
Malam ini, bar terasa sepi. Hanya alunan musik jazz terdengar lirih. Di ujung meja bar, ada seorang lelaki yang asik meneguk segelas besar bir sambil mengunyah kacang kulit rasa bawang. Dia tampak bosan dan membuang kulit kacang sembarangan ke lantai.
Dia sama sekali tak memperdulikan lirikan sinis bartender dan beberapa waiters. Yang dia pedulikan sekarang hanya Ivan. Bagaimana caranya dia bisa membalas Ivan dan membuat dia menderita.
"Brengsek! kalau nggak ada Lo, Van! gue pasti udah ngedapetin si Vin-vin!" geramnya sambil memukul meja bar dengan kepalan tinju.
"Gara-gara Lo semua, gue terjebak di rumah sialan itu dan harus menikahi Indah!"
Karena kesal, Daniel menenggak birnya hingga habis dan minta tambah lagi.
"Bukannya kita mau ngobrol dan bikin rencana ya? kok, Lo malah mabok sih!" Tiba-tiba Rissa datang dan duduk persis di sebelah Daniel.
Daniel melirik komplotan barunya, matanya yang tadinya jengah, berubah bersemangat karena melihat Rissa datang dengan penampilan yang sangat seksi.
Rissa mengenakan tanktop warna merah menyala dan rok mini berwarna hitam. Dipadukan jaket kulit warna hitam yang sudah di lepas dan dia letakkan di atas meja barr.
Rambut Rissa teturai panjang, halus dan sangat wangi.
Tentu saja sebagai lelaki normal Daniel sangat tergoda.
"Tapi sebelum itu," Rissa mengangkat sebelah tangannya saat melihat Daniel hendak bicara.
"Gue mau tau, apa alasan Lo bantu gue?" Rissa mengangkat tangannya yang lain dan menyangga pipinya agar dia bisa melihat Daniel lebih jelas.
"Gue dendam sama Ivan! dia selalu ganggu gue waktu gue deketin Vin-vin!"
__ADS_1
"Sok bijak! sok jadi guru keren, ternyata ujung-ujungnya juga macarin Vin-vin!" ucap Daniel dengan kesal.
"Berarti tujuan Lo buat pisahin mereka kan? oke kalau gitu kita sepakat. Apa rencana Lo?"
Daniel terdiam menatap Rissa. Dia begitu terpana dengan kecantikan wanita yang duduk di sebelahnya ini. Bahkan menurutnya, Rissa tak kalah cantik dengan Vin-vin. Bedanya hanyalah Vin-vin masih muda sedangkan Rissa sudah cukup dewasa.
Dan satu lagi, dia pasti sudah tak perawan seperti Vin-vin.
Daniel menelan salivanya, saat matanya terpaku pada paha mulus Rissa. Hasratnya tiba-tiba muncul, namun dia coba tahan demi suksesnya rencana mereka berdua.
"Lo... nggak mau pesen minum? gue yang bayar," Daniel mengangkat tangannya untuk nemanggil bartender.
"Whisky, please," ucap Rissa.
Daniel tampak tersenyum, "Lo kuat minum ya?"
"Gue biasa minum waktu di Luar Negri," jawab Rissa singkat. Rissa mengambil ponselnya, dan bercermin untuk memperbaiki riasan wajahnya.
"Lo masih cantik kok, dandanan Lo belum luntur," Daniel terkekeh sambil meminum bir nya yang sudah di isi ulang oleh bartender.
"Bagi Ivan, gue nggak cantik! gue cuma butuh di anggap cantik sama Ivan bukan yang lainnya!" Rissa tampak kesal.
"Kok, Lo terobsesi banget sama si Ivan, kenapa?" tanya Daniel sambil mengunyah kacang.
"Gue, selalu mendapatkan apa yang gue mau. Dan Ivan selalu menolak gue! itu yang bikin gue makin penasaran sama dia. Padahal dulu gue nggak keberatan jadi selingkuhan dia waktu dia masih bertunangan dengan Rina. Tapi dia.. ya, itu seperti yang Lo bilang, sok bijak. Dia nolak gue. Makanya gue jadi terobsesi dan pengen dapetin dia," jelas Rissa panjang lebar.
__ADS_1
Daniel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
"Kenapa Lo tertawa?" Rissa melirik sinis ke arah Daniel.
"Nggak, buat gue, cewek yang kayak Lo, justru terlihat cantik dan seksi," Daniel kembali meneguk birnya.
"Gimana kalau kita buat rencana memisahkan Ivan dan Vin-vin di tempat yang lebih nyaman. Biar pikiran kita enak gitu."
"Maksud Lo?"
"Di deket sini ada motel..." bisik Daniel.
"Apa Lo bilang! Lo pikir gue cewek murahan!" Rissa tampak kesal.
Daniel tersentak kaget, "Sorry... gue cuma pengen bikin Lo lebih nyaman aja," jawab Daniel mencoba membela diri.
"Gue, Clarissa Widya, nggak pernah pergi ke motel kecil murahan! paling nggak Lo harus ajak gue ke hotel bintang 5!" ketus Rissa.
Daniel terkekeh, "Oke, gue tau hotel bintang lima terbaik di sekitar sini. Gue jamin Lo bakal suka," kalau Daniel melanjutkan sambil berbisik, "dan puas."
"Oke, kita lihat seberapa hebat Lo," Rissa bangkit dari duduknya setelah menenggak habis whisky nya.
Daniel pun mengikuti sambil bersiul gembira.
#Lama g update, begitu update yang muncul kuda Nil.. 😅
__ADS_1