Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Kontrak Rumah


__ADS_3

"Mungkin ada satu cara," tutur bapak itu pelan hingga membuat Mike, Angel, Bayu dan Sisi menatap ke arahnya.


“Apa?” tanya mereka semua kompak menunggu jawaban darinya.


“Pembeli pertama dan pembali kedua tinggal bersama di rumah ini,” sarannya hingga membuat semuanya terlonjak kaget mendengar saran darinya.


“Apa? Tidak mungkin!” teriak mereka semua begitu kompak dan menolak dengan sangat keras.


“Supaya adil, kan? Kalian sama-sama sudah membeli rumah ini, dari kalian berdua pun tidak ada yang mau mengalah satu sama lainnya. Ini akan menjadi sulit untuk mencari titik temunya. Ya, mungkin salah satu caranya yang saya sarankan tadi.”


Mike dan Angel tampak sangat kesal, Angel pun sampai menyandarkan kepalanya di sofa dan menatap ke langit-langit atap dengan mengacak-ngacak rambutnya. Sementara Mike, ia memegang keningnya dan tampak terlihat sangat frustasi.


“Jadi, sekarang bagaimana?” tanya Sisi setelah si penjual rumah pergi meninggalkan mereka.


“Kenapa setiap bertemu dengan perempuan ini gue selalu ketiban sial terus, sih!” ucap Mike tampak lesu.


“Itu yang sebenarnya mau gue katakan,” tutur Angel dengan wajah tanpa ekspresi dan sudah malas berdebat lagi dengan Mike.


“Kalian harus membuat sebuah perjanjian untuk mencapai kesepakatan.” Bayu yang terlihat putus asa dengan semua masalah yang sudah dilakukan Mike akhir-akhir ini akhirnya bersuara juga.


“Apa itu?” tanya Angel dan Mike bersamaan yang sudah tidak ada semangat sama sekali.


“Kalian harus tinggal bersama."


“Itu mana mungkin, gue gak setuju!” teriak Angel dan Mike dengan emosi yang sudah memuncak.


“Ini satu-satunya cara, Mike. Sudah tidak aja jalan keluar lagi. Benar kata pak Beni, kalau diantara kalian tidak ada yang mau mengalah, masalah ini akan semakin panjang dan tidak akan menemukan titik temu,” ucap Bayu yang benar-benar bingung harus bagaimana lagi untuk menyelesaikan masalah ini.


“Begini saja," tutur Sisi tiba-tiba hingga membuat Mike dan Angel menatap ke arahnya.


"Kalian sama-sama tinggal di sini dengan beberapa kontrak yang sudah disepakati dan tidak saling mengganggu satu sama lainnya. Sampai kalian berdua menemukan tempat yang benar-benar cocok, kalian berdua tetap tinggal di sini. Bagaimana?” saran Sisi hingga membuat Bayu melirik ke arahnya.


“Saran ditolak!” seru Mike dan Angel yang langsung melipat kedua tangan mereka secara bersamaan.


“Lantas, mau bagaimana lagi?” tanya Sisi gemas karena tidak menemukan jalan keluarnya terus-menerus.


Semua tampak bingung dan tidak tahu harus bagaimana, Angel juga sebenarnya tidak rela melepas rumah impiannya begitu saja. Karena ia sangat menyukai rumah ini dan sudah berjuang begitu keras untuk menabung hanya demi rumah impiannya itu.


Dengan mata berkaca-kaca, Angel mengedarkan pandangan matanya ke seluruh penjuru rumah sambil menghela nafas panjang.


“Oke, gue setuju saran dari Sisi,” tutur Angel tiba-tiba dengan pasrah.


“Apa? Gue gak setuju!” seru Mike yang tetap keukeuh.


“Gue mengalah Mike, anggap saja gue berhutang sama lo. Tunggu sampai gue mengumpulkan uang kembali dan menemukan rumah baru, gue akan tinggal di sini bersama lo.


“Rumah lama gue sudah gue jual dan sekarang gue benar-benar sudah tidak mempunyai uang lagi. Setelah gue cukup mempunyai uang, gue yang akan pergi dari rumah ini. Dan, untuk sekarang biarkan gue tinggal di sini.”


“Sampai kapan?” tanya Mike sambil menatap wajah Angel tajam.


“Gue janji, tidak akan lebih dari 1 tahun gue pasti bisa membeli rumah kembali, deal?”


