
" Sayang, Mas kerja dulu ya baik - baik di rumah Naila biar Mas aja yang antar, kamu istirahat dan ingat jangan capek".
" Iya Mas", Ucap Dina malas karena suaminya terlalu posesif terhadap nya.
Dion mencium kening Dina dan pergi menemui Naila untuk berangkat.
Sedangkan Di jakarta Tina yang mendengar kabar kehamilan Dina semakin geram dan tidak menyukai Dina, Tina sudah menghubungi Papa nya, dan mereka berencana akan menculik Dina hari ini, karena menurut kabar Dina sekarang sedang sendirian di rumah dan sangat mudah bagi mereka untuk menjalan kan aksinya.
" Maaf pak, Nona Dina ada enggak sayang di suruh tuan Dion untuk menjemput Nona", ucap orang itu yang berpakaian serba hitam. Dan aneh nya sekuriti di depan pun sama sekali tidak merasa curiga.
" Nyonya ada di dalam pak, sebentar saya panggilkan dulu", sekuriti pun masuk memanggil Dina.
Tok... tok.. tok..
" Maaf Nyonya di depan ada suruhan tuan, yang di suruh buat menjemput nyonya", ucap nya ketika Dina sudah di hadapan nya.
" Benarkah, apa kamu yakin itu suruhan Mas Dion", Dina pun langsung mengambil hp dan menghubungi suaminya, tapi sayang tidak di angkat, Dina pun merasa kalau Dion sengaja ingin memberi kejutan.
" Baiklah suruh tunggu sebentar", setelah sekuriti pergi, Dina langsung mengganti pakaian sama sekali tidak merasa curiga dengan orang yang di kata kan sekuriti barusan, pasal nya Dina merasa tidak memiliki musuh.
Dina memakai dress selutut dan membawa tas mini.
" Silahkan Nona, kita harus cepat karena tuan sudah menunggu", ucap pria itu.
" Pak jaga rumah ya, saya pergi dulu", pamit Dina dan langsung masuk ke mobil hitam itu, Di dalam nya hanya ada dua laki - laki saja itu pun duduk di depan semua.
Setelah berapa jam tapi tidak sampai Dina jadi panik kok jalan nya seperti ke hutan.
" Hey kita mau kemana kok kehutan", tanya Dina panik. Tetapi kedua pria itu tidak ada yang menjawab dan terus melajukan mobil dengan sangat cepat membuat Dina ketakutan.
" Kalian siapa, kenapa membawa saya ke hutan, hey jawab kalian jangan Diam saja", teriak Dina dan akan memukul kaca dengan hells nya, tetapi langsung di hentikan oleh pria itu.
" Jangan Nona coba - coba kabur, kalau ingin nyawa nona selamat", ancam nya.
Setelah lama tiba lah mereka di gubuk tengah hutan yang entah hutan mana, Dina pun tidak tau.
__ADS_1
" Cepat turun Nona".
" Lepasin saya, saya mau pulang", tolak Dina histeris.
Tapi Naas kedua orang itu langsung menyeret Dina karena melihat Dina yang terus melawan.
" Ayo cepat kita harus cepat bawa dia dan sekap di gudang ini selama nya".
" Iya kita ikat dulu Dia terus tinggal kan saja di sini".
" Apa enggak kita cicipi dulu tubu nya", ucap orang itu dengan tatapan Nafsu ke arah Dina.
" Hey kamu gila, kita tidak ada perintah seperti itu, apa kamu mau mati di tangan bos".
" Ayo pergi mending cari aman saja".
Mereka pun pergi namun sebelum pergi satu pria itu mendekat ke arah Dina dan mencium nya, lalu pergi sedangkan teman nya yang melihat itu hanya menggeleng kepala.
Dina yang sudah di ikat dan di beri perekat itu, hanya bisa menangis sambil berusaha melepas kan diri, dia tidak mau mati konyol di dalam sini.
" Bik nyonya kemana".
" Bukan nya saya dengar dari sekuriti tadi, kalau nyonya nyuruh orang buat jemput nyonya", ucap Bik Sumi yang seketika panik.
Dion langsung berlari menghampiri pos sekuriti.
" Siapa yang menjemput Istri saja tadi", ucap Dion Dingin.
" Bukan nya tuan yang nyuruh dua orang buat jemput nyonya, tadi udah nyonya telpon tuan, tapi tuan di angkat, dan nyonya pergi bersama mereka", ucap sekuriti itu takut.
" Saya sedari tadi meeting pak, bagaiman bisa saya menerima telpon". Dion pun langsung mengambil kunci mobil dan keluar untuk mencari Dina.
" Kamu kerahkan semua anak buah untuk mencari istri saya".
" Baik tuan".
__ADS_1
" Dan pastikan siapa yang menculik nya habisi saja". Telpon pun terputus.
" Siapa yang sudah berani mengusik ku, sialan awas saja jika saya tau dan ku pastikan kau akan menderita", Teriak Dion dalam mobil.
Dion terus menelusuri jalan, yang ramai karena waktunya pulang kantor, setelah berapa jam dan kini sudah jam 10 malam tapi keberadaan Dina belum di temukan, dan orang - orang nya belum mengasih kabar.
Dion pun memutuskan pulang karena Naila pasti mencari nya, dengan langkah gontai Dion menuju lantai dua tapi sebelum nya Dion masuk ke kamar Naila untuk mengecek nya.
" Bos wanita itu sudah aman di dalam gubuk tengah hutan, dan tidak akan ada seorang pun yang bakal nemuin Dia".
" Bagus saya suka kerja kalian, nanti sisa nya saya transfer, senang bekerja sama dengan kalian".
Tina sangat merasa puas mendengar Dina yang berhasil di singkirkan, dan dia besok berencana pulang ke tempat Dion untuk menggodanya.
" Sebentar lagi aku akan menggantikan sosok Dina di samping mu Dion", sinis Tina tertawa senang.
Sedangkan Dina terus berusaha melepaskan ikatan nya, Dina mulai panik karena hari sudah sangat gelap, apa lagi sekarang berada di tengah hutan.
Setelah menjelang subuh, Dina baru bisa melepaskan ikatan itu, Dian langsung melepas perekat di mulutnya, dan melepas ikat kaki, Dina mendekat ke arah pintu dan ternyata di kunci.
" Tolong, Tolong, tolong, Siapa pun di luar tolong saya".
Sudah lama teriak, tapi tidak ada satu orang pun yang datang, Dina terus mencari jalan untuk keluar tapi semua nya terkunci.
Tina yang baru sampai di jakarta langsung menuju rumah Dion, dia akan tinggal di sini sekarang, dengan tidak tau malu nya Tina berjalan layak nya nyonya rumah ini.
" Hey pelayan, bawakan barang saya ke kamar depan", perintah Tina angkuh.
" Baik Nona". Mau tidak mau Bik Sumi memenuhi perintah Tina, secara kan Tina keluarga angkat keluarga ini.
" Hey kenapa kau di sini, siapa yang menyuruh mu datang ke rumah ku", bentak Dion karena Dion sedang dalam mode kehilangan Dina.
" Dion kamu enggak boleh bentak aku, sekarang aku kan tinggal di sini buat jagain kamu sama Naila", ucap Tina tanpa malu.
Dion yang malas meladeni Tina pun langsung pergi, menaiki mobil nya untuk mencari Dina. Karena yang terpenting baginya sekarang harus menemukan Dina secepat nya, apa lagi sekarang posisi Dina yang sedang hamil, Dion tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu dengan Istrinya.
__ADS_1
" Arkk. Sialan siapa yang sudah berani menculik istriku", teriak Dion marah.