
Setelah melangsungkan pernikahan di Bali, Angel dan Mike pergi berbulan madu selama 5 hari menuju Korea Selatan. Awalnya, Mike menolak untuk pergi kesana, tetapi Angel merengek dan akhirnya Mike setuju.
“Uwaaaaaa, indahnya!” teriak Angel yang tampak terpesona begitu mereka tiba di Korea.
“Norak banget, sih!” seru Mike. “Kenapa kita gak ke Jerman atau Prancis aja, sih?”
“Seoul juga gak kalah indahnya, ko. Siapa tahu gue ketemu oppa oppa ganteng dan keren. Ayo, kita pergi, jangan menggerutu terus!” seru Angel riang sambil menarik tangan Mike.
Mike hanya menurut dengan pasrah dengan keinginan istrinya itu. Tempat pertama yang Angel dan Mike kunjungi adalah Namsangol Hanok Village. Di sana juga dikenal sebagai “Desa Rumah Tradisional di Lembah Namsan” tempat ini merupakan sebuah desa Korea yang terletak di daerah lingkungan Pil-dong di Jung-gu, distrik pusat kota Seoul, Korea Selatan.
Di mana hanok atau rumah-rumah tradisional Korea yang telah di pugar itu untuk menjaga suasana asli daerah tersebut. Gaya taman tradisional Korea ini lengkap dengan sungai yang mengalir dan pavilion yang dibangun di situs dalam rangka untuk menghidupkan kembali merasakan klasik era-Joseon.
Selama di sana Mike masih terlihat bosan dan tidak berbicara sama sekali, sementara Angel terlihat sangat antusias. Bahkan, ia beberapa kali mengambil foto dan terlihat sangat gembira sekali.
“Sinchan, semangat sedikit, dong?”
“Aku bosan,” jawabnya manyun.
"Hidupmu memang membosankan seperti keong."
"Apa tadi lo bilang?" teriak Mike kesal.
"Keong. Tahu keong? Lelet, membosankan dan menyebalkan," katanya mengejek.
"Hey, jangan memancing emosiku di sini, yah? Atau ku potong rambut ikalmu yang membahayakan itu," ancamnya."
"Hey, jangan macam-macam kau!!" teriak Angel membalas. “Oke-oke, kita ke tempat yang lebih mengasyikan saja gimana? Gue tidak ingin perjalanan kita ke Korea hanya di isi dengan teriakanmu yang menyebalkan."
"Oke, aku juga tidak ingin perjalanan kita ke Korea kali ini hanya dengan di isi oleh suara-suara teriakanmu yang menyesakkan dadaku."
"Baiklah, kita cari tempat yang asyik saja, oke?"
Mike mengangguk pelan, Angel dan Mike pun melanjutkan perjalanan mereka menuju National Ginseng Center. Di sini, dijual semua produk Ginseng. Ginsengnya itu tampak sangat mahal. Satu set Ginseng terbaiknya saja seharganya 400.000 won, atau setara dengan 4 juta.
Mike dan Angel yang mendengarnya sampai menggeleng-gelengkan kepala mereka karena harga ginseng di sini begitu mahal. Namun, harga mahal menjamin kualitas produknya. Meski mahal, Angel dan Mike pun membeli beberapa untuk di bawa pulang ke Indonesia.
Setelah dari National Ginseng Center, mereka segera menuju tempat selanjutnya yaitu Amethyst Showcase. Di tempat ini kita akan di demokan dengan pembuatan Batu Permata, berlian dll. Dan di tempat ini pula, suasana hati Mike mulai tampak membaik.
“Uwaaa, permatanya indah banget!” seru Mike tampak takjub.
“Sudah merasa tidak bosan lagi, kan?” tanya Angel yang melihat wajah Mike tampak terlihat bersemangat kembali.
“Mmmh, lumayanlah, aku cukup terhibur. Tapi, alangkah lebih baiknya kalau aku bermain-main dengan rambut kribomu ini!” seru Mike seraya mengacak-ngacak rambut ikal Angel.
“Mike!” teriak Angel yang langsung berlari mengejar Mike.
