Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Namsan Touwer


__ADS_3

Setelah puas bermain-main dengan gelembung sabun, Angel dan Mike kembali melanjutkan perjalanan mereka di dekat sungai Han untuk bermain sepeda. Di sana, Angel dan Mike bermain sepeda sambil berpegangan tangan. Sesekali mereka pergi balapan, hingga membuat Angel harus mengalami kekalahan terus-menerus.


“Mike!” teriak Angel yang masih berada di belakang Mike.


Mike yang dipanggil, menghentikan sepedanya dan menoleh ke belakang dengan ekspresi wajahnya yang datar.


“Aku capek!” keluhnya sambil mengembungkan kedua pipinya.


Mike mendesah, ia kembali ke belakang dan menghampiri Angel yang terlihat sangat kelelahan itu. Tiba-tiba saja, Mike turun dari sepedanya dan menghampiri Angel yang masih duduk manis di sepedanya. Dengan satu tangannya, Mike berhasil mengangkat Angel hingga membuat Angel begitu terkejut dengan sikap Mike yang diluar dugaannya.


Mike mengangkat Angel dan menaruhnya seperti sebuah barang di bangku taman. Melihat sikap Mike yang seperti itu, membuat Angel menjadi salah tingkah.


“Kebiasaan!”


“Kebiasaan apaan?” tanya Mike sambil bersandar di sebuah bangku taman.


“Kebiasaan selalu membuat hal-hal yang mengejutkan!”


“Laper gak, sih?” tanya Mike sambil celingak-celinguk mencari makanan.


Angel mengangguk pelan hingga membuat Mike pergi begitu saja.


"Dia kenapa, sih? Kenapa pergi ninggalin gue gitu aja sendirian di sini?”


Lima menit kemudian, Mike kembali dengan membawa satu buah aromanis. Melihat Mike membawa makanan, wajah Angel terlihat langsung sumeringah.


“Nih!” katanya yang langsung memberikan aromanis itu kepada Angel.


“Kamu gak makan?” tanya Angel yang menerima aromanis pemberian dari Mike.


“Kita bisa makan berdua,” jawabnya yang membuat mata Angel melotot tajam.


Angel tampak melihat senyuman iblis di bibirnya Mike, melihat Mike yang seperti itu Angel langsung melahap aromanis pemberian dari Mike dengan secepat mungkin. Melihat Angel yang begitu terburu-buru menghabiskan aromanisnya, Mike langsung tertawa kecil dan merebut aromanis milik Angel dari tangannya.


“Ini punya aku, Mike!”


“Yang beli siapa?”


“Suruh siapa gak beli dua coba?”


“Ya udah, kalau gak suka buat aku aja,” katanya yang tidak pernah mau mengalah.


Karena malas berdebat dengan Mike, dengan terpaksa Angel dan Mike makan aromanis itu bersama-sama hingga mulut mereka penuh dengan noda aromanis.


"Dasar keong berhati iblis!!" cibir Angel.


"Hari ini aku baru sadar," tutur Mike pelan.


Melihat ada noda di bawah bibir Angel, Mike mengelapnya dengan jari tangannya. Angel cukup terkejut dengan sikap juga perlakuan Mike hari ini karena Mike hari ini sangat baik sekali padanya.

__ADS_1


Melihat kebaikan Mike, Angel juga melakukan hal yang sama kepada Mike. Angel mengelap noda aromanis yang ada di bawah bibir Mike dengan tangannya. Setelah selesai mengelapnya, Angel tersenyum simpul hingga membuat mereka berdua sama-sama tertawa kecil.


"Sadar apa?"


"Ada yang berbeda dari rambutmu. Kamu meluruskan rambutmu, yah?"


"Iya, aku bosan dengan gaya rambutku. Jadi, aku sedikit menyatok rambutku agar sedikit lurus."


"Tapi, aku lebih suka rambut kribomu."


"Benarkah?"


"Iya, itu lebih alami dan terlihat natural. Kamu lebih terlihat cantim seperti itu."


Angel tersenyum mendengar pujian yang tak terduga seperti itu dari mulut Mike. Setelah cukup beristirahat, Angel dan Mike kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Tempat terakhir yang mereka kunjungi malam ini adalah Namsan Touwer. Di mana, di sana terdapat sebuah gembok cinta. Legendanya, siapa pun yang memasangkan gembok cinta di sini bersama pasangannya, maka mereka akan hidup bersama selamanya sampai maut memisahkan mereka.


Angel dan Mike tampak seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi entah apa yang mereka fikirkan saat ini. Karena sama-sama memegang gembok cinta itu, Mike dan Angel saling beradu pandang dengan tatapan mata yang terlihat licik.


“Kamu serius, Mike? Kamu tahu legendanya tempat ini, kan?”


“So, why?”


“Mike, orang yang menggantungkan gemboknya di sini itu orang yang saling mencintai dan akan sehidup semati. Kita kan tidak seperti itu kejadiannya,” jawab Angel yang tampak enggan.


“Mike, ini tuh sudah menjadi legenda!”


“Kamu takut berjodoh denganku, yah?” goda Mike dengan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Angel.


“Siapa juga yang takut!”


“Lantas? Apa kamu takut jatuh cinta padaku?” tanya Mike kembali menggoda.


“Ckck, jangan terlalu percaya diri kamu!”


