Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Bertemu CEO JJ Entertaiment


__ADS_3

Esok harinya, Mike dan Angel pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan semua pekerjaan mereka di Jerman. Setelah semuanya sudah siap, Mike segera bergegas menuju bandara.


Selama di bandara, Mike terus memperhatikan sebuah bungkusan berwarna biru muda yang berada di tangannya. Dengan mata yang terlihat hampa dan sedang memikirkan sesuatu hal, Mike memegang gelang persahabatannya dengan ketiga sahabatnya.


Sementara Angel, ia tampak terlihat tersenyum puas saat ia melihat kantong belanjaannya yang begitu banyak. Untuk kali ini, Angel terlihat sangat bahagia sekali karena ia bisa membelikan barang yang cukup bagus untuk Nina dan keluarganya.


“Semoga mereka menyukai hadiah yang gue belikan,” katanya pelan sambil tersenyum kecil.


Jam keberangkatannya untuk take off menuju Indonesia sudah hampir tiba. Angel dan Mike juga terlihat beranjak berdiri dan segera masuk ke dalam pesawat. Saat Mike masuk ke dalam pesawat dan mencari tempat duduknya, ia tidak sengaja berpapasan dengan Angel yang sedang duduk manis bersama rekan kerjanya.


Begitu melihat wajahnya, Mike langsung memalingkan wajahnya begitu pun dengan sebaliknya.


Pengalamannya kali ini sangatlah bercampur aduk, semoga sesampainya di Indonesia Mike tidak akan pernah bertemu dengan wanita aneh itu lagi. Itulah harapan Mike.


“Gimana selama perjalanan kamu di Jerman sana? Menyenangkan?” tanya Ghea yang sedang menikmati hidangan makan malamnya bersama dengan Mike, Ken dan juga Bryan.


“Sangat melelahkan sekali, aku cuma ada waktu sebentar untuk refreshing.”


“Elo sudah bertemu dengan orang-orang dari JJ. Entertaiment?” tanya Bryan.


Mike mengangguk pelan, “Iya, kami mengadakan pesta bersama,” jawab Mike sambil tersenyum dan sesaat ia teringat tragedi satu malam yang pahit itu.


Mengingat itu semua, Mike langsung cepat-cepat menghapus bayangannya itu.


“Mereka sedang membuat film di sana. Karena itu merupakan syuting terakhir, makanya mereka mengadakan party sebagai perpisahan.”


“Tapi, elo gak mabuk, kan?” todong Ken tiba-tiba hingga membuat Ghea dan Bryan tertawa kecil dan membuat Mike gelagapan sendiri mendengarnya.


“Nggak ko, gue gak mabuk!” elak Mike.


“Syukurlah kalau gitu, gue gak mau ada korban penyakit aneh lo lagi. Kita-kita di sini, kecuali Ghea pernah jadi korban penyakit aneh lo itu!” tawa Ken mengingat kenangan buruknya dengan Mike.


“Mike kita sekarang sudah dewasa!” tawa Ghea sambil mengelus-ngelus rambut Mike seperti anak anjing.


“Kamu terlalu menyayangi sahabatmu itu, Ghe. Hati-hati, loh!” tutur Ken kembali tertawa.


“Hati-hati kenapa?” tanya Ghea bingung.


“Hati-hati aja, siapa tahu kamu malah jatuh cinta sama sahabat tersayangmu itu!” tawa Ken hingga membuat Mike tersedak saat meminum minumannya dan juga membuat Ghea terlonjak kaget begitu mendengar pernyataan Ken.


“Mike dan Ghea cocok juga kalau pacaran. Ya gak, Ken?” tanya Bryan riang meminta persetujuan sahabatnya itu.


Ken hanya mengangguk pelan hingga membuat Mike seketika langsung salah tingkah. Setelah menghabiskan malam bersama, Mike mengantar Ghea pulang. Selama di dalam mobil, Ghea dan Mike banyak melakukan percakapan untuk melepas kerinduan mereka masing-masing selama beberapa hari tak bertemu.

__ADS_1


“Nggak kerasa yah, kita udah hampir 20 tahun sama-sama. Lama juga, yah?” ucap Ghea membuka suara.


Mike tersenyum kecil sambil memperhatikan foto dirinya bersama ketiga sahabatnya di dashboard mobil.


“Inget waktu kita masih kecil dulu, kita sering banget main sepedah sama-sama. Sering beli ice cream, main ayunan dan main petak umpet. Bahkan, kita sampai pernah memanjat pohon cuma untuk mencoba buah manggis tetangga yang katanya sangat manis itu,” kenang Ghea sambil tertawa.


“Lucu yah, kalau kita mengingat-ngingat kenangan semasa kecil?”


Ghea mengangguk dan kembali mengenang persahabatannya dengan ketiga sahabatnya.


“Sejak kecil, aku terbiasa bersama kalian bertiga. Kalian selalu ada untuk melindungi aku. Ken yang selalu menghiburku, Bryan yang selalu mendukungku dan ada kamu yang selalu menghapus air mataku. Aku tidak sanggup kalau suatu hari nanti kita harus berpisah. Kalian itu sudah bagaikan salah satu organ tubuhku, kalau salah satu organ tubuhku tidak ada, apa mungkin aku masih tetap bertahan hidup?”


Ucapan Ghea membuat Mike tersentuh, mendengar perkataan Ghea barusan membuat Mike tersadar akan satu hal. Kalau dirinya dan ketiga sahabatnya memang tidak bisa berpisah lama. Salah satu tidak ada, hidup akan terasa hampa dan tidak berwarna.


