
Keluarga dan sahabat-sahabat terdekat sudah menyarankan Mike untuk menikah kembali dan melupakan Angel, namun Mike lebih memilih untuk hidup seorang diri dan menutup rapat hatinya. Sampai saat ini, Mike masih belum bisa melupakan Angel, bahkan Mike masih terus mencari keberadaan Angel.
Hingga suatu hari, Mike mendapatkan kabar bahwa Angel sekarang menetap di Seoul. Mike juga mendapatkan kabar, ia sekarang sudah menjadi seorang desainer terkenal. Karya-karyanya juga banyak terlihat, dari mulai desain pakaian dan beberapa aksesoris yang ia buat sendiri sudah laku keras dan banyak dipakai oleh artis-artis ternama.
Bakatnya yang luar biasa, menjadikan Angel seorang perancang busana yang paling sukses di Asia. Bahkan, kini Angel mempunyai butik sendiri dan membuat pagelaran rancangan-rancangan pakaian yang ia buat sendiri. Mendengar Angel sudah sukses besar, Mike sangat bahagia sekali walau belum ada kesempatan untuk bertemu dengannya.
“Mike, menurut lo Bali cocok gak untuk pernikahan kita berdua?” tanya Ken, saat tengah makan siang bersama dengan Nina dan juga Ken di sebuah restoran di daerah Jakarta pusat.
“Bali? Bali sangat indah, jadi kalian berdua akan menikah di sana?”
“Iya, Nina sangat terinspirasi dengan pernikahan elo dulu dengan Angel. Makanya, Nina ingin melangsungkan pernikahan di sana.”
“Good, Bali adalah tempat yang paling romantis dan cocok untuk kalian berdua. Kalau kalian sudah memutuskan untuk menikah di sana, gue sebagai sahabat kalian hanya mendukung apapun keputusan kalian berdua.”
“Mike, elo masih kefikiran soal Angel, yah?” tanya Nina hingga membuat Mike tersenyum kecil dan mengalihkan pandangan matanya. “Gue masih belum mendapatkan kabar terbaru lagi darinya. Kalau gue nggak sibuk ngurusin pernikahan gue dan Ken, gue pasti bakalan terbang ke Seoul dan mendatanginya.”
“Sudahlah, sekarang Angel sudah menemukan kehidupan barunya. Kita jangan mengganggu kehidupannya yang sekarang.”
“Tapi, gue masih tidak rela. Angel pergi begitu saja tanpa pamitan kepada kita semua. Bahkan, sekarang dia yang sudah sukses besar pun tak menghubungi kita sama sekali. Angel benar-benar melupakan kita, dia benar-benar menghilang dari kehidupan kita semua,” tutur Nina hingga membuat Ken menggenggam tangan Nina begitu erat.
“Kenapa elo gak menyusulnya saja ke Seoul, elo kan pernah ke sana saat elo dan Angel bulan madu dulu. Kenapa lo gak temui Angel di sana?” tanya Ken tiba-tiba hingga membuat Nina memberi anggukan tanda setuju.
“Mungkin kita belum berjodoh, kita belum di takdirkan untuk bersama. Ya sudahlah, lupakan saja.”
“Sabar ya, Mike,” ucap Nina pelan sambil memegang tangan Mike hingga membuat Mike hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
Setelah selesai makan siang bersama dengan Ken juga Nina, Mike kembali bekerja dan segera bergegas pergi menuju studio musik. Saat lampu merah menyala, Mike tampak sedang memikirkan dan menimbang-nimbang saran dari Ken yang menyarankannya untuk menemui Angel di Seoul.
Saat memandangi gelang kunci yang sengaja diberikan Angel untuknya dan dijadikan Mike sebagai gantungan handphone miliknya, tampak di samping mobil Mike ada sebuah mobil Honda Jazz dengan seorang perempuan berkacamata hitam yang tengah memandangi sebuah kalung berbentuk sepatu.
Perempuan itu memegang kalung sepatu miliknya begitu erat dan memandangi kalung tersebut dengan mata berkaca-kaca. Saat lampu hijau menyala, mobil Mike melaju ke arah kanan, sedangkan mobil Honda Jazz tersebut melaju ke arah kiri.
Sebelum menuju studio, Mike memutuskan untuk ziarah ke kuburan Mia. Sesampainya di kuburan Mia, Mike tampak sangat sedih dan merindukan adik semata wayangnya itu.
