
" Mas kamu jangan terlalu banyak gerak, Mas ingat kan kata dokter tadi mas masih masa pemulihan", ucap Dina ketika sampai di rumah Dion ingin mencoba bergerak dari kursi roda.
" Iya² tolong antar mas ke kamar aja, mas mau istirahat", pinta Dion.
Dina mendorong kursi roda suami nya menuju kamar, kali ini kamar mereka sudah pindah ke bawah supaya Dion tidak susah untuk melakukan aktivitasnya. Karena sebelum mereka pulang Dina sudah minta tolong kepada Bik Sumi untuk membersihkan kamar bawah dan sekalian memindahkan barang² mereka.
" Apakah mas mau minum atau apa", kata Dina ketika sudah di kamar dan membantu suaminya berbaring.
" Tidak ada sayang, Mas hanya ingin istirahat saja sebentar".
" Baiklah aku tinggal dulu ya mas, aku mau ngeliat Naila dulu", Dina pun keluar setelah persetujuan suaminya.
" Maaf kan Mas sayang, Mas hanya bisa merepotkan mu dan mas tidak berguna", batin Dion dalam tangis.
Sebenarnya Dion tadi bukan ingin istirahat, hanya saja Ia tidak mampu memandang Istrinya karena merasa telah menyusahkan Dian. Padahal Dina sama sekali tidak merasa seperti itu.
" Sayang kamu lagi ngapain", ucap Dina Ketika Dina sudah di kamar Naila.
" Naila lagi mainan boneka Ma, Papa dimana Ma", Tanya Naila yang tidak melihat Papa nya.
" Papa lagi istirahat sayang, enggak boleh terlalu capek, Papa masih sakit soal nya".
" Naila mau liat Papa Ma, boleh ya", pinta Naila memelas.
Lama Dina berpikir, Akhirnya Dina pun menyetujui keinginan Putrinya, siapa tau Dion akan lebih bisa tersenyum melihat kedatang putri mereka. " Iya sayang boleh, ayo kita temui Papa", ajak Dina.
Mereka pun berjalan menuju kamar.
Klek....
" Papa Naila sama Mama masuk ya", suara Naila di balik pintu yang setengah terbuka.
" Emmm boleh sayang, sini", ucap Dion langsung menoleh ke sumber suara.
Setelah mendapat persetujuan Dina dan Naila masuk mendekati Dion, "Papa cepat sembuh ya, Naila pengen ditemenin main sama papa", ketika Naila sudah di samping Dion sambil memeluk sang Papa tersayang.
" Iya sayang doain Papa supaya segera sembuh ya, biar papa bisa nemenin putri papa lagi", pinta Dion tersenyum lembut ke pada sang Anak.
" Kami sayang sama Mas, Mas cepat sembuh ya", ucap Dina mencium tangan suaminya yang sejak tadi ia genggam.
__ADS_1
" Mas juga sayang banget sama kalian", balas Dion mencium tangan istrinya.
" Papa, Naila pijitin ya biar Papa cepat sembuh, Kan kata orang kalau orang tua lagi sakit supaya cepat sembuh harus di perhatiin", ucap polos Naila.
" Ciee ternyata putri Papa udah besar ya, udah ngerti", Dion pun mengangguk memberi ijin putrinya.
" Enak kan pa pijitan Naila, walaupun baru pertama kali", bisik Naila sambil cekikikan.
hhhhhhh. " Iya sayang kok pijitan putri papa ini", ucap Dion merasa lucu dengan tingkah putrinya yang selalu bisa mengubah suasana.
" Mas aku ke dapur dulu ya, mau buatin minuman buat kalian".
" Iya sayang jangan lama ya".
Dina keluar dari kamar menuju dapur. " Eh nyonya lagi ngapain, biar bibi bantu buatin", ujar Sumi ketika melihat majikan nya membuat minum.
" Enggak apa² bi, biar aku aja lagian hanya bikin air minum aja buat tuan dan non Naila", ucap Dina ramah menolak bantuan bibi Sumi.