Mike terlihat tampak menimbang-nimbang. Setelah cukup lama menimbang-nimbang, pada akhirnya ia setuju saran dari Sisi dan juga Angel. Setelah setuju dan mencapai kesepakatan, mereka berdua langsung membuat persyaratan untuk tinggal di rumah baru tersebut.


Kontrak Rumah




Tidak saling mencampuri urusan masing-masing.




Tidak menggunakan ruangan yang sama, di saat pembeli lain sedang berada di ruangan tersebut.



__ADS_1


Tidak ada yang tahu soal tinggal bersama terkecuali manajer dan asisten yang berhubungan.




Menjaga rahasia masing-masing.




Saling menghormati keputusan masing-masing.




Yang melanggar harus segera keluar dari rumah dan meninggalkan rumah untuk selamanya tanpa alasan apapun.




Hal-hal yang dianggap penting akan menyusul kemudian.




“Gak salah?” seru Mike setelah membaca kontrak yang baru saja selesai dibuat oleh Angel.


“Nggak, sekarang elo tinggal tanda tangani saja. Gampang, kan?”


Sambil melirik sinis ke arah Angel, Mike menandatangi kontraknya. Setelah selesai menandatangani, Angel mengambil kembali kontraknya dan memasukkannya ke dalam amplop berwarna coklat.


“Biar aman, kontrak ini jangan disimpan di antara kita berdua. Lebih baik, orang yang dapat kita percayai yang menyimpan kontrak ini,” saran Angel dari diberi anggukan Bayu juga Sisi.


“Apa? Gue yang simpen? Elo serius, Mike?” tanya Sisi untuk memastikan.


Mike menganggukkan kepalanya pelan dengan mantap. Dengan begitu, mengenai kontrak rumah hanya Sisi, Bayu, Angel dan Mikelah yang mengetahui ini semua.


Setelah semua selesai, Bayu dan Sisi berpamitan pulang. Sementara Mike dan Angel, mulai sibuk membereskan barang-barang mereka. Karena mulai hari ini, mereka berdua akan resmi tinggal bersama.


Angel memilih kamar yang bernuansa lebih kecil dan lebih dekat dengan tangga, sementara Mike memilih kamar sebrang kamar Angel yang lebih luas. Angel mulai merapihkan lantai dasar, sementara Mike lebih memilih merapihkan lantai dua karena lebih kecil ketimbang lantai dasar yang sangat luas.


Saat Angel sedang menyapu di lantai bawah, tiba-tiba saja Mike melempar sampah ke bawah hingga membuat Angel menjadi geram.


“Shincan, buang sampah itu pada tempatnya, dong!” teriak Angel kesal.


“Kan, elo tempat sampahnya!” ejeknya kemudian menjulurkan lidahnya.


“Apa? Shincan!” teriak Angel emosi hingga membuatnya langsung naik darah dan menghampiri Mike di lantai atas.


Angel langsung menendang kaki Mike dengan sangat keras hingga membuat Mike meringis kesakitan.


"Hey, apa yang lo lakukan?” teriak Mike kesal.


“Dasar cowo psikopat!” cibir Angel sambil memukul kepala Mike dengan menggunakan sapu kemudian pergi dan menjulurkan lidahnya.


“Hey!” teriaknya penuh amarah.


“Apa?” teriak Angel membalas yang langsung membalikkan badan dan melotot tajam ke arahnya.


Mike terdiam karena melihat ekspresi wajah Angel yang menatapnya dengan garang. Sambil mengusap-ngusap kepalanya, Mike menggeleng-gelengkan kepalanya karena takut Angel akan mengamuk. Merasa sudah dipermainkan, Angel pun kemudian pergi dan segera turun ke lantai bawah untuk menyelesaikan pekerjaannya.


“Dasar nenek sihir!” cibir Mike emosi.


“Gue denger yang elo bicarakan, Mike!” teriak Angel dari lantai bawah penuh emosi.


Mendengar Angel berbicara seperti itu, membuat Mike berigidik sendiri dan begitu terkejut.

__ADS_1


“Kenapa dia bisa denger? Jangan-jangan, dia beneran nenek sihir lagi!” ucap Mike asal.


Setelah selesai membereskan rumah baru yang sangat luas itu, Angel lebih memilih masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Sementara Mike, ia lebih memilih duduk-duduk di halaman rumahnya sambil memandangi foto Ghea yang ia jadikan wallpapper di handphonenya.


Andai elo tahu semuanya, Ghe. Batin Mike sambil memandangi foto Ghea.


