
Angel hanya bisa menundukkan kepalanya pasrah, Bayu dan Sisi sudah bingung dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Semua ini terjadi dengan begitu cepat, kini Bayu hanya bisa berharap semoga ada satu keajaiban yang membuat semua orang hilang ingatan dengan apa yang sudah terjadi pada Mike juga Angel.
“Ngel, maaaffkan kami untuk kejadian ini semua. Ini mungkin berawal dari kecerobohan dan kebiasaan Mike yang buruk, gue mewakili Mike meminta maaf sebesar-besarnya sama lo,” ucap Bayu sambil membungkukkan tubuhnya.
Sisi pun ikut meminta maaf dan membungkukkan tubuhnya juga. Angel hanya bisa tersenyum kecil kemudian pergi, ini akan menjadi hal yang paling buruk untuknya.
Sementara Mike, ia hanya bisa duduk seorang diri di taman sambil memikirkan semua masalah ini. Mike kembali mengenang kenangannya bersama dengan Ghea, dari mereka masih kecil, beranjak remaja, dewasa dan saat ini. Semua berlalu begitu cepat, Mike merasa ini sudah saatnya ia mengambil sebuah keputusan besar.
“Mike,” panggil seseorang yang sedang berdiri di depannya.
Mike menengadah dan melihat Ghea berdiri di depannya. Untuk beberapa saat, Ghea dan Mike saling beradu pandang dengan sangat lama. Tiba-tiba saja Ghea memeluk Mike dengan begitu erat.
Untuk beberapa saat, Ghea dan Mike berpelukan dengan suasana keheningan. Mike hanya bisa terdiam dan hanya merasakan kenyamanan dalam pelukan Ghea. Ghea melepaskan pelukannya dan duduk di samping Mike. Sambil melihat langit yang sudah tampak mendung, Ghea dan Mike masih dalam suasana keheningan malam.
“Aku tahu kamu pasti ada di sini, kalau ada masalah kamu pasti akan pergi ke sini, kan?” tutur Ghea membuka suara seraya menatap ke arah langit yang berwarna biru kehitam-hitaman.
Mike tersenyum tipis dan masih memandangi langit-langit yang tampak seperti sedang menertawakannya dengan puas.
“Baiklah Mike, kamu hutang satu penjelasan padaku. Sekarang, sudah saatnya kamu berbicara.”
“Ghe, sebelum aku menjelaskan semuanya, ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu."
“Apa itu?” tanya Ghea penasaran sambil menatap wajah Mike.
Mike terdiam beberapa detik, ia mencoba mengatur nafasnya dan mulai membuka suara dengan berusaha untuk mengatakan semuanya.
“Aku cinta kamu, Ananda Ghea Pratiwi,” jawab Mike hingga membuat Ghea terdiam sejenak.
“Sejak kecil sampai sekarang, perasaan aku tidak pernah berubah. Aku selalu mencintai kamu dan menyayangi kamu dengan tulus. Aku tahu cinta kamu hanya untuk Bryan, tapi apa ada satu kesempatan yang bisa kamu berikan kepadaku?” tanya Mike sambil menatap wajah Ghea dengan seksama.
Ghea benar-benar tampak sangat syock, masih belum percaya dengan apa yang ia dengar. Tapi, Ghea tetap berusaha untuk tetap tenang meski sebenarnya hatinya meledak-ledak.
“Mike, aku tidak tahu harus menjawab apa.”
“Kamu mau tidak menikah denganku?” tanya Mike kembali.
“Mike, kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?”
“Aku mohon jawab pertanyaanku, kamu tinggal bilang yes or no?” pinta Mike sedikit memaksa.
Ghea terdiam kembali dan memalingkan wajahnya, sementara Mike masih menatap wajah Ghea dan menunggu jawaban darinya.
“Mike, aku sayang sama kamu, rasa sayang aku sama halnya dengan aku menyayangi Ken. Aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat terbaikku dan selalu ada di sisiku untuk mendukungku. Perasaanku selamanya tidak akan berubah, maafkan aku. Aku belum bisa melupakan rasa cintaku terhadap Bryan, maaffkan aku Mike."
“Oke, aku mengerti. Terimakasih untuk jawabannya, sekarang aku mengerti.”
Mike kemudian pergi tanpa memandang wajah Ghea kembali. Melihat Mike yang pergi begitu saja, membuat Ghea tampak sangat tidak rela
“Mike," ucap Ghea lirih. “Maaffkan aku.”
Mike kembali ke rumahnya, ia melihat Angel sedang duduk di tangga, sedangkan Bayu dan Sisi berada di dapur yang tampak terlihat sangatlah murung. Melihat mereka semua seperti ini, Mike merasa bersalah. Mike pun menghampiri mereka semua dan berdiri di tengah-tengah mereka.
“Baiklah, ayo kita menikah!” seru Mike tiba-tiba hingga membuat Angel, Bayu dan Sisi menatap wajah Mike tidak percaya.
“Mike, are you sure?” tanya Bayu untuk memastikan.
“Iya, gue sudah berfikir matang-matang, gue setuju soal pernikahan kontrak itu.”
“Kalau begitu, kalian harus kembali membuat kesepakatan dan membuat kontrak kembali,” saran Sisi yang diberikan anggukan oleh Bayu.
Mike mengangguk, Angel dan Mike pun segera membuat kontrak baru tentang pernikahan mereka.
Kontrak Pernikahan
__ADS_1
Dilarang melakukan kontak fisik, selain di depan umum dan hal yang mendesak.
Tidur di kamar masing-masing terkecuali ada hal yang mendesak.
Tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing.
