Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
kecelakaan


__ADS_3

" Tina ayo sarapan dulu, ini makanan udah aku pindahin ke piring".


Hhooaaaammmm....


Tina terbangun dari tidur nya masih pura² merasa sakit. " Yon bisa minta tolong suapin", pinta Tina memelas menahan sakit.


" Baiklah", ucap Dion setelah lama berpikir, dan tidak tega melihat wajah pucat Tina.


" Maaf kan aku atas kejadian kemaren, yang telah membuat kamu marah dan Dina sedih".


" Aku tidak ingin membahas nya, sudah lah lanjut kan lagi makan nya setelah ini aku mau sarapan juga", Alasan Dion mengalihkan obrolan.


" Baiklah aku tidak akan membahasnya, Tapi kamu janji ya jangan menjauh dari ku", ucap Tina mengeluarkan air mata setan nya.


Dion tidak menanggapi ucapan Tina, dia hanya fokus menyuapi Tina supaya cepat selesai dan menjauh darinya.


" Sekarang minum obat mu lalu istirahatlah", ucap Dion.


Tina pun menurut supaya Dion tidak pergi meninggal kan nya malam ini.


" Yon bisa kamu mengambilkan air untuk ku, aku haus", ucap Tina.


" Iya akan aku ambilkan, kamu mau minum apa?".


" Teh hangat manis aja".


" Ini air nya, minumlah", sambil menyodorkan ke pada Tina.


Dion pun langsung menuju sofa, untuk istirahat sebentar.


" Yon, kok teh ini rasanya aneh", bohong Tina.


" Aneh bagaimana, aku hanya memasukan teh sama gula aja", ucap Dion sambil mengerut kan jidat.


" Coba kamu rasain sedikit, rasanya bukan kak teh", ucap Tina meyakinkan.


" Ini tidak ada yang aneh, masih seperti teh pada umum nya", ucap Dion tidak mengerti dengan Tina.


" Benarkah, berarti bukan teh nya yang bermasalah tapi karena aku sakit jadi rasanya jadi aneh", kilah nya Tina.


" Iya bisa jadi seperti itu, baik lah aku akan ke sofa lagi kamu beristirahat lah".


Dion pun mulai memejamkan mata nya. " Kok panas nya, bukan kah AC nya hidup", monolog Dion gelisah.


"Tina panggil', Dion dengan suara serak menahan gejolak. Sedangkan Tina pura² tidak mendengar, tapi dalam hatinya merasa menang.


" keterlaluan kamu Tina, kamu mencampurkan sesuatu di minuman itu", ujar Dion penuh emosi.


Tina pura² terganggu tidur nya, mendengar teriakan Dion. " Kamu kenapa sih Yon marah², terus kenapa dengan muka kamu yang memerah", ucap Tina pura² kaget.

__ADS_1


" jangan pura² kaget Tina, aku membenci kamu dan akan selalu ingat kelicikan mu", ucap Dion murka sambil menunjuk muka Tina.


Dion yang mati - matian menahan gejolak yang menyiksa diri nya, Dion langsung keluar dengan membanting pintu, Dion tidak akan membuat tindakan Tina berhasil.


" Dion²... Mau kemana kamu", teriak Tina kesal karena rencana nya gagal.


Aarrkkk... " Sialan kamu Dion lagi² rencana ku harus gagal", Tina sambil melempar semua barang di dekat nya.


Dion mengendarai mobilnya dengan cepat, untuk sampai di rumah karena ingin menemui Dina istrinya untuk menuntaskan permainan Tina.


Namun saat Dion sedang mati - matian menahan gejolak nya, tiba² ada mobil truk yang melaju cepat berlawanan arah dengan nya.


Cedurrr.........


Arkkkkk. Teriak Dion ketika mobil nya bertabrakan dengan truk itu dan masuk ke jurang.


Tak.......


Bunyi gelas yang terjatuh dari tangan Dina. " Ya Allah kok perasaan ku enggak enak ya, Ada apa dengan mas Dion", ucap Dina pada dirinya sendiri.


dreeetttt....drett.....


Tiba² saja handphone Dina berbunyi.


" Halo dengan istrinya saudara Dion", Ucap seseorang di seberang sana.


" Kami dari pihak polisi ingin menyampaikan kalau saudara Dion sedang berada di rumah sakit, karena kecelakaan yang di alami beliau barusan", ucap polisi itu.


