
Ghea tampak sedang berada di sebuah club malam. Ia meminum beberapa gelas vodka miliknya hingga membuatnya sudah terlihat mabuk. Sambil memegang gelas vodkanya, Ghea mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi Bryan. Namun, sepertinya Bryan sama sekali tidak mengangkat teleponnya. Karena kesal, Ghea kembali menghubungi Bryan. Namun, usahanya sia-sia saja karena Bryan sama sekali tidak mengangkatnya.
Ghea pun mencoba menghubungi Ken dan akhirnya Ken mengangkat juga telepon darinya.
“Ken,” ucapnya dengan keadaan mabuk berat.
“Ghea? Kamu mabuk?” tanya Ken di sebrang telepon sana yang masih berada di kantornya.
“Kenapa semua orang meninggalkanku? Pertama, Mike meninggalkanku dan menikah dengan orang lain. Kedua, Bryan pergi meninggalkanku dan bahkan menolak cintaku. Apa aku seperti pengemis cinta?” katanya dengan beruraian air mata.
“Kamu di mana sekarang?” tanya Ken tampak khawatir.
“Aku benci dengan diriku sendiri, Ken! Kenapa aku tidak bisa merasakan rasanya dicintai dan mencintai sedikit saja? Apa salahku, Ken? Apa aku manusia hina!” katanya yang tiba-tiba saja jatuh tertidur karena sudah dalam keadaan mabuk berat.
Setelah Ghea menghentikan pembicaraannya, Ken langsung bergegas pergi dan menjemput Ghea yang berada di bar, di mana bar tersebut adalah tempat yang sering dikunjungi Ghea jika ia merasa kesepian dan sedang ada masalah.
Sesampainya di bar, Ken tidak sengaja melihat Bryan sedang duduk di samping Ghea yang tengah memandanginya.
“Kenapa Bryan ada di sini?” tutur Ken pelan sambil memperhatikan ke arah Bryan dan juga Ghea.
“Aku tahu kamu pasti ada di sini. Aku tahu kenapa kamu menghubungiku berkali-kali pada malam hari seperti ini? Ghea, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini.
“Maafkan aku yang selalu berkali-kali menyakiti perasaanmu, maafkan aku yang selalu bersikap kasar seperti ini padamu. Tapi, aku ingin melihatmu bahagia, bahagia bukan karena diriku tapi karena orang lain.
"Terimakasih karena kamu sudah mencintaiku selama ini, aku beruntung bisa mendapatkan cinta darimu.
Lupakan aku Ghea dan carilah kebahagiaanmu sendiri.”
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Bryan beranjak berdiri. Begitu membalikkan badan, Bryan terkejut karena sudah ada Ken di belakangnya yang sedang memandanginya dengan tajam.
“Untuk apa lo ada di sini?” tanya Ken membuka suara.
“Itu bukan urusan lo, Ken!”
“Elo mau menyakiti Ghea lagi? Sampai kapan? Sampai Ghea mati bunuh diri karena lo?” tanya Ken dengan sinis.
“Apa maksud lo?”
“Gue tahu Ghea cinta sama lo, Ian. Gue tahu Mike juga cinta sama Ghea, kita ini sahabat bukan? Sahabat macam apa yang tega pergi meninggalkan sahabatnya dalam keadaan mabuk?” teriak Ken emosi.
“Gue tidak ingin Ghea terbayang-bayang akan diri gue lagi. Tolong, antarkan dia pulang sampai selamat. Berikan dia sup jahe, itu akan menghilangkan rasa pusing dan mualnya setiap kali dia mabuk. Gue pergi!”
Setelah Bryan pergi, Ken langsung membantu Ghea berdiri dan menggendongnya untuk segera membawanya masuk ke dalam mobil. Melihat keadaan Ghea yang seperti ini, Ken sangat prihatin sekali. Cinta memang sudah merubah persahabatan mereka yang sudah terjalin belasan tahun lamanya.
“Elo pasti akan mendapatkan kebahagiaan lo, Ghe,” ucapnya pelan.
Esok harinya, Angel dan Mike terlihat sedang saling menyuapi satu sama lainnya. Mereka sudah terlihat sangat akrab dan tidak banyak bertengkar lagi. Angel dan Mike juga sudah mulai berbicara panjang lebar dan menghabiskan waktu mereka dengan suasana yang nyaman.
__ADS_1
Setelah selesai menghabiskan sarapan mereka, Angel dan Mike melanjutkan perjalanan hari ke empat mereka menuju Haesindang Park tepatnya di kota Sinnam.
Haesindang merupakan sebuah hutan yang cukup indah, di sana banyak sekali pohon yang menjulang tinggi. Angel dan Mike juga banyak melakukan selfie bersama selama mereka di sana. Angel pun sering bermanja-manja ria kepada Mike dengan meminta Mike untuk menggendongnya beberapa kali.
Karena Angel terus saja merengek padanya, Mike akhirnya menggendong Angel di atas pundaknya. Angel tersenyum riang dan sesekali menutup mata Mike agar ia tidak bisa melihat jalannya dengan benar.
“Angel!” teriak Mike hingga membuat Angel tertawa lebar.
“Sorry!” tawanya sambil mengucir rambut Mike agar terlihat seperti perempuan.