Tidak ada yang mengetahui soal kontrak ini selain orang-orang yang bersangkutan.
Tidak akan pernah saling jatuh cinta.
Tidak ada yang dirugikan satu sama lain dengan adanya pernikahan ini.
Sebagai suami kontrak, ia harus mengantar istrinya pergi bekerja dengan satu kendaraan setiap hari tanpa terkecuali.
Jika ada yang melanggar kontrak ini. dikenakan denda 10 juta dan harus angkat kaki dari rumah ini. Segera melakukan perceraian jika nomor 4 dan 5 dilanggar.
Hal-hal yang dianggap penting akan menyusul kemudian.
“Tunggu, kontrak macam apa ini? Elo menjadikan gue sebagai pembantu pribadi lo?” tanya Angel kesal setelah membaca isi kontraknya.
“Hanya satu tahun, jangan banyak protes, deh. Gue kan membayarnya dengan mengantar elo tiap hari ke kantor!”
“Tapi, itu kan hanya hal mudah dan tidak memberatkan. Gue di sini yang merasa dirugikan!”
__ADS_1
“Anggap saja gue menggaji lo, gue cukup membantu supaya lo cepat-cepat bisa membeli rumah yang layak ditinggali. Setelah kontrak kita selesai dan kita bercerai, elo sudah mempunyai tempat tinggal baru."
Angel kembali menimbang-nimbang, sebenarnya yang dikatakan Mike ada benarnya juga. Ia harus mengumpulkan uang untuk membeli rumah baru.
Dengan terpaksa, Angel menyetujuinya dan mereka pun segera menandatangi kontrak itu dan berjabat tangan. Kontrak itu pun disimpan baik-baik oleh Bayu karena Mike telah memerintahkannya untuk menyimpannya dengan sebaik mungkin.
Karena saran ini keluar dari mulut Bayu, maka dari itu ia yang bertanggung jawab untuk menyimpan kontraknya.
Esok harinya Mike dan Angel mengadakan konferensi pers. Angel dan Mike tampak terlihat sangat sibuk untuk mempersiapkan diri mereka.
“Tunggu, gue nggak biasa pake gaun. Kita pakai celana saja bisa kan, Si?” tanya Angel saat ia dipaksa untuk memakai gaun oleh Sisi.
“Nggak bisa Angel, elo mesti terlihat berbeda. Elo harus terlihat cantik dan juga anggun. Elo kan calon istri seorang atlet juga aktor besar, jadi elo mesti tampil cantik, dong,” tutur Sisi yang baru saja selesai mendandani Angel.
“Tapi, ini kan hanya konferensi pers saja?”
“Udah cepetan, konferensi persnya akan segera di mulai. Lagian elo itu seorang desainer, masa seorang desainer penampilannya jelek dan berantakan.”
“Seorang desainer juga tidak mesti tampil heboh, kan?”
“Udah jangan berisik, serahkan saja semuanya sama gue."
Dengan terpaksa, kali ini Angel menuruti perintah Sisi. Selama ini, Angel memang terlihat sedikit tomboy dan jarang sekali yang namanya berdandan meski ia seorang asisten make up sekalipun. Rambutnya yang keriting pun harus rela ia luruskan demi konferensi pers ini.
“Si kribo mana?” tanya Mike kepada Bayu yang sudah selesai dan tampak rapih.
Angel akhirnya muncul juga dengan di temani Sisi. Mike tampak begitu terperangah melihat penampilan Angel yang sangat berbeda. Rambutnya menjadi lurus dan dibiarkan panjang terurai.
Dengan balutan gaun berwana pich dan high heels berwarna keemasan, Angel benar-benar tampak sangat memukau. Sesaat Mike sama sekali tidak berkedip dan terus memandangi wajah Angel. Namun, setelah tersadar Mike langsung mengalihkan pandangan matanya.
“Gimana, hasil gue bagus, kan? Angel tampak anggun dan berbeda, kan?” tanya Sisi yang tampak puas dengan hasil kerjanya.
“Elo tampak beda, elo cantik banget, Ngel!” puji Bayu yang tampak terpesona.
“Thanks," jawab Angel tersipu malu sambil memegangi gaunnya.
“Gimana, Mike?” tanya Sisi.
“Lumayanlah, tapi gue tetep suka dia yang kribo!” seru Mike hingga membuat Angel manyun dan kesal.
“Aishh, menyebalkan sekali!” seru Angel jengkel.
“Ayo, kita pergi!”
Mike kemudian pergi, Angel pun menyusulnya di belakang. Dengan hati yang berdegup kencang, Angel tampak terlihat sangat gugup sekali.
“Gugup?” tanya Mike yang melihat Angel tampak pucat.
Angel mengangguk pelan dan berusaha untuk mengatur nafasnya dalam-dalam.
“Mau tahu rahasia agar tidak gugup?”
Angel terdiam dan menatap wajah Mike bingung. Tiba-tiba saja Mike mendekati Angel hingga membuat Angel menjauh darinya. Mike langsung memegang kedua pipi Angel dengan kedua tangannya. Sambil tersenyum manis, Mike menatap kedua bola mata Angel dengan seksama.
“Semangat, Kribo!” seru Mike dengan senyuman lebarnya dan menyubit kecil pipi Angel yang chubby.
Angel tersenyum kecil dan kembali tenang.
“Cara yang aneh!”
“Tapi, berhasil, kan?”
Angel tertawa lebar, tiba-tiba saja Mike menggandeng tangannya hingga membuat Angel sangat terkejut dengan memandangi tangannya dan tangan Mike yang bersentuhan.
“Are you ready?” tanya Mike.
__ADS_1