
“Kapan-kapan, mainlah ke Inggris,” kata Ghea yang tengah duduk berdua bersama dengan Angel.
“Iya, nanti aku dan Mike akan ke sana untuk berkunjung. Aku juga ingin sekali mencicipi beberapa makanan yang ada di restoranmu.”
“Tentu, aku sangat menunggu hari itu tiba. Oh, iya? Ngel, maafkan semua kesalahanku yang pernah aku lakukan kepadamu 3 tahun yang lalu. Maafkan aku yang membuatmu berpisah dengan Mike, maafkan aku juga yang sudah . . . .”
Belum sempat Ghea melanjutkan perkataannya, Angel menutup mulut Ghea dengan menggunakan tangannya. Sambil memegang tangan Ghea dengan begitu erat, kedua mata Angel dan Ghea tampak berkaca-kaca.
“Jangan diteruskan, semua itu sudah berlalu. Sekarang kita buka lembaran baru, aku sudah melupakan semua kejadian itu dan aku juga sudah memaafkanmu sejak dulu. Kamu adalah sahabatku, kamu juga keluargaku sekarang. Aku harap hubungan kita selamanya akan seperti ini.”
“Terimakasih Ngel, terimakasih banyak," ucap Ghea sambil memeluk Angel begitu erat dengan air mata yang sudah mulai menggenangi kedua bola matanya.
Melihat Angel dan Ghea berpelukan, Bryan terlihat tersenyum haru. Mike yang melihat Bryan sendiri memutuskan untuk menghampirinya.
“Sekarang semuanya sudah hidup bahagia, Ian," ucap Mike sambil memegang bahu sahabatnya itu.
“Iya, gue bersyukur sekali bisa menikah dengan Ghea. Tanpa adanya kejadian 3 tahun yang lalu, gue tidak akan pernah tahu kalau Ghea sangat mencintai gue. Gue sadar, kalau gue selama ini menyia-nyiakan orang yang mencintai gue begitu lamanya. Tapi gue berjanji, gue tidak akan melepaskan tangan Ghea lagi. Karena gue sangat mencintainya."
“Syukurlah, gue bangga sama lo. Semoga lo hidup bahagia dengan Ghea.”
“Elo juga, semoga lo bahagia dengan Angel.”
Mike tersenyum. Bryan menghampiri Ghea dan memegang tangannya lembut. Sambil menatap wajah istrinya penuh cinta, Bryan memeluk istrinya hingga membuat Mike juga Angel tersenyum bahagia melihatnya.
“Terimakasih sudah mencintaiku selama ini,” tutur Bryan lembut.
__ADS_1
“Sama-sama dan terimakasih juga karena kamu sudah bersedia untuk menjadi suamiku.”
Bryan tersenyum dan mencium bibir istrinya dengan penuh cinta. Melihat Bryan dan Ghea berciuman, Angel dan Mike yang bergandengan tangan tampak terlihat sangat bahagia sekali.
“Mereka serasi, yah?” ucap Angel sambil melihat kebersamaan Ghea dengan Bryan.
“Iya, aku senang melihat mereka berdua hidup bahagia.”
“Guys!” teriak Ken dari arah altar tempat pernikahannya. “Ayo, kita foto!” teriaknya yang membuat Mike, Angel, Bryan dan Ghea datang menghampiri Ken juga Nina.
Setelah berfoto bersama, Ken tiba-tiba mencium bibir Nina hingga membuat semua orang berteriak histeris dan memberikan tepuk tangan yang begitu meriah.
“I love you, Nina!” teriak Ken hingga membuat semua orang tertawa bahagia melihatnya.
Sementara Ken dan Nina, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik yang usianya hanya terpaut satu tahun dengan Mika. Ken dan Nina menamai anak mereka dengan nama Keenan, sedangkan Ghea dan Bryan dikaruniai anak kembar sepasang yang kini usia mereka dua tahun di atas Mika. Mereka adalah Langit dan Awan.
Keluarga ketiga pasangan ini terlihat sangat bahagia sekali, sukses dengan karir mereka tak lantas membuat mereka lupa dengan pengorbanan mereka untuk mewujudkan impian mereka yang sangat sulit itu.
Walau Ghea dan Bryan sudah menetap di Inggris, terkadang mereka sering berlibur ke Indonesia untuk bertemu dengan sahabat-sahabat mereka.
Melihat Nina dan Angel yang kini bekerja sama dan membuat sebuah pagelaran busana terbesar di Asia, membuat kedua sahabat ini semakin cemerlang dalam bidang mereka.
Bahkan, Nina dan Angel juga membuka butik bersama dengan desain yang mereka buat sendiri. Belum lama ini, ke tiga pasangan ini dan anak-anak mereka mengadakan reuni dengan pergi bertamasya. Terlihat canda dan tawa menghiasi mereka, anak-anak mereka pun tampak gembira dengan bermain bersama.
“Sepertinya, kami akan kembali tinggal di Indonesia,” ujar Ghea yang tengah menikmati pemandangan di atas bukit bersama suaminya.
__ADS_1
“Benarkah? Kalian akan kembali tinggal di sini?” tanya Angel tidak percaya.
“Iya, sepertinya anak-anak kita tidak bisa berjauh-jauhhan. Mereka sudah terikat oleh persahabatan seperti kedua orang tuanya,” tawa Bryan yang membuat semuanya ikut tertawa.
Angel dan Nina terlihat begitu terkejut, karena Mika anak Mike dan juga Angel tiba-tiba saja memegang tangan Keenan anak Nina dan juga Ken. Mika tampak memegang tangan Keenan dan langsung memeluknya begitu erat. Melihat kebersamaan anak mereka, ketiga pasangan itu terlihat sangat terkejut.
“Lucunya, anak sekecil ini sudah berpelukan seperti itu!” seru Nina tampak antusias.
“Jangan-jangan, sudah besar nanti mereka malah akan saling menyukai lagi!” tawa Ken melihat kebersamaan anak-anak mereka.
“Elo setuju kalau Keenan dan Mika menikah?” tanya Mike tiba-tiba.
“Besanan dong kita?” kata Ken yang membuat semuanya tertawa.
“Ayo, kita jodohkan anak-anak kita,” tutur Nina yang tampak antusias.
“Kalau begitu, salah satu dari kalian harus melahirkan anak lagi. Agar salah satu dari anak kalian ada yang menikah dengan anakku," ujar Ghea yang diberi anggukan oleh Bryan.
Semuanya tertawa bersama dan tampak merencanakan sebuah perjodohan untuk anak-anak mereka kelak.
“Akan seperti apa ya jadinya anak kita kelak?” tutur Nina sambil melihat ke atas langit yang tampak cerah.
“Yang pasti anak kita akan menjadi anak yang berguna untuk negaranya,” jawab Ken sambil mencium kening istrinya.
“Iya, dan anak kita akan menjadi anak yang hebat dan lebih hebat lagi dari orang tuanya,” tutur Mike sambil menggenggam erat tangan Angel dan memandangi anaknya yang tengah bermain dengan riangnya.
__ADS_1