
Mereka terus bejalan ke arah barat sambil, terus berteriak memanggil Dina dan suara itu semakin dekat, Din yang menyadari suara itu berasal dari gua langsung berlari ke sana dengan penerangan senter dan cahaya bulan.
" Sayang, Dina apa itu kamu".
Dina yang menyadari kalau itu suaminya yang datang. " Mas aku di sini, tolong".
Dion terus berlari dan mendapati Dina yang duduk di depan gua sambil memeluk lututnya, yang ketakutan.
Sedangkan Dion yang telah melihat istrinya ketakutan, segera mendekati Dina dan langsung memeluk nya.
" Mas aku takut Mas, Mereka ingin mencelakai ku hiks hiks", ucap Dina di selah isak nya.
" Jangan takut sayang Mas ada di sini", ucap Dion menenangkan istrinya, sambil mengelus lembut punggung Dina.
Lama mereka saling berpelukan, membuat siapa saja yang melihat menitihkan air mata haru.
" Ayo sekarang kita pulang sayang, hari sudah akan pagi", Ajak Dion sambil memeluk pinggang ramping istrinya.
" Kita pulang, istri ku sudah ketemu dan satu lagi, hukum orang yang telah menculik istri ku dan beri pelajaran yang akan di ingat nya seumur hidup", ucap dingin Dion ketika mereka berada Di mobil.
" Siap tuan kami akan menjalan kan tugas, dan syukurlah kalau nyonya tidak sudah di temukan", kata Asisten Doni di seberang sana.
Tut. panggilan pun langsung terputus, setelah itu mereka pulang, karena ingin cepat istirahat, pencarian istrinya cukup membuat nya stres dan tidak dapat berpikir jernih.
Sepanjang jalan Dina terus memeluk Dion, namum ketika perasaan nya sudah mulai membaik dia lantas mengurangi pelukan dengan sigap Dion menarik nya lagi.
" Lepaskan aku sialan, beraninya kalian", teriak Tina kepada penjaga yang ada di dekat nya.
" Nona diam lah, Nona sangat berisik jangan sampai kami memperlakukan nona kasar sebelum waktunya", Sinis penjaga itu.
" Kalian akan menyesal telah melakukan ini kepada ku, brengsek kalian aku tidak akan mengampuni kalian".
Karena tidak ingin pusing dengan teriakan Tina, mereka pun membungkam mulut Tina dengan perekat dan jadilah Tina hanya bisa memberontak dan mengumpat semua penjaga itu dalam diam.
Sedangkan di kediaman Edgar, Edgar sedang menyusun rencana untuk membebaskan putrinya, Edgar tidak akan gegabah karena dia tau bagaimana kuatnya Dion kalau itu untuk pengganggu ketenangan nya.
" Kita harus bagaimana ini, tidak mungkin kan pa diam saja melihat putri kita di sekap Dion, hiks hiks", ucap istri Edgar.
" Diam lah Ma, Mama jangan bisanya nangis bikin tambah pusing saja", geram Edgar lalu pergi meninggalkan istrinya entah kemana.
__ADS_1
Edgar sangat pusing saat ini, dan jalan satu - satunya mereka akan menyusup ke tempat Tina di sekap ketika tengah malam dan para anak buah Dion lengah.
" Sayang kamu mandi dulu ya baru istirahat".
" Iya Mas, terima kasih sudah nyelamatin aku dan bayi kita".
" Hey sayang, ini sudah menjadi tugas mas dan kamu tidak perlu terima kasih, karena kamu istri mas, sudah enggak usah di pikirin lagi", ucap Dion lembut mengusap pucuk ke pala Dina.
Dina mendongak menatap lekat manik mata indah itu, dan seketika pandangan mereka bertemu, cup satu kecupan berhasil Dion layang kan saking rindunya.
Seketika Dina langsung bersemu merah, Dina masih saja malu atas sikap manis yang di berikan suaminya.
" Aku mandi dulu Mas", gugup Dina langsung masuk ke kamar mandi".
