
“Bryan tidak mencintai gue, dia sama sekali tidak mencintai gue. Bryan tidak mencintai gue, dia sama sekali tidak mencintai gue!” ucapnya pelan dengan mata berkaca-kaca.
Ken berlari menghampiri Ghea dan menarik tangannya. Saat Ghea menghadap ke arah Ken, matanya sudah beruraian air mata.
“Kamu baik-baik aja, Ghe?” tanya Ken tampak cemas.
“Bryan tidak mencintaiku, dia sama sekali tidak mencintaiku,” katanya dengan beruraian air mata.
Melihat Ghea yang menangis seperti itu, Ken langsung memeluk sahabatnya itu dengan begitu erat. Seketika tangisannya pecah dalam pelukan Ken. Melihat sahabatnya yang begitu sedih dan menangis hebat seperti ini, Ken berusaha untuk menghiburnya dan mencoba menenangkannya.
Hari ini adalah hari kelima dan merupakan hari terakhir Angel dan Mike di Korea. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke Pulau Jeju di hari terakhir mereka di Korea. Menurut kabar yang beredar, Jeju merupakan surganya dunia dan tempatnya sangat indah sekali.
Di sana begitu banyak hamparan bunga yang begitu indahnya, Angel saja banyak sekali mengambil selfie di sana. Namun, tiba-tiba saja Mike memetik setangkai bunga mawar merah dan ia memberikannya kepada Angel.
“Makasih,” ucap Angel sambil tersenyum kecil.
Angel dan Mike banyak menghabiskan waktu mereka dengan mengelilingi Pulau Jeju yang tampak sangat indah itu. Menikmati pemandangan, bermain-main di ladang bunga, banyak melakukan selfie, itu akan menjadi kenangan terakhir mereka di Korea.
Setelah puas bermain-main, mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Seongsan IIchulbong Peak di pantai timur. Angel dan Mike banyak menghabiskan waktu mereka dengan bermain-main air.
Mike tiba-tiba saja menggendong Angel dan menjatuhkannya hingga membuat seluruh pakaiannya kotor dan juga basah.
Hari ini Angel bersikap lebih manja dan meminta Mike untuk menggendongnya di punggungnya yang lebar. Sambil menggendong Angel, Mike pergi berlari-lari dengan begitu bahagia. Sampai akhirnya, Mike dan Angel menghabiskan malam mereka di pantai sambil melihat pemandangan matahari terbenam.
“Uwaaa, indahnya!” seru Angel takjub dengan mata berbinar-binar.
“Norak, kaya yang belum lihat sunset aja di Indonesia!”
“Yee, ini kan beda, ini suasana Korea,” jawab Angel kesal.
“Yang namanya sunset, di mana-mana juga tetep sama aja tahu!”
Kali ini Angel menyerah dan tidak ingin berdebat kembali dengan Mike. Angel hanya menikmati pemandangan matahari terbenam dengan ekspresi wajahnya yang tampak sangat serius.
“Matahari sudah terbenam, hari sudah malam. Perjalanan di Korea selama lima hari ini akan berakhir begitu saja. Aku jadi tidak rela meninggalkan Korea,” tutur Angel hingga membuat Mike menatap wajahnya.
“Kalau mau, kita bisa pergi berlibur ke sini dilain hari,” jawab Mike pelan.
“Apa mungkin kita akan ke sini lagi? Apa mungkin kita bisa pergi ke sini bersama-sama?” tanya Angel hingga membuat Mike mengalihkan pandangan matanya dan menatap langit malam yang diselimuti dengan bintang.
__ADS_1
“Mike, pernikahan kita itu sebenarnya tidak harus terjadi jika kita tidak melakukan sebuah kesalahan. Tapi, aku sudah menganggap kesalahan itu sebagai kesalahan terindah yang pernah aku lewati bersamu.”
Mike kembali menatap wajah Angel, kali ini Mike bisa melihat keseriusan dan kenyamaan di dalam diri Angel. Entah kenapa, wajah Angel terlihat memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan matanya.
“Walau kita menikah dengan kontrak, tapi kita jangan jadikan hari-hari kita sebagai kontrak juga. Kita berdua harus sama-sama menciptakan kenangan baru dan menggapai semua impian kita. Walau kita sudah menikah, tapi jangan sampai impian kita menjadi padam.
"Aku tetap mewujudkan impianku untuk menjadi desainer ternama dan kamu harus tetap wujudkan impian kamu sebagai pelari. Oke?”
Mike mengangguk dan tersenyum kecil sambil memegang kepala Angel dengan lembut.
“Iya, jangan sampai hanya dengan sebuah pernikahan kontrak ini, impian kita menjadi sirna. Kita berdua harus sama-sama mewujudkannya.”
“Mike, kalau kamu bukan seorang pelari kamu ingin menjadi apa?” tanya Angel tiba-tiba hingga membuat Mike menatap kembali wajah Angel.
“Kamu itu orang pertama yang menanyakan soal impianku yang sebenarnya, Ngel. Kalau aku menjawab jujur, kamu janji ya jangan menertawakan aku?”
