Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Bunga Tulip


__ADS_3

Esok harinya, di sebuah rumah minimalis dengan nuansa ala Eropa dan dihiasi dengan berbagai foto dan juga piagam yang berada di beberapa dinding tembok juga lemari hias, seorang pria yang ternyata adalah Mike tampak sedang sarapan pagi bersama dengan manajer dan juga asistennya.


Dengan ekspresi wajah yang terlihat datar, Mike menyantap makanannya dengan tidak bersemangat sama sekali. Bahkan, wajahnya terlihat begitu lesu dan juga muram.


“Mike, gue sudah menemukan rumah yang cocok banget buat lo. Viewnya bagus, rumahnya asri, banyak pepohononan dan juga jauh dari keramaian orang. Pokoknya elo pasti suka, elo juga bisa sambil jogging di sana, cocok banget, deh!” tutur Sisi sambil menyantap beberapa makanan bergizi yang sudah di hidangkannya.


“Oh iya? Kapan kita bisa pindah?”


"Setelah kerjaan kita di Jerman selesai,” jawab Bayu sambil melahap roti panggang miliknya.


“Jerman?” ulang Mike terdengar bingung.


“Iya, lusa kita ada schedule di Jerman. Selama lima hari, kita bakalan menghadiri konfrensi pers, beberapa produk iklan, interview, juga sekalian refreshing. Pokoknya, di sana kita bakalan super duper sibuk. So, elo jangan melakukan hal-hal yang aneh selama di sana, karena sepertinya akan ada beberapa reporter dari Indoneia yang bakalan meliput,” papar Bayu yang terlihat sudah selesai menghabiskan makanannya.


“Jerman?” gumam Mike pelan.


Setelah selesai sarapan, Mike berkunjung ke tempat pemotretan Ghea. Karena Ghea merupakan seorang model yang sedang naik daun, Mike pun menunggu pemotretannya sampai selesai di ruang tunggu hingga siang hari.


“Lama, yah?” tanya Ghea yang baru saja selesai.


Mike yang sedang membaca majalah yang banyak memuat foto Ghea di majalah tersebut, langsung menutup majalahnya kemudian menatap wajah Ghea dengan seksama.


“Lumayan, udah selesai?”


“Udah, baru aja selesai. Cape banget hari ini,” keluhnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Mike.


“Ya udah, kita makan siang aja dulu gimana?”


Ghea mengangguk pelan.


Setelah berganti pakaian dan berpamitan kepada rekan kerjanya, mereka berdua pun segera menuju restoran jepang tempat favorit mereka dan makan siang bersama di sana.


Sambil membukakan pintu mobil untuk Ghea, Mike terlihat sangat gembira sekali dan juga begitu bersemangat.


Mike juga tak lupa memakaikan sabuk pengaman untuk Ghea hingga membuat sahabatnya itu tersenyum kecil begitu melihat Mike memperlakukannya begitu manis. Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan dan segera memesan tempat juga makanan favorit mereka.


“Hari ini Ken sibuk banget di kantor, dia ada meeting dengan client dari Korea. Jadi, dia pasti bakalan sulit dihubungi hari ini,” tutur Mike membuka suara.

__ADS_1


“Ya, maklum aja. Perusahaan Ken itu kan perusahaan produk iklan besar, pasti dia bakalan sibuk banget. Sama kaya Bryan, baru aja pulang, dia udah sibuk dengan segudang pekerjaannya. Mana ada artis baru lago, pasti kerjaannya banyak banget. Bryan juga ada proyek film baru, kan? Dia jadi gak ada waktu buat kita, deh!” keluh Ghea tampak kecewa.


Mike menghela nafas panjang, sepertinya ia mesti banyak-banyak bersabar. Sejak kecil, Mike, Ghea, Bryan dan juga Ken bersahabat dekat. Kemana-mana mereka selalu bersama dan sejak kecil pula Mike sudah menaruh perasaan yang begitu besar kepada sahabat perempuannya itu.


