Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Gantung Sepatu


__ADS_3

Setelah membaca surat tersebut, tidak terasa butiran air mata Mike jatuh ke pelupuk matanya. Sambil tersenyum, Mike memeluk surat pemberian dari Angel dengan begitu erat.


Aku juga mencintamu, Angel. Batin Mike.


Mike membuka sebuah amplop berwarna coklat. Di dalamnya sudah ada surat perceraian yang sudah ditandatangani oleh Angel. Dan, di dalam surat tersebut juga terdapat sebuah gelang kunci milik Angel yang sempat hilang.


Gelang yang baru saja dikembalikan kepada pemilik aslinya, kini Angel memberikannya kembali kepada Mike. Mike menghela nafas panjang dan mencoba untuk tersenyum walau sebenarnya ia ingin sekali berteriak dan menangis.


Dengan kepergian Angel, Mike berusaha menjelaskan semuanya kepada keluarganya. Keluarga Mike yang mendengar kabar perceraian Mike dan Angel begitu terkejut dan sangat kesal sekali mendengarnya. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat banyak.


Keluarga Mike memang sangat menyukai Angel dan berharap Angel menjadi istri Mike yang sesungguhnya. Yang bisa dilakukan keluarga Mike saat ini hanyalah berdoa yang terbaik untuk Mike.


Sementara itu, kabar perceraian Mike dengan Angel menjadi trending topic di Indonesia. Semua stasiun tv, koran, bahkan sampai majalah pun banyak yang memuat soal peceraian Mike. Ini akan menjadi hal yang paling sulit untuk Mike lalui, ia bahkan sampai meminta maaf kepada masyarakat karena telah membohongi mereka semua selama ini.


3 minggu berlalu sudah semenjak Angel pergi. Mike berusaha untuk menanyakan soal keberadaan Angel kepada Nina, namun sepertinya Nina juga tidak tahu sekarang Angel berada di mana. Sepertinya, Angel memang sengaja merahasiakan kepergiaannya kepada semua orang.


Hari ini adalah hari pertandingan Mike, ini akan menjadi pertandingan lari Mike yang terakhir. Karena Mike sudah tidak ingin berlari lagi, ia memutuskan untuk gantung sepatu dan berhenti dari dunia lari.


“Mike, are you okay?” tanya Ken saat melihat Mike tengah melakukan pemanasan sebelum pertandingan di mulai.


“Yap, gue baik-baik saja. Kenapa memangnya?”


“Ini akan menjadi pertandingan terakhir lo. Tapi, gue masih penasaran kenapa lo memutuskan untuk berhenti dari dunia lari?”


“Gue lelah Ken, gue ingin istirahat dari dunia lari. Biarkan dunia lari menjadi kenangan gue.”


“Elo masih belum tahu Angel ada di mana?”

__ADS_1


“Belum, sekarang gue ingin mencoba melupakan Angel. Biarkan Angel menjadi masa lalu gue yang paling indah. Kalau kita berjodoh, suatu hari nanti juga kita akan bertemu kembali.”


“Semangat, Bro!”


“Thanks!”


Setelah kepergian Ken, kali ini giliran Ghea yang datang menghampiri Mike. Sambil tersenyum, Ghea memeluk Mike begitu erat.


“Semoga kamu keluar sebagai juara hari ini, jangan biarkan pertandingan terakhir kamu itu keluar tanpa trophy!”


“Pasti. Oh iya, jadi malam ini berangkat ke Inggris?”


Ghea mengangguk pelan sambil tersenyum, “Iya, nanti malam aku akan berangkat ke Inggris. Aku ingin mengembangkan dunia modellingku di dunia internasional. Doakan aku, yah?”


“Pasti, aku pasti akan mendo’akanmu!”


“Hey, Bro!” sapa Bryan.


“Elo datang juga?”


“Datang dong, semoga elo menang hari ini.”


“Thanks! Mmmhh, sepertinya ada yang mau kalian bicarakan, gue pergi dulu!.”


Mike tersenyum jahil dan membiarkan Bryan juga Ghea berbicara berdua. Sepeninggalnya Mike, Ghea dan Bryan terlihat canggung dan tampak dengan suasana keheningan.


“Hay,” sapa Bryan membuka suara.

__ADS_1


“Hay."


“Hm, lama tidak bertemu!”


“Iya, aku sibuk dengan kerjaanku akhir-akhir ini.”


“Mmmh, malam ini jadi ke Inggris?” tanya Bryan tampak canggung.


“Iya, jam 8 malam jadwal keberangkatanku. Hm, Bryan?”


“Iya?”


“Maafkan semua yang pernah aku lakukan padamu selama ini, yah?”


“Untuk apa? Aku tidak merasa kamu punya salah kepadaku. Justru, aku yang harusnya minta maaf.”


Ghea tersenyum, melihat Ghea tersenyum Bryan membalasnya dengan senyuman kembali.


“Aku paling suka melihatmu tersenyum, kamu paling cantik ketika tersenyum.”


Ghea tertawa kecil hingga membuatnya tersipu malu, “Apa kita masih bisa berteman seperti dulu?”


“Tentu, aku sangat menantikan hal itu. Aku sangat merindukan senyumanmu dan merindukan persahabatan kita dulu.”


“Aku juga sangat merindukanmu, Bryan.”


Bryan membuka kedua tangannya lebar, dengan riang Ghea menyambutnya seraya memeluk Bryan begitu erat. Melihat Ghea dan Bryan kembali seperti dulu, Mike tersenyum kecil. Akhirnya mereka menemukan kebahagian mereka.

__ADS_1


__ADS_2