“Ya udah, kalau gitu kamu gak usah takut dong dengan gembok cinta itu!”


“Oke, kalau begitu ayo kita tulis nama kita di gembok cinta itu!” tantang Angel tampak menggebu-gebu.


Mike dan Angel sudah memutuskan untuk menuliskan nama mereka masing-masing di dalam gembok cinta itu dan memasangnya.


Dengan berat hati dan penuh rasa kecemasan, Angel berusaha untuk membuang kuncinya. Karena terlalu lama menunggu, akhirnya Mike merebut kunci gemboknya dari tangan Angel dan membuangnya.


“Hey, ko dibuang, sih?” teriak Angel tampak kecewa dan juga panik.


“Habisnya kamu lama banget sih, sudahlah ayo kita naik kereta gantung!” perintahnya galak yang langsung pergi begitu saja.


“Dasar, Sinchan berhati iblis!” gerutu Angel kesal.

__ADS_1


“Kribo, cepetan!” teriak Mike yang sudah berada jauh di depan Angel.


Angel yang masih di belakang Mike, langsung berlari-lari kecil menyusul Mike. Kini, Mike dan Angel berada di dalam kereta gantung. Dengan wajah yang tampak masih kesal, Angel sama sekali tidak ingin berbicara dengan Mike. Karena bosan, Mike pun menulis sesuatu di dinding tembok.


“Nulis apa kamu?” tanya Angel penasaran.


“Kribo pesek!” jawab Mike dengan ekspresi wajah datarnya.


“Aishhh, menyebalkan. Sini aku juga mau menulis sesuatu.” Angel merebut spidol dari tangan Mike dan mulai menuliskan sesuatu.


“Shincan bodoh seperti keong berhati iblis? Hey, aku tidak bodoh!” teriak Mike yang tidak terima dengan tulisan tangan Angel.


“Kamu itu bodoh tahu!” ejeknya begitu puas.


“Nggak, aku gak bodoh!” balas Mike tidak mau kalah.


Pada akhirnya, Angel dan Mike rebutan spidol dan melukis wajah mereka dengan sangat jelek di dinding tembok tersebut. Malam hari ini terasa begitu panjang, dengan suhu udara yang cukup dingin, Angel dan Mike mulai menggosok-gosokkan tangan mereka. Bahkan sampai mereka berbicara pun, mulut mereka mulai mengeluarkan embun.


Entah apa yang terjadi dengan mereka berdua, hanya karena mulut mereka berembun, mereka bermain-main dengan embun itu seperti anak kecil.


Ghea termenung di ruang make up. Pemotretan hari sudah selesai, namun Ghea masih saja berada di ruang make up dengan tampak letih. Ghea juga tampaknya sedang memikirkan kejadian semalam, di mana ia dalam keadaan mabuk berat. Saat melihat handphonenya, Ghea begitu terkejut karena sepertinya ia sudah menghubungi Bryan 15 kali berturut-turut.


“Apa yang sudah terjadi semalam? Kenapa gue bisa mengubungi Bryan 15 kali berturut-turut? Apa gue sudah gila? Bagaimana ini? Apa yang harus gue lakukan?” gerutu Ghea yang tampak cemas dan kebingungan sendiri.


Setelah berganti pakaian dan menghapus make up wajahnya, Ghea segera menuju basment dan mengemudikan mobilnya. Selama di dalam mobil, Ghea masih belum bisa tenang karena ia masih khawatir dengan kejadian semalam yang sudah terjadi padanya saat ia dalam keadaan mabuk berat.


Karena ingin mengklrifikasi sesuatu, Ghea memutuskan untuk menemui Bryan di kantornya. Saat berada di perusahaan JJ.Entertaiment, Ghea tidak sengaja melihat Bryan sedang bersama dengan Ken dan sepertinya wajah mereka terlihat begitu serius sekali.


“Ada apa lo mencari gue?” tanya Bryan membuka suara.


“Putuskanlah sesuatu, Ian!”


“Maksud lo?”


“Elo yakin dengan keputusan lo untuk kejadian yang beberapa hari terakhir ini terjadi?” tanya Ken.


Bryan mengangguk pelan hingga membuat Ghea penasaran dengan apa yang sudah mereka bicarakan. Karena penasaran, Ghea segera keluar dari mobilnya dan memperdekat dirinya ke arah mereka berdua.


“Apa persahabatan kita akan rusak dengan kejadian ini?”


“Gue juga tidak ingin kejadian ini terjadi, tapi gue tidak bisa menerima cinta seseorang kalau gue sendiri tidak mencintainya,” jelas Bryan.


“Jadi, elo sama sekali tidak pernah merasakan rasa cinta sedikit pun untuk Ghea?” tanya Ken setengah berteriak hingga membuat Ghea terkejut mendengarnya.


“Tidak,” jawab Bryan singkat, padat, jelas dan bahkan sangat tegas.


Setelah menyelesaikan pembicaraannya dengan Ken, Bryan beranjak pergi hingga membuat Ken yang membalikkan badannya begitu terkejut saat melihat Ghea ada di belakangnya.


Untuk beberapa saat mereka berdua saling beradu pandang begitu lama. Setelah cukup lama menyadari akan sesuatu, Ghea beranjak pergi tanpa berpamitan pada Ken dan dengan langkah kakinya yang begitu pelan.

__ADS_1


__ADS_2