Angel yang tidak sengaja melihat Mike tampak galau di halaman depan rumahnya, langsung menghampiri Mike dan duduk di sampingnya sambil memberikan kaleng berisi cola kepadanya.


“Kenapa lo? Galau gara-gara cewe yang di wallpapper handphone lo, yah?” ucapnya membuka suara.


“Inget perjanjian di kontrak? Jangan campuri urusan masing-masing!” tuturnya sinis sambil membuka cola pemberian dari Angel.


“Gue tidak akan mencampuri urusan lo, hanya saja gue tidak mungkin diem aja dong melihat orang yang satu rumah dengan gue itu terkena sindrom galau berat. Itu merusak pemandangan gue!” katanya sinis sambil meneguk kaleng berisi cola miliknya.


“Elo berisik banget sih, sana pergi!” usirnya kasar.


“Dasar cowo galau!” ejek Angel kembali.


“Gue gak galau, yah?”


“Galau ya tetep galau, dasar jelek!” ejeknya sambil menjulurkan lidahnya dan melempar kaleng cola miliknya yang sudah kosong ke arah kepala Mike, kemudian pergi tanpa dosa.


“Aishhh, dasar pesek! Awas lo yah, sini lo kribo!” teriak Mike kesal sambil melepas sandalnya dan siap-siap untuk melemparnya ke arah Angel.


“Busett, dia beneran serius mau bales gue!”


Mike tampak berlari ke arah Angel dan melempar sandalnya yang tepat mendarat di pantat Angel.


“Yess, berhasil!”


“Shinchan!” teriak Angel yang mulai ikutan melepas sandalnya dan siap-siap untuk melemparnya juga.


Dan, perang sandal pun tidak bisa dihindari lagi. Semalaman perang dan berlari kesana kemari, membuat Angel dan Mike tampak kelelahan dan tertidur begitu pulasnya.


Keesokan harinya, Angel dan Mike sama-sama bangun pagi, mereka keluar dari kamar mereka masing-masing bersama-sama. Saat Mike dan Angel membuka pintu kamar mereka, Angel dan Mike terlihat kembali saling beradu pandang, Angel pun kemudian pergi dengan sorotan matanya yang tajam dan sangatlah menusuk.


“Tunggu!” teriak Mike hingga membuat langkah Angel terhenti.


“Apa?” teriak Angel emosi.


“Elo mau ke mana?” tanya Mike mulai panik.


“Ke kamar mandilah, emang elo fikir gue mau ke mana?”


Mike tampak mengambil ancang-ancang, Angel yang tersadar langsung mengambil langkah seribu dan segera menuju kamar mandi dengan setengah berlari. Begitu pun dengan Mike, ia langsung pergi berlari dan segera menuju kamar mandi.


Sesampainya di depan pintu, Mike mencoba menghalangi Angel untuk masuk ke dalam kamar mandi.


“Shincan, gue duluan kan yang mau masuk! Cepetan minggir!” seru Angel sambil mendorong kepala Mike.


“Nggak, gue yang duluan!” timpal Mike tidak mau kalah seraya menarik rambut Angel yang ikal.


“Mike!” teriak Angel emosi sambil menjambak rambut Mike.


“Kribo, jangan sentuh rambut gue!” teriak Mike yang menarik rambut Angel.


Mike memang paling tidak suka ada orang yang memegang rambutnya, apalagi menjambaknya. Karena sudah terlanjur, akhirnya terjadilah aksi saling jambak-menjambak antara Mike dan Angel untuk memperebutkan kamar mandi.


Karena tidak ada yang mau mengalah, Mike akhirnya mengambil cara pura-pura membuka celananya hingga membuat Angel berteriak dan memalingkan wajahnya seraya memejamkan matanya.


“Shincan, jangan gila lo!”


“Hahaa, syukurin emang enak dikerjain!” seru Mike sambil menjulurkan lidahnya kemudian langsung masuk begitu saja ke dalam dengan menutup pintu kamar mandi rapat-rapat.


“Shincan! Rese lo, buka pintunya! Mike!”


Akhirnya Angel menyerah dan menunggu Mike selesai mandi. Setelah Mike selesai mandi, Angel langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi dengan menabrak bahu Mike dan menginjak kakinya dengan begitu keras.


“Kribo, rese banget sih lo!” teriak Mike hingga membuat Angel tertawa terbahak-bahak dan membuat ekspresi wajah yang begitu lucu ke arah Mike.


Rumah Angel dan Mike

__ADS_1



__ADS_2