“Kamu tenang saja, kita semua tidak akan pergi meninggalkan kamu.”


Ghea tersenyum kecil hingga membuat kedua lesung pipinya terlihat begitu jelas.


“Aku masuk duluan, yah?” katanya yang hendak membuka pintu mobil setelah mereka sampai di depan rumah Ghea.


“Ghea!” panggil Mike yang langsung menarik tangannya hingga membuat Ghea mengurungkan niatnya untuk tidak membuka pintu mobil.


“Ada apa?” tanya Ghea bingung.


Mike mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya, ternyata Mike memberikan sebuah cincin. Ghea yang mendapatkan hadiah itu, langsung tersenyum riang.


“Untukku?” tanya Ghea sambil menerima sebuah kotak pemberian dari Mike yang berisi cincin.


“Iya, untukmu.”


“Makasih banyak, Mike,” ucap Ghea riang sambil mencium pipi Mike kemudian membuka pintu mobilnya.


Mike sangat terkejut karena tiba-tiba saja Ghea mencium pipinya. Mike yang di cium pun langsung tersenyum riang saking begitu bahagianya.


Berbeda dengan Angel, semenjak kepulangannya dari Jerman ia menghabiskan malam ini bersama dengan Nina dan keluarganya.


Angel banyak menceritakan hal-hal menarik selama perjalanannya di Jerman kepada Nina. Nina yang mendengar semua cerita Angel begitu antusias dan ingin sekali pergi ke sana juga.


Angel juga memberikan oleh-oleh untuk Nina dan kedua orang tuanya. Setelah cukup lama di rumah Nina, Angel pun kembali pulang ke rumahnya.


Selama di dalam rumah, Angel kembali teringat kejadian saat berada di hotel. Semuanya terasa sangat menyebalkan, Angel yang sedang membersihkan wajahnya di depan cermin pun langsung cepat-cepat menghapus bayangan itu.


“Stop untuk membayangkan kenangan buruk itu lagi Angel!” teriaknya sambil mengacak-ngacak rambutnya.

__ADS_1


Esok harinya, semenjak kejadian di Jerman tempo lalu, Mike berusaha untuk melupakan kejadian itu dengan latihan kembali. Bahkan, Mike sudah melakukan push-up 100x, sitt-up 100x, berlari 20 keliling, masih saja kejadian itu teringat sangat jelas di benaknya.


“Arggghhh, gue bisa gila lama-lama!” teriak Mike kesal sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


“Mike!” teriak Sisi dari kejauhan sambil berlari-lari kecil menghampiri Mike. “Mike, elo ada panggilan main film dari JJ. Entertaiment!”


“Film lagi? Gue lagi males main film, gue mau fokus dengan lari dulu, deh, Si.”


“Mike, ini kesempatan emas, ini akan menjadi film kedua lo yang bakalan sukses besar di pasaran nanti!”


“Gue gak minat jadi aktor, kalau jadi bintang iklan gue masih mau,” katanya pelan.


“Ini tentang elo banget, Mike. Elo pasti tertarik dengan jalan ceritanya!”


“Maksud lo, Si?” tanya Mike yang ikut penasaran juga.


“Tentang dunia lari yang menjadi profesi lo. Keren, kan?”


Sesaat Mike tampak berfikir, kemudian ia mengangguk pelan tanda setuju setelah menimbang-menimbang. Sisi pun tersenyum sumeringah hingga langsung mengajak Mike menuju JJ. Entertaiment.


Sementara itu, di JJ. Entertaiment Angel sedang begitu sibuk merapihkan ruangannya. Ia merasa sudsh cukup puas dengan ruangan kecil yang kini menjadi tempatnya bekerja. Dengan senyuman termanisnya, Angel berputar-putar bahagia sampai membuat ia terjatuh dan memeluk seseorang ketika ada seorang pria berdiri di dekat pintu.


“Ups, maaffkan saya, Pak," ucap Angel meminta maaf sambil menundukkan kepala kepada atasannya.


“Kamu karyawan baru itu, yah?” tanyanya.


“Iya, saya Angel, saya baru lima hari bekerja di sini.”


“Oh, kamu yang ikut rombongan ke Jerman?” tanyanya lagi.


Angel mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya gugup karena ini baru pertama kalinya ia bertemu dengan atasannya yang ternyata adalah seorang CEO di perusahaan tempat ia bekerja. Karena biasanya, Angel hanya melihat dari kejauhan saja wajah CEO nya itu. Tetapi, sekarang ia malah berhadapan langsung dengan CEO nya itu.


“Semoga kamu senang bekerja dengan perusahaan kami.”


“Saya sangat senang sekali pak, saya sangat berterimakasih karena bisa di terima di perusahaan bapak. Karena sejak dulu, impian saya adalah ingin bekerja di perusahaan besar seperti JJ. Entertaiment.”


“Good, thank’s atas pujiannya. Mmmh, Angel?” panggilnya kembali hingga membuat Angel menatap wajah CEO nya namun kembali menunduk.


“Kamu tidak usah takut, saya tidak akan menggigitmu. Lihatlah wajah setiap lawan bicaramu.”


Angel mengangguk pelan dan menatap lama wajah CEO yang tampan dan sangat mempesona itu.


“Good luck!” katanya ramah sambil tersenyum dan memegang bahu Angel kemudian pergi.

__ADS_1


“Ya ampun, beneran ya kata orang-orang, CEO JJ. Entertaiment emang beneran baik dan ramah banget. Sumpah, CEO nya ganteng banget!” teriaknya yang kemudian tersadar dan segera menutup mulutnya sendiri dengan melompat-lompat kegirangan.


__ADS_2