Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Rutinitas Pengantin Baru


__ADS_3

Sesampainya di Indonesia, keluarga Mike datang untuk menjemput pasangan baru itu. Mario, Nita, Mia, kedua orang tua Mike, nenek, kakek, bahkan Bayu dan Sisi juga datang menjemput. Karena sangat merindukan mereka, Mike dan Angel memeluk mereka semua satu persatu untuk melepas rindu.


Welcome to Indonesia, kehidupan rumah tangga Mike dan Angel akan di mulai dari hari ini juga.


Pagi-pagi sekali Angel sudah terbangun dari tidurnya yang lelap. Melihat ke arah kamarnya Mike, sepertinya Mike belum bangun. Angel mencoba untuk membangunkannya dengan masuk ke dalam kamarnya. Melihat Mike yang masih tertidur pulas, Angel tersenyum kecil.


Wajah Mike terlihat seperti anak kecil ketika ia sedang tidur. Mike tampak tenang dan terlihat lebih manis. Perlahan, Angel mencoba membangunkan Mike dengan lembut. Namun, sepertinya Mike tak kunjung bangun juga. Karena kesal tidak bangun-bangun juga, akhirnya Angel mencoba jurus terakhirnya.


“Shincan, bangun!” teriak Angel di samping telinga Mike.


“Arghh, berisik!” gerutunya kesal sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


“Shincan bangun, jangan jadi pemales!”


Angel masih berusaha membangunkan Mike sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya dan membuka selimut Mike dengan paksa.


“Lima menit lagi, deh.”


“Mike!” teriak Angel emosi.


Mike akhirnya bangun dari tidurnya yang lelap meski dengan mata yang masih terpejam. Namun, tiba-tiba saja Mike menarik tangan Angel hingga membuat Angel jatuh ke dalam pelukannya.


Mike menjadikan Angel sebagai gulingnya. Dengan seenaknya memeluk Angel dengan begitu erat, Angel langsung memberontak dan berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya itu.


“Mike! Dasar otak mesum!” teriak Angel sambil memukuli Mike dengan menggunakan bantal. “Bangun nggak?”


“Iya pesek, aku bangun sekarang!” jawab Mike yang mencoba untuk bangun dan berusaha untuk membuka matanya yang benar-benar sangat sulit untuk di buka itu.


“Cepetan mandi sana!” perintah Angel galak.


“Mandiin!” rengeknya manja.


“Ikh, dasar ya kamu, otak kamu bener-bener udah konslet!” seru Angel sambil menjitak kepala Mike kemudian pergi.


Mike hanya tertawa kecil melihat sikap Angel yang selalu saja dengan seenaknya menjitak kepalanya. Setelah pergi berbulan madu selama 5 hari penuh di Seoul, Angel memang masih sering sekali bertengkar dengan Mike.


Kali ini, Mike kembali membuat Angel kesal dengan ulahnya yang jahil. Sementara Mike mandi, Angel segera merapihkan dan membersihkan rumah dari mulai menyapu, pel lantai, merapihkan barang-barang dan mencuci pakaian. Setelah semua selesai, ia mencoba memasakkan makanan untuk Mike.


“Hmm, wangi apa ini?” tanya Mike yang baru saja turun dari lantai 2.


“Udah selesai mandinya? Sini, aku sudah membuatkan sarapan pagi buat kamu.”


“Kamu masak apa?” tanya Mike yang langsung duduk di ruang makan dan menunggu Angel untuk menghidangkan sarapan pagi untuknya.

__ADS_1


“Aku membuatkan soup daging ayam dan omlet. Cobain dulu, enak apa gak?”


Angel membawa hasil masakannya ke atas meja. Setelah semuanya sudah dihidangkan, Mike sudah siap mencoba dan Angel pun menunggu komentar dari Mike dengan gugup.


“Bagaimana? Enak apa gak?” tanya Angel gugup.


“Mmmhh, lumayanlah untuk seorang pemula," jawab Mike yang baru saja mencoba masakan istrinya itu.


“Benarkah, syukurlah kalau begitu. Baiklah kalau begitu, selamat makan!”


“Selamat makan!”


Angel dan Mike menikmati hidangan di depan mereka dengan begitu lahapnya. Setelah selesai sarapan pagi, Angel dan Mike pergi bersama menuju tempat kerja mereka.


Selama di perjalanan, di dalam mobil Angel menatap sinis ke arah dashboard mobil Mike.


