Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Rambut ikal itu Berbahaya


__ADS_3

Di perusahaan JJ. Entertaiment Bryan terlihat tampak sedang memikirkan sesuatu yang sangat mengganggu fikirannya. Sebenarnya, Bryan masih memikirkan kejadian semalam saat Ghea mengungkapkan perasaannya yang begitu tiba-tiba.


Saat itu, Bryan langsung menolak dengan tegas dan meninggalkan Ghea di restoran tanpa mengantarnya kembali ke rumah. Karena merasa bersalah, Bryan mencoba untuk menghubungi Ghea kembali. Namun, sepertinya Ghea sengaja tidak mengangkat telepon darinya.


“Apa gue terlalu kejam, yah? Kenapa Ghea sama sekali tidak mengangkat telepon dari gue?” gumam Bryan sambil memandangi bingkai foto kebersamannya dengan ketiga sahabatnya di meja kerjanya.


Ghea hanya bisa memandangi layar teleponnya ketika Bryan mencoba menghubunginya kembali. Dengan mata yang berkaca-kaca dan terlihat sedih, ia hanya bisa menghela nafas panjang dengan melanjutkan semua pekerjaannya dan melupakan kejadian


semalam untuk sejenak.


Sementara itu, setelah Angel selesai mandi dan berpakaian, ia segera bergegas menuju kantornya. Mike yang baru saja masuk ke dalam mobilnya, hanya bisa saling beradu pandang dengan Angel ketika mereka berpapasan.


Dengan sombongnya, Mike masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Angel yang melihat keangkuhan Mike, hanya bisa berjalan kaki menuju halte sambil tersenyum sinis.


“Ckck, sombong sekali dia mentang-mentang naik kendaraan pribadi!” ucap Angel sinis.


Sebelum menuju JJ. Entertaiment, Mike membeli beberapa makanan kecil dan membawanya ke tempat kerja Ghea. Melihat Ghea yang sedang sibuk dengan beberapa cast pemotretan, ia hanya bisa tersenyum kecil dan menyimpan makanannya di ruangannya


Setelah menyimpannya dengan aman, Mike kemudian kembali menuju JJ. Entertaiment.


“Makanan ini dari siapa?” tanya Ghea kepada asistennya ketika berada di ruangannya.


“Entahlah, tadi aku lihat ada seorang pria masuk ke sini dan menyimpan makanan ini di sini. Tapi, aku tidak melihat wajahnya.”


“Dari siapa, yah? Ini ada tulisan tangan yang bertuliskan kata good luck Ghea. Sepertinya aku tahu tulisan ini,” gumam Ghea sambil memperhatikan kertas yang bertuliskan kata good luck Ghea itu dengan seksama.


"Apa mungkin?"


Sesampainya di JJ. Entertaiment, Mike kembali melakukan reading. Sambil melakukan reading, Mike tampak sedang di make up dan diminta untuk mencoba beberapa pakaian yang akan ia kenakan. Sebagai seorang desainer, Angel ditunjuk untuk menjadi perancang busana khusus Mike.


Dengan berat hati tanpa bisa menolak, Angel hanya bisa menyetujui semua pekerjaannya demi cepat-cepat mengumpulkan uang dan kembali mencari rumah baru.


Niat tidak akan pernah bertemu lagi dengan Mike, Angel malah terjebak dengan dunia Mike yang mengharuskannya tinggal satu rumah dengannya dan satu tempat kerja dengannya. Ini merupakan hal paling terburuk yang pernah Angel alami selama ini.


“Nih,” ucap Angel sambil memberikan pakaian yang baru saja ia pilih kepada Mike.


“Ganti, ini tidak cocok!” perintah Mike seenaknya dan tersenyum sinis.


“Pakai aja, sih!”


“Hey, tidak boleh protes. Gue kan artis lo dan elo cuma asisten make up dan perancang busana gue!”


“Aishhh!”


Angel kembali memberikan pakaian yang cocok untuk Mike. Sudah hampir 5 kali ganti pakaian, akhirnya Mike menemukan pakaian yang cocok juga. Dengan penuh kesabaran extra tinggi, Angel kembali membantu Mike untuk merapihkan pakaiannya itu.

__ADS_1


“Kancingkan!” perintah Mike kembali terkesan kasar.


“Kan, bisa sendiri. Emangnya elo anak kecil, perlu bantuan gue segala!”


“Cepetan, nggak pake protes!” paksa Mike kembali sambil memelototi Angel dengan ganas.


"Elo punya tangan, kan?"


"Nggak usah banyak protes, deh. Cepetan, mau lo sampai kehilangan pekerjaan lo karena gue?" katanya mengancam.


