Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Menunggu


__ADS_3

“Jawab aku Mike, apa kamu masih menyukaiku? Apa kamu masih mencintai aku?” tanya Ghea yang membuat Mike terdiam dan tidak menjawab. “Jawab aku, Mike!”


Mike benar-benar tidak menjawab, sepertinya Mike sudah tidak bisa mencintai Ghea lagi. Ghea pun memutuskan untuk pergi, namun tiba-tiba saja Mike menarik tangan Ghea dan mencium bibirnya. Ghea kembali memberontak, namun Mike masih terus mencium bibirnya. Lambat laun, Ghea pun menyerah dan membalas ciuman Mike.


Sementara Angel, karena khawatir Mike belum kembali juga, ia memutuskan untuk menunggu Mike di teras rumahnya. Berkali-kali ia menengok namun Mike tidak kunjung datang juga. Akhirnya, Angel memutuskan untuk mencari Mike, tapi hujan turun semakin deras. Ia pun menghentikan langkahnya di depan gerbang pintu rumahnya.


Angel terdiam terpaku, Angel sadar ia pasti akan mengganggu Mike dan Ghea jika ia mencarinya. Angel pun memutuskan untuk tidak pergi mencari Mike dan terus berdiam diri dengan guyuran air hujan yang terus membasahinya dan tanpa sadar Angel kembali meneteskan air matanya.


Apa yang sedang mereka lakukan saat ini? Batin Angel dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang untuk memayungi Angel. Saat Angel melihat orang itu, ternyata ia adalah Bayu. Melihat Angel yang seperti ini, Bayu mengajak Angel untuk masuk ke dalam rumahnya.


“Kenapa? Mike menyakiti lo lagi?” tanya Bayu seraya memberikan Angel handuk.


“Bay, apa Mike sangat menyukai Ghea?” tanya Angel pelan.


Bayu sesaat terdiam, namun ia kembali berbicara, “Mike adalah sahabat terdekat Ghea. Sejak kecil, Mike memang sangat mencintai Ghea. Tapi, cintanya bertepuk sebelah tangan karena Ghea mencintai orang lain.”


“Mencintai orang lain?” ulang Angel bingung.


“Ghea sudah lama menyukai Bryan, sahabatnya sejak kecil juga. Elo tahu Bryan, kan?” Angel mengangguk pelan dan terlihat tampak tidak percaya.


“Namun, Bryan sama sekali tidak memendam rasa kepada Ghea. Sejak Mike menikah dengan lo, mungkin Ghea merasa kesepian dan mulai merasakan kehilangan Mike,” ungkap Bayu.


“Apa Mike masih mencintai Ghea sampai sekarang?”


“Gue nggak tahu, Mike bukan orang yang mudah di tebak. Semenjak Mike bertemu dengan lo, mungkin kehidupan Mike berubah drastis. Tunggu, apa jangan-jangan elo mulai menyukai Mike?” tanya Bayu tiba-tiba.


Angel tidak menjawab, ia hanya terdiam dan memalingkan wajahnya.


“Elo tahu kan, di dalam kontrak sudah tertera dengan jelas kalau kalian tidak boleh saling jatuh cinta?”


Angel mengangguk pelan dan masih menundukkan kepalanya tanpa menjawab.


"Dengan seiring berjalannya waktu, mungkin perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya. Gue tidak melarang elo untuk jatuh cinta kepada Mike karena gue lihat perkembangan hubungan kalian semakin membaik.


“Kalian tidak pernah bertengkar lagi, bahkan kalian terlihat seperti pasangan suami istri sesungguhnya. Mike tampak tulus menyayangi lo, dia tidak sedang berpura-pura atau pun berakting. Gue kenal Mike lama, gue tahu kalau Mike sebenarnya ada perasaan khusus untuk lo.”


“Itu mana mungkin, walau gue tahu cinta gue bertepuk sebelah tangan, gue akan tetap bahagia melihat orang yang gue cintai bahagia. Tidak lama lagi juga gue akan bercerai dengan Mike, kan? Tunggu sampai hari perceraian itu tiba, gue baru akan melepaskan Mike untuk Ghea," ucap Angel dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


“Kalau begitu gue pulang dulu, sampaikan pada Mike gue tadi mencarinya. Gue mau membicarakan soal pertandingannya nanti, minta dia untuk segera menghubungi gue."


“Iya, thank’s banget ya Bayu."


“Thank’s untuk apa?”


“Semuanya,” jawab Angel sambil tersenyum.


Bayu mengangguk pelan seraya memegang lembut kepala Angel kemudian pergi. Sepeninggalnya Bayu, Angel masih terus menunggu Mike pulang.


“Apa cinta sebegitu menyiksa hati ini? Apa cinta membuat air mata ini terus mengalir?” gumam Angel pelan.


Jam sudah menunjukan pukul 11 malam, namun Mike masih belum pulang juga. Karena semalaman terus menunggu, Angel sampai kelelahan dan tertidur di atas sofa. Saat Mike kembali pulang ke rumahnya, ia melihat Angel tertidur di sofa. Sepertinya Angel menunggunya lagi, fikir Mike.