Seketika tubuh Dina lemas, dan air matanya mengalir deras syok mendengar ucapan polisi itu, karena yang Dina tau Dion malam ini menginap di penginapan Tina.


" Baik pak, saya akan segera ke sana", telpon pun terputus.


Dina pun langsung memberi tahu ke pada Lala, bahwa Ia akan ke rumah sakit, dan meminta Lala untuk menjaga Naila selama dia pergi.


" Mbak, Mama mau kemana", ucap Naila kepada pengasuhnya ketika Dina sudah keluar dari rumah.


" Mama nya non Naila, lagi ada urusan sayang, non tidur lagi ya, Mbak Lala jagain", ucap Lala.


Dina pun pergi menaiki taksi, untung saja masih ada taksi yang lewat.


" Mas bangun mas, kenapa kamu bisa seperti ini", ucap Dina sambil menangis ketika sudah berada di ruangan yang di tempati Dion.


Dina terus menangis segugukan sambil memegang tangan Suaminya.


" Permisi Nona, sayang ingin memeriksa keadaan pasien", ucap Dokter muda itu.


" Silahkan dok", ucap Dina lalu keluar membiarkan dokter itu melakukan tugas nya.


Dina duduk di kursi tunggu sambil terus memanjatkan doa meminta kesembuhan Suaminya. Hingga Dina berhenti ketika dokter keluar.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan suami saya dok", ucap Dina.


" Suami ibu mengalami patah tulang di bagian tangan kanan dan kaki kiri, akibat benturan yang cukup keras", papar sang dokter menjelaskan.


" apakah suami saya akan segera sadar dok".


" Iya sebentar lagi suami ibu akan sadar, sekarang beliau masih dalam efek bius".


" Terima kasih dok", ucap Dina ketika dokter itu akan pergi.


Dina langsung menangis memasuki ruangan suaminya dengan tatapan pilu.


Dina pun duduk di samping Dion sambil menggenggam erat tangan nya, seolah² mengatakan kalau Dina sangat takut kehilangan sosok Dion.


" Mas,, mas sudah sadar", ucap Dina saat merasakan pergerakan jemari Suaminya.


Dina langsung menekan tombol yang ada di samping suaminya, tidak lama dokter pun datang.


" Pak Dion baik² saja, hanya butuh istirahat cukup", ujar dokter memberi tau.


" terima kasih dok", ucap Dina dan dokter pun izin keluar.


" Sayang kamu kenapa nangis, mas enggak apa² kok", ucap Dion lembut tapi tidar terlalu jelas.


" Mas kok bisa jadi gini, bukan nya mas nginap di penginapan Tina", ucap Dian setelah merasa tenang.


" Mas pulang karena mas kangen sama kamu", dusta Dion supaya Dina tidak merasa khawatir.


" Harus nya mas enggak usah sampai pulang", ucap Dina yakin dengan alasan suaminya.


"Sekarang mas istirahat ya, besok akan di lakukan pengecekan pada kaki dan tangan mas".


" Iya sayang, kamu jangan nangis lagi, nanti ilang cantik nya", goda Dion.


" Ih mas sedang sakit aja masih sempat² menggoda aku, aku tuh takut banget ketika melihat keadaan mas barusan, aku enggak kebayang jika harus kehilangan mas", ucap Dina panjang lebar.


" Mas juga enggak rela, karena mas baru saja merasa nyaman sama kamu dan kita belum melakukan segala hal", ucap Dion.


" Mas istirahat dulu, aku mau ngabarin Papa sama Mama takut mereka khawatir.


Dion pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Dina.mengecup kepala suami nya dan keluar untuk menghubungi kedua mertua nya.


" Halo pa , mas Dion sudah sadar, Papa sama Mama enggak usah buru² kesini besok aja, ada aku yang akan jagain mas Dion", ucap Dina lembut.


" Ya Din, Papa sama Mama juga masih ad sedikit urusan, besok kami akan segera ke sana, bagaimana keadaan Dion menurut keterangan dokter".


" Mas Dion mengalami patah tulang di bagian tangan kanan, sama kaki kirinya pa, besok akan di lakukan pengecekan lagi", jelas Dina


Setelah panjang lebar telpon pun terputus, Dina masuk keruangan Suaminya.

__ADS_1


__ADS_2