Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Ulang Tahun yang Berkesan


__ADS_3

Setelah mencuci mobil, Mike dan Angel tampak bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat.


“Kemana kita hari ini?” tanya Mike yang sedang menyetir mobil.


“Kita nonton gimana?” saran Angel bersemangat.


“Boleh, kalau begitu ayo kita pergi nonton!”


“Sebelum pergi nonton, kita ke toko pakaian dulu ya sebentar.”


“Kamu mau membeli pakaian baru?” tanya Mike.


Angel hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Mike. Melihat sikap Angel yang seperti itu, Mike tampak terlihat sangat penasaran sekali. Setelah memparkirkan mobilnya, Angel langsung menarik tangan Mike dan mengajaknya untuk melihat-lihat pakaian.


“Ini bagus, gak?” tanya Angel sambil memperlihatkan sepasang jaket couple berwarna hitam.


“Mmmhh, sepertinya kurang cocok," jawab Mike tampak menimbang-nimbang.


“Mmmhh, kalau yang ini?” tanya Angel kembali dengan memperlihatkan jaket couple berwarna biru dongker.


Mike terlihat sangat menyukai jaket tersebut dan memberikan dua jempolnya. Setelah Mike menyetujui hasil pilihannya, Angel segera membayar jaket tersebut dan mengajak Mike pergi menuju toko sepatu.


Angel terlihat sedang memilih-milih sepatu kets. Melihat Angel yang sejak tadi sibuk memilih, membuat Mike ingin ikut juga memilih.


Melihat ada sepatu berwarna putih, Mike langsung jatuh hati untuk pertama kalinya. Sepertinya, Angel juga sangat menyukai sepatu pilihan Mike. Akhirnya, mereka berdua membeli sepatu yang sama. Sudah merasa puas dengan membeli barang couple, Angel dan Mike memakai jaket dan sepatu yang sama di hari itu. Sambil bergandengan tangan, mereka menuju gedung bioskop dan menonton film horor bersama-sama.


Selama di dalam bioskop, Angel dan Mike sangat menikmati film yang mereka tonton. Bahkan, selama film diputar Angel dan Mike masih terlihat saling bergandengan tangan.


“Mike, sekarang kita mau ke mana?” tanya Angel yang baru saja keluar dari gedung bioskop.


“Sudah ada tempat yang aku siapkan, sekarang kamu ikut aku saja.”


“Memangnya kita mau ke mana?”


“Rahasia," jawab Mike yang membuat Angel semakin penasaran.


Suasana gedung bioskop saat itu memang sangat padat. Karena mereka berdua baru saja keluar dari dalam gedung, orang-orang yang berdatangan silih berganti dan berlalu lalang di mana-mana hingga membuat Angel terpisah dengan Mike.


Mike yang melihat Angel terdorong oleh orang-orang sekitar, langsung memegang bahunya dengan begitu erat dan menggandeng tangannya agar Angel tidak terpisah lagi dengannya.

__ADS_1


Melihat sikap Mike, Angel tersenyum kecil dan menatap wajah Mike dengan mata berkaca-kaca. Selama di perjalanan, Angel terus menatap wajah suaminya itu. Ia semakin penasaran, sebenarnya Mike mau membawanya ke mana. Namun, tiba-tiba saja Mike meminta Angel untuk memejamkan matanya. Dan, itu semakin membuatnya penasaran.


“Shincan, mau bawa aku kemana, sih?” tanya Angel sambil melangkahkan kakinya perlahan dengan mata yang tertutup.


“Udah, kamu gak usah banyak ngomong. Pokoknya sampai di lokasi, kamu pasti bakalan suka!”


“Rese deh, kasih tahu dong mau bawa aku ke mana?”


“Kalau aku kasih tahu, bukan surprise dong namanya!”


Kali ini Angel menyerah dan tidak berani lagi bertanya. Karena sudah sampai di tempat tujuan, Mike meminta Angel untuk membuka matanya. Dengan perlahan, Angel mulai membuka matanya. Dan, begitu terkejutnya Angel saat ia membuka matanya, ia sudah disambut dengan suara ombak dan lilin-lilin kecil yang mengelilinginya.


“Mike, ini?”


“Happy birth day Angel!” ucap Mike pelan sambil tersenyum.


“Kamu? Kamu ingat soal ulang tahunku?” tanya Angel yang tidak percaya.


Mike mengangguk pelan, begitu terharunya Angel saat melihat suasana pantai di malam hari. Dengan dikelilingi lilin-lilin kecil, Angel mendapati tulisan Happy Birth Day Kribo yang begitu besar oleh lilin-lilin kecil yang menyala.


“Kribo?” ucap Angel sinis.