Seharian puas bermain-main, Angel dan Mike kembali ke penginapan dengan rumah tradisional ala Korea. Tidur di lantai yang hanya beralaskan selimut dan hanya satu bantal saja. Mike dan Angel saling beradu pandang satu sama lainnya sambil melirik ke arah satu bantal yang tepat ada di hadapan mereka.
Tanpa fikir panjang, Angel dan Mike saling berebutan bantal, berlari kesana-kemari untuk mempertahankan bantal mereka. Dan, pada akhirnya, Mike dan Angel melakukan permainan kertas batu gunting.
Mike mengeluarkan kertas sedangkan Angel batu. Akhirnya Mike menang dan mendapatkan bantalnya. Dengan wajah tampak bahagia, Mike menjulurkan lidahnya dan memamerkan bantalnya kepada Angel dengan penuh kemenangan.
Angel hanya bisa mencibir dan tidur tanpa beralaskan bantal.
__ADS_1
"Manusia kejam dan penuh darah iblis," gerutu Angel kesal.
"Aku bisa mendengarmu, Ngel."
"Berisik kau keong berhati iblis!"
Mike tertawa lebar dan menghabiskan malamnya dengan tidur di tempat tidur ala-ala Korea. Besok paginya, Angel dan Mike kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan mengunjungi Seoul Worldcup Stadium.
Seoul Stadion Piala Dunia juga di kenal sebagai Stadion Sangam, terletak di Seongsan, Mapo-gu, Seoul, Korea Selatan. Stadion ini memiliki kapasitas 68.476 (66.806 untuk Reguler; 916 untuk VIP, 754 untuk Media) di bangun untuk Piala Dunia pada tahun 2002.
“Kribo!” panggil Mike pelan.
“Apa?”
“Gimana kalau kita lomba lari, mumpung stadionnya sepi, nih!”
“Aku pasti kalah kalau tanding sama pelari aslinya!”
“Jadi, gak berani, nih?” tanya Mike sedikit menggoda dengan senyuman jahilnya.
“Oke, aku berani!” jawab Angel yang merasa tertantang.
“Siap yah, hitungan tiga langsung lari, yang kalah harus ngegendong yang menang.”
“Oke, aku setuju!”
“Oke, mulai yah, satu . . . dua . . . ti . . . "
Belum sempat hitungan ke tiga, Angel sudah berlari duluan hingga membuat Mike menunjuk-nunjuk ke arah Angel dengan kesal.
Akhirnya Angel menang, dengan berat hati Mike menerima kekalahannya dan menggendong Angel sambil berlari mengitari stadion 5 putaran. Angel dan Mike tampak menikmati perjalanan mereka kali ini. Dengan sedikit pertangkaran kecil yang membumbui perjalanan mereka, Angel dan Mike tampak seperti sepasang suami istri yang bahagia.
Angel dan Mike pun bermain sepak bola bersama. Meski Angel sama sekali tidak bisa bermain, Angel tetap berusaha merebut bola dari Mike, hingga membuat Angel dan Mike terjatuh dengan Mike jatuh tepat di atas tubuh Angel.
Angel dan Mike kembali saling beradu pandang dengan sangat lama. Karena tersadar, Mike cepat-cepat terbangun dan mengalihkan pandangan matanya dan mulai menjadi salah tingkah.
“Kemana kita sekarang?” tanya Mike gugup.
“Kemana aja boleh, deh,” jawab Angel yang ikutan gugup juga.
Sementara itu, di Indonesia Bayu dan Sisi tampak sibuk mengurus scedule Mike setelah Mike kembali ke Indonesia nanti.
“Sekarang mereka lagi ngapain, yah? Mereka tidak akan bertengkar terus sepanjang hari, kan?” fikir Sisi yang mulai membayangkan Angel dan Mike sedang bertengkar hebat.
“Entahlah, gue nggak tahu. Mungkin, mereka sekarang sedang menikmati bulan madu mereka.”
“Apa mereka akan tidur bersama, Bay?” tanya Sisi kembali.
