
# Di kediaman Wijaya
"Yon duduk dulu sini ada yang ingin Mama sampaikan ke kamu",panggil Mama Tika yang melihat Dion menuruni tangga.Dion pun menghampiri Mamanya.
"Iya ada apa Ma,mau ngomong apa?.Dion pun lalu duduk di depan Mama sama Papa nya,kebetulan hari ini libur jadi mereka semua ada di rumah.
"Kamu enggak ada niat untuk nikah lagi apa", tanya Mama Tika pada Dion.
"Dion belum kepikiran ke sana Ma, Dion mau fokus ngurus Naila dulu", ucap Dion.
"Bukan nya gimana,umur kamu semakin hari semakin bertambah kamu enggak ada keinginan apa nyari Mama baru untuk Naila,Kamu juga jadi ada yang ngurusin menyiapkan semua keperluan kamu",kata Mama Tika memberi tau.
"Bukan nya gitu Ma. Tapi Dion masih mau sendiri dulu", ucap nya lagi.
Pak abraham yang sedari tadi diam memperhatikan anak dan istrinya pun angkat bicara. " Biarkan saja Dion yang nentuin Ma,Dion juga sudah bisa memilih yang mana terbaik untuk nya", jawab pak Abraham menengahi.
"Pokok nya Mama enggak mau tau Yon,kalau dalam waktu dekat kamu enggak ada ngenalin calon ke Mama, biar mama jodohin aja kamu sama Tina, lagi pula dia perempuan yang cantik pintar dan berkelas".
Pak abraham hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan istrinya.
Dion yang malas berdebat pun akhirnya pergi begitu saja ke taman samping menemui Naila yang sedang duduk di ayunan.
"Papa.... ,sini panggil Naila senang.Melihat sang Papa menghampirinya,pasal nya sudah berapa hari ini Papanya sibuk kerja.
"Iya sayang, Dion pun mendekat dan mencium pipi gembul Naila dengan gemas,maaf pin Papa yang sayang beberapa hari ini sibuk kerja,jadi enggak ada waktu buat main sama kamu",ucap Dion tulus.
"Pa, Naila jadi kangen deh sama Tante cantik,besok kita jenguk Tante cantik ya pa",ucap Naila memohon.
"Iya sayang,tapi abis pulang sekolah ya",bujuk Dion.Dan di angguk i Naila senang dengan mata yang berbinar.
"Ngomongin soal Dina,udah lama juga enggak ketemu gimana ya kabarnya dan langsung terbayang dengan wajah cantik Dina".Dion pun sampai menarik bibir nya ke atas membentuk senyuman.
Seketika itu Dion yang sedang asik dengan lamunan nya di kaget kan oleh kedatangan Tina.
__ADS_1
"Pagi Dion,pagi sayang", sapa Tina mendekat ke arah Naila hendak mencium nya dan lagi² penolakan yang di berikan Naila.Tina yang enggak ambil pusing oun langsung duduk di samping Dion sambil bersandar di bahu Dion.
Dion yang risih dengan kelakuan Tina pun berusaha menjauh kan tubuhnya.
"Mau ngapain kamu kesini", tanya Dion datar tanpa mengalihkan pandangan nya ke depan.
"Mau ketemu kamu,mau ngajak jalan² bosen di rumah terus", ucap Tina manja.
"Enggak, aku lagi enggak mau kemana².
" Ya masa kamu enggak mau nemenin aku jalan² tega bener kamu ntar aku aduin sama tante ya", balas Tina cemberut.
Dion pun tidak menanggapi omongan Tina, Dion pun menghampiri Naila mengajak nya masuk dan meninggal kan Tina sendirian di taman.
"Awas aja kamu Dion aku pastikan suatu saat kamu akan memohon meminta ku kepada mu, sekarang boleh saja kamu tidak memperdulikan aku", ucap Tina dengan tersenyum sinis ketika Dion sudah menjauh dan memasuki rumah.
