
Angel mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, kemudian ia memberikan sebuah kotak kepada Mike dan meminta Mike untuk membukanya. Saat Mike membuka kotak pemberian dari Angel, ternyata isinya adalah sepasang sepatu.
“Sepatu?”
“Iya, itu aku sendiri yang mendesainnya. Dengan susah payah aku membuatkan sepatu ini untuk kamu, suka gak?”
“Suka banget, makasih banyak, yah?” katanya riang dan terlihat berbinar-binar saat melihat sepatu pemberian Angel.
“Besok dipakai yah sepatunya, aku ingin dengan sepatu yang aku desain sendiri ini bisa menemani kamu di pertandingan besok. Aku harap, semoga sepatu ini juga menemani langkah kaki kamu setiap harinya. Dengan begitu kamu akan selalu mengingatku.”
Mike tersenyum tipis sambil membelai rambut Angel dengan lembut. Ia begitu terharu karena selama ini, Angel selalu membuatkan sesuatu untuknya. Mulai dari gelang hingga sepatu, semua itu begitu berharga untuknya.
Hari pertandingan sudah di depan mata, Mike terlihat sudah bersiap-siap untuk berangkat. Namun, sepertinya sang istri tidak berada di rumahnya. Yang Angel lakukan hanyalah membuat sebuah memo yang ia simpan di atas meja makan.
“Makanan ini akan memberikan tenaga untuk kamu, di makan, yah?” ucap Mike sambil membaca memo tersebut.
Di depan pintu rumah mereka berdua pun, Mike mendapatkan kembali sebuah memo yang bertuliskan ‘Semangat Mike, ketika kamu melangkahkan kaki kamu dari rumah ini, kamu akan menjadi seorang pelari yang paling hebat di seluruh dunia.’
Membaca memo tersebut, Mike hanya tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Saat melihat sepatu yang di desain sendiri oleh Angel, Mike kembali tersenyum dan memakai sepatu itu dengan gembira.
Ternyata di dalam sepatu itu juga ada sebuah memo yang bertuliskan ‘Sepatu ini akan menemanimu di setiap langkahmu, dia akan selalu melindungi kakimu. Berlarilah dengan kencang dan jangan pernah takut untuk lelah ataupun hujan yang akan membuat kakimu kedinginan. Sepatu ini akan selalu menjagamu dari apapun yang kamu hadapi nanti, semangat!’
“Dasar kribo, niat banget buat memo di mana-mana!”
Mike hampir melupakan sesuatu, ia kembali ke kamarnya untuk mengambil barang yang hampir terlupakan olehnya. Ternyata, Mike melupakan gelangnya, gelang pemberian dari Angel. Mike pun langsung memakai gelang tersebut agar ia lebih bersemangat lagi untuk pertandingan hari ini.
Setelah semua sudah siap, Mike segera menuju mobilnya. Namun, siapa sangka kalau di kaca spion mobilnya terdapat sebuah memo kembali yang bertuliskan ‘Semangat Shincan.’
“Dasar, pesek!”
Mike sangat bersyukur sekali bisa mengenal Angel, ia seorang gadis yang baik dan penuh kejutan. Selalu berada di samping Angel, membuatnya nyaman dan menjadi dirinya sendri. Dengan Angel, perasaannya selalu bercampur aduk dan semuanya tumbuh menjadi satu. Susah, senang, sedih, marah, tertawa dan menangis pernah ia rasakan semuanya.
Impiannya pun kini terasa lebih nyata. Bersama Angel, Mike merasa impiannya bisa terwujud. Bersama Angel, Mike rela meminta maaf berulang-ulang kali dan bersama Angel juga Mike menjadi sosok yang lebih baik.
__ADS_1
Apa ini yang namanya cinta sejati?
“Ngel, Mike sudah datang?” tanya ibu Mike.
“Kata Bayu, Mike sedang di dalam perjalanan, Mah," jawab Angel yang tengah menunggu Mike.
“Angel, kamu sudah makan?” Angel menggeleng pelan dan memegangi perutnya pertanda lapar, “kalau begitu, kita makan aja dulu, yuk?”
“Baik, Mah.”
