
Setelah 5 hari pergi ke kota, Vandam kembali ke pulau dan Ia diberi waktu libur 1 hari oleh Arga. Vandam tidak akan menyiakan kesempatan ini. Ia akan membuat Nilan kembali hamil lagi dan mengandung anaknya.
Vandam membuka pintu kamar, melihat Nilam masih terlelap. Ia pandangi wajah gadis yang Ia cintai itu dan tiba tiba ingat jika Nilam berniat kabur saat Ia pergi ke kota.
Perasaan Vandam berubah kesal, tanpa membangunkan Nilam lebih dulu, Vandam langsung saja memperkosa Nilam.
Gadis itu hanya bisa pasrah, menerima serangan Vandam tanpa ada niat memberontak karena Ia merasa percuma, tenaga Vandam lebih kuat darinya.
Sekali, dua kali hingga ketiga kalinya Nilam benar benar tak berdaya hingga Ia kembali terlelap karena tak tahan merasakan lemas dan sakit dibawah sana.
Nilam kembali membuka matanya, Ia melihat Vandam juga terlelap disampingnya.
Nilam memandang Vandam penuh kebencian, rasanya Ia ingin pergi ke dapur untuk mengambil pisau untuk membunuh Vandam namun Nilam ingat jika Ia tak mungkin berani melakukan hal seperti itu.
Nilam memilih bangun dan segera mandi, Ia tampak lebih segar dan pikirannya tenang setelah selesai mandi.
Nilam membuat teh hangat lalu duduk ditaman belakang tak berapa lama, Vandam menghampirinya dengan wajah bangun tidur.
"Tidak makan?"
Nilam hanya diam saja.
Vandam tersenyum lalu mengelus kepala Nilam, "Sebentar lagi kau tak akan kesepian, akan ada yang menemanimu."
Nilam tak penasaran dan juga tak ingin tahu siapa yang dimaksud oleh Vandam.
"Istri Tuan."
Mata Nilam menatap Vandam tak percaya dan lagi lagi pria itu tertawa.
"Sudah ku bilang, kau tidak mungkin mendapatkannya." Vandam kembali mengelus kepala Nilam, "Kau ini milik ku, sampai kapanpun akan menjadi milik ku."
Vandam berjalan pergi meninggalkan Nilam setelah mengatakan itu.
Nilam masih tetap duduk disana, termenung sedih membayangkan hidupnya bersama Vandam yang membuat masa depannya suram.
"Aku ingin kuliah, aku ingin membuat toko kue tapi pada kenyataannya hidupku malah seperti ini."
...****************...
__ADS_1
Beberapa bulan berlalu... Nilam sudah terbiasa tinggal di pulau, tak ada lagi rasa ingin kabur, Ia sudah menyerah.
Dan kini Nilam juga memiliki teman, Sarah istri dari Tuan Arga yang selalu mengajaknya kabur dari pulau.
Terkadang Nilam merasa jika Sarah itu bodoh karena ingin lepas dari Tuan Arga yang memiliki segalanya.
Dan lagi, Tuan juga memintanya memberikan pil kb setiap hari untuk Sarah, Nilam merasa heran, Tuan menikahi Sarah namun tidak mau memiliki anak dari Sarah, membuatnya penasaran alasan Tuan menikahi Sarah.
Hari hari berlalu, kedekatan Nilam dan Sarah hancur karena Nilam ketahuan memberikan pil kb. Nilam merasa Sarah sangat membencinya dan lagi Tuan juga tak memihaknya membuat Sarah sangat sedih hingga berakhir sakit dan harus dirawat dirumah sakit.
Dirumah sakit inilah hubungan Nilam dan Vandam juga harus berakhir.
Vandam melepaskan Nilam yang merasa tak pernah mencintai Vandam.
Disatu sisi Nilam merasa bahagia tapi disisi lain, jiwanya merasa hampa. Apalagi saat Nilam tak lagi bekerja dirumah Arga, Vandam masih peduli dengan Nilam, memberikan tempat tinggal dan usaha untuk Nilam.
2 tahun berlalu...
Nilam berjalan keluar dari kelas. Jam kampusnya sudah usai, Ia harus segera pulang.
Nilam kuliah, Ya akhirnya impiannya untuk melanjutkan pendidikan akhirnya bisa Ia lakukan.