“Ngapain kamu?”
“Udah diem aja, pokoknya seharian ini kucirannya jangan dilepasin. Awas kalau sampai dilepasin!”
Mike mengangguk pasrah dan tidak berani menolak. Setelah berhasil membuat rambut apel, Angel terlihat sangat puas dengan hasil karyanya kali ini.
“Cantik!” serunya tampak puas.
“Hey, nona kribo!”
“Hmmmm!!”
“Pernah merasakan rasanya naik halilintar ala manusia?” tanya Mike hingga membuat Angel bingung seketika. “Beginilah rasanya!” teriaknya yang langsung berlari dengan kencang hingga membuat Angel sampai berteriak dan memegang pundak Mike dengan begitu kencang karena ketakutan.
“Shincan gila!!”
Selanjutnya, Angel dan Mike menuju Dadohae Haesang National Park yang berada di wilayah Jeolla Selatan. Ini merupakan taman kota terbesar di Korea, di sana Angel dan Mike hanya berduduk santai sambil menikmati pemandangan kota Seoul.
“Kenapa? Aku sadar loh, dari tadi kamu merhatiin aku terus.” Angel membuka matanya dan tersenyum jahil, sementara Mike langsung mengalihkan pandangan matanya.
“Mau coba video call dengan mamah dan papahku nggak?” tanya Mike tiba-tiba.
“Emang bisa?”
“Bisa dong, bentar, yah.”
Mike mengeluarkan tabletnya dari tas Angel dan segera menghubungi keluarganya di Indonesia. Sambil menunggu, Angel malah bermain-main dengan kuciran rambut Mike yang dibuatnya tadi.
“Mah, Pah, apa kabar?” tanya Mike begitu kedua orangtuanya mengangkat video call darinya.
“Baik, gimana kabar kalian di Seoul?” tanya balik ayah Mike yang sedang berada di rumah sakit tempat beliau bekerja.
“Baik, di sini sangat menyenangkan, tempatnya sangat bagus dan keren banget!” seru Mike antusias.
“Papah ikut gembira melihat kalian bahagia di sana. Sebentar, papah ke tempat kerja mamah dulu, yah?” katanya bersemangat dan langsung bergegas pergi dengan setengah berlari kecil mencari istrinya di tempat kerjanya.
“Mamah!!” teriak Angel bersemangat saat melihat ibunda Mike.
__ADS_1
“Angel, Mike!! Apa kabar??”
“Kami baik, Mah. Bagaimana keadaan mamah dan papah di Indonesia?” tanya Angel antusias.
“Kami berdua sangat baik sekali. Apa kalian menikmati bulan madu kalian?” tanya ayahnya Mike.
“Sangat menikmati!” jawab Mike dan Angel bersamaan.
“Syukurlah kalau di sana sangat menyenangkan dan kalian sangat menikmati bulan madu kalian. Oh iya, kapan kalian pulang?” tanya ibu Mike.
“Kami pulang lusa, kita berangkat sore. Besok hari terakhir kami di Korea,” jawab Mike.
“Mah, Pah, kami membawakan banyak oleh-oleh untuk kalian,” tutur Angel tampak riang.
“Benarkah? Terimakasih banyak,” jawab ayah Mike lembut.
“I miss you Mah, Pah!” seru Mike dan Angel bersamaan.
“Miss you to,” jawab kedua orang tua Mike membalas.
Mike dan Angel saling melempar senyum. Setelah menelepon kedua orang tua mereka di Indonesia, Mike segera menyimpan kembali tabletnya ke dalam tas.
“Gimana, sudah puas?” tanya Mike.
“Puas banget! Tapi, kenapa kamu bisa tahu kalau aku merindukan kedua orang tuamu?”
“Wajahmu mudah ditebak, ayo kita jalan lagi!” ajak Mike yang langsung menarik tangan Angel.
Angel mengangguk pelan, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Gangnam yang berada di taman Yeoido dekat taman sungai Han.
Di sana pemandangannya sangat bagus, bahkan ada sungainya juga. Suasananya begitu asri dan indah, Mike dan Angel sempat bermain-main dengan gelembung sabun dan membuat gelembung begitu banyaknya.
Kebersamaan romantis mereka di Seoul begitu banyak, sampai semua orang yang melihat mungkin akan merasa iri dengan kebersamaan mereka. Sikap hangat Mike, perhatiannya Mike dan kasih sayang Mike yang mulai terasa oleh Angel sendiri.
Semua sikap yang ada di diri Mike berubah drastis saat bulan madu pertama mereka di Seoul. Biasanya, Mike yang selalu bersikap kasar dan selalu acuh kepada Angel, kini mulai berubah sedikit demi sedikit. Perubahan sikap Mike membuat Angel bahagia dan merasa nyaman jika berada bersamanya.
Sepertinya, kebersamaan Mike dan Angel di Korea pun sudah diabadikan oleh seorang wartawan yang sengaja mengikuti mereka sejak dari pertama kali mereka berada di bandara. Mike dan Angel sendiri, sepertinya tidak sadar kalau sejak tadi aktivitas mereka terus diperhatikan dan diabadikan ke dalam sebuah foto.
Haesindang Park
Dadohae Haesang National Park
__ADS_1
Gangnam di taman Yeoido