
Esok harinya, Mike dan Angel berkunjung ke rumah keluarga besar Mike. Selama di perjalanan, Mike terus mengingatkan Angel tentang karakter keluarganya yang keras. Apalagi nenek dan kakeknya yang terkenal sangat menyeramkan.
Mendengar semua cerita Mike, Angel sudah mulai ketakutan sendiri. Apalagi jika ia sudah bertemu langsung dengan mereka semua, mungkin Angel bisa dibuat pingsan.
Di sana Angel sudah di sambut oleh keluarga Mike. Ada kedua orang tua Mike, kakek dan neneknya, juga ada sepasang suami istri muda dan yang pria merupakan kakaknya Mike.
Semua berkumpul untuk meminta penjelasan Mike dan juga Angel tentang konfrensi pers kemarin. Dengan perlahan, Angel dan Mike mulai menjelaskan semuanya secara mendetail.
“Jadi, kalian akan menikah?” tanya sang nenek membuka suara.
Angel dan Mike mengangguk pelan. Melihat Angel gugup, Mike mencoba menenangkannya dengan menggenggam tangannya dengan erat.
“Modal apa yang sudah kamu punya untuk menikah dengan Angel, Mike?” tanya sang kakek yang kali ini angkat bicara.
“Aku mempunyai pekerjaan tetap,” jawab Mike pendek.
“Itu saja tidak cukup!” tutur kakek-nenek itu kompak hingga membuat Angel semakin gugup.
“Aku sudah memiliki kendaraan pribadi, aku juga sudah mempunyai rumah untuk ditinggali oleh kami berdua setelah menikah nanti.”
“Hanya itu saja?” tanya kakek kembali.
“Jawabanmu masih belum cukup,” sambung nenek.
“Kami mempunyai niat, Nek," jawab Angel yang akhirnya angkat bicara juga hingga membuat Mike menatap wajahnya dengan jawabannya barusan. “Kami juga memiliki hati yang tulus dan ikhlas untuk menjalani bahtera hidup rumah tangga kami nantinya,” lanjutnya kembali hingga membuat kakek dan nenek Mike sangat terkejut mendengar jawaban Angel barusan.
“Pernikahan memang bukan hal yang sepele, modal cinta dan uang saja tidak akan cukup. Tapi, Angel dan Mike memiliki itikad kuat kalau kami harus bersama selamanya sampai maut memisahkan kami berdua.”
Mike tampaknya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Mike terus memandangi wajah Angel yang tampak sangat serius dan tampak tenang menjawab pertanyaan dari kakek dan neneknya yang terkenal sangat menyeramkan itu.
“Apa kamu mencintai Mike, Nak?” tanya seorang perempuan cantik yang merupakan ibunya Mike.
Sesaat Angel terdiam dan tidak menjawab pertanyaan ibunya Mike. Mendengar pertanyaan ibunya, Mike berusaha untuk menjawabnya. Namun, Angel mencegah itu semua dengan menggenggam tangan Mike dan memintanya untuk diam dan membiarkan dirinya saja yang menjawab pertanyaan itu.
“Angel menikah dengan Mike bukan untuk mencintai Mike semata, tapi Angel menikah dengan Mike harus mencintai kepribadiannya Mike, mencintai keluarganya, mencintai sahabat-sahabatnya dan mencintai pekerjaannya juga. Dan, yang paling utama adalah Angel harus mencintai semua yang ada di diri Mike.”
__ADS_1
Ibu Mike tersenyum, mendengar jawaban Angel ia sudah merasa puas. Kakek dan nenek Mike pun sepertinya sudah sangat puas mendengar jawaban Angel; calon menantu mereka.
Setelah semuanya mengerti, akhirnya mereka setuju dengan pernikahan Angel dan juga Mike. Dengan begitu, Angel bisa bernafas lega dan sudah cukup tenang dengan semua pertanyaan-pertanyaan dari keluarga Mike yang dilontarkan kepadanya.
“Angel, apa kamu yakin akan menikah dengan Mike?” tanya ibu Mike kembali.
Angel tersenyum dan mengangguk pelan, “Angel yakin dengan pilihan Angel, Tante.”
“Jangan panggil tante, mulai sekarang kamu sudah seperti anak mamah sendiri. Panggil mamah, yah?” pintanya seraya tersenyum lembut.
Angel mengangguk pelan tanda setuju. Ibu Mike menggenggam kedua tangan Angel dan menatap wajahnya begitu lekat. Sorot matanya terlihat bercahaya dan penuh kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Melihat tatapan ibu Mike yang berbeda seperti saat pertama kali ia datang, Angel langsung tersenyum lembut dan bernafas lega.
“Angel, bersabarlah menghadapi Mike. Mike itu keras kepala, pemarah, manja dan semua keinginannya harus selalu dipenuhi. Tapi, di balik semua itu Mike pria yang bertanggung jawab. Kamu harus selalu mendukung apa pun pilihannya,” nasehatnya.
“Mamah tenang saja, apa pun itu, baik-buruknya Mike, Angel akan selalu berdiri di samping Mike.”
Saat Angel dan ibu Mike tengah berbincang-bincang, tiba-tiba saja ada seorang perempuan keluar dari kamarnya dengan duduk di atas kursi roda tanpa rambut yang menghiasi kepalanya.
Dengan wajah tampak pucat pasi dan dengan di dorong oleh kakaknya Mike yang bernama Mario, perempuan itu mencoba untuk tersenyum.
“Dia adik kecil kami, Mia," jawab Mario sambil membawa Mia ke arah Angel.
