Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
sakitnya mencintai dalam diam


__ADS_3

Sedangkan di kantor Dion yang baru keluar dari ruang meeting dengan para investor. Berjalan menuju ruangan nya.


"Hem.Hari ini sangat melelahkan,Dina lagi apa ya sekarang",monolog Dion sambil senyam senyum mengingat kejadian di rumah tadi pagi.Dina² kamu yang membuat aku gila karena tingkah lucu kamu.


Tok..tok..tokk.


"Masuk!. Seru Dion mendengar pintu ruangan nya di ketuk.


Dion terkejut kedatangan Tina,ada apa dia datang ke ruangan nya.


Tidak berjalan lenggak lenggok layak nya model menghampiri Dion."Dion aku ucapin selamat ya buat pernikahan kalian.Maaf kemaren enggak sempat ngucapin karena aku masih syok", ucap Tina pura² ikut bahagia.


"Iya,enggak apa² kok Tin. Terima kasih sudah dateng kemaren,dan maaf saya enggak bisa membalas perasaan kamu dan aku berharap suatu saat kamu akan mendapat kan laki² yang mencintai kamu",ucap Dion tulis.


"Aku harap kamu masih mau deket dengan aku sebagai teman",bujuk Tina.


"Iya selagi kamu tidak ada niat untuk memisahkan aku dengan Istriku aku akan menjadi teman mu",ucap Dion lagi.


Tiba² saja Tina memegang kepalanya merasa pusing.Dion yang melihat itu pun sontak terkejut dan membantu Tina,dengan posisi seperti Dion memeluk Tina dengan erat.


"Kena kau Dion batin Tina dengan senyum jahat nya.Tanpa Dion tau bahwa Tina telah merekam adegan mereka seolah² Dion memeluk Tina.


"Kamu kenapa Tin?,kata Dion bingung.


"Enggak apa² kok aku hanya sedikit pusing karena tidak enak badan",ucap Tina berbohong.


"Terima kasih sudah membantu ku aku keluar ya mau ke ruangan ku",Kata nya lagi.


"Kamu sebaik nya periksa ke dokter dulu",saran Dion.


"Tida usah nanti juga mendingan", ucap Tina tersenyum dan keluar dari ruangan Dion.


"Rasain kamu Dion kamu telah masuk dalam jebakan ku",sinis Tina ketika sudah di Ruangan nya.Dan kamu cewek kampung bersiap lah rumah tangga mu akan aku hancurkan.


Sedangkan Dion yang tidak menyadari atas sikap Tina barusan biasa² saja. Dion kembali berkutat dengan pekerjaan nya.


Dina yang baru pulang bersama Naila pun berjalan bersama sambil menggandeng tangan Naila.Ketika akan memasuki rumah,Dina merasa canggung karena Dina tau kalau Mama Tika tidak suka pada nya.Tapi mau² tidak mau Dina menghadapinya.

__ADS_1


"Eh cucu Nenek sudah pulang",ucap Tika melihat Naila mendekatinya.


"Iya dong Nek,Nenek tau enggak di sekolah tadi Jessi usilin Naila ya udah Naila bales usil juga",ucap Naila manja.


"Iya kan nama nya Jessi teman Naila,enggak apa² dia usil asal jangan Naila",ucap Tika sambil mengusap kepala cucunya dengan sayang.


"Iya Nek",timbal Naila patuh.


"Sekarang kamu mandi dulu ganti pakaian terus sarapan sayang",ucap Tika.


"Iya Nek,Naila sama Mama ke kamar dulu ya nek",ucap Naila.yang di balas anggukan Tika.


"Ma,Dina nemenin Naila ke kamar dulu ya ma",pamit Dina tapi tidak di hiraukan Tika.Dina yang merasa di abaikan pun hanya tersenyum dan berjalan bersama Naila menuju kamar putrinya.


Naila mandi dulu ya,Mama mau nyiapin pakaian Naila dulu",ucap Dina ke Naila ketika mereka sudah di kamar Naila.