“Mia, apa kamu baik-baik saja di Surga sana? Apa kamu bahagia? Kakak sangat merindukanmu, kakak benar-benar sangat merindukanmu. Bisakah kita bertemu kembali? Bisakah kita berkumpul bersama-sama lagi? Mia, kakak sudah buatkan lagu untukmu. Lagu itu hadiah untuk ulang tahunmu yang ke 15. Semoga kamu suka. Mia, i miss you so much."
Setelah berbicara banyak dengan Mia, Mike memutuskan untuk pulang dan kembali menuju studio. Baru saja Mike masuk ke dalam mobilnya, seorang perempuan berkacama hitam keluar dari mobilnya dan terlihat tampak membawa sebuket bunga tulip.
Mike sempat menoleh ke arah perempuan berkacamata hitam itu, namun sayangnya perempuan itu tidak melihat ke arah Mike.
"Sepertinya, gue pernah melihat wanita itu. Siapa dia?" gumam Mike sambil menoleh ke arah perempuan itu kemudian kembali pergi.
Sementara gadis berkacama hitam itu, ia tampak sedang memandangi perusahaan JJ.Entertaiment dari balik kaca mobilnya.
“Sudah lama sekali!” katanya pelan kemudian pergi sambil mengemudikan mobilnya.
Esok harinya, Mike tampak sedang duduk di sebuah bangku taman. Sambil memandangi langit yang begitu cerah, Mike tengah sibuk mendengarkan lagu di i-poodnya. Namun, tiba-tiba saja hanphone Mike berdering begitu nyaringnya hingga membuatnya cepat-cepat mengangkatnya.
“Ada apa, Ken?”
“Bro, lo udah lihat ke salah satu toko sepatu?” tanya Ken di sebrang telepon sana.
__ADS_1
“Kenapa memangnya?”
“Elo masih ingat desain sepatu yang pernah di buat Angel, kan?”
“Iya, kenapa?”
“Gue baru saja melihat ada desain sepatu yang di buat Angel untuk lo di beberapa toko sepatu. Sepertinya, toko tersebut memproduksi sepatu yang mirip desain sepatu milik lo.”
“Tunggu, maksud lo apa ini?” tanya Mike tidak mengerti.
“Mike, sepatu itu baru di produksi kemarin. Dan, gue dapat kabar kalau yang mendesain sepatu itu baru saja datang ke Indonesia. Dan, elo tahu gak itu artinya apa? Itu artinya, Angel ada di Indonesia. Dia kembali, Mike!” seru Ken tampak antusias.
“Apa? Angel ada di Indonesia?” teriak Mike tampak syock.
Mendengar Angel ada di Indonesia, Mike tampak sangat bersemangat dan gembira sekali. Tanpa banyak fikir panjang, Mike segera bergegas pergi dan melihat dengan mata kepalanya sendiri, kalau sepatu yang ia miliki sudah banyak diproduksi di toko-toko yang dikatakan Ken tadi di telepon.
Dan, begitu terkejutnya Mike, ternyata sepatu itu memang benar ada. Sepatu itu sangat mirip sekali dengan sepatu milik Mike yang dibuatkan Angel untuknya 3 tahun lalu.
Sementara itu, di sebrang jalan tempat Mike sedang melihat sepatu yang sangat mirip sekali dengan miliknya, terlihat seorang perempuan cantik yang baru saja keluar dari sebuah toko aksesoris. Perempuan itu tampak mengenakan kacamata hitam dan sedang mendengarkan sebuah lagu dengan headset yang menempel di kedua telinganya.
Perempuan berkacamata itu tampak sangat bahagia, di balik kacamata hitamnya sebenarnya perempuan itu tengah meneteskan air mata harunya.
“Ternyata, dia sudah mewujudkan impiannya,” ucap perempuan itu pelan.
Mike yang sudah cukup puas memandangi sepatu yang mirip dengan sepatu miliknya, kembali membalikkan badannya dan pergi menuju tepi jalan untuk menyebrang. Namun, sebelum Mike pergi untuk menyebrang, ia melihat ada seorang perempuan cantik yang baru saja membuka kacamata hitamnya.
__ADS_1
Saat perempuan itu membuka kacamatanya, begitu terkejutnya Mike. Matanya membelalak dan melotot tajam. Perempuan yang kini Mike lihat dengan mata kepalanya sendiri adalah perempuan yang sangat Mike cintai dan ia rindukan selama ini.