Sampai saat ini, Mike masih menyukai Ghea. Namun, Mike masih belum bisa mengatakan perasaan yang sebenarnya kepada Ghea karena sebenarnya, cintanya itu bertepuk sebelah tangan. Ghea menyukai pria lain dan pria itu adalah sahabatnya sendiri, Bryan.


Mike mencoba untuk mengalah dan membiarkan Ghea dengan Bryan. Ia lebih memilih persahabatannya dari pada cintanya yang begitu besar kepada Ghea. Selama ini, Mike juga sudah berusaha untuk melupakan cintanya kepada Ghea. Namun, semakin berusaha melupakannya, semakin besar pula dan dalamnya perasaan Mike terhadap Ghea.


Setiap kali bertemu, Ghea selalu membicarakan Bryan dan bagaimana caranya agar Bryan tahu tentang perasaannya itu. Mike juga selalu berusaha untuk menyatukan mereka berdua, tapi sepertinya Bryan tidak menyukai Ghea.


Bryan hanya menyayangi Ghea sebagai sahabatnya dan tidak pernah lebih dari itu. Ini merupakan kisah cinta yang sangat rumit hingga membuat Mike bingung harus melakukan apa untuk menyikapi hal ini.


“Ghe, kenapa kamu nggak coba lagi aja mengutarakan perasaan kamu yang sebenarnya sama Bryan?” saran Mike tiba-tiba.


“Masa cewe duluan, sih?”


“Dari pada hubungan kamu sama Bryan gak berujung gini, kan?”


“Lebih baik seperti ini saja, Mike. Aku nyaman dengan keadaan kita sekarang.”


“Tapi, pastinya kamu berharap lebih, kan?”


“Jujur saja dan katakan kalau kamu sayang sama Bryan. Mau sampai kapan kamu pendam terus perasaanmu itu?”


Sesaat Ghea tampak sedang menimbang-nimbang apa yang sudah dikatakan Mike padanya. Ghea menatap wajah Mike begitu dalam hingga membuat Mike berharap-harap dengan cemas menunggu komentar dari sahabatnya itu.


“Boleh juga di coba. Semoga hasilnya memuaskan,” tawanya hingga membuat Mike juga ikut tertawa kecil meski sebenarnya hatinya terasa sangat sakit.


Setelah makan siang bersama dan mengantar Ghea kembali ke tempat kerjanya, Mike menyusuri jalan setapak di sudut kota Jakarta sambil memikirkan banyak hal.


Apa jadinya nanti, jika Ghea menjalin hubungan dengan Bryan? Apa yang harus Mike lakukan? Apa ia rela melihat Ghea bersama dengan Bryan?


Sementara Mike melangkahkan kakinya secara perlahan di sudut kota Jakarta, Angel muncul sambil mengayuh sepedahnya dengan gembira. Dengan merentangkan kedua tangannya seraya tertawa riang, ia begitu bahagia kerena besok ia akan pergi ke Jerman.


Jerman adalah negara yang sangat ingin ia kunjungi bersama dengan Nina. Sejak dulu, Angel memang ingin sekali pergi ke sana. Akhirnya, impiannya itu akan segera terwujud karena besok ia akan pergi ke sana.


Saking terlalu bahagianya, Angel sampai melemparkan bunga tulip kesukaannya itu ke tepi jalan. Dan bunga tulip itu, tepat terjatuh di tangan Mike yang sedang menyusuri jalan setapak.

__ADS_1


Mike yang mendapatkan bunga tulip tersebut sangat terkejut. Ia langsung mencari seseorang yang sudah melemparinya dengan bunga tulip itu. Namun, saat Mike melihat ke arah belakang, sepeda milik Angel sudah melaju cepat di depannya.


“Siapa yang melempari gue dengan bunga ini?” gumam Mike yang terlihat bingung.


