NILAM & VANDAM

NILAM & VANDAM
57


__ADS_3

2 tahun kemudian....


Ijab kabul baru saja di ucapkan Vandam didepan penghulu.


Semua orang yang hadir terlihat bahagia menyaksikan 2 insan akhirnya bersatu setelah melewati masa sulit yang begitu lama.


Setelah wisuda, Vandam langsung melamar pujaan hatinya. Sesuai dengan janjinya, Nilam pun menerima lamaran Vandam.


Keduanya melangsungkan pernikahan setelah satu minggu dilamar.


Dan disinilah mereka sekarang, dengan pesta pernikahan mewah disebuah hotel berbintang yang dihadiri semua rekan Nilam dan Vandam. Hanya rekan, tidak ada orangtua ataupun saudara karena mereka sama sama sebatang kara.


Pesta pernikahan dimulai pukul 7 malam dan baru berakhir pukul 12 tengah malam. Semua tamu satu persatu pulang dan waktunya pasangan pengantin masuk ke kamar pengantin yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.


"Aku harus mandi kak." kata Nilam terlihat raut wajahnya kelelahan.


"Baiklah, setelah itu kau bisa istirahat lebih dulu."


Nilam menatap Vandam keheranan, Ia pikir Vandam akan memintanya malam ini mengingat sudah 4 tahun lamanya Vandam tak menyentuh dirinya.


"Aku tahu kau lelah, kita bisa melakukannya besok." bisik Vandam membuat Nilam tersenyum.


Vandam sudah berubah, pria itu kini menjadi pria yang sangat baik dan mengerti dirinya. Tidak banyak menuntut serta tidak memaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukan oleh Nilam.


Selesai mandi, giliran Vandam yang memasuki kamar mandi. Nilam masih memakai jubah mandi, Ia memang ingin menggoda Vandam namun pria itu tetap kekeh meminta Nilam untuk tidur tanpa melakukan sesuatu lebih dulu.


"Tidurlah sayang, kita lakukan sesuatu yang menyenangkan besok pagi." pinta Vandam lalu mengecup kening Nilam.


Melihat Vandam tak tergoda, Nilam akhirnya memutuskan untuk tidur. Entah berapa lama Nilam memejamkan mata, Ia merasa tidurnya terusik karena tangan besar yang memainkan gunung kembarnya.


"Aku benar benar sudah tidak tahan." bisik Vandam sambil mengendus endus leher Nilam.

__ADS_1


Nilam tertawa, Ia melihat jam masih pukul 2 dini hari, baru 2 jam Ia terlelap dan Vandam sudah mengusik tidurnya.


"Masih 3 jam untuk menunggu pagi Kak."


Vandam berdecak, "Sungguh ini sangat menyiksa ku. Aku sudah menahan selama 4 tahun rasanya aku tidak sanggup lagi menahan diri meskipun hanya 3 jam." keluh Vandam.


Nilam akhirnya mengangguk, membiarkan Vandam memainkan tubuhnya. Sudah tidak ada rasa takut atau trauma apalagi jijik saat tubuhnya disentuh oleh Vandam.


Sekarang sentuhan Vandam terasa menyenangkan dan menenangkan untuk Nilam.


Tidak ada lagi jeritan atau tangisan yang keluar dari bibir Nilam. Gadis itu malah mengeluarkan suara kenikmatan yang membuat Vandam semakin bersemangat memompa tubuh Nilam.


Satu ronde dua ronde tak terasa mereka melakukannya hingga pagi hari.


"Sekarang tidurlah." kata Vandam tepat pukul 5 pagi mereka baru usai bergumul.


Nilam tak menjawab, langsung memejamkan matanya karena kini tak hanya mengantuk namun juga kelelahan, tubuhnya bahkan terasa ingin remuk namun Ia sangat menikmati permainan Vandam kali ini.


Nilam baru saja selesai mandi, masih mengenakan jubah mandinya, Ia berdiri dibalkon kamar hotel sambil membawa secangkir teh hangat.


"Istriku sangat wangi." puji Vandam tiba tiba memeluknya dari belakang.


"Kakak sudah bangun, mau ku buatkan kopi?"


"Tidak, aku masih ingin memelukmu seperti ini." kata Vandam. "Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana jika orang yang ada dibawah melihatmu hanya mengenakan jubah mandi seperti ini?" protes Vandam.


Nilam tertawa, "Bagaimana bisa kak, tidak mungkin orang yang ada dibawah bisa melihat gedung setinggi ini."


"Bagaimana jika mereka melihat menggunakan teropong?"


Lagi lagi Nilam tergelak, "Kau terlalu banyak berkhayal kak."

__ADS_1


Vandam berdecak dan mengajak Nilam kembali masuk. Vandam duduk disofa, membawa Nilam duduk dipangkuannya, "Semalam aku lihat kau menikmati percintaan kita." kata Vandam membuat pipi Nilam memerah malu.


"Kenapa harus membicarakan itu? Aku malu." ungkap Nilam.


Vandam tersenyum, "Kenapa harus malu? Tidak ada salahnya." kata Vandam, "Dulu kau selalu menangis saat kita bercinta tapi semalam, rasanya berbeda."


"Dulu kakak memaksaku tapi semalam aku melakukan bukan karena terpaksa."


"Maafkan aku. apa kau mau memaafkan semua kesalahanku yang terdahulu?" ungkap Vandam penuh ketulusan.


"Sudahlah Kak, semua sudah berlalu. Sekarang Kak Vandam juga sudah berubah, aku hanya berharap...."


"Apa yang kau harapkan baby?"


"Jangan sampai Kak Vandam selingkuh."


Vandam langsung tertawa, "No baby, tidak akan pernah. Aku akan menjagamu dengan baik dan membuatmu menjadi wanita paling bahagia didunia." janji Vandam.


Nilam tersenyum lalu keduanya berpelukan.


Ending...


Alhamdulilah akhirnya...


Buat yang bilang kalau ceritanya cuma dikit, ya emang segini ceritanya hehe...


Cerita ini cuma mengisahkan Vandam dan Nilam yang belum tuntas di novel sebelumnya jadi emng ga dibikin panjang.


Besok Insha Allah mau release cerita baru dan aku usahakan ceritanya agak panjang, udah kangen juga mau bikin novel smpe part 200 hehe semoga dilancarkan segalanya yaaa...


Makasih buat para readerss yang selalu setia sama karya2 aku... Aku bukan apa apa tanpa kalian ♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2