“Kenapa? Kayanya, di lihat dari ekspresi wajahnya sangat tidak bersahabat sekali!”


“Boleh nggak aku minta permintaan dari kamu?” tanya Angel yang masih terlihat sinis itu.


Mike mengangguk dan masih terlihat berkonsentrasi mengemudikan mobilnya. Berbeda dengan Angel, ekspresi wajahnya tampak terlihat sangat sinis dengan alisnya yang mengangkat sebelah.


“Boleh nggak, foto itu diganti? Kalau gak diganti, bisa kan fotonya disimpen?”


Mendengar pernyataan dari istrinya itu, Mike hanya tertawa lebar hingga membuat Angel menjadi kesal sendiri seraya memukul lengan Mike dengan kasar.


“Kamu aneh deh, cuma masalah foto aja wajah kamu tuh langsung berubah gitu!” tawa Mike yang masih terkekeh.


“Setidaknya, kamu menghargai aku yang sudah menjadi istri kamu yang sah. Walau sebenarnya, kita itu hanya menikah kontrak!”


Mike tersenyum kecil sambil mengambil bingkai foto yang terpajang di dashboard mobilnya.


“Sudah puas?”


Angel mengangguk pelan dan memberikan dua jempolnya kepada Mike dengan wajah datarnya.


“Hari ini pulang jam berapa? Perlu di jemput?” tanya Mike sambil mengemudikan mobilnya.


“Kita lihat aja nanti, kalau sudah selesai nanti aku hubungi kamu lagi aja, yah?”


“Oh ya, hari ini aku gak ada jadwal syuting. Jadi, hari ini aku harus pergi latihan, soalnya sebentar lagi aku ada pertandingan.”


“Benarkah? Apa jadwal syuting tidak akan mengganggu jadwal latihanmu?”

__ADS_1


“Nggak sih, Sisi dan Bayu sudah mengatur semua sceduleku. Jadi, aku bisa nyantai."


“Oh, okelah kalau begitu.”


Setelah mengantar Angel ke kantornya, Mike beranjak pergi. Namun, sebelum Mike beranjak, Mike meminta Angel untuk kembali menghampirinya.


“Ada apa lagi?” tanya Angel sambil menghampiri Mike yang berada di dalam mobil.


“Warnanya hitam, yah?” tanya Mike setengah berbisik.


“Hitam? Maksudnya?” tanya Angel tidak mengerti.


Namun, tiba-tiba saja mata Angel membelalak dan melotot tajam sambil menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya. Mike yang melihat tingkah Angel hanya bisa tertawa lebar.


“Dasar otak mesum!”


“Bye bye, hitam!” ejeknya kemudian pergi.


“Berisik kamu, Shincan!” teriak Angel emosi.


Setelah mobil Mike berlalu, dengan lari terburu-buru Angel memasuki ruangannya. Saat Angel hendak masuk ke dalam ruangannya, tidak sengaja Angel bertemu dengan Bryan di loby. Sambil tersenyum ramah, Angel membungkukkan tubuhnya dan memberi salam kepada atasannya itu.


“Selamat pagi, Pak,” sapa Angel ramah.


“Pagi, bagaimana dengan bulan madumu?” tanya Bryan.


“Oh, menyenangkan!” jawab Angel tampak malu-malu.


“Mulai sekarang jangan panggil aku bapak lagi, panggil aku Bryan. Aku kan sahabat suami kamu, berarti kamu juga sahabatku.”


“Tapi, rasanya sangat tidak sopan memanggil nama saja di kantor,” katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Iya, kalau hanya kita berdua kamu boleh memanggil nama saja.”


“Oke, baiklah kalau begitu, Pak. Eh, Bryan,” ujarnya mengklarifikasi dengan cepat.


Bryan tersenyum kecil dan memberikan dua jempolnya untuknya Angel.


"Kalau begitu aku pamit dulu, selamat bekerja!”


Sepeninggalnya Bryan, Angel kembali bekerja seperti semula. Angel terlihat sedang menggembungkan kedua pipinya dan memainkan pensilnya dengan memutar-mutarnya.


Ia tampak sedang berfikir keras, desain apa yang cocok untuk membuat pakaian yang sedang populer akhir-akhir ini? Melihat Angel yang terlihat begitu serius, membuat Bayu dan Sisi yang melihat dari luar tersenyum kecil.

__ADS_1


Dapur rumah Mike dan Angel



__ADS_2