lupa makan siang nanti".


" Iya Mas, mas juga". dan sambung telpon pun terputus.

__ADS_1


Dion berjalan dengan gagahnya, ketika menuju mobil untuk bertemu rekan nya, Dion yang tampan selalu berhasil membuat para wanita terpesona, dan mengagumi.


__ADS_2