" Baiklah saya tinggal dulu nyonya, kalau butuh apa² jangan sungkan panggil Bibj saja".
Dina pun mengangguk dan mulai membuat es jeruk tiga dan membawa nya menuju kamar.
klek.... pintu pun di buka oleh Naila.
" Terima kasih sayang". Naila pun mengangguk.
" Ini di minum dulu air nya", kata Dina sambil memberikan ke Pada Anak dan suaminya.
" Seger banget Ma, mama paling bisa deh bikin minuman ini lagi panas² ", puji Naila sambil terus meminum minuman nya.
Dina hanya menanggapi dengan senyum ucapan putrinya, "Mas bisa enggak minum nya, Sini aku bantuin", ucap Dina ketika melihat suaminya agak sedikit susah untuk posisi duduk.
" Terima kasih sayang", Dion sambil tersenyum.
" Sekarang mas istirahat ya", pinta Dina.
" Iya sayang". Dion pun langsung membaringkan tubuh nya di bantu Dina, dan mulai memejamkan mata.
Sedangkan Tina sejak kepulangan nya dari liburan, Dia di beri kabar dari Mama Tika bahwa Dion mengalami kecelakaan, sejak saat itu Tina selalu merasa menyesal atas tindakan bodohnya yang terlalu gegabah.
__ADS_1
" Aarkkkkk...... Bodoh² kamu Tina Dion tidak masuk ke jebakan mu dan sekarang Dion tidak akan sudi lagi dekat dengan mu", Batin Tina pada dirinya sendiri.
Karena merasa pusing dengan keadaan nya Tina pun memutuskan ke klub hanya untuk minum menenangkan dirinya.
Sampa di klub Tina langsung memesan minuman dengan kadar alkohol tinggi, Karena kalau kadar alkohol rendah tidak akan mempan lagi dengan Tina yang sudah terbiasa meminum itu.
" Berikan minuman dengan kadar alkohol tinggi", pinta Tina.
Setelah minuman datang Tina langsung menuang ke gelas ya dan mulai meminum hingga beberapa Saat kemudian Dia sudah merasa sedikit pusing, akhirnya Tina memutuskan untuk pulang. Tina terus melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi sambil menahan pusing.
" Hahhahahah, Seharusnya malam itu kamu sudah menjadi milik ku Yon, kenapa sangat susah mendapatkan kamu, apa kurang nya aki di banding istrimu yang kampungan itu, Aarkkkkkkkk, aku membenci kamu Yon", racau dan teriak Tina sambil memukul² stir.
Tina langsung memasuki rumah nya dengan sempoyongan dan pergi ke kamar nya langsung terkapar tak sadarkan diri.
Ketika pagi menjelang Tina memijit kepala nya yang masih berat. " Cepat sekali Pagi nya", Gumam Tina, dan tiba² nya handphone nya berbunyi.
drettttt. drerrrttt....
" Ada apa tan", ucap Tina dengan suara parau.
" Kamu segera bangun nanti tante jemput, kita akan ke rumah Dion".
" Baiklah Tan, Tina mandi dulu". Telpon pun terputus.
" Ma, Papa enggak bisa ikut nemenin mama ke rumah Dion, Papa masih ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal kan", ujar Abraham ke pada istrinya.
" Iya enggak apa² pa, Mama akan pergi bersama Tina ke sana.
" Mama jangan Buat masalah di sana, Dion lagi sakit dan jangan menambah pikiran nya".
" Papa bawel amat sih, kayak mama pembuat onar saja, heran Mama sama Papa selalu berpikir yang tidak² kepada Mama", kesal Tika.
" Papa berangkat dulu ya", pamit Abraham tidak ingin memperpanjang masalah karena Dia harus segera tiba di kantor.
" hemm... Hati² Pa", ucap Tika lalu mencium punggung tangan suaminya.
Abraham pun berjalan menuju mobilnya yang sudah terparkir.
" Jalan pak, Saya ada urusan penting di kantor, kita harus cepat sampai", pinta Abraham ke supirnya. Dan supir pun mengangguk sopan melajukan mobil.
__ADS_1