Angel hanya bisa tertawa kecil melihat tulisan happy birth day tersebut. Bahkan, di pantai tersebut sudah disediakan satu meja dan dua kursi yang sudah dihias seindah mungkin.


Mike mengulurkan tangannya kepada Angel, Angel pun menerimanya dengan senang hati. Di atas meja makan tersebut tampak terlihat sebuah kue ulang tahun berbentuk pakaian. Mike mengambil kue tersebut dan meminta Angel untuk meniup lilinnya.


Sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun, Mike memegang kue tersebut hingga membuat Angel memejamkan matanya untuk melakukan make a wish. Setelah make a wish, Angel meniup lilinnya dan membuat Mike tersenyum riang.


Angel dan Mike kembali menikmati makan malam mereka di pantai, sambil mendengarkan alunan suara biola yang di mainkan oleh seseorang yang sudah di persiapkan sebelumnya oleh Mike.


“Dansa?” ajak Mike sambil mengulurkan tangannya.


“Aku gak bisa dansa,” tolak Angel.


“Aku ajari.”


Angel masih terlihat menolak, tapi Mike tetap berusaha untuk mengajaknya berdansa. Pada akhirnya, Angel mengalah dan menerima uluran tangan Mike. Mereka berdua berdansa bersama dengan sesekali tingkah konyol Angel yang menginjak kaki Mike dan membuat mereka berdua tertawa kecil.


“Ku bilang apa? Aku nggak bisa dansa, Mike.”

__ADS_1


“Kamu memang istri yang bodoh. Dansa saja tidak bisa,” ejeknya yang membuat Angel menginjak telapak kaki Mike dengan kasar. “Aww, sakit, Ngel!” ringisnya kesakitan.


“Mike, bodoh!” teriaknya sambil menjulurkan lidahnya hingga membuat Mike langsung mendorong kening Angel pelan dengan keningnya.


Keduanya tertawa bersama dan menghabiskan malam dengan berdansa ala mereka. Setelah puas berdansa, Mike mengajak Angel untuk menyusuri pesisir pantai. Sambil bergandengan tangan, Mike dan Angel tampak terlihat sangat bahagia sekali. Seperti sepasang suami-istri sesungguhnya.


“Happy?” tanya Mike.


“I’m so happy, Mike. Terimakasih banyak untuk hari ini. Ulang tahunku kali ini sangat berkesan sekali dan tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.”


Mike mengangguk dan tersenyum lembut padanya.


“Aku ada sesuatu untukmu,” ucap Mike pelan sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.


Angel menatap wajah Mike bingung. Mike memberikan dua buah kotak kecil kepadanya. Angel yang menerimanya terlihat sangat kebingungan sekali melihat kedua kotak kecil yang diberikan Mike padanya.


“Dua? Banyak banget?”


“Buka aja dulu.”


Angel mengangguk dan membuka kotak kecil berwarna merah yang pertama kali diberikan Mike padanya. Begitu kotak pertama di buka, isi dari kotak tersebut adalah sebuah kalung sepatu yang sangat cantik dan begitu indah.


“Cantik banget kalungnya!” serunya dengan mata berbinar-binar.


“Aku bingung, sebenarnya aku harus membeli hadiah apa yang cocok untukmu. Aku sempat diskusi dengan Nina juga Ken soal hadiah ini. Dulu, kamu pernah memberikan aku sebuah sepatu. Aku ingin memberikan kamu sesuatu yang berhubungan dengan sepatu juga.


“Aku jadi teringat kalau Nina juga pandai mendesain. Kalung ini, Nina sendiri yang desain dengan beberapa ide yang aku berikan. Mudah-mudahan kamu suka dengan hadiah ini,” papar Mike menjelaskan.


“Suka banget! Makasih banyak, Mike,” ungkapnya tampak bahagia.


“Sama-sama, syukurlah kalau kamu suka.”


“Ngomong-ngomong, sepatu ini mirip banget dengan desain sepatu yang aku buat untuk kamu, yah?” katanya sambil memperhatikan kalung berbentuk sepatu yang diberikan Mike padanya.


“Memang, aku sengaja meminta Nina untuk membuatkan desain yang hampir sama dengan desain yang kamu buat. Kalau kamu perhatikan dengan teliti, di kalung tersebut ada ukiran hurup M dan juga A. Yang artinya Mike juga Angel.”


Angel tampak terharu dan sempat menitikkan air matanya. Ia tidak menyangka jika Mike akan memberikan sesuatu yang sangat special untuknya. Ini adalah hadiah terindah yang pernah ia terima seumur hidupnya.


Tiba-tiba saja Angel mencium pipi Mike hingga membuat Mike sangat terkejut sekali melihat istrinya itu mencium pipi kanannya.

__ADS_1


“Makasih banyak, Mike,” katanya pelan sambil tersenyum tipis.


__ADS_2