Angel mengangguk pelan dan tidak sabar untuk menunggu jawaban Mike.
"Musisi, aku ingin sekali menjadi seorang musisi yang menciptakan banyak lagu dan bisa bermain piano untuk aku persembahkan kepada seseorang yang sangat aku cintai. Aku juga ingin membuat sekolah musik gratis dengan hasil keringatku sendiri untuk mewujudkan impian orang-orang yang tidak pernah bisa menggapainya.”
Angel tersenyum, ternyata benar yang dikatakan oleh keluarganya Mike. Impian Mike yang sebenarnya adalah menjadi seorang musisi. Dan, Angel cukup senang karena Mike sudah mengatakan impiannya yang sejujurnya kepadanya. Apalagi, Angel tahu kalau dirinya adalah orang pertama yang diberitahukan oleh Mike sendiri.
“Semangat Mike, cobalah untuk untuk mewujudkan impianmu itu. Impianmu sangat mulia, aku akan selalu mendukungmu dan aku akan menunggu karya-karyamu itu.”
Mike melihat sorot mata Angel tampak bercahaya, Mike cukup senang karena Angel mendukung impiannya itu. Melihat sisi lain Angel yang seperti itu, Mike mendekatkan dirinya ke arah Angel dan mencium kening Angel dengan lembut.
“Makasih ya, aku tidak akan pernah melupakan pembicaraan kita hari ini,” ucapnya pelan sambil tersenyum lebar.
Angel tersenyum bahagia, matanya tampak berkaca-kaca melihat kehangatan dan kelembutan Mike. Karena sudah malam, mereka kembali ke penginapan dan bersiap-siap untuk membereskan barang-barang mereka karena besok mereka akan kembali ke Indonesia.
Selama di penginapan, Mike membantu Angel untuk merapihkan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper. Bahkan, mereka berdua kembali tidur bersama dengan satu bantal dan selimut yang sama.
Besok paginya, sebelum mereka kembali dan menuju bandara, Mike mengajak Angel ke tempat terakhir sebelum mereka pulang. Mike mengajak Angel menuju Hantangang Sky Bridge di mana, di sana ada sebuah jembatan gantung yang terlihat sangat indah.
“Inget gak, waktu di Jerman kita pertama kali bertemu di sebuah jembatan, kan?” tutur Mike membuka suara.
“Iya aku ingat, rasanya baru kemarin aku pergi ke Jerman. Sekarang, aku malah berdiri di jembatan yang berbeda dan di negara yang berbeda bersamamu.”
“Status kita juga sekarang sudah berbeda," tambah Mike hingga membuat Angel menatap wajah Mike dengan lembut.
__ADS_1
“Kamu menyesal dengan pernikahan ini?”
“Aku tidak menyesal, aku hanya bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan dan aku hanya ingin melindungi seseorang yang sudah terlibat dengan semua kejadian ini,” jawab Mike hingga membuat Angel menatap wajah Mike kembali.
“Mike . . ."
“Ngel, kehidupan kita sebagai sepasang suami istri yang sesungguhnya akan segera di mulai saat kita kembali ke Indonesia. Aku harap, kamu tetap berani menghadapi kehidupan kita yang akan mulai banyak berubah ini. Kamu harus tetap mewujudkan impian kamu sebagai desainer dan kamu harus tetap bersemangat!”
“Pasti, semangat, Mike!”
“Semangat, Ngel!”
Setelah banyak melakukan percakapan secara heart to heart, Mike dan Angel segera menuju bandara. Namun, tiba-tiba saja Mike menghentikan langkahnya dan berlutut di depan Angel.
“Mike, kamu ngapain?” tanya Angel tampak bingung.
Mike tidak menjawab, yang ia lakukan adalah menalikan tali sepatu Angel yang terlepas. Angel begitu terkejut melihat Mike yang begitu baik dan perhatian padanya. Setelah menalikan tali sepatunya, Mike berdiri dan tersenyum hangat kepada Angel. Mike merangkul Angel dan mereka pun segera menuju bandara untuk kembali ke Indonesia.
Selama di dalam pesawat, Angel dan Mike banyak melihat foto-foto selama keberadaan mereka di Seoul di dalam sebuah kamera milik Angel. Sampai akhirnya Angel tertidur, Mike masih memandangi wajah Angel yang terlihat sangat tenang saat ia tertidur seperti itu.
Mike menyelimuti Angel dengan selimut dan menyimpan kamera yang ada di tangan Angel ke dalam tasnya. Melihat kepala Angel yang berkali-kali terjatuh ke arah jendela pesawat, Mike memutuskan untuk menjadikan bahunya sebagai bantal.
Mike menaruh kepala Angel di bahunya yang hangat. Sambil memandangi wajah Angel, Mike tampak mencium rambut Angel dan membelai-belainya dengan lembut.
Seongsan IIchulbong Peak
Pulau Jeju
Hantangang Sky Bridge
__ADS_1