Mike merasa, akhir-akhir ini ia mengalami beberapa hal yang aneh. Pertama, ia kehilangan si pemilik gelang kunci di bandara dan yang kedua tiba-tiba saja Mike mendapatkan setangkai bunga tulip yang merupakan bunga kesukaan seseorang yang ia sayangi.


Pertanda apakah ini sebenarnya?


“Kenapa? Ada masalah?” tanya Ken yang baru saja selesai menandatangani sebuah dokumen.


Mike yang kebetulan sedang berada di kantor sahabatnya itu, hanya bisa melamun dan terlihat sangat tidak bersemangat sama sekali.


“Pasti soal Ghea lagi, kan? Mike, mau sampai elo galau terus gara-gara Ghea?”


“Gue juga nggak tahu mau sampai kapan gue seperti ini terus, gue juga sebenarnya nggak mau kaya gini. Gue nggak mau merusak hubungan persahabatan gue dengan Bryan,” katanya terlihat murung.


Ken menyilangkan kedua kakinya, ia melipat kedua tangannya sambil melirik ke arah meja kerjanya yang terdapat sebuah bingkai foto dirinya bersama dengan ketiga sahabatnya.


“Tapi, elo udah tahu sendiri kan jawaban Bryan apa? Waktu zaman kita kuliah dulu, elo pernah bertanya soal perasaan Bryan terhadap Ghea. Dan, elo denger sendiri kan jawabannya apa?”


“Iya, gue tahu. Tapi, tetep aja gue nggak mau egois sendiri,” katanya pelan hingga membuat Ken hanya tertawa kecil mendengar celotehan temannya itu.


“Kalian itu aneh. Makhluk yang paling aneh,” ujar Ken hingga membuat Mike tertawa lebar mendengarnya.


“Kalau kita aneh, berarti elo juga aneh. Siapa suruh temenan dengan sekumpulan orang-orang aneh,” timpal Mike hingga membuat Ken menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Besok, jadi elo ke Jerman?” tanya Ken.


“Iya, gue mau fokus kerja dulu. Lagian, kerjaan gue di Jerman juga karena perusahaan elo yang meminta gue untuk menjadi model iklan kalian,” katanya menyindir.


Ken tertawa kecil hingga membuat Mike menghela nafas panjang dengan ekspresi wajahnya yang tampak sangat jengkel itu.


Sementara itu, Angel yang tengah berkemas di rumahnya, sempat memandangi foto dirinya bersama kedua orang tuanya yang sudah lama meninggal.


Selama ini, Angel memang hidup seorang diri. Di sebuah rumah yang sederhana, Angel hidup banting-tulang untuk menghidupi kebutuhannya sehari-hari. Saat ulang tahunnya yang ke-17, Angel mendapatkan sebuah kado yang sangat menyedihkan. Tepat di hari ulang tahunnya, kedua orang tuanya meninggal karena sebuah kecelakaan mobil.


Mobil yang ditumpangi mereka saat hendak pergi berlibur bersama, ditabrak kendaraan lainnya yang menyebabkan tabrakan beruntun. Dan, salah satu penumpang di mobil itu yang selamat hanyalah dirinya. Karena Angel anak tunggal, hampir 8 tahun terakhir ini ia tinggal seorang diri di sebuah rumah peninggalan terakhir kedua orang tuanya.

__ADS_1


Sambil memandangi sebuah bingkai foto kebersamaannya dengan kedua orang tuanya, Angel terlihat sangat merindukan sosok kedua orang tuanya tersebut.


“Mah, Pah, besok Angel akan pergi ke Jerman. Doakan Angel ya, semoga Angel selamat sampai di sana dan kembali ke Indonesia lagi. Mah, Pah, akhirnya impian Angel untuk pergi ke Jerman terwujud juga. Semoga, di Jerman nanti, Angel akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan seumur hidup Angel. I miss so much, Mah, Pah,” ucap Angel sambil mencium foto kedua orang tuanya itu.


__ADS_2