Tina yang kesal pun langsung menghampiri tante Tika dan mengadukan sikap Dion terhadap nya.
"Kamu tenang aja nanti tante bantu pokok nya kamu harus deketin Dion dan buat dia menerima kamu tante yakin kamu adalah wanita yang cocok mendampingi Dion", ucap Tante Tika.
"Lihat saja Dion setelah Aku bisa nikah sama kamu,akan aku pastikan aman merebut harta kekayaan mu dan menjadi nyonya Dion keluarga Wijaya", ucap Tina membatin dan tersenyum jahat.
Keesokan hari Dion sudah rapi dengan setelan kerja nya turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan.
Selesai sarapan Dion pamit kepada Mama Tika dan Naila serta tidak lupa mencium pucuk kepala Naila.
Di perjalanan tidak sengaja Dion melihat seseorang yang mirip Dina,Dion pun memberhentikan mobil nya dekat perempuan itu dan benar yang ada di pinggir jalan itu Dina.
"Mau kemana Din",tanya Dion ketika sudah menurunkan kaca mobil.
"Mau cari kerja pak", jawab Dina tersenyum manis.
"Kok nyari kerja bukan nya kamu kerja di toko aksesoris kan",tanya nya lagi.
__ADS_1
"Udah enggak kerja di salah lagi pak udah di berhentikan ", ucap Dina sedih.
"Gimana kalau kamu jadi pengasuh Naila aja kalau kamu mau soal nya Naila enggak ada teman di rumah", usul Dion memberi saran.
"Boleh pak,soal nya saya sudah keliling cari kerja tapi belum dapet²", kata Dina dengan senang dan penuh binar.
"Oke.. kalau gitu besok dateng ke alamat ini ya soal nya sekarang saya buru² ke kantor", kata nya. sambil menyerahkan alamat rumah ke Dina.
"Iya makasih pak, besok pagi saya kesan".ucap Dina dengan tersenyum manis.
"Baiklah saya duluan ya,kata Dion. Dan mobil pun melaju perusahaan besar Wijaya group.
Akhirnya Dina pun memutuskan pulang dengan perasaan bahagia,sampai di rumah. "Loh udah pulang aja emang udah dapet apa kerjaan nya", tanya Piyan yang sedang menonton tv.
"Iya, Alhamdulilah baru dapet barusan dan di suruh dateng besok", jawab Dina dengan senang.
"Alah palingan juga bukan kerja kantoran", ledek Piyan sinis.
"Ya enggak kenapa² bukan kantoran seenggak nya bisa menghasilkan uang", ucap Dina santai.menutupi raut sedih nya.
Dina pun langsung pergi ke kamar untuk mencuci muka, dan mengganti baju.Setelah selesai Dina melakukan semua pekerjaan rumah dengan senang sambil bernyanyi.
Tidak terasa setelah 3 jam berkutat dengan pekerjaan rumah Dian pun selesai dengan pekerjaan nya,dia pun bergegas menuju kamar dan mandi,selesai mandi Dina mengambil hp nya dan membuka aplikasi biru dan mulai berselancar di dunia maya.
Ketika melihat daftar permintaan pertemanan.Ada satu orang nama yang menarik perhatian nya dengan nama facebook Gilang,Dina pun menelusuri profil Gilang, dan menerima pertemanan nya.
Tidak lama setelah itu akun Gilang pun mengirim chat kepada Dina. "Hai Din ingat aku kan Gilang teman sekelas dulu", sapa Gilang mengirim pesan.
"Oh Gilang iya. iya ingat kok", balas Dina.
"Gimana kabar kamu sekarang Din?, kemarin aku pulang ke kampung mampir ke rumah kamu kata ibu kamu kamu lagi kerja di ibu kota lampung", kata nya.
"Iya aku udah lama enggak di rumah belum lama dari kita lulus aku langsung berangkat ke lampung nyari kerja", balas Dina lagi.
__ADS_1
Tidak terasa lama mereka bertukar pesan dan Dina pun pamit untuk off karena harus solat.