"Iya Ma",ucap Naila mencium pipi Dina yang sedang berjongkok dengan nya dan langsung berlari menuju kamar mandi.


Ketika Dina selesai menyiapkan pakaian Naila,hp Dina berbunyi tanda pesan wa masuk.


Dina lalu mengambil hp nya dan melihat ada pesan dari nomor yang tidak ada nama,karena penasaran poto apa yang di kirimkan orang terus sebut.Dina pun membuka pesan itu.


"Sesakit ini kan mencintai dalam diam,cinta pertama yang aku rasakan haruskah sangat terasa sakit,aku sadar mas kamu tidak pernah mencintai ku tapi setidak nya jaga lah pernikahan kita yang baru dimulai",monolog Dina sambil berderai air mata.


klek..........


Ketika mendengar pintu kamar mandi di buka,Dina buru² mengusap air matanya dan tersenyum lembut kepada Naila yang baru keluar dari kamar mandi.


"Mama kok nangis",tanya Naila yang bingung melihat Mamanya tiba² menangis.


"Mama enggak nangis kok sayang,Mama barusan kelilipan sayang",bohong Dina yang tidak ingin membuat Naila sedih.


Naila hanya mengangguk tanda mengerti.


"Ayo sekarang Naila ganti pakaian dulu,baru kita turun sarapan",pinta Dina.


Naila pun menurut patuh,Dia langsung memakai pakaian nya.

__ADS_1


"Nah anak Mama sekarang sudah cantik",puji Dina ketika Naila sudah berpakaian rapi.Ayo sekarang kita turun.


Mereka keluar dengan Naila yang di gendong Dina.Setelah sampai di bawah mereka menuju meja makan.


"Ayo sayang makan yang banyak ya biar cepet gede",ucap Dina sambil mengambil kan Naila nasi dan lauk.


"Naila kan udah gede Ma",protes Naila gemes.


"Kan Naila masih di gendong,berarti Naila belum gede dong".


"Berarti kalau Naila udah enggak mau di gendong Naila udah besar ya ma",tanya polos Nalai.membuat Dina tersenyum.


"Ayo Naila sarapan dulu",ucap Dina mengalihkan obrolan.


"Mama kok enggak sarapan?".


"Nanti aja Mama belum.laper,Mama mau liatin Naila aja",Kata Dina.


aaaa..."ucap Naila sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan ke arah Dina.Mau tidak mau Dina menerima nya".


Akhirnya nya jadilah mereka makan satu piring berdua.Dina sangat bersyukur memiliki Naila yang sangat menyayanginya walaupun Naila hanya anak sambungnya.


"Udah sayang,Naila aja yang abisin Mama udah kenyang", ucap Dina.


Naila pun hanya menurut dan melanjutkan sarapan nya.


"Naila bobok siang dulu ya sayang",ucap Dina ketika mereka sudah di kamar Naila selesai sarapan tadi.


"Iya Ma.Mama temenin Naila ya",pintanya.


"Iya sayang Mama akan menemani Naila disini,sekarang Naila bobok ya",ucap Dina lembut dan mencium kening Naila.


Naila pun tersenyum dan mulai memejamkan mata nya sambil memeluk boneka pemberian Kakek Abraham.


Dina yang sudah melihat Naila tertidur,seketika teringat dengan poto yang di kirim seseorang lewat Wa tadi.Hati Dina menjadi sangat sakit melihat suami nya memeluk wanita lain di kantor yang terlihat sangat mesra sekali.


"Aku tidak boleh sedih toh pernikahan kami tidak dilandasi dengan adanya cinta,lebih tepat nya hanya aku yang mencintai Dion tapi Dion hanya menikahi ku karena tidak ingin di jodohkan",pikir Dina.

__ADS_1


Tanpa bisa dicegah Dina pun menangis tanpa suara,takut membangunkan Naila yang sedang tidur.


__ADS_2