Melihat istrinya mandi, Dion keluar untuk menghirup udara pagi, ya sekarang sudah jam enam pagi, untung hari libur jadi Dion tidak akan menahan kantuk hari ini.
" Mau bibi buatkan kopi Tuan", tawar Bi Sumi ketika menyapu dan melihat tuan nya melamun di kursi teras.
" Eh iya Bi boleh", setidak nya Dion sudah merasa tenang sekarang istrinya sudah di temukan.
Selesai Mandi Dina tidak melihat suaminya di kamar, pikir Dina mungkin di kamar putri mereka, Dina pun tidak ingin ambil pusing Dina ingin istirahat saat ini semua badan nya terasa remuk.
Untuk saya sekarang Ia tidak lagi suka muntah, hanya saja mudah merasa lelah dan untuk nafsu makan sih belum ada mungkin karena baby nya yang diet kali he he , author mah bisa aja.
" Iya sayang masuk aja".
" Mama kemaren kemana", ucap Naila langsung menghambur memeluk Dina.
Ya karena kemaren memang tidak ada yang memberi tahu Naila, mereka hanya bilang kalau Dina lagi pulang kampung.
" Mama enggak kemana kok", Dina membalas pelukan putri sambung nya, Dina sangat menyayangi Naila dan menganggap Naila seperti Anak kandung nya sendiri.
" Naila kangen loh ma kemaren, pas Naila pulang sekolah Mama enggak ada di rumah", cemberut Naila yang membuat Dina sangat gemas.
" Maaf kan mama ya sayang, Mama enggak sempat pamit sama Naila batre hp mama lowbet".
Naila mengangguk tanda mengerti, Naila mengelus perut Dina yang datar, Naila sangat menyayangi calon adik nya.
" Dedek yang sehat ya disini, dedek kapan keluar jangan lama ya, biar kakak ada teman main".
__ADS_1
" Iya kakak, kakak jangan nakal ya dedek nya masih lama keluar", ucap Dina menirukan suara anak kecil.
" Ih.. Itu kan suara Mama bukan dedek", Naila semakin cemberut saja.
" Ha ha ha, kan dedek nya belum bisa ngomong sayang", ucap Dina merasa lucu dan tidak dapat menahan tawanya.
" Ada apa sih sayang, Mas denger dari luar kamu kenceng banget ketawa nya".
" Hi hi, enggak kok Mas, Anak kita ini bikin aku ketawa aja".
" Emang kenapa sayang, hem", ucap Dion kepada Naila.
Naila pun menceritakan kejadian tadi, dan seketika Dion pun tertawa, ada - ada saja pikir nya.
" Sayang kalian makan apa, biar Mas bawain".
Dina dan Naila pun sepakat ingin nasi goreng, dan Dion pun langsung keluar untuk mengambilkan sarapan buat kedua orang yang sangat Dion sayangi.
Tok..Tok...
" Sayang buka pintunya".
Clek. Pintu pun terbuka.
Dion langsung membawa nampan itu dan meletakan nya di meja dan menyuruh kedua putri itu sarapan, karena Dion sudah sarapan duluan tadi.
" Pa Naila mau juga dong di suapin, masa Mama aja", ucap Naila pura merajuk, padahal Naila tidak mengapa.
" Baiklah papa akan menyuapin kalian berdua", dengan senang hati Dion melakukan nya.
Dion mulai menyuapi Naila dan Dina bergantian, dan tidak terasa makanan mereka pun sudah habis.
" Enak ya nak kalau di suapin", ucap Dina.
" Iya Ma, makanan nya jadi enak", Naila pun sependapat dengan Dina.
" Ya asal jangan sering aja", malahan Dion yang cemberut.
Dina dan Naila pun tertawa bersama melihat raut wajah kusut Dion.
__ADS_1
" Kamu istirahat dulu sayang, semalam enggak tidur", ucap Dion lembut.
Dina pun menurut saja karena jujur saat ini Dina sangat ngantuk dan mudah lelah.