“Oh iya, yah? Ini kan, perjalanan pertama mereka dan hanya berdua saja."
“Wah, Mike akan melakukan apa, yah? Jangan-jangan . . . ”
Sisi sudah mulai memikirkan hal-hal yang aneh, akal busuknya dan fikiran kotornya mulai melayang-layang di fikirannya hingga membuat Bayu mendorong kepala Sisi pelan.
__ADS_1
“Jangan memikirkan hal-hal yang aneh!”
“Hehehe, maaf!” tawa Sisi hingga membuat Bayu jadi ikut memikirkan hal-hal yang aneh juga.
Selanjutnya, Angel dan Mike melanjutkan perjalanan mereka dengan pergi berbelanja dan membeli oleh-oleh di Shopping at Myeongdong down town.
Myeongdong atau Myongdong adalah sebuah pemukiman di kota Seoul (dong) di divisi administratif Jung-gu, berlokasi antara Chungmuro, Euljiro dan Namdaemun-ro.
Myeongdong adalah salah satu distrik belanja Seoul yang terbesar, banyak juga terdapat toko-toko yang menjual barang-barang dengan harga sedang sampai mahal dari produksi dalam negeri maupun internasional. Myeongdong juga adalah pusat fashion dan kehidupan malam dari anak-anak muda Seoul.
Distrik ini mempunyai jalan kota termahal ke-9 di dunia dalam hal sewa floorspace. Myeongdong memiliki 4 Toserba terkemuka yaitu: Migliore, Lotte Department Store, Avatar, dan High Harriet.
Di sana, Angel dan Mike berbelanja habis-habissan, menghabiskan banyak uang dan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting juga. Angel dan Mike pun sempat foto box bersama dengan gaya mereka yang sangat konyol. Setelah puas berbelanja mereka kembali ke penginapan dan menyimpan barang belanjaan mereka.
“Ya Tuhan, ternyata kita sudah menghabiskan banyak uang ya, Mike?” tanya Angel sambil melihat tas belanjaan mereka yang begitu banyak.
“Bo, kayanya kita hari ini boros banget?”
“Terus, gimana dong, Chan?”
“Dari pada mikirin belanjaan, kita mandi terus kita jalan-jalan malam aja, deh.”
Angel mengangguk, Angel dan Mike pun kembali ke penginapan untuk beristirahat, mandi dan makan malam bersama untuk mengisi perut mereka.
Setelah selesai dengan segala kegiatan mereka di penginapan, mereka kembali berjalan-jalan. Perjalanan mereka selanjutnya adalah menuju Sinchon Fashion Street. Jalan-jalan Shinchon, terletak antara tiga dari universitas paling bergengsi di Korea ( Yonsei, Ewha Perempuan, Dan Sogang), selalu tampak penuh dengan anak muda yang begitu senang dan riangnya.
Pada siang hari, Shinchon penuh dengan siswa bergegas ke kelas, menghabiskan waktu dengan teman-teman di warung kopi antara kelas, atau belanja. Pada malam hari, mereka mengisi dengan jalan-jalan, pergi antara berbagai restoran, bar, kafe rock, dan klub malam yang garis gang.
Sejumlah bar bergaya Barat dan restoran baru-baru ini dibuka untuk memenuhi jumlah besar mahasiswa asing yang telah mulai datang ke Korea, terutama selama bulan-bulan musim panas.
Karena malam ini Sinchon begitu ramai, Mike dan Angel sedikit terpisah dan berdesak-desakkan. Tiba-tiba saja Mike menarik tangan Angel hingga menggenggam tangan Angel begitu erat dan mengajaknya untuk jalan berdampingan dengannya.
“Biar gak ilang,” tutur Mike pelan hingga membuat Angel menatap wajah Mike begitu lama. “Kalau ilang, aku bakalan susah lagi mencari istri dengan berambut kribo sepertimu,” tawa Mike hingga membuat Angel kesal dan mendorong kepala Mike dengan kasar.
"Dasar keong berhati iblis!"
Namsangol Hanok Village
National Ginseng Center
Seoul Worldcup Stadium
Myeongdong
__ADS_1