"Enggak, tahu kan aku sibuk." balas Nilam acuh dan langsung meninggalkan Fandi.
Pria itu tak menyerah, Ia kembali mengejar Nilam, "Kalau makan malam bisa dong?"
Lagi lagi Nilam menggelengkan kepalanya, "Ada banyak gadis dikampus ini, cari saja yang bisa menemanimu. Aku benar benar tak bisa." kata Nilam memakai helmnya lalu mulai menyalakan motor dan melajukan motornya, pergi meninggalkan Fandi.
Fandi memandangi punggung Nilam yang semakin menjauh, Ia kesal karena merasa gagal lagi dan lagi.
Nilam menghentikan laju motornya disebuah toko kue yang cukup ramai. Ia segera masuk ke sana.
"Ramai banget mbak, sampai kewalahan." kata Nisa karyawan ditoko kue itu.
"Apa mau tambah orang lagi? Nanti biar aku cari." tawar Nilam merasa kasihan dengan Nisa yang kewalahan mengurus toko sendirian saat dirinya sedang pergi ke kampus sementara karyawan lain bertugas dibagian dapur.
"Nggak usah mbak, saya bisa kok sendiri."
Nilam mengangguk mengerti dan langsung membantu Nisa melayani pembeli.
__ADS_1
2 tahun sejak Nilam merintis toko kue ini akhirnya Nilam membawa keberhasilan karena kini Ia memiliki banyak pelanggan tetap yang membuat toko kue nya semakin sukses.
Setelah menghabiskan stok kue yang Ia buat, Nilam menutup tokonya.
Hari mulai petang dan Nisa pun sudah pulang. Kini tinggalah dirinya sendirian berada di toko kue yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya itu.
Setelah menghitung pendapatan dan pengeluaran, Nilam pergi mandi dan makan malam. Seperti biasa Ia menyempatkan untuk belajar sebentar sebelum akhirnya berbaring diranjang.
Nilam mengambil ponselnya, melihat ada banyak notif pesan salah satunya dari Fandi. Pria itu masih terus mengejar Nilam meskipun Nilam sudah menolaknya berkali kali.
Nilam menscroll layar ponselnya, ada satu nama kontak yang selalu Ia lihat, ya hanya melihat tanpa berencana mengirim pesan untuk sekedar menanyakan kabar.
Vandam... Pria itu. Sejak 2 tahun yang lalu mereka berpisah, Vandam hilang bak ditelan bumi. Tak lagi mengirimnya pesan, menelepon atau menemuinya lagi.
Vandam benar benar sudah tak menganggunya lagi.
"Bukankah ini bagus? untuk apa aku masih memikirkan pria cabul itu!" Nilam meletakan ponselnya dan berusaha memejamkan mata namun sayang matanya masih belum mau terpejam.
2 tahun sudah berlalu, Nilam pikir akan cepat melupakan Vandam namun kenyataannya, Ia malah sering mengingat pria itu hanya saja Nilam tak mau mengakuinya.
Ia selalu merasa akan terus membenci Vandam, membuat dirinya semakin tersiksa.
Tengah malam, Nilam terbangun karena merasa haus. Ia pergi ke bawah untuk mengambil minuman dan selesai minum kembali ke atas untuk tidur.
"Kenapa dingin sekali?" batin Nilam lalu melihat jendela kamarnya terbuka.
Aneh, bukankah aku sudah menutupnya tadi batin Nilam hendak menutup jendela namun matanya melihat ada sesuatu dilantai luar jendela.
"Tapak sepatu siapa ini?" gumam Nilam dan seketika Ia terkejut. Nilam membuka pintu, Ia keluar memeriksa balkon kamarnya dan benar ada yang naik ke balkon kamarnya melihat ada banyak tapak sepatu yang ada balkon kamarnya.
Nilam melihat ke bawah, seseorang yang baru saja menaiki motor dan pergi dari depan tokonya, Nilam merasa jika pria itu yang baru saja naik ke atas balkon kamarnya.
Seketika kulit Nilam merinding, "Siapa dia?"
Bersambung....
Part ini agak dicepetin karena sudah ada di novel Jerat Cinta Mafia Kejam.
Terima kasih semua...
__ADS_1