Dengan terpaksa, Angel mengkancingkan kembali pakaian Mike. Sialnya, karena rambut Angel yang ikal sangat mengganggu, kejadian tidak menyenangkan kembali terjadi. Beberapa helai rambutnya tersangkut di dalam kancing pakaian Mike dan itu kembali membuat kehebohan diantara keduanya.


“Aduh!”


“Ada apa?” tanya Mike bingung.


“Rambut gue nyangkut di kancing baju lo, Mike.”


“Apa? Jangan suka aneh deh, cepat lepas!” perintah Mike yang langung melirik ke arah pakaiannya.


“Susah! Gimana, dong?” tanya Angel tampak panik.


“Aishhh, menyebalkan!”


Mike mengangguk dan segera mengambil jam tangannya. Karena rambutnya masih tersangkut, Angel terpaksa harus mengikuti ke mana arah Mike pergi dengan setengah menunduk.


“Mike, ini sepatu lo!” teriak Bayu dari arah samping kiri.


“Oke!”


Angel kembali mengikuti Mike ke arah kiri untuk mengambil sepatu Mike yang berada di tangan Bayu. Melihat Angel terus mengikuti Mike, Bayu merasa ada yang aneh dengan sikap mereka berdua.


“Kenapa kalian?” tanya Bayu tampak bingung dan heran dengan sikap Mike juga Angel.


“Rambutnya Angel nyangkut di kancing baju gue,” jawab Mike hingga membuat Bayu terkejut namun setelah itu tertawa lebar.


“Apa? Kenapa bisa?”


“Nih, ulah si kribo!” tuduh Mike sambil menunjuk kepala Angel dengan tangannya.


“Kenapa jadi gue?” teriak Angel kesal dan masih berusaha melepaskan diri dari pakaian Mike yang sudah mengunci rambut ikalnya.


“Mike, saatnya melakukan take!” teriak sutradara.


“Mampus, gimana ini?” tanya Angel semakin panik.

__ADS_1


“Tarik rambutnya!” perintah Bayu.


Tanpa aba-aba, Mike langsung menarik rambut Angel hingga membuatnya berteriak meringis kesakitan.


“Awww, sakit Mike!” jerit Angel hingga membuat semua orang melihat ke arahnya dan juga Mike.


“Gak usah pake teriak-teriak bisa, kan? Lihat, semua orang ngeliatin kita!” seru Mike setengah berbisik.


“Iya, tapi sakit. Pelan-pelan dikit, dong!”


“Mike? Ada apa? Ada masalah?” tanya sutradara.


“Sedikit, pak Sut. Dengar, hitungan ke tiga lo tarik, gue juga tarik. Faham lo?”


Angel mengangguk pelan. Setelah menghela nafas panjang, Mike segera menghitung. Saat hitungan ke tiga, Angel dan Mike saling menarik hingga membuat Angel kembali berteriak dan terjatuh menabrak Bayu.


“Aihh, akhirnya lepas juga!” ucap Mike terlihat lega dan tampak gembira.


“Aduh, rambut gue!” seru Angel sambil memegangi rambutnya yang jadi rusak.


“Rambut lo itu sangat berbahaya, gue harus jauh-jauh dari rambut lo itu!”


“Apa?”


“Ngel, rapihkan pakaian Mike, yah?” pinta Sisi yang terlihat sangat sibuk.


Angel mengangguk dan menghampiri Mike untuk merapihkan pakaiannya dengan perasaan jengkel.


“Rapihkan yang benar, Bik!” ejek Mike sambil tertawa mengejek.


“Apa tadi lo bilang?” seru Angel setengah berteriak hingga membuatnya kembali menurunkan volume suaranya. “Elo jangan buat masalah sama gue ya di sini! Gue hajar juga lo!” bisik Angel dengan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Mike dengan begitu dekat.


“Emang berani?”


“Aishh, dia nantangin gue. Dasar cowo psikopat!” gerutunya kesal sambil memukul kening Mike dengan menggunakan keningnya.


“Hey!” teriaknya hingga membuat orang-orang melirik ke arah Mike dan Angel kembali. “Dasar nenek sihir!”


“Berisik lo!”


Mike hanya tertawa kecil dan menjulurkan lidahnya ke arah Angel. Saat tengah sibuk merapihkan pakaiannya, tiba-tiba saja ada beberapa orang yang membawa beberapa properti yang tidak sengaja menabrak tubuh Angel hingga membuatnya terjatuh ke dalam pelukan Mike. Melihat Angel jatuh ke pelukannya, Mike tampak sangat terkejut.


“Mike!” panggil seseorang.


Merasa namanya dipanggil, Mike melihat di belakang Angel sudah ada Ghea yang berdiri dan memperhatikan dirinya sedang berpelukan dengan Angel tanpa disengaja. Mike pun segera melepaskan pelukannya dan menghampiri Ghea yang telah memanggilnya.

__ADS_1


__ADS_2