Dia masih menunggu gue juga ternyata. Batin Mike saat melihat wajah Angel yang sedang tidur.


Karena tidak tega melihat Angel tertidur di sofa, Mike menggendong Angel dan membawanya ke tempat tidurnya. Sambil menyelimutinya, Mike membelai rambut Angel dengan penuh kasih sayang. Untuk sesaat, Mike menatap wajah Angel yang sedang tertidur begitu pulasnya.


“Maafkan aku. Karena aku, kamu jadi menderita dan harus menikah kontrak denganku. Aku janji, suatu hari nanti aku pasti akan membahagiakanmu. Dan aku minta, kamu jangan menungguku lagi seperti ini,” ucap Mike pelan.


Mike mencium kening Angel dengan lembut, kemudian ia pun keluar dari kamarnya. Sepeninggalnya Mike, Angel membuka matanya dengan perlahan. Ternyata Angel masih belum tidur, ia hanya berpura-pura memejamkan matanya dan mendengar dengan jelas apa yang sudah dibicarakan Mike tadi.


Walaupun Angel tidak tahu apa yang terjadi semalam antara Mike dan uga Ghea. Tapi, Angel sudah memutuskan untuk selalu berada di samping Mike apapun yang akan terjadi nanti dan sebelum hari perceraian itu tiba.


“Kenapa, galau lagi karena Angel?” tebak Ken sambil tersenyum jahil.


“Siapa juga yang galau? Gue cuma lagi kefikiran soal pertandingan lusa nanti,” jawab Mike yang kebetulan sedang berada di kantor Ken.


“Sepertinya hubungan elo dengan Bryan merenggang, yah?” tanya Ken tiba-tiba hingga membuat Mike begitu terkejut saat mendengarnya.


“Masa, sih? Perasaan, biasa aja!”


“Mike, jawab jujur pertanyaan gue. Elo masih suka sama Ghea?” tanya Ken tiba-tiba hingga membuat Mike terkejut begitu mendengarnya.


“Kenapa lo tiba-tiba menanyakan soal itu?”


“Hubungan lo, Ghea dan Bryan itu menjadi aneh semenjak elo menikah. Mike, kalau boleh gue saranin, elo berhenti deh untuk mencintai Ghea. Kasihan Angel, sekarang kan dia istri lo. Elo jangan mengabaikan Angel ” katanya sembari menatap wajah sahabatnya itu begitu lekat.


“Iya gue tahu, elo juga sama!” ujar Mike tiba-tiba.

__ADS_1


“Gue? Kenapa dengan gue?”


“Jangan diem terus, bilang aja kalau elo itu emang suka sama Nina!” seru Mike hingga membuat Ken merangkul kepala Mike dengan kasar.


“Sialan lo! Eh, udah waktunya jam makan siang, nih. Gue ada janji makan siang bareng Nina, elo sama Angel mau ikut?”


“Makan siang bareng? Boleh juga tuh, mau makan siang di mana, biar gue sekalian jemput Angel.”


“Kita makan siang di daerah Kemang aja gimana?”


“Oh, kalau begitu biar cepet gue jemput Angel di persimpangan jalan deket lampu lalu lintas yang arahnya mau ke jalan tol aja, deh. Bentar, gue telepon Angel dulu.”


Mike langsung mengeluarkan handphonenya dan segera menghubungi Angel. Begitu memberitahukan alamat tempat Mike untuk menjemput Angel, Mike langsung menutup teleponnya. Setelah menerima telepon dari Mike, Angel terlihat tampak bahagia sekali. Ia pun segera bergegas pergi dengan terburu-buru, sampai membuat handphonenya terjatuh di ruangannya.


“Udah?” tanya Ken.


“Udah, gue tinggal jemput Angel di alamat yang tadi gue bilang. Elo mau jemput Nina sekarang?”


“Iya, sepertinya sekarang . . . Ehh, tunggu dulu!” seru Ken tiba-tiba.


“Ada apa?”


“Gue baru inget sesuatu, elo tadi bilang mau jemput Angel di persimpangan jalan deket lampu lalu lintas yang arahnya mau ke jalan tol, kan?”


“Iya, kenapa?” tanya Mike bingung.


“Aduh, gue baru inget. Kenapa elo malah jemput Angel di daerah situ? Ganti tempat deh, Mike!”


“Emangnya kenapa?” tanya Mike tidak mengerti.


“Aduh, gimana bilangnya, yah? Gue udah janji sama Angel juga Nina, kalau gue nggak akan cerita sama siapa-siapa dan ini akan menjadi rahasia kita bertiga.”


“Emangnya ada apa, sih? Cerita dong sama gue, elo bikin gue penasaran aja!”


“Duh, gimana, yah? Mana gue lupa lagi, aduh Angel maaffin gue. Gue terpaksa bilang sama Mike.”


“Ya udah, ada apaan?” tanya Mike tak sabaran.


“Tempat yang tadi lo bilang itu, tempat yang paling menakutkan untuk Angel.”

__ADS_1


“Maksud lo?”


__ADS_2