Selama menunggu Mike datang, Angel makan bersama dengan keluarga Mike. Inilah sebuah keluarga yang sesungguhnya, Angel selalu merasa terharu dengan kebaikan keluarga Mike kepadanya. Apa jadinya jika mereka semua tahu kalau sebenarnya dirinya dan Mike menikah kontrak tanpa dilandasi cinta?
Angel sudah menganggap mereka semua seperti keluarganya sendiri, apa mungkin mereka akan tetap baik kepadanya jika dirinya dan Mike bercerai nanti?
Mike sudah datang, mendengar kabar Mike sudah datang Angel langsung menghampirinya yang tengah bersiap-siap.
“Mike?” panggil Angel ketika melihat Mike sedang melakukan pemanasan.
“Hey, Ngel!”
“Apa kamu gugup?” tanya Angel.
“Iya, aku sangat gugup. Coach bilang, pelari kali ini hebat-hebat. Aku jadi sedikit gugup, apa aku bisa menang?”
Angel tersenyum dan memegang kedua pipi Mike sambil menatap kedua bola matanya lekat.
“Kamu pasti menang, sepatu ini akan menemani kamu saat berlari nanti. Semangat, Shincanku!” ucap Angel sambil menyubit kedua pipi Mike dan menarik hidungnya.
“Semangat!”
Setelah memberikan semangat, Angel kembali menghampiri keluarganya. Dalam hitungan detik, Mike akan berlari bersama peserta yang lainnya. Suara tembakan sudah mulai terdengar, Mike pun sudah berlari dan tampak begitu semangat.
Angel terlihat memberikan suaminya semangat, melihat Angel yang tampak bersemangat dan terus meneriaki namanya, Bryan dan Ghea sempat melirik ke arahnya dengan ekspresi wajah yang tidak dapat diartikan.
__ADS_1
Seketika Angel teringat ucapan Mike kemarin, ia memintanya untuk menunggunya di garis finish. Angel pun segera berlari dan menuju garis finish untuk menunggu kedatangan Mike.
“Mau kemana?” tanya Nina ketika melihat Angel begitu terburu-buru.
“Gue harus ke garis finish sekarang," jawab Angel kemudian pergi.
“Kemana Angel?” tanya Ken penasaran.
“Katanya, Angel mau ke garis finish,” jawab Nina yang terlihat bingung.
Angel berlari menuju garis finish, satu putaran lagi Mike akan mencapai garis finish. Dengan berharap-harap cemas dan tampak sedang berdoa, Angel menunggu kedatangan Mike. Dengan mata terpejam dan melipat kedua tangannya, ia memanggil nama Mike di dalam hatinya.
Suara teriakan orang-orang mulai terdengar, saat Angel membuka matanya Mike berlari ke arahnya. Mike berlari ke arah Angel dan langsung memeluknya begitu erat.
“Aku menang!” teriak Mike gembira.
Mendengar Mike menang, Angel tertawa bahagia dan membalas pelukan Mike begitu erat. Mike mengangkat tubuh Angel tinggi-tinggi hingga membuatnya berputar-putar bahagia. Keluarga Mike yang melihat kebersamaan Angel dan juga Mike tersenyum bahagia, terkecuali Bryan dan Ghea yang tampak terlihat sangat cemburu.
“Sepertinya, Mike dan Angel akan segera mempunyai bayi!” bisik sang nenek kepada Mario.
“Bayi? Kenapa nenek begitu yakin?” tanya Mario tidak mengerti.
“Sepertinya, malam kemarin Angel dan Mike sudah bertempur. Mereka sekarang jadi terlihat lebih mesra.”
“Iya, obat yang kita berikan sepertinya mujarab!” sambung kakek.
“Obat? Bertempur?” ulang Mario bingung.
Sementara Mario tampak sedang berfikir, kakek dan nenek terlihat tertawa kecil sambil memandangi Angel dan Mike yang begitu mesra.
“Mike, kemarin kamu bilang mau memberikan aku kejutan. Kejutannya mana?” tanya Angel penasaran.
“Ada di belakang kamu!” jawab Mike yang langsung membuat suara peluit dari mulutnya.
__ADS_1
Angel yang penasaran langsung membalikkan badan. Dan, begitu terkejutnya dirinya juga orang-orang yang melihat, ternyata ada segerombolan balon yang berterbangan di atas langit sana. Kemudian, ada 2 buah truck yang dipenuhi dengan bunga tulip yang memenuhi truck itu.