“Hallo kak, perkenalkan aku Mia adik kak Mario dan kak Mike,” ucapnya memperkenalkan diri.
“Hallo Mia, aku Angel. Senang bertemu denganmu.” Angel menghampiri Mia dan memegang kedua tangannya dengan lembut.
“Tolong jaga kakakku yang keras kepala itu yah, aku ikut senang akhirnya kak Mike menikah juga.”
Angel tertawa kecil. Melihat Angel bersama dengan Mia, Mike menghampiri adiknya itu.
“Dasar anak nakal, siapa yang keras kepala?” seru Mike sambil menyubit kedua pipi adiknya.
“Kak Mike,” jawab Mia sambil tertawa riang
“Dasar anak nakal!”
__ADS_1
Mike dan Mia saling menggelitik satu sama lainnya, bersenda gurau bagaikan adik dan kakak yang saling menyayangi. Melihat kebersamaan kakak-beradik itu, Angel tersenyum kecil.
Suasana rumah Mike begitu hangat dan penuh cinta. Angel cukup senang bisa berada di tengah-tengah keluarga Mike. Meski pada awalnya, ia sangat tegang dengan sorotan mata nenek dan kakek Mike yang tajam.
“Namanya Mia,” tutur Mario hingga membuat Angel menatap wajah Mario. “Usianya masih 12 tahun, Mia sudah mengidap penyakit leukeumia sejak kecil. Bahkan, sejak usianya menginjak 10 tahun, Mia sudah tidak bisa berjalan karena kondisinya yang semakin melemah. Kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan ia untuk seperti orang normal lainnya.
“Mia adalah sumber kebahagiaan kami, aku dan Mike sangat menyayangi Mia. Apalagi Mike, dia paling dekat dengan Mia dan sangat menyayangi adiknya itu. Sejak Mia sakit, Mike selalu menemani Mia dan menghiburnya. Di depan Mia, kami tidak pernah menangis atau pun mengeluh.
"Mia pun tidak pernah menangis atau memperlihatkan rasa sakitnya di depan kami. Mike orang yang tegar, dia tidak pernah menangis atau pun sedih,” cerita Mario panjang lebar mengenai sosok adik kecil mereka.
“Apa Mia sudah tidak bisa disembuhkan lagi, Kak?”
“Mia sudah di kemoterapi, papah adalah seorang dokter specialis kanker, mamah seorang dokter anak, istriku Nita seorang perawat sedangkan aku sendiri bekerja sebagai dokter spesialis bedah jantung. Kami semua bekerja dibidang kesehatan kecuali Mike. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Mia, tapi sel kanker itu sudah menyebar luas dengan cepat di seluruh tubuh Mia hingga menggerogoti tubuhnya yang terlihat semakin kurus.
“Sampai kami harus melakukan kemoterapi, Mia masih belum bisa disembuhkan. Mia adalah anak yang kuat, walau tahu usianya tidak lama lagi dan hanya tinggal menunggu waktu, Mia selalu tetap tegar," ungkap Mario dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar cerita Mario, tak terasa butiran air mata Angel keluar begitu saja. Angel tidak menyangka sama sekali, di balik kebahagian Mike, sikap arogan Mike, ia begitu hangat, penuh perhatian dan kasih sayang.
“Mike sangat menyukai anak kecil. Setiap melihat anak kecil, Mike selalu melimpahkan kasih sayangnya. Itulah kelebihan Mike,” tutur ibu Mike.
“Kamu harus tahu Ngel, impian Mike yang sebenarnya adalah menjadi seorang musisi. Mike senang sekali membuat lagu dan bermain piano, tapi sudah hampir 5 tahun ini dia tidak pernah bermain piano lagi. Mike ingin sekali membuat sekolah musik, tapi sayang impiannya itu tidak bisa ia wujudkan,” ungkap ayah Mike.
“Bukannya impian Mike itu ingin menjadi seorang pelari?” tanya Angel tidak mengerti.
“Bukan Angel, itu bukan impian Mike, tapi itu impian Mia. Sejak dulu, Mia ingin sekali menjadi seorang pelari yang hebat dan di kenal banyak orang. Tapi, Mia tidak bisa mewujudkannya dan Mike lah yang mewujudkan semua impian Mia,” papar Nita; istri Mario.
“Demi Mia, Mike rela menjadi pelari dan melepaskan semua impiannya. Dan demi Mia, Mike bekerja banting tulang berusaha untuk menyembuhkan Mia,” jawab Mario dengan terbata-bata.
Angel begitu terkejut mendengar pernyataan Mario, Nita dan juga ayahnya. Ternyata, impian Mike yang sebenarnya bukanlah menjadi seorang pelari melainkan menjadi seorang musisi.
“Semua orang hanya tahu Mike ingin menjadi seorang pelari. Tapi, sebenarnya hanya keluarganyalah yang tahu kalau sebenarnya Mike ingin menjadi seorang musisi.
“Mike itu sangat tertutup, dia tidak pernah menceritakan apapun dan berkeluh kesah kepada siapa pun. Mike memang selalu memendamnya sendiri," tutur ayahnya Mike kembali.
“Angel, karena sekarang kamu akan menjadi bagian dari keluarga kami. Maka dari itu kami menceritakan semuanya dan sejujur-jujurnya kepadamu. Kamu itu adalah perempuan kedua yang di bawa Mike ke rumah selain Ghea, teman semasa kecilnya. Maka dari itu, kami berharap banyak kepadamu, Ngel,” tutur ibu Mike sambil menggenggam